Tembus pandang, ahli pengobatan, dan kekuatan tiada tara adalah sepasang mata dewa.
Menjadi buta demi membangkitkan kekuatan mata dewa membuat Ivan begitu menderita.
Namun semuanya terbayar setelah Ivan mendapatkan mata dewa yang sinarnya menembus kegelapan.
Gadis-gadis cantik perlahan jatuh hati kepadanya.
Bagaimana kelanjutannya dapat di baca, semoga terhibur!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agus budianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 3 KALAH GERTAKAN
Leo yang menggunakan jaket berlengan panjang juga meletakkan telapak tangannya pada tumpukan kartu di atas meja. Leo memotong kartu tersebut menjadi dua tumpukan. Tumpukan kartu yang sebelumnya berada di bawah Leo rubah menjadi tumpukan yang di atas.
Akan tetapi tanpa di ketahui oleh semua orang, Leo juga mengeluarkan teknik istimewa miliknya. Leo menjentikkan jarinya dengan sangat cepat. Seketika satu lembar kartu langsung masuk ke dalam lengan jaket dengan sangat cepat tanpa di ketahui oleh orang-orang di sana.
Namun pada saat ini sekilas cahaya terlintas di kedua mata Ivan. Seketika mata dewa Ivan mengeluarkan kekuatannya.
"Ini..." ucap Ivan dalam hati menyadari kekuatan istimewa dari Leo.
Dengan tenang Leo juga menarik tangannya dari tumpukan kartu tersebut. Doris juga mulai membagikan kartu yang telah di potong satu untuk dirinya dan satu untuk Leo.
Doris mulai mengintip kartu miliknya, sedangkan Leo sama sekali tidak menyentuh kartu miliknya dan membiarkannya tetap tertutup di atas meja. Leo bahkan dengan santai kembali menghidupkan rokoknya.
Doris mengintip kartu miliknya yang ternyata adalah kartu dengan nilai 4, seperti apa yang dia atur dalam kocokannya. Seketika terlintas seutas senyuman di sudut bibir Doris yang menambah rasa percaya dirinya.
"Aku masuk 50 milyar," ujar Doris meletakkan uang senilai 50 milyar pada meja taruhan mereka.
Permainan adu besar qiu adalah pertaruhan mana yang lebih besar nilai kartu di antara mereka. Nilai akhir di tentukan dari dua kartu mereka yang di gabungkan.
Awalnya para pemain menaruhkan taruhan awal sebesar 10 milyar sebagai dasar dan mendapatkan satu kartu. Untuk mendapatkan kartu selanjutnya, maka pemain akan menaikkan taruhan. Barang siapa yang tidak berani ikut menaikkan taruhan, maka di anggap langsung kalah.
"Kamu begitu terburu-buru, tampaknya kamu ingin aku segera pergi," ujar Leo kepada Doris.
"Heh, kita mau berjudi bukan berdebat, ikut atau tidak, cepat putuskan!" balas Doris menantang.
Leo menghisap rokoknya dengan panjang dan menghembuskan asapnya perlahan. Rokoknya masih panjang, tapi Leo langsung membuangnya. Lalu Leo tiba-tiba saja mendorong semua uang miliknya ke meja taruhan, sehingga membuat orang-orang di sana terkejut.
"Mau main cepat ya, ayo!" ujar Leo menantang balik.
"Baru awal saja sudah bertaruh semuanya, tampaknya permainan ini akan berakhir cepat," ujar salah seorang di sana.
"Kartu selanjutnya bahkan belum di bagikan, ini benar-benar bukan bertanding keberuntungan saja, tapi juga bertanding psikis," ujar orang yang lain.
Yola yang melihat itu juga hanya duduk dengan diam. Dirinya tidak bisa berbuat apa-apa, dan menyerahkan semuanya kepada Doris.
"Kalau mau main, main yang besar sekalian, aku taruh semuanya, giliran kalian!" ujar Leo.
Doris yang sebelumnya begitu percaya diri, kini juga tampak terdiam dan tidak bisa berkata-kata. Dirinya tidak menyangka bahwa Leo akan menaruhkan semuanya. Tampak keragu-raguan di wajah Doris untuk ikut atau tidak.
Jika Doris tidak ikut, maka dirinya akan dinyatakan kalah tanpa harus menunggu kartu selanjutnya. Uang 10 milyar di tambah dengan 50 milyar yang dia taruhkan juga otomatis di menangkan oleh Leo.
"Tadi kamu yang mau main cepat, sekarang kenapa diam?" ujar Leo.
"Giliran kamu, ikut atau tidak?" sambung Leo dengan nada keras.
Doris kembali melihat kartu miliknya yang bernilai 4. Dengan kocokannya sebelumnya, seharusnya kartu selanjutnya miliknya adalah 4, sehingga nilainya akan menjadi 8, pikirnya.
Nilai delapan pada permainan adu qiu adalah nilai terbesar kedua, sedangkan nilai tertinggi dari adu qiu adalah 9.
