NovelToon NovelToon
Pewaris Makam Para Raja 2

Pewaris Makam Para Raja 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Beranjak dari takhtanya sebagai penguasa berdarah di perbatasan selatan.

Lin Xiao kini melangkahkan kaki ke dalam pusaran konspirasi mematikan Kota Awan Suci, tempat di mana eksistensi Jiwa Murni berkeliaran layaknya prajurit biasa dan Empat Sekte Suci mengendalikan langit.

Di musim kedua ini, tirai misteri Makam Para Raja perlahan ditarik lebih lebar melalui sebuah ekspedisi menegangkan ke dalam reruntuhan dimensi kuno yang tidak hanya menguji batas kekuatannya untuk menembus ranah Jiwa Murni, tetapi juga menguak luka, penyesalan, serta masa lalu dari para roh kaisar yang bersemayam di dalam tubuhnya.

Ditemani oleh Xue Mingyue, raksasa setia Meng Shan, dan seorang gadis bercadar misterius yang menyimpan rahasia terdalam dari pusat benua, Lin Xiao harus menyeimbangkan ambisi penaklukannya dengan ikatan emosional yang semakin kuat, membuktikan bahwa di balik arogansi dan kekejaman seorang Kaisar Bayangan, terdapat jiwa manusiawi yang terus berjuang mendobrak takdir para dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

'Tolonglah, Lin Xiao, pergilah dari sini selagi kau dan rekan-rekanmu masih bisa bernapas.' mohon Yue Xin memejamkan matanya.

'Jika kau tertangkap besok, mereka tidak akan membunuhmu dengan cepat, mereka akan menyiksamu hingga jiwamu hancur.'

'Simpan air matamu itu untuk menangisi mayat para dewa tua yang memaksamu memakai gaun merah ini, Nona Yue.' potong Lin Xiao dengan dominasi absolut.

'Kenapa kau harus melakukan semua ini, Lin Xiao?' isak gadis itu merasa tidak pantas menerima pengorbanan sebesar ini.

'Karena dunia ini terlalu membosankan jika aku membiarkan sekumpulan kakek tua bau mengatur jalan hidupku.' jawab sang Kaisar Bayangan.

'Dengarkan aku baik-baik, Putri Suci.'

Nada suara Lin Xiao mendadak berubah menjadi sangat serius dan memancarkan aura kepemimpinan yang tidak bisa dibantah.

'Besok malam, saat pendeta sekte itu menyuruhmu untuk mengucapkan janji pernikahan, aku ingin kau tersenyum dengan sangat cantik.'

'Tersenyum? Di saat aku akan diserahkan kepada sekte yang membunuh guruku?' tanya Yue Xin bingung dan marah.

'Ya, tersenyumlah, karena tepat pada detik itu, aku akan datang untuk melukis seluruh arena putih ini dengan warna darah.' janji Lin Xiao.

'Aku akan memotong leher mereka semua, dan aku akan membawamu pulang sebagai rampasan perang terbesarku.'

Mendengar janji berdarah yang diucapkan dengan sangat yakin tersebut, rasa putus asa di dalam dada Yue Xin perlahan mencair.

Gadis itu tidak tahu dari mana pemuda Inti Emas yang dulu ia temui di pasar gelap kini memiliki keberanian untuk menantang dunia.

Namun satu hal yang pasti, Yue Xin merasa bahwa Lin Xiao adalah satu-satunya dewa yang nyata di matanya saat ini.

'Aku akan menunggumu, Lin Xiao.' bisik Yue Xin dalam hatinya.

'Bahkan jika kita harus mati bersama di arena ini besok, aku tidak akan menyesali apa pun.'

'Kita tidak akan mati, Nona Yue, kita hanya akan pindah ke kastil yang lebih besar setelah merobohkan tempat ini.' pungkas Lin Xiao memutuskan koneksi telepatinya.

Srak.

Bayangan tipis itu kembali merayap mundur dan masuk ke dalam telapak tangan Lin Xiao sebelum ada satu pun ahli Transformasi Jiwa yang menyadarinya.

"Tarik kembali sulur kegelapanmu itu, bocah, riak dimensinya mulai terdeteksi oleh ketua sekte api itu." peringat Kaisar Bayangan dengan panik.

"Sudah kutarik sejak tadi, kakek cerewet, kau bisa kembali tidur sekarang." balas Lin Xiao dalam hati.

Pemuda itu perlahan bangkit berdiri dari posisinya yang berlutut, menepuk debu dari celana pekerja kasarnya.

"Apakah kau baru saja melakukan sesuatu yang sangat bodoh, Lin Xiao?" selidik Xue Mingyue melihat senyum tipis di wajah bosnya.

"Aku hanya memastikan bahwa pesanan utama kita untuk acara besok malam tidak rusak selama proses pengiriman." jawab Lin Xiao dengan majas yang sangat sarkastis.

"Ayo kita pergi dari sini, Meng Shan." perintah Lin Xiao memberikan isyarat mundur.

"Waktu kita untuk bermain kuli bangunan sudah habis, mari kita kembali ke lubang persembunyian kita di paviliun."

