Beruntungnya Aku Bersamamu
"Grizella Maheswari"
Aku akan bersamamu, aku akan melakukan yang terbaik, agar mipimu tidak berubah menjadi mimpi buruk lagi, aku berjanji akan selalu ada untukmu mengubah semuanya menjadi indah.
"Erkan Gibra Arsakha"
Kisah seorang gadis yang masih memiliki Trauma di masalalu dan seorang Pria yang akan mengubah semuanya, di sini lah dimana moment buruk itu di rubah menjadi moment yang indah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon savetia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masih Holliday
🍁Geu natseon gonggi geu yateun wiro
Di atas udara aneh yang dangkal itu
Damdamhage nae maeumeul jitnureuneun bam
Malam menekan hatiku yang dingin
Geu jajeun hansum geu teong bin miso
Sering mendesah, senyuman kosong
Geureoke nareul bonda
Begitulah Aku terlihat
Sarang mium jocha
Bahkan cinta, benci
Nae gyeoteul geureoke seuchyeogago
Lewat di sisiku begitu saja
Banbokdoeneun salmeun
Hidupku yang berulang
Uimireul jiwogago
Kehilangan makna
Gyeou jami deuneun saebyeok
Hampir tak pernah tertidur sampai fajar
Haengbogeul jogeum chajeul su isseulkka
Dapatkah Aku menemukan sedikit kebahagiaan?🍁
...낯선 하루 (A STRANGE DAY) BY MA EUN JIN...
"Hikhs.."
sayup-sayup terdengar suara tangis secara perlahan Vreya membuka matanya, Vreya mengerjapkan matanya berkali-kali melihat kesamping di mana Zella tertidur dengan posisi membelakanginya, Vreya melihat Zella yang sedang trisak "Menangis" pikirnya
"Hikhs"
"Teh.. teteh kenapa" Vreya memegang pundak Zella "Teh bangun teh " Vreya semakin bingung karna Zella tidak membuka matanya, dengan perlahan Vreya membalikan tubuh Zella yang kini terus merancu menangis dan terus mengatakan sakit dan maaf tubuhnyapun bergetar dan keringat muncul di plipisnya padahal suhu kamarnya dingin " Sebenarnya Tetehnya ini kenapa" pikirnya "Duhh.. kayanya harus panggil Aa ini mah" batinnya
"AAAAHHHH....."
Zella langsung terbangun dengan nafas yang tersengkal-sengkal Vreya dengan cepat menghampiri Zella
"Teteh gak apa-apa?" tanyanya dengan khawatir, niatnya tadi ingin memanggil Kakanya namun ia urungkan karna melihat Zella sudah terbangun "Teh Vrey panggilin Aa yah?" tanyanya lagi karna Zella sedari tadi hanya diam
Zella langsung menahan lengan Vreya yang hendak pergi "Jagan Vrey" pintanya "Teteh gak apa-apa" ujarnya tersenyum menenangkan
"gak apa-apa gimna, Vrey tahu teteh lagi kenapa-napa" jawabnya dengan khawatir sambil meraih minum yang berda di nakas lalau menyerahkanya pada Zella " di minum Teh, Vrey panggilin Aa ajah yah "
lagi-lagi Zella menggelengkan kepalanya sedangkan Vreya hanya mendesah meraih kembali minuman yang di berikan Zella lalu kembali menaruhnya di nakas
Vreya yang melihat bekas keringat di plilis Zella langsung menyekanya dengan ujung lengan kaos panjangnya " Teteh pasti sering mimpi buruk yah, pantesan ajah tadi Aa bilang teteh suka kebangun" ujar Vreya menatap Zella setelah menyeka keringatnya
Zella tersenyum "Maaf udah ganggu tidur kamu Vrey"
"Ya Allah teh, teteh sama sekali gak gangguin Vreya ko" di bawanya tangan Zella untuk di genggam "Vrey khawatir sama teteh takut kenapa-napa, takutnya teteh sakit" lanjutnya
"Teteh gak kenapa-napa ko Vrey, Plis yah jangan Kasih tau Aa kamu" ujarnya memohon mengenggam tangan Vreya
Vreya hanya menghela nafasnya " Iya tenang ajah Vrey gak bakalan bilang sama Aa " ujarnya mereka berduapun tersenyum
tidak lama kemudian Zella bangun dari tempat tidur "Teteh keluar dulu yah Vrey"
"ikut!..." menahan lengan Zella
"Teteh cuman pengen cari udara seger, ini juga udah jam setengah tiga, kamu lanjut tidur ajah, teteh gapa-apa ko sendirian "
Vreya menghela nafas kembali, mungkin Tetehnya itu ingin menyendiri dulu Vreya tidak akan memaksa " ya udah, kalo ada apa-apa teteh bangunin Vrey aja yah" Zella menganguk tersenyum dan berlalu pergi dari kamar tersebut, Vreya hanya memandang kepergian Zella dengan rasa khawatir.
