Jiang Hao hanyalah pemuda yang lugu dan polos , jujur dan sedikit konyol , kehidupan sehari harinya seperti kebanyakan pemuda pada umumnya.
Memiliki cita cita keluarga yang bahagia dan keinginan untuk menjadi kaya .
Tapi kehidupan yang di idam idamkan di dalam pikirannya, tidak ada sama sekali.
Tatkala adik kandung yang baru pulang dari dinas militer masuk ke kehidupannya.
Merebut tunangan yang di mana dalam satu minggu akan ia nikahi, serta sikap dan sifat keluarganya yang berubah dengan memutuskan semua hubungan darah termasuk tunangan dan keluarganya.
Juga ia mendapat fitnah keji , sehingga tubuh dan jiwanya hampir mati, namun itu menjadi berkah tersembunyi, darah dan bakat bela dirinya keluar setelah 20 tahun tersegel.
Saat itu juga dunia bela diri kuno terguncang dan nama Jiang Hao menjadi legenda yang di takuti lawan serta kawan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 33 memulai perjalanan
" ya cukup menyenangkan , hanya saja kita berdua kurang puas " kata Qing Liyi tak puas.
" ahh di masa depan juga bisa kembali bermain kakak Liyi " Qing Caiya tersenyum tenang, matanya yang jernih begitu mempesona di usianya yang baru menginjak usia 15 tahunan.
" ohh iya , bibi , kami datang karena perintah ibu, " Qing Liyi mengeluarkan sesuatu benda , di tangannya pecahan giok berwarna merah begitu berkilauan.
" ibu menyuruh kami menunjukkan benda pecahan giok merah ini, siapa tahu bibi mengenalnya " katanya meletakan pecahan giok berwarna merah darah di telapak tangan sang bibi.
Qing Wushuang menatap lama ke arah pecahan giok yang ada di telapak tangannya, matanya seketika pecah menjadi butiran air mata yang basah .
" di mana ... dua keponakan menemukan pecahan giok ini ?"
Qing Caiya yang fasih dalam berbicara menceritakan awal kejadian peristiwa tentang pertarungan antara kultivator dan iblis jadi jadian.
Air mata basah Qing Wushuang turun begitu saja , wajah cantik dewasa sempurna tampak memerah .
" kalian tidak melihat bagaimana rupa dari pemuda yang menolong dua keponakan?"
Kedua gadis cantik muda itu secara bersamaan menggeleng , tidak tahu bagaimana rupa asli dari pria bertopeng hitam yang telah menolong mereka berdua .
" kami yakin bahwa pria bertopeng hitam itu masih muda, auranya sangat kuat dan tenang " lanjutnya.
" yang lainnya ?"
" ahh aku ingat , matanya berwarna merah, !" Seru Qing Liyi tiba tiba .
" apakah Liyi yakin !" Qing Wushuang tanpa sadar memegang erat pergelangan tangan halus keponakannya itu .
" benar bibi, Liyi tidak salah lihat, ada apa bibi?" Qing Liyi merasa perilaku bibinya tidak sebagaimana mestinya, sifat tenang nan anggun hilang begitu saja, setelah mendengar cerita tentang pria bertopeng hitam.
" lihat mata bibi !"
Mata basah Qing Wushuang, terlihat berubah , pola hitam segitiga dan merah darah menyala di seluruh permukaan matanya sangat menakutkan , hingga aura di sekelilingnya berubah drastis.
Wushhhh.
" mata bibi kenapa sangat mirip dengan pria bertopeng hitam, apa jangan jangan...!"
" ya , bibi yakin bahwa pria yang diceritakan oleh dua keponakan adalah darah daging bibi , " ucap Qing Wushuang dengan nada tegar dan tenang .
" ini ... !!"
" bibi mata apa yang bibi miliki ?"
" mata ini sudah ada sejak kekaisaran Qing berdiri, bibi lahir bersamaan dengan kejayaan Dinasti Qing , bisa dikatakan bahwa takdir naik turunnya Dinasti Qing tergantung pada bibi "
" mata dewa iblis malam kuno , dan ada legenda bahwa mata bibi hanyalah awal dari mata reinkarnasi dewa Tyrant kuno surgawi, juga memiliki 20 tingkat " gumamnya pelan.
" apakah Liyi melihat ada segitiga di mata putraku itu?"
" umhh , Liyi melihatnya!"
" itu karena sudah membangkitkan segel keempat dan putraku pasti telah melewati berbagai macam ujian , bibi ingin secepatnya bertemu dengan putra yang sudah 20 tahun tak bersua " ada rasa harapan dan kehilangan dalam kesendirian, sebagai seorang ibu yang merindukan putranya , ia menahan rasa itu sudah sejak lama.
" apakah putraku masih ada di kota Jiangqi?"
" kami berdua tidak tahu bibi , saya rasa putra bibi sudah lama meninggalkan kota Jiangqi "
..
