Apakah kau percaya pada cinta?
Morgan dipertemukan dengan Vivian, seorang wanita yang pernah dia cintai dulunya. Setelah 7 tahun berpisah, akhirnya mereka bertemu.
Perjalanan cinta mereka menghadapi banyak sekali tantangan, hingga jarak dan waktu benar-benar memisahkan mereka.
Namun semakin jauh mereka dipisahkan, mereka semakin menyadari bahwa mereka saling membutuhkan.
Apakah mereka berhasil dipersatukan kembali? Bagaimana perjalanan cinta mereka akan terjadi?
Penuh dengan nuansa romantis bercampur pelajaran hidup yang menarik, ikuti kisahnya disini!
Update setiap hari pukul 23:00 - 02:00
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Theofanny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyakit Morgan
Canberra, Australia.
Matahari yang cerah dan hangat menemani Angela bersama Seo Juun yang baru tiba di Kota Canberra. Kota dimana Angela dulu dilahirkan sebelum dirinya pindah ke Kota Lyon bersama pamannya.
Suasana Kota Canberra yang hangat dipenuhi dengan aroma-aroma khas belahan bumi selatan.
Angela menatap jalanan Kota Canberra dipenuhi dengan pepohonan yang indah.
Kedatangan Angela bersama Seo Juun selain menyaksikan konser Morgan disana, Angela bermaksud untuk mengunjungi tempat kelahirannya, orangtuanya yang tidak pernah memberikan kabar, hingga kenangan Angela dulu disana.
Mobil taxi akhirnya berhenti di sebuah rumah kecil yang didesain modern, memiliki dua lantai yang terlihat trendy.
Ternyata itu adalah rumah Angela dulunya. Angela berharap kedua orangtuanya ada disana menyambut kedatangannya.
Ketika mereka dua berjalan mendekat, seorang pria tua yang memegang tongkat berlari kearah Angela sambil berteriak, “putriku, putriku!”
Angela langsung menyadari itu adalah Ayahnya yang semakin menua setelah melihat bekas luka di wajah Ayahnya yang menjadi ciri khas.
Angela memeluk Ayahnya sambil menangis. Ternyata Angela baru menyadari mengapa Ayahnya tidak menghubunginya adalah karena Ayahnya mencegah Angela agar tidak mengkhawatirkan keluarganya di Canberra.
Angela, Seo Juun, bersama Ayahnya memasuki rumah Angela yang telah lama Angela tinggalkan.
Ayah Angela menceritakan bahwa selama ini Ayahnya hidup seorang diri disana hingga melakukan semuanya sendiri, setelah kematian Ibu Angela setahun yang lalu.
Angela baru tahu jika Ibunya telah tiada. Seo Juun langsung mengelus pundak Angela setelah semua yang diceritakan Ayahnya membuat Angela merasa sedih.
Mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk mengunjungki makam Ibu Angela yang berada dipinggiran Kota Canberra.
…
Malam yang cerah karena disinari rembulan akhirnya tiba. Konser Morgan akan dimulai sejam lagi.
Angela bersama Seo Juun telah menunggu peforma Morgan di kursi stadion. Seluruh tribun penonton yang berkapasitas seratus empat puluh ribu orang terisi penuh sesak.
Mereka semua ingin menyaksikan artis idola mereka, Morgan Collins tampil malam ini.
Angela bersandar di pundak Seo Juun yang nyaman sambil melihat keramaian di tengah stadion.
Setelah menunggu beberapa menit, Angela akhirnya melihat sahabatnya membawa sebuah gitar dan mulai bernyanyi.
Seluruh penonton bersorak gembira karena melihat wajah Morgan yang menawan melalui layar besar di pusat stadion.
Angela memperkenalkan sahabatnya Morgan pada Seo Juun selama Morgan tampil didepan mereka. Seo Juun terlihat tidak menyangka bahwa Morgan Collins yang merupakan seorang artis terkenal adalah sahabat terdekat Angela.