Zella berjalan menuruni tangga, setelah di bawah Zella melihat Televisi yang masih menyala namun tidak ada orang di sana, Zella berjalan mendekat berniat menonton tanyangan tersebut namun saat tiba di sofa ternyata ada dua orang yang sedang tertidur berpekukan disana Zella hanya mendengus melihatnya.
"Katanya gak pacaran tapi tidur pelukan, dasar Dina, cukup tahu ajah, padahal kalo lo beneran pacaran juga gak apa, gue dukung" gumam Zella pelan karna takut membangunkan dua pasangan yang sedang asik tidur berpelukan itu "Bilangnya gak mau sama meong garong, dirinya sendiri juga malah malu-malu Meong dasar " cibir sabil tersenyum senang melihat sahabatnya itu,
Zella akhirnya memutuskan untuk pergi saja dari sana, kini tujuanya adalah taman, tempat mereka tadi melakukan barbeque, setibanya disana Zella hanya berdiri di depan kolam renang, dengan pantulan cahaya bulan di dalam kolam air tersebut, udaranyapun begitu dingin sehingga Zella mendekap tubuhnya mengertkan sweater yang ia kenakan
"Astaga!.." kaget Zella karna seseorang memeluknya dari belakang "Er.. geli.." kekeh Zella karna Erkan mengendus di lehernya
"Kenapa bangun hmm.., mimpi buruk lagi?" tanya Erkan dan Zellapun langsung menyandarkan kepalanya di dada Erkan dengan nyaman, dengan dagu Erkan bertumpu di atas kepala Zella.
Sebenrnya Erkan sedari tadi memang belum tidur, dia sedang mengerjakan, pekerjaannya di sofa atas, namaun saat mendengar suara pintu kamar adiknya itu terbuka, Erkan mencoba untuk menghampirinya, dan ternyata Kekasihnya itu yang keluar, jadi tanpa sepengetahuan Zella Erkan mengikutinya dari belakang.
"Hmmm" gumam Zella memejamkan matanya besandar dengan nyaman di dada Erkan
"mau aku temani tidur seperti biasa ?" tawar Erkan "Di sini dingin lebih kita masuk " lanjutnya mengajak kekasihnya itu masuk karna udaranya memang begitu dingin
Zella menggelengkan kepalanya "malam ini bintangnya cuman satu yang terlihat, tapi cahaya bulanya begitu terang, indah bukan ? "
"iya indah" jawabnya seraya mengecup pucuk kepala Zella, lalu tidak lama kemudian Erkan melepaskan pelukanya "Ayo masuk kamu bisa sakit nanti " ajaknya sambil merangkul tubuh Zella untuk masuk kedalam, sedangkan Zella hanya mengikuti apa yang kata Erkan
"A.. kamu bawa ponsel gak? " tanya Zella menghentikan langkahnya ketika mereka sudah berada di dalam, Zella membalikan tubuhnya mentap Erkan
"Hah.. apa?
"Ponsel kamu sini.. aku pinjem dulu " ujar Zella mengadahkan kedua tanganya meminta ponsel milik Erkan
Kemudian Erkan menyerahkan ponselnya kepada Zella" kamu mau ngapain ?" tanyanya dengan penasaran
"suuuttttt!.. " Zella menempelkan jari telunjuknya di bibir meminta Erkan untuk tida berisik "jangan berisik aku pinjem dulu bentar" lalu kemudian Zella berjalan perlahan ke arah ruang Tv tempat dimana Revan dan Dina berada sambil membuka ponsel Erkan untuk membuk fitur camera,
sedangkan Erkan hanya diam berdiri memperhatikan apa yang akan di lakukan kekasihnya itu,
"Ckrek!"