Mereka bertiga perlahan berjalan mundur menuju pintu keluar khusus pekerja logistik, berbaur dengan ribuan kuli lainnya yang sedang diusir dari arena utama.

Di atas panggung, Yue Xin berdiri dengan punggung tegak, tidak ada lagi sorot mata kosong atau keputusasaan di wajah cantiknya.

Gadis itu menatap ribuan lampion kristal di langit-langit arena dengan pandangan yang sulit diartikan oleh para tetuanya.

"Apakah kau sudah merasa lebih baik, Putri Suci?" tanya ketua Istana Bayangan Bulan melihat perubahan sikap gadis itu.

"Saya merasa sangat baik, Ketua." jawab Yue Xin dengan senyum misterius yang membuat para tetua sekte sedikit merinding.

"Saya hanya sedang memikirkan betapa meriahnya pesta pernikahan saya besok malam."

Sang Ketua Istana mengangguk puas, mengira bahwa Putri Suci akhirnya menyerah dan menerima takdir politiknya dengan lapang dada.

Dia sama sekali tidak menyadari bahwa senyum gadis itu adalah antisipasi atas pembantaian masal yang akan segera menghapus sejarah sekte mereka.

Sementara itu, kelompok Lin Xiao telah berhasil keluar dari area arena tanpa memicu kecurigaan sedikit pun.

Mereka berjalan menyusuri lorong gelap di belakang pasar malam distrik inti untuk menghindari rute patroli penjaga.

"Ratusan pilar sudah ditanami bom, dan pasukan kita sudah menyamar sebagai pelayan minuman di lantai dua." lapor Xue Mingyue membeberkan status persiapan mereka.

"Apakah kita memiliki rencana cadangan jika formasi ledakan itu berhasil diredam oleh ahli Transformasi Jiwa?"

"Jika mereka bisa menahan ledakan pilar, maka Meng Shan akan melempar bom racun korosif ke arah kerumunan tamu undangan." jawab Lin Xiao tanpa ragu.

"Saya sudah menyiapkan puluhan tong racun tulang di dalam cincin saya, Tuan!" tawa Meng Shan menepuk perutnya.

"Kekacauan adalah kunci kemenangan kita, Xue'er." jelas Lin Xiao menatap bulan purnama di langit malam.

"Semakin banyak tamu elit yang panik dan berlarian, semakin sulit bagi para tetua sekte untuk fokus melindungi satu sama lain."

"Lalu bagaimana dengan ketua sekte yang memiliki kekuatan memanipulasi hukum dimensi?" tanya gadis es itu kembali mengingatkan ancaman terbesar mereka.

"Aku yang akan mengurus mereka secara pribadi." jawab Lin Xiao dengan suara yang luar biasa dingin.

"Aku akan menggunakan gulungan kelemahan yang kau temukan untuk memotong ikatan dimensi mereka, lalu membiarkan pedangku menyelesaikan sisanya."

Xue Mingyue menghentikan langkahnya dan menatap punggung tegap Lin Xiao dengan perasaan campur aduk.

Gadis itu menyadari bahwa pria di depannya ini sedang merencanakan sebuah perang yang akan mengubah lanskap pusat benua untuk selamanya.

Bukan untuk keadilan, bukan untuk kedamaian, melainkan murni demi ambisi dan kepuasan egonya sendiri.

"Kau benar-benar seorang raja iblis yang terlahir kembali, Lin Xiao." bisik Xue Mingyue kembali melangkah menyusulnya.

"Aku bangga bisa menjadi pedang es di tangan seorang kaisar."

Malam terakhir sebelum Turnamen Empat Sekte Suci berlalu dengan sangat lambat bagi semua pihak yang terlibat.

Di dalam Paviliun Teratai Merah, Lin Xiao duduk bermeditasi menajamkan Niat Pedang Haus Darahnya hingga ke batas absolut.

Esok hari, ketika matahari terbenam dan bulan merah muncul di atas Kota Awan Suci, sejarah baru akan ditulis dengan tinta darah.

Dan Makam Para Raja akan kembali menelan jiwa para dewa palsu untuk menambah koleksi batu nisannya yang abadi.

1
VirgoRaurus 31Smile
cincin kan di pakai di jari... kenapa Meng Shan pakai peluk mayat segala, kalau cuma mau ambil cincin....
VirgoRaurus 31Smile
emangnya orang koma itu pasti tubuhnya kaku ya ..
Muh, Manan
mc lemah banyak ngomong..
VirgoRaurus 31Smile
menikah dg siapa... bukankah calon pengantin pria sudah mati...?
Salafudin
lanjut....
Hironimus Dachi
cadassss
aliff mocet
bagusssss
sutrimo trimo
semangat thir lanjut💪💪💪💪
Hironimus Dachi
mantaps
Bambang Hartono
lanjut Thor... semangat
VirgoRaurus 31Smile
mati aja belum kok terbaring kaku... 🤭
VirgoRaurus 31Smile
mencabut pedang es nya ke arah leher MC... maksudnya gimana Thor...?
Ironside
Request tambahkan makam raja insect Kak /Smile/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Busetttt, ditunggu insect nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!