Angela memandang wajah Seo Juun terlihat sedikit cemburu karena Angela memiliki sahabat pria yang jauh lebih menawan darinya, jauh lebih terkenal darinya.
“Apa kau cemburu, Seo?” Angela memandang wajah Seo Juun dengan senyuman curiga.
“Tidak! Untuk apa aku cemburu!” Seo Juun membalas pertanyaan Angela dengan nada tinggi seperti menandakan bahwa Seo Juun benar-benar cemburu.
“Kau bohong,” jawab Angela lalu memeluk Seo Juun yang sedang cemburu itu.
Ketika Morgan sedang berada ditengah lagunya, Angela mendengar musiknya tiba-tiba berhenti dan melihat Morgan terjatuh dari kursinya dengan tidak sadarkan diri.
“Apa yang terjadi padanya?!” Angela langsung berdiri hingga berlari kebawah mendatangi sahabatnya yang terjatuh.
Namun ketika Angela mendekat, para sekuriti menghalanginya. Nampaknya ada petugas medis yang sudah mengevakuasi Morgan dari panggung.
Ditengah kerumunan orang-orang yang panik ketika melihat idola mereka jatuh, Angela membuka ponselnya dan langsung menelepon nomor Morgan. Angela tahu bahwa ponsel Morgan sedang bersama manajernya sehingga dapat memberikan keterangan tentang kondisi Morgan saat ini.
Setelah beberapa saat, telepon dari Angela akhirnya diangkat oleh seorang yang bersuara wanita.
“Halo. Bagaimana keadaan Morgan? Aku adalah walinya.”
“Morgan dilarikan kerumah sakit. Tentang apa yang terjadi, kami masih belum bisa memastikan. Dia akan dibawa kerumah sakit Canberra.”
Angela langsung menutup teleponnya dan segera menuju rumah sakit Canberra bersama dengan Seo Juun yang menemaninya.
Sepanjang perjalanan menaiki taxi, Angela sangat merasa khawatir pada Morgan. Bagaimana jika Morgan tidak akan bangun lagi? Bagaimana jika penyakit jantungnya sangat buruk?
Dengan air mata yang berlinang, Angela segera menghubungi dokter dari Morgan yaitu Jessica.
“Jessica! Morgan tiba-tiba terjatuh saat menampilkan peformanya tadi!”
“Apa! Astaga. Baiklah, dimana kalian sekarang? Aku akan segera kesana.”
“Canberra, Australia. Morgan akan berada di rumah sakit Canberra.”
“Baiklah. Nanti aku akan mengirimkan pesan teks dan kau harus menunjukkan isi pesanku pada dokter yang akan menangani Morgan selagi aku menuju kesana.”
Telepon dari Angela langsung ditutup oleh Jessica dan beberapa pesan teks bermunculan di ponsel Angela.
Angela tahu bahwa saat ini Jessica sedang melakukan pekerjaan sukarela di Cameroon, Afrika. Namun bagaimana Jessica mengatakan bahwa dirinya akan datang ke Australia saat ini? Angela berpikir bahwa jika Jessica benar-benar datang ke Australia, maka Jessica jauh lebih layak mendapatkan hati Morgan daripada Vivian atau bahkan diri Angela sendiri.
“Vivian!” Pikir Angela dan segera mencoba menghubungi nomor Vivian. Setelah mencoba beberapa kali, semua panggilan dari Angela gagal. Jadi Angela mengirimkan pesan teks pada Vivian untuk mengabarkan keadaan Morgan padanya.
Angela tahu bahwa Morgan dan Vivian saat ini sedang menjalin hubungan asmara, bahkan Angela juga tahu bahwa hubungan mereka sedang tidak baik setelah sebelumnya Morgan curhat padanya.
Akhirnya Angela dan Seo Juun tiba di rumah sakit Canbera. Terlihat sebuah ambulance didepan mereka berhenti mendadak dan semua perawat berhamburan keluar membawa Morgan masuk ke rumah sakit.
