"Dimana aku? siapa aku? kenapa aku berada disini?!"
Nadia Rebecca Marshall, terkejut bukan main mendapati dirinya masuk ke dalam novel, yang baru saja selesai ia baca.
Nadia seorang gadis biasa, yang memiliki kehidupan ekonomi pas-pasan, tidak pernah menyangka menjadi tokoh Antagonis dalam novel yang selalu ia baca.
Pemeran Antagonis yang memiliki nama yang sama dengannya, wanita yang sangat jahat, dan sangat dibenci oleh Protagonis pria.
Bagaimana Nadia dapat bertahan, dan membuat dirinya tetap hidup, sebagai tokoh Antagonis yang akan mati dengan tragis, dalam dunia novel yang pernah ia baca?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 33.
Benar saja dugaan Nadia, ia melihat pria mencurigakan itu mengambil sesuatu dari balik punggungnya, begitu ia sudah semakin dekat ke arah James.
"James, awas!!!"
Nadia dengan cepat menarik tangan James dengan kuat, dan tubuh James tertarik ke belakang punggungnya.
Semua tidak pernah akan menduga, kalau bahaya tiba-tiba sudah mengincar James tepat di depan rumah mereka.
Kejadian yang membuat semuanya terkejut bukan main, dan detik selanjutnya mata mereka membulat tidak percaya, melihat apa yang dilakukan Nadia selanjutnya.
Nadia membalas serangan penyerang James itu dengan reflek, dan tindakannya itu membuat James, Lilyana dan ke dua adik James terpaku di tempat mereka.
Begitu Nadia menarik James, kakinya dengan reflek menghalangi langkah pria itu, dan tidak dapat dihindari lelaki itu, tubuhnya pun terjungkal dengan kencang ke depan.
Bruk!!
Wajah pria itu tepat mencium tanah, lalu selanjutnya Nadia melakukan serangan balasan lagi, dengan cepat kakinya menendang perut lelaki itu dengan kencang.
"Akhhh!!"
Pria itu menjerit kesakitan, dan membuat James, Lilyana dan ke dua adik James reflek mundur ketakutan, melihat Nadia begitu berani menghajar pria penyerang itu.
Mereka tidak menduga, ternyata Nadia memiliki aura mendominasi, dan sangat menakutkan.
Nadia memiliki tenaga yang sangat kuat.
"Kurang ajar! berani sekali kamu menyerang orang tepat didepan rumahnya sendiri! kamu sudah bosan hidup, ya?!" bentak Nadia dengan garang.
Kembali Nadia mengayunkan kakinya menendang perut pria itu, yang masih belum sempat bangkit berdiri dari terjatuhnya.
"Akhhh!!!"
Rico yang juga tidak menyadari dengan penyerangan tiba-tiba itu, terpaku juga melihat Nadia yang terlihat begitu berani.
"Ka.. kakak ipar ternyata sangat jago karate!!" Emily tanpa sadar bicara, dengan nada yang terdengar shock.
"Kak, jangan bawa-bawa namaku, kalau kamu menyinggung kakak ipar, ya?!" kata Emily sontak mundur lagi ke belakang.
Emily menciut melihat keganasan Nadia, "Kakak ipar kalau marah sangat menyeramkan!" katanya merinding.
"Iya, kak! aku juga, tidak ikut terlibat dengan urusan kalian berdua, ya?!" Julian yang juga menciut melihat Nadia seperti wanita kuat.
"Mama juga, tidak berani lagi menyinggung Nadia! kamu berhati-hatilah, James!!" Lilyana juga ikut mundur ke belakang, lalu memegang lengan tangan Emily, dan kemudian mereka merapat ke tubuh putrinya itu.
James hanya diam tidak dapat berkata-kata memandang Nadia, yang tanpa ampun menendang pria penyerangnya itu, dengan raut wajah yang terlihat sangat marah sekali.
"Cepat! tangkap dia!!" perintah Nadia kepada Rico.
"Oh.. i.. iya, Nyonya!!" jawab Rico mengedipkan matanya.
Rico bergegas menarik pria penyerang itu, untuk bangkit berdiri.
Nadia kemudian menoleh ke arah James, Lilyana dan ke dua adik James.
"Aaa.. !!" Julian dan Emily sontak menjerit terkejut, melihat Nadia yang tiba-tiba membalikkan tubuh memandang ke arah mereka.
Mereka berempat mundur lagi satu langkah, dengan perasaan takut pada Nadia.
"Kenapa kalian?!" tanya Nadia bingung.
"Kakak ipar, maafkan aku! aku tidak akan jahat lagi padamu!!" tiba-tiba Emily menghambur ke arah Nadia.
"Ehh?!!" Nadia semakin bingung Emily menghambur memeluknya.
"Tuan! cepat hubungi Polisi!!" sahut Rico masih memegang lengan penyerang James, agar tidak melarikan diri.
"Oh, iya! aku akan panggil!!" James tersadar dari rasa terkejutnya, lalu mengambil ponselnya dari dalam saku jasnya.
Belum sempat James menghubungi Polisi, pria yang gagal menyerang James tiba-tiba melepaskan diri dari cengkraman tangan Rico.
Rico terkejut melihat pria itu bisa meloloskan diri dari cengkramannya, membuatnya seketika berlari mengejar pria itu.
"Sudah! tidak usah dikejar lagi!!" sahut Nadia dengan kencang menahan Rico.
"kenapa kak? kita harus menangkapnya, agar kita tahu siapa dia sebenarnya!!" Emily tidak setuju mendengar Nadia menahan Rico, untuk mengejar penyerang James.
Nadia bingung untuk menjawab Emily.
( Bagaimana caranya aku mengasih tahu sama mereka, kalau aku tahu siapa yang menyuruh laki-laki itu menyerang James? kalau aku langsung bilang, yang menyuruh laki-laki barusan itu suruhan anak haram Ayah mertua, mereka pasti bingung, aku tahunya dari mana! )
Bisik hati Nadia berpikir memutar kata-kata apa, yang harus ia jawab dengan keberatan Emily, untuk tidak mengejar si penyerang tersebut.
Bersambung......
jelas² dia udah dengar suara hati nya Nadia, tapi masih z mau nemuin cew jadi²an nya🤣🤣🤣🤣🤣/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
ini ceritanya 98% ada di dracin.
aku dah nonton beberapa kali sampe hafal alurnya