NovelToon NovelToon
Galeri Rasa Suka

Galeri Rasa Suka

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:887
Nilai: 5
Nama Author: suziehloranda

Celine selalu menyukai Ares. Dia mengabadikan seluruh momen laki-laki itu di sebuah buku kecil. Ratusan foto. Lalu kini buku itu hilang, menyisakan perasaan khawatir yang menghantui Celine setiap malam.

Celine hanya tidak tahu, buku itu berada di tangan Ares. Di simpan baik-baik, menunggu waktu yang tepat untuk membuka kedok Celine.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suziehloranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia yang Terbongkar

"Dek ambilin kakak minum dong,"

"Dek ambilin selimut."

"Mana camilan aku Herry?!"

Herry mendengus kesal, dia meletakkan konsol gamenya kasar. Kemudian berkacak pinggang. "Bising banget sih, Kak. Dari tadi perasaan nyuruh adek mulu. Adek capek." tutur Herry dengan amarah.

"Adek durhaka, sini camilan kakak. Jangan diambil, beli sendiri sana depan warung. Udahlah susah disuruh."

"Nggak mau, ini upah aku udah jagain kakak waktu Mama Papa pigi, kakak tega banget sih!"

"Ngejaga apanya? Disuruh ambil minum yang dikasih setengah, ketahuan banget gak ikhlasnya. Padahal kakaknya lagi sakit malah sibuk main game."

Herry mencibir, "Panas doang, lebaynya minta ampun. Lagian mana ada orang sakit kayak kakak, masih punya banyak tenaga buat teriak-teriak."

"Apa kamu bilang?!" Celine bangkit berdiri, kemudian menjewer telinga adiknya. Herry merintih, meminta ampun.

"Dasar kakak jahat, jangan panggil aku lagi. Biarin kakak lakuin sendiri, bye kita musuh sekarang!" seru Herry begitu melepaskan diri dari Celine. Anak laki-laki itu menutup pintu lumayan keras.

"Herry kembali kamu! Tega ninggalin kakak kamu ya, Dek setidaknya ambilin makanan untuk kakak dulu, lapar ini dari tadi belum makan apa-apa!" teriak Celine.

Tidak ada sahutan ataupun respon dari Herry. Celine menghela napas berat kemudian beranjak dari kasur, berat di kepalanya sudah mulai berkurang. Sebelum dia berlalu keluar, dicabutnya cok sambung yang tadi digunakan Herry.

"Anak nakal, tengok aja nanti kusembunyiin konsol game kamu!"

Begitu sampai di dapur, Celine dibuat frustasi karena makanan yang tersisa tidak menggugah seleranya. Dia ingin makan pedas. Jadi Celine mengepalkan kedua tangannya, menyemangati dirinya sendiri kemudian mulai menyiapkan bahan-bahan.

"Mau makan mie pedas, mumpung Mama lagi gak di rumah," gumam Celine. "Banyakin kali ya, kan pagi tadi Berlian bilang mau mampir juga."

Celine bersenandung kecil, aroma pedas dari mie yang baru saja dia buat membuat hidungnya meler. Dengan cepat perempuan itu meraih tissue dan tersenyum pongah.

"Bukannya istirahat yang benar, malah makan mie. Hidup sehat Celine, ingat!"

Celine tahu itu Berlian.

"Idih, biarin. Masuk sembarangan ya kamu ke rumah orang!" tuding Celine tanpa menoleh, dia sedang sibuk menata mie ke dalam piring.

"Sembarangan kalau ngomong, tadi udah diizinin Herry buat masuk. Ngomong-ngomong adekmu kenapa, merenggut kulihat."

"Kumarahi!"

"Enteng banget itu mulut ngomong, adek itu disayangi bukan disiksa."

"Siapa yang nyiksa coba, adek yang jahil banget. Mentang-mentang aku lagi sakit gak bisa ngapa-ngapain," kata Celine kemudian berbalik. Udara seolah menipis detik itu juga.

Senyuman di wajah Berlian tampak jauh lebih menyebalkan.

Lho, kok ada Ares?!

Celine melotot meminta penjelasan pada Berlian, kakinya begitu saja menjadi kaku. Dia tidak berani menatap ke arah Ares.

"Apa yang dikatakan Berlian benar, tidak seharusnya kamu makan mie instan saat sedang sakit," ucap Ares memecah keheningan. "Bagaimana keadaanmu?"

Celine bingung bagaimana harus menjawab, dia menggigit bibir bawahnya dan perlahan mendongak ke arah Ares. Tersenyum malu-malu berkata, "Halo Ares, aku sudah merasa lebih baik."

"Oh, syukurlah kalau begitu."

Celine menarik napas panjang, kemudian berdehem untuk menetralisir perasaannya. Demi menyembunyikan rona samar di pipinya, perempuan itu mempersilahkan Ares dan Berlian duduk.

"Aku buatkan piring satu lagi, biar kamu juga mencicipi mie yang kubuat." kata Celine lantas berbalik, tanpa menunggu persetujuan Ares yang hendak bersuara.

"Aku sedang mengurangi konsumsi makanan junk food. Tapi ya sudahlah, kamu sudah membuatnya. Sesekali," tukas Ares.

"Ah, iya maaf kalau gitu. Kalau emang gak mau makan, gak papa kok." Celine tertawa pendek, garing. Dia mengambil sesuap mie dengan menunduk, pipinya memerah!

Berlian yang duduk di sampingnya hampir saja tertawa. Dia kemudian menyikut lengan Celine, menaikkan sebelah alisnya, seolah mengatakan gimana kaget gak? Mampus, grogi parah gak tuh.