Pedalaman hutan pegunungan Jiangshan.
Menara Jiangshan.
Pemandangan siang hari itu terlihat sangat indah, hutan hutan rimbun dan lebat menutupi daratan yang di dalamnya banyak pemukiman penduduk yang beraneka ragam .
Ada yang besar , sedang , dan kecil, bertebaran di sepanjang hutan pegunungan Jiangshan, selain perumahan ada juga lahan pertanian serta perkebunan yang subur.
Kehidupan itu kontras sebelum Jiang Hao datang, dan sekarang keadaan sudah berubah ,lebih baik dari sebelumnya.
Semua manusia kultivator, biasa dan manusia binatang telah rukun berkat kepemimpinan Jiang Hao , dan keadaan damai itu membuat sang pemimpin gunung Jiangsan berfikir untuk kembali merencanakan sesuatu yang sebelumnya telah dipikirkan.
" nona Jin Hua, aku memutuskan untuk meninggalkan gunung Jiangsan, aku harap kalian berempat bisa menjaga kerukunan dengan baik " ucap Jiang Hao menatap satu persatu pemimpin gunung yang datang atas panggilannya .
" ketua Hao anda mau pergi kemana ?" Yao Di yang memiliki telinga hewan kucing menatap ragu ke arah pemuda tampan yang ada di atas kursi kemewahan berwarna coklat.
" aku akan berkelana ,mencoba menembus batas kultivasi, di pegunungan Jiangshan ini masih sedikit aura untuk peningkatan kultivasiku "
Jiang Hao memberikan penjelasan secara gamblang dan mudah dimengerti oleh semua orang, terutama sifatnya yang baik dan tidak suka memerintah secara membabi buta .
Hal itu menjadikan dia sebagai pemimpin tertinggi pegunungan Jiangshan, dan di bawahnya empat ketua cabang gunung menjadi pembantu setia .
" Yao Di , aku sudah menemukan leluhur Yao anda , dan dia ada di kerajaan Qi di ibukota Qizhou , bawa saja gambar leluhur anda dan kamu akan menemukannya segera "
" bolehkah aku ikut kakak Hao !" Mata indah Jin Hua begitu basah , tubuhnya yang langsing bergetar pelan, hatinya sudah terpaut dalam kepada sosok pemuda gagah di depannya.
Jiang Hao menggelengkan kepala , mata merahnya sangat tenang, " perjalanan ini sangat berbahaya, aku tidak tahu apakah akan mati ketiga kalinya atau menjadi seorang abadi yang terkuat , aku tidak tahu "
" kamu tunggu saja kepulanganku, dan aku harap kamu harus jaga kesehatan " Jiang Hao secara refleks mengelus rambut hitam panjang Jin Hua , matanya yang tenang berfluaktasi, seperti hatinya telah menjadi satu dengan namanya jatuh cinta.
" baik kakak Hao ... aku akan tunggu. !!"
Jiang Hao berbalik , lalu bersiap berangkat pada hari itu juga , disaksikan oleh lebih dari 2000 anggota pegunungan Jiangshan, serta penduduk lokal yang hidup di bawah perlindungan para perampok pegunungan Jiangshan.
Shuuuthh...
Dalam sekejap, sosok Jiang Hao menghilang di telan gelapnya hutan belantara , satu persatu para anggota perampok pegunungan Jiangshan melakukan kegiatan sehari -hari seperti biasa , tidak ada sengketa atau iri dengki yang merusak persatuan antar anggota kelompok.
Di utara pegunungan Jiangshan, terlihat sosok pria berjubah merah terang menyala , mata merahnya menatap fokus ke arah rombongan karavan kuda yang memiliki jumlah sekitar 45 orang .
" aku ingin tahu kemana mereka semua pergi " gumamnya dalam hati .
Sosok pemuda berjubah merah menyala berdiri diatas cabang pohon yang sangat tinggi , sangat sulit di deteksi oleh pandangan mata biasa atau menggunakan teleskop modern , sosok pemuda itu terus mengamati kemana perginya karavan kuda yang berjumlah sangat banyak itu .
Secara diam diam, Jiang Hao menepuk leher penjaga yang ada di barisan paling belakang, dan ia secepat kilat mengganti posisi penjagaan yang sebelumnya di lakukan oleh petugas jaga yang sudah dibeesihkan sebelumnya. Para penjaga tersebut tidak memiliki sikap yang tegas dan kurang dalam pengawasan , juga kurang memiliki kewaspadaan yang sempurna.
Mata Jiang Hao mengamati secara seksama ,ia akhirnya tahu kemana tujuan dari rombongan yang berjumlah 45 orang itu .
Setelah hampir 1 hari perjalanan,rombongan berhenti dan membentuk penjagaan yang ekstrem di sekelilingnya, seolah ada barang berharga yang sengaja tidak diperlihatkan .
" perampok datang ... !!"
Jiang Hao berfikir cepat,