Untuk mendapatkan hasil akhir, maka para pemain harus mendapatkan kartu selanjutnya. Kedua kartu pemain akan di jumlahkan untuk mendapatkan nilai akhir.
Tapi Doris juga tidak berani gegabah dalam mengambil keputusan mengingat nama besar Leo dari ibukota. Tidak mungkin dirinya berani menaruhkan semuanya begitu saja tanpa alasan.
"Apa dia melakukan teknik kecurangan, tapi aku sama sekali tidak melihatnya, dia bahkan juga tidak menyentuh kartu pertama miliknya, ini aneh sekali," pikir Doris.
Melihat Doris tidak bereaksi sama sekali, Leo juga mengatakan bahwa ahli kartu Star casino ini sama sekali tidak ada mental. Leo menaruhkan semuanya, tapi tidak ada tanggapan dari mereka.
"Hah, kartu pertama milikku ini adalah 2, milikmu adalah 4," kemungkinan hasil akhir mu lebih besar dariku, takut apa sih?" ujar Leo.
"Apa maksud dari tuan Leo, apa dia bisa mengetahui kartu yang tertutup milik tuan Doris?" ujar salah seorang di sana.
"Jika bisa mengetahui kartu lawan, bukankah itu hebat sekali, pantas saja berani langsung menaruhkan semuanya," ujar orang yang lain.
"Benar atau tidak, hanya tuan Doris yang tahu, kita lihat saja permainan ini!" ujar orang yang lain lagi.
Kata-kata Leo ini langsung mengena bagi Doris. Doris terkejut tidak menyangka ternyata Leo tahu kartu miliknya yang tertutup.
"Kamu..." Leo kemudian menunjuk Doris.
"Kamu merasa dirimu paling hebat, dengar ya, teknik permainan mu ini sudah 10 tahun tidak aku mainkan," sambung Leo.
Doris juga semakin menjadi ragu untuk ikut atau tidak. Leo telah mengetahui kartu miliknya, pasti juga telah menyiapkan rencana, apalagi dia telah menaruhkan semuanya, pikir Doris.
"Ikut saja!" ucap seseorang secara tiba-tiba.
Orang tersebut adalah Ivan yang sembari tadi hanya diam. Sontak saja perkataan Ivan ini langsung membuat semua orang menoleh ke arahnya.
"Siapa dia, bisa-bisanya dengan santai suruh ikut saja, tidakkah dia lihat nilai taruhannya?" ujar salah seorang mengatai Ivan.
"Sepertinya dia pelayan buta yang biasa mengantarkan minum, tampaknya dia sudah bisa melihat, memangnya dia mengerti permainan ini?" ujar orang yang lain.
"Seorang pelayan bisa apa, sudah bisa melihat lantas bisa apa, lebih baik diam dan jangan asal bicara," ujar orang yang lain lagi.
Orang-orang langsung mencibir Ivan, begitu juga dengan Doris yang terlihat kesal terhadap Ivan.
Yola juga terkejut dengan perkataan Ivan yang tiba-tiba ini. Namun Yola hanya diam tidak berkomentar dan tetap mempercayakannya kepada Doris. Namun tidak bisa di pungkiri bahwa saat ini hati Yola tidak tenang dan khawatir.
Doris juga kembali terdiam dan berpikir keras. Mengetahui Leo telah mengetahui kartu miliknya yang tertutup, Doris juga beranggapan bahwa Leo memiliki rencana. Mengingat Leo mempertaruhkan semuanya, pasti kartu miliknya akan memiliki nilai akhir yang besar.
"Aku tidak ikut," ucap Doris memutuskan.
Doris tidak berani mengambil resiko, ini masih awal permainan, masih ada selanjutnya, pikirnya.
Melihat lawannya tidak berani, Leo hanya menggelengkan kepalanya.
"Bos, aku akui Star casino ini begitu laku dan ramai, tapi kemampuan ahli yang kamu punya ini biasa-biasa saja, sudah ku bilang kartuku rendah, dia masih takut juga," ujar Leo kepada Yola.
Yola tampak terdiam begitu juga dengan Doris. Lalu Leo juga tertawa dengan lepas kemudian membuka kartu miliknya yang tertutup.
Terlihat kartu Leo yang terbuka dengan nilai 2 seperti yang dia katakan sebelumnya. Leo telah memenangkan putaran ini, tapi Leo tetap membagikan kartu selanjutnya guna mengetahui nilai akhir.
Satu kartu untuk Doris dan satu kartu untuknya. Doris melihat kartu keduanya yang ternyata adalah 4 seperti yang dirinya atur sebelumnya. Jika di jumlahkan maka nilainya adalah 8.
"Ikut saja tidak berani," ucap Leo membanting kartunya.
Terlihat kartu kedua Leo yang ternyata adalah 5. Jika di jumlahkan maka nilai akhir kartu Leo adalah 7. Dengan demikian nilai kartu Doris seharusnya lebih besar dibandingkan Leo.
"Ini..." Doris tampak terkejut mengetahui ternyata kartu Leo lebih kecil darinya.