"Berlian kutu kampret, ngapain bawa Ares kemari. Biar apa coba!" batin Celine sembari mengaduk-aduk mienya.

Sepuluh menit berlangsung dalam ketegangan, mereka telah selesai makan dan merapikan meja makan. Berlian kemudian menghampiri Celine yang duduk sendiri di sofa, sementara Ares baru saja keluar dari kamar mandi.

"Guys, sorry banget nih, aku mau pergi dulu ya duluan. Mama barusan telpon bilang buat aku pulang cepat. Aku pulang dulu ya, Celine. Semoga cepat sembuh."

"Lho kok cepat banget, gak boleh gitu dong!" protes Celine. Dia menatap Berlian kemudian memalingkan pandangan pada Ares. Meminta penjelasan pada temannya itu yang tersenyum pongah.

"Maaf banget, nih. Duluan ya!"

Celine melambaikan tangan kemudian berjalan keluar dari rumah.

Ruang tamu mendadak sunyi, keheningan itu seolah mencekik leher Celine. Dia kemudian menoleh pada Ares yang memang menatapnya sedari tadi. Dengan bodohnya Celine bertanya, "Kamu gak mau ikut Berlian pulang? Udah setengah lima juga."

"Kamu gak suka aku di sini?" tanya Ares. Dia meletakkan ponselnya di meja depan sofa.

"Bukan begitu, ya kupikir aja kamu juga mau pulang."

"Sebentar lagi," kata Ares. "Aku mau bicara sama kamu."

"Bicara apa?"

"Duduk dulu," ucap Ares.

Celine beralih duduk di sofa depan Ares.

"Udah sembuh demamnya, berarti besok udah masuk kelas, ya," kata Ares, perkataannya justru membuat Celine curiga. Pasalnya selama ini, dia dan laki-laki di depannya tidak pernah sedekat itu. Hanya mengobrol beberapa kali.

"Iya besok keknya udah masuk. Kenapa, ada hal penting yang mau diomongin? Gak biasanya kamu sampai datang berkunjung," kata Celine.

"Ada," Secara tiba-tiba Ares membuka ranselnya, mengeluarkan sebuah album foto yang membuat bola mata Celine rasanya mau keluar. Perempuan itu meneguk ludahnya, gugup.

"Kenal gak kamu ini punya siapa?"

"E—Enggak,"

"Kalau yang ini?" Ares mengeluarkan note beberapa hari yang lalu yang dia temukan dari loker.

"Enggak tahu, kok kamu tunjukkan ke aku? Memang apa hubungannya denganku." Celine menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia mencoba tersenyum, tanpa menimbulkan rasa curiga.

"Kupikir kau yang kasih, soalnya waktu di UKS kelakuanmu buat aku salah paham," tukas Ares membuat Celine bingung.

"Maksudnya?"

"Waktu aku lagi sakit di UKS, kamu nyelinap masuk dan bilang suka aku. Lupa?"

Bola mata Celine membulat sempurna, dia dengan cepat berdiri dan tertawa pendek. Menarik tangan Ares secara paksa menuju pintu keluar. Pikirannya blank, yang terlintas di otaknya saat ini adalah mengusir Ares.

"Salah dengar kamu kali, lagi ngehalu atau apalah. Aku gak ada datang ke UKS. Papa sama Mama bakal datang sebentar lagi, nanti aku dimarahi kalau ada laki-laki di rumah. Jadi kamu pulang dulu, ya?" Celine mengunci pintu begitu mengeluarkan Ares, dia terduduk di lantai dengan rasa malu yang memuncak.

"Ya Tuhan, mau ditaruh di mana muka aku?!"

1
seonghyeon
cemburu? ngakak
seonghyeon
author jadi ini sama anak tetangga atau my crush nih
Suzie: 🤭 itu rahasia negara
total 3 replies
seonghyeon
semangat author, ditunggu bab berikutnya /Tongue/
seonghyeon
lama-lama kesel sama ares
seonghyeon
gila ceritanya penuh emosi banget, absolut sinema banget sih ini
seonghyeon
yah gambar Celine lah /Proud/
seonghyeon
antara orang lama atau orang baru/Doge/
seonghyeon: orang baru sih/Applaud/
total 2 replies
seonghyeon
ah sepertinya sama-sama pengagum rahasia nih
seonghyeon
bian ikut campur bangett /Curse/
seonghyeon
sengaja berarti,bangsut/Curse/
Suzie: 🤣 aduhh jangan gituu
🤭
total 1 replies
seonghyeon
Bagus banget author cocok nih yang suka gendre percintaan+komedi anak sekolahan.🥰

Salut banget sih author lucu gemes
Suzie: 🤭 senang dehh, kalo sukaa😍
total 1 replies
seonghyeon
lucu banget pliss, sampe lupa waktu gua baca perbab kemudian perbab lagi /Facepalm//Facepalm/
seonghyeon
dipegang nih/Slight/
seonghyeon
kalo aku malu kepikiran tujuh turunan itu 🗿
seonghyeon
hm, senyum "sendiri gw/Facepalm//Facepalm/
seonghyeon
jangan bilang kita Ares itu pemberian Jasmine /Determined//Determined/
seonghyeon: *itu bukan kita,typo thor 🗿
total 1 replies
seonghyeon
😭😭
seonghyeon
ngakak /Facepalm/
seonghyeon
guna-guna nggak tuh /Bye-Bye/
seonghyeon
aku curiga sama Gabriel /Doge/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!