Angela berlari masuk mendatangi resepsionis, Angela mengatakan bahwa dirinya yang akan bertanggung jawab untuk Morgan. Namun ketika Angela mengatakan itu, seorang wanita yang nampak familiar juga mengatakan pada resepsionis bahwa dirinya adalah kekasih Morgan dan akan bertanggung jawab penuh atas yang terjadi pada Morgan.
Angela lalu melihat wajahnya dan menyapa wanita itu. Setelah Angela mendekat pada wanita itu, ternyata wanita itu adalah Clara, mantan pacar Morgan dulu. Namun bagaimana bisa dia mengatakan bahwa dirinya adalah kekasih Morgan?
“Clara?”
“Oh astaga Angela! Sedang apa kau disini?”
“Itu tidak penting. Bagaimana kau mengatakan bahwa dirimu akan bertanggung jawab penuh pada Morgan?”
“Hm ya, aku adalah kekasihnya untuk saat ini. Selain itu, perusahaanku adalah yang membawa Morgan kesini, jadi aku sebagai CEO perusahaanku akan bertanggung jawab padanya.”
Angela mendengar bahwa perkataan dari Clara cukup masuk akal, berhubung Autumn Music adalah memang milik dari Clara. Namun yang membuat Angela bingung adalah bagaimana bisa Clara menyebutkan bahwa dirinya adalah kekasih Morgan?
“Baiklah. Aku akan langsung membesuk Morgan.” Angela bersama Seo Juun meninggalkan Clara menuju IGD tempat Morgan dilarikan sementara.
*****
Cameroon.
Jessica cukup terkejut setelah mendengar kabar bahwa Morgan jatuh pingsan. Jessica tahu bahwa Morgan pasti memaksakan dirinya lagi hingga kelelahan.
Untungnya, Jessica sedang berada di Ibu Kota Cameroon untuk membeli perbekalan. Beruntungnya lagi, Jessica mendapat kabar bahwa besok ada pesawat yang akan menuju langsung ke Canberra, Jessica langsung memesan tiket pesawat ke Kota Canberra, Australia.
Keesokan harinya setelah Jessica bersiap, Jessica langsung pergi ke bandara untuk segera berangkat. Lagi pula Jessica pekerjaan Jessica di Cameroon memang seharusnya sudah selesai, Jessica hanya menikmati pekerjaannya sebagai sukarelawan karena harus berpapasan dengan anak-anak yang menggemaskan.
Air mata Jessica menemani keberangkatannya dari Cameroon ke Kota Canberra, Australia. Bagaimana jika penyakit Morgan memburuk? Hingga semua yang ditakutkan oleh Jessica terjadi?
“Morgan ….”
yuk mampir juga di novel ku
yang berjudul
SAMA RUPA BEDA NASIB
aku nyicil baca dan like nya y, aku jadikan favorite dulu
salam dari aku dan mantan kekasih suamiku
aku tunggu feedbacknya
Semangat Up Kak 🌸🌸
Eh, ada si Gwen, Aerin ikut gk?
Morgan cepat sembuh ya...
kasihan vivian, apalagi dia sedang hamil 😢
kok jd kesel ya sama william😌
Wah wah, pesen ngga sepanjang biasanya aja harus diselidiki.. wah 😆🤣
wah wah, Cie yang di temenin Jeremy.. Cie Cie.. yang dimasakin..
uhh indah bgt oemandangannya suka deh huhu😢
hai kakak, maaf ya aku baru mampir lagi huhu😭
Adudu Will kamu itu keren masa gitu 😭
angela, masalah lacak melacak emang jagonya. tapi maaf, vivian udah tau.
kaget juga dia ternyata william yang melakukannya
di tunggu respek nya. 2 like 👍👍
(Baru kali ini liat Wiliam di suruh suruh)🤣🤣
Semoga penyakit Morgan cepet sembuh,biar Vivian gak nangis-nangisan lagi🙂🙂