Zella langsung menudukan tubuhnya berjongkok karna takut ketauan kalo ia sedang memfoto mereka yang tertidur secara diam-diam, dengan berjalan perlahan Zella kemabali lagi ke tempat Erkan berada, lalu menarik pria itu pergi dari sana.
tidak lama kemudian Zella dan Erkan berada di atas kembali saat ini mereka sedang berada di ruang santai tempat Erkan berkerja tadi.
Erkan tidak berhenti memperhatikan Zella yang terus tertawa melihat foto yang dia ambil tadi "Aku seneng liat mereka kaya gini, kenapa gak pacaran aja yah" ujar Zella yang masih melihat foto di ponsel Erkan
dengan perlahan Erkan mengambil kembali ponselnya 'ikhhh ko di ambi sih.." protesnya melihat ponsel itu kini sudah masuk kantung celana pemiliknya
Erkan hanya tersenyum melihat expresi mengemaskan kekasihnya" tadi di bawah kamu memanggilku apa?" tanya Erkan memajukan langkahnya sehingga membuat Zella dengan reflek melangkah mundur
"a.. apa? emang tadi aku manggil kamu apa? jawabnya gugup, entah kenapa jika Erkan sudah seperti ini selalu saja membuatnya gugup
Erkan tersenyum seraya menyelipkan rambut Zella, lalu tangan itu beralih mengusap lembut bibir Zella "A.. aku suka kamu memanggilku dengan panggilan itu" ujar Erkan dengan serak matanyapun tak pernah berhenti menatap Zella
"My I " bisiknya mengusap kembali bibir Zella lalu mendekatkan wajahnya sehingga hidung mereka bersentuhan membuat Zella memjamkan matanya, Erkan melihat itu kembali tersenyum memgang tengkuk Zella kemudian di kecupnya lembut bibir Zella lalu kecupan itu berubah menjadi ciuaman yang lembut saling ******* secra perlahan keduanya seakan ingin saling meresapi emutan bibir mereka masing-masing,
Erkan menjauhkan kembali wajahnya mengusap bibir Zella yang tidak ada bengkak untuk kali ini lalu beralih mengusap pipi Zella yang sudah merona, selalu seperti ini jika mereka selesai berciuman, Erkan suka itu, suka pada rona merah di pipi kekasihnya, Erkan mendekatkan kembali wajahnya bukan untuk menciumnya namun untuk..
"Auww!... Ko pipi aku di gigit sih " dengan kesel Zella memukul otot biseps Erkan, sedangkan pria itu hanya terkekeh
"abisnya pipi kamu bikin aku gemes"
Zella hanya mendegus sebal " Ok kalo begitu, biar Adil... " Zella langsung meraih leher Erkan dengan sedikit menjijitkan kakinya lalu mengigit rahang Erkan sehingga membuat pria itu menggeram dan kini giliran Zella yang tertawa melihat ekspresi Erkan
"Kamu mancing aku?"
Zella mengangkat bahunya dengan acuh meninggalkan Erkan berjalan ke arah sofa dimana di sana ada berkas dan macbook pria itu "kebiasaan jam segini masih kerja" ujarnya seraya duduk di sofa
Erkan berjalan mendekat lalu duduk di samping Zella dan menyalakan kembali macbooknya"sebentar lagi juga selesai" jawabnya dengan jemari yang sudah kembali mengetik hurup dan angka disana,
"Terimakasih!" ujar Zella dengan meletakan kepalanya pada pundak Erkan, sehingga membuat gerakan jemari Erkan terhenti
"Untuk?.."
