NovelToon NovelToon
Di Balik Lavender Marriage

Di Balik Lavender Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Terlarang
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

‎Ren Damaris, seorang pria tampan dan sukses, memutuskan memilih Edelia Lavendra untuk dinikahi demi menjaga nama baik keluarga dan menutupi rahasia terbesar dalam hidupnya. Edelia terpaksa menerima pernikahan itu untuk membahagiakan kedua orangtuanya.

‎Tetapi setelah menikah, ‎Edelia menemukan fakta yang mencengangkan di balik pernikahannya. Meski begitu, Edelia tak bisa mengakhiri pernikahan itu begitu saja. Ada sesuatu pada diri Ren yang membuat Edelia merasa harus mempertahankan pernikahan itu.

Apa yang membuat Edelia bertahan? ‎Simak kisah selengkapnya dalam Di Balik Lavender Marriage!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjumpaan yang Mengejutkan dan Keputusan Edelia

"Anda yakin, saya harus menerima tawaran itu?" tanya Lia sekali lagi pada Ren. Ren terdiam.

"Saya akan tetap tinggal jika Tuan menahan saya," kata Lia. Ren masih diam.

Pelayan sudah mengantarkan menu appetizer ke meja Ren: dua porsi French Onion Soup. Lia mengangguk ramah saat pelayan meletakkan mangkuk sup di hadapannya. Ren menatap senyum itu. Ada rasa berat jika harus tak menatap senyuman Lia dalam waktu yang lama.

"Ren?" sebuah suara memanggil Ren, membuat Ren menoleh ke arah sumber suara.

Mata Ren membulat, melihat siapa yang memanggilnya. Violetta Valerine. Lia menatap wajah tegang Ren kemudian menoleh ke arah wanita yang memanggil Ren.

"Siapa, Sayang?" tanya Lia pada Ren dengan suara lembut dan senyum merekah, menyadarkan Ren dari lamunannya.

"Ah! Dia... Vio... Violetta Valerine. Teman SMAku," jawab Ren, sedikit gugup.

"Teman SMA?" tanya Vio, seolah tak terima dengan pengakuan Ren. Lia menaikkan kedua alisnya.

"Bukan?" tanya Lia pada Vio dengan senyum terkembang di wajahnya.

"Aku man..."

"Oh, mantan pacar yang pernah kamu ceritain ke aku itu?" tanya Lia pada Ren masih dengan senyum di wajahnya. Ren terkejut.

"Kamu nggak sebutin namanya pas cerita," kata Lia sambil berdiri.

"Kenalin. Edelia Lavendra, isteri Ren," kata Lia sambil mengulurkan tangannya pada Vio. Vio menatap Lia dengan tatapan penuh kebencian. Lia menurunkan tangannya yang tak disambut baik dengan Vio.

"Nona Vio mau ikut gabung?" tanya Lia menawarkan sambil kembali duduk di kursinya. Ren menatap Lia sambil mengerutkan alisnya.

"Boleh kan, Sayang?" tanya Lia pada Ren dengan senyum yang masih merekah. Ren hanya diam. Vio menoleh menatap Ren.

"Kalian sudah lama tidak bertemu. Pasti banyak yang ingin dibicarakan. Nostalgia. Bukan begitu?" tanya Lia lalu menyendokkan sesuap french onion soup ke mulutnya.

"Anda sengaja?" tanya Vio pada Lia dengan wajah datar.

"Hm?"

"Anda sengaja membuat saya tidak nyaman di hadapan Ren?" tanya Vio, memperjelas pertanyaan sebelumnya.

"Kenapa saya harus membuat Anda tidak nyaman? Saya hanya menawarkan. Kalian pernah memiliki hubungan yang spesial di masa lalu..."

"Silakan pergi, Nona Vio. Anda mengganggu kencan saya dengan isteri saya," kata Ren memotong kalimat Lia. Lia menoleh ke arah Ren. Ren menatapnya tajam lalu meraih tangan Lia.

"Isteri saya sedang cemburu," lanjut Ren, masih sambil menatap Lia. Vio menatap Ren dan Lia dengan penuh kebencian lalu berlalu meninggalkan mereka.

'Awas saja, Ren, akan aku bocorkan rahasiamu pada isterimu,'

***

Lia menarik tangannya perlahan dari genggaman Ren saat Vio sudah menjauh. Namun Ren justru mengeratkan genggamannya.

"Mantan kekasih Anda sudah berlalu, Tuan. Akting selesai," kata Lia. Ren masih menatap Lia tajam.

"Apa semua yang kamu lakukan hanya sandiwara?" tanya Ren. Lia menatap Ren dalam-dalam.

"Ya," jawab Lia datar, membuat Ren mengendurkan genggamannya.