"Semuanya!.. dan hari ini, mungkin selama ini aku belum pernah mengatakan ini, tapi aku bener-benar bertrimakasih" ujarnya Zella sambil memajamkan matanya, sedangkan Erkan hanya diam ingin mendengarkan apa yang ingin di katakan kekasihnya itu
"berkatmu aku bisa merasakan, bagimana menjadi seorang kakak, dan juga merasakan kasih sayang dari seorang ibu, aku merasa bahagia akan hal itu" secara perlahan Zella membuka kembali matanya menoleh ke arah Erkan yang juga menoleh ke arahnya posisi mereka kini saling menatap
" Ich liebe dich (aku mencintaimu) and Thank you for everything " ujar Zella langsung memeluk tubuh Erkan dengan erat
" ich liebe dich mehr (aku lebih mencintaimu)" bisik Erkan itu sudah tugasku membahagiakanmu, sekarang keluargaku adalah keluargamu kamu pantas mendapatkanya"
"kamu bisa berbahasa Jerman" tanya Zella melepaskan pelukannya namun lenganya masih setia melingkar di leher Erkan"
"Aku pasih dalam tujuh bahasa asal kamu" jawabnya seraya menoel hidung Zella ..
"Ck... sombong!.." decaknya melepaskan lenganya dari leher Erkan yabg kini hanya tertawa
"Tentu!" jawabnya dengan bangga " kamu juga bisa berbahasa Itali ketika kita bertemu di lake lugano " lanjut Erkan
"Sedikit aku belajar dari Sofia anaknya Dokter Albert, dan Sofia juga yang selalu menemaniku ketika menjalani pengobatan disana, kamu tahukan orang disana kebanyakan mengunakan bahasa Itali karna daerahnya memang dekat perbatasan, hah....aku jadi merindukan susana disana" ujarnya menghela nafas
"Nanti kita akan kesana jika kamu mau"
Zella langsung menguap lalu menyandarkan kembali pada bahu Erkan dan memejamkan matanya "janji yah kita kesana lagi" ujarnya sedikit bergumam karna begitu merasakan ngantuk
Erkan tersenyum merapikan helayan rambut Zella yang sedikit menutupi wajahnya, lalu kemudian mengusapnya dengan kembut "iya, tidurlah sebentar lagi kerjaanku selesai " ujarnya
namun tidak ada jawaban lagi dari Zella gadis itu sudah tertidur di bahu Erkan, dengan perlahan Erkan mengangkat Zella dari bahunya dan secara perlahan ia membaringkan tubuh Zella di atas sofa, lalu Erkan pergi meninggalkan Zella
tidak lama kemudian Erkan kembali lagi membawa selimut dan bantal dari kamarnya, setelah itu secara hati-hati Erkan meletakan batal di bawah kepala Zella lalu menyelimutinya, kemudian Erkan berjongkok untuk melihat wajah Zella
"Jangan pernah meninggalkanku apapaun yang terjadi" bisik Erkan lalu mengecup bibir Zella yang kini sedang tersenyum dalam tidurnya, seolah memberi jawaban dari kalimat Erkan
🍁🍁🍁
"Apa kau sudah gila datang ke tempat kerjaku di jam segini" tanya seorang wanita berdecak pingang pada pria yang ada di hadapanya
"aku sengaja datang, karna di jam segini mereka tidak akan curiga, separuh anak buah Zack sudah di tangkap, dia memerintahkanku untuk memeberikan ini padamu, simpanlah baik-baik, dan dia bilang agar kau melanjutkan rencananya, hanya itu! aku harus pergi! " ujar pria tersebut langsung pergi seraya menutupi kepalanya dengan dengan jaket
wanita itu tersenyum misterius memegang benda yang di pria tadi "aku pastikan dia akan hancur, sudah lama aku menunggu moment ini" gumamnya lalu berlalu pergi
🍀Cimahi - Jawa Barat
Sunday 14:02 WIB 🍀
984.109 Suka
Erkan_Arsakha's My future wife 😍 @GrizellaMahes
lihat semua 7.008 komentar...
RevanGibraSakh Gila! ternyata lo bisa lebay juga A, gak nyangka gue
WijayaDelina09 Wihhh bentar lagi kayanya @GrizellaMahes mau taken
GrizellaMahes 🤫 siapa tahu yang taken duluan lo pada @RevanGibraSakh @WijayaDelina09 foto kalian Kyoot😉 banget
SavetiaBogum4 patah hati ade bang 💔😩
Zaisyah508 Hati ini potek💔
WijayaDelina09 Pleasee beb hapus fotonya, gak banget deh🙄 cepet balik lo sini pacaran mulu @GrizellaMahes
Nani_Edi Sweett😘😍
RevanGibraSakh foto apa @GrizellaMahes foto kita yang manasih baby @WijayaDelina09
Marvelo101 Itu calon bini gue jagan sok ngaku-ngaku @Erkan_Arsakha's
Reya_Arsakha 😍😍😍😍
Zella terus tertawa liat postiga Erkan di Insgram "kamu posting foto aku A?" tanya Zella dengan tanganya yang terus menscroll ponsel miliknya, mulai sekarang Zella memutuskan memangil Erkan dengan panggilan Aa karna pria tersebut yang memintanya, bagitupun dengan Zella karna dari keluarga Erkan sendiri memanggil pria itu dengan Aa
"Hmm"gumam Erakan seraya menyeka plipisnya dari keringat
Zella langsung menoleh ke arah Erkan pria itu seperti sedang kepedesan kana memakan ayam gepuk "kamu gak suka pedes?" tantanya sambil menyodorkan es jeruk ke arah Erkan
"Engga, cuman panas ajah" Zella langsung terkekeh mendengarnya, Erkan mendongkak menaikan sebelah halisnya menatap Zella
"ekspresi Aa tuh lagi kepedesan bukan kepanasaan, bilang ajah gak suka pedes, kan tadi aku bisa pesen menu yang lain" ujarnya
sebenarnya Zella sedikit merasa berasalah mengajak Erkan untuk makan di pinggir jalan walupun pria itu terlihat baik-baik saja tidak terlihat risih sama sekali makan dengan menggunakan tangan pria itu juga terlihat cuek ketika semua mata yang berada di sana sedang memperhatikan mereka. Zella tahu Erkan tidak pernah terbiasa makan di tempat seperti ini,
"aku cuman penasaran rasa makanan yang sering kamu makan, ternyata no bad.. aku suka hanya aku belum terbiasa memakan cabai sebanyak ini"
Zella langsung tertawa mendengarnya "itu sambel namanya, tapi memang bumbu dasanya dari cabai" terang Zella menggelengkan kepalanya, memang selama Zella kenal dengan Erkan, pria itu tidak pernah ikut makan ayam geprek atau ayam gepuk yang ia pesan, walaupun dulu dirinya sering meminta Erkan belikan makanan itu, namun Ekan akan membelinya di restoran bukan makanan di pinggir jalan, itupun Robbi yang membelinya.
"Kamu udah selesai" tanya Erkan sambil melap wajahnya yang penuh keringat dengan tisu
Zella menganguk menunjuk piringnya yang sudah kosong "Pulang? tanyanya "kita cuci tangan dulu" ajak Zella karna dia juga tidak ingin berlama-lama di sini, karna sedari tadi mata-mata dari para wanita menatap Erkan dengan tatapan lapar, padahal di depanya sudah ada makanan, lagi pula dia juga tidak ingin berlama-lama karna harus kembali ke vila
"Sabarahan mang?" Tanya Zella dengan bahasa sunda karna almarhum ibunya memang asli dari sunda yang menikahi ayahnya berdarah jerman asli.
"100rb sama yang di bungkus neng"
"Berapa?" tanya Erkan yang berada di belakang Zella
"100rb mister" Erkan langsung memberikan uang berwarna merah itu tiga lembar "wahh... kelebihan ini mister" lanjutnya
"gak apa-apa atuh mang, di ambil ajah, itu di kasih bonus sama misternya karna masakan mamang enak, semoga laris terus ya mang" ujar Zella tersenyum
"duhhh.. haturnuhun ya neng, sama mister" ujarnya dengan senang
Erkan mengangguk sopan lalu meraih bungusan ditanggan bapak-bapak penjual ayam gepuk tersebut dan memberi kode pada Zella untuk pergi
"maksih yah mang!" ujar Zella tersenyum pamit lalu pergi dari dari tempat tersebut.
kreen ditunggu episod berikutnyaaaa...😍
g sabaaar nunggu kelanjutanyaaaaaa😀😀
bikin penasaran seru menegangkan...😀😀
4 like buatmu.
Semangat ya
7 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
8 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
yuk mampir di "Mr. Mafia or Mr. Psychopath?" juga ya
Semangat