"Semua... kecuali saat saya mengatakan bahwa kita teman. Saya tidak sedang bersandiwara saat itu," kata Lia lalu melanjutkan acara makannya. Ren tertegun.

"Ternyata mantan kekasih Anda cantik. Seharusnya Anda menikah..."

"Aku tak akan pernah sudi menikah dengan wanita tak punya harga diri seperti dia," potong Ren, lalu mulai makan french onion soupnya.

"Wanita tak punya harga diri?" tanya Lia, pura-pura tak tahu cerita tentang Ren dan Vio.

Ren hanya terdiam, melanjutkan makan. Lia menatap Ren dan ikut melanjutkan makan lagi tanpa menanyakan apapun. Tak ada pembicaraan apapun setelah itu. Baik Ren maupun Lia hanya makan dalam diam.

Satu jam berlalu begitu saja. Ren dan Lia sudah di dalam mobil. Keduanya masih diam selama perjalanan pulang. Lia lebih sering melempar pandangannya keluar jendela. Ren fokus menatap jalanan, meski pikirannya melayang entah kemana.

Lia melangkah gontai menuju sofa ruang tengah. Dia menghempaskan tubuhnya disana, seolah kehabisan energi untuk melangkah ke kamar.

"Kamu bisa sakit kalau tidur disitu," kata Ren saat melihat Lia berbaring di sofa ruang tengah.

"Hanya sebentar," kata Lia dengan mata terpejam yang ditutupi lengan kanannya. Ren menghela napas lalu pergi ke kamarnya.

Bayangan Radit yang memintanya untuk menjadi asisten Tuan Hartmann muncul kembali di benak Lia. Entah mengapa, ada rasa berat ketika ingin menerima tawaran itu. Dan entah mengapa, rasanya berat meninggalkan Ren sendirian disini.

"Hhhh..." Lia menghela napas panjang.

Baru beberapa hari menjalani perannya sebagai isteri Ren Damaris, energi Lia terasa sudah habis. Banyak hal terjadi selama seminggu pertama pernikahannya —terbongkarnya fakta bahwa Ren menyukai teman prianya, pertemuan kembali Lia dengan Radit, kerjasama dengan Arka, pertemuan kembali Vio dengan Ren. Mengingat semua itu, perlahan membuat Lia terlelap. Energinya benar-benar sudah habis.

Ren keluar dari kamarnya setelah lima belas menit dia habiskan untuk mandi. Ren tertegun mendapati Lia terlelap di sofa ruang tengah. Ren berjalan perlahan mendekat ke arah Lia yang tertidur. Dia berjongkok di depan Lia lalu menurunkan lengan Lia yang masih menutupi mata dengan sangat perlahan.

Ren menatap wajah tidur Lia sambil mendudukkan dirinya di lantai. Ren menjelajahi setiap garis wajah Lia. Dia tak pernah menyadari bahwa Lia begitu cantik.

"Jangan... Tuan..." Lia mengigau lirih, membuat Ren menaikkan kedua alisnya, terkejut dan penasaran menjadi satu.

Tangan Ren bergerak perlahan ke arah wajah Lia lalu membelai lembut pipi Lia.

"Bisakah kamu tinggal? Bisakah kamu tolak tawaran ke Jerman itu? Aku bisa mewujudkan mimpimu menjadi interior designer tanpa kamu harus pergi... dari sisiku," kata Ren, mengatakan apa yang sedari tadi dia tahan.

Tangan Ren bergerak menuju kening Lia, membelainya perlahan. Mata Ren terkunci, menatap wajah tidur Lia yang tenang selama beberapa detik —atau menit?

Hati Ren berdesir. Ada dorongan aneh yang membuat Ren ingin mendekat, memastikan bahwa wanita yang tengah tidur di hadapannya itu nyata. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Ren merasa begitu tenang hanya dengan melihat wajah tidur seseorang. Dan perasaan itu membuatnya takut di saat yang bersamaan.

"Kak Radit..."

Ren berhenti seketika mendengar Lia menyebut nama Radit dalam tidurnya. Hati Ren tiba-tiba terasa perih. Ren kembali memundurkan kepalanya dan menatap wajah tidur Lia.

"Apa kamu masih mencintainya? Apa aku menghalangi cinta kalian? Apa kamu... ingin pergi dariku?" tanya Ren lirih sambil menatap wajah tidur Lia yang tenang. Ren tersenyum pahit lalu menunduk.

Lia membuka matanya perlahan, terbangun dari mimpi anehnya tentang Ren dan Radit di waktu yang bersamaan. Saat Lia akan bangun dari posisinya, dia melihat Ren duduk tertunduk di dekatnya. Lia melihat wajah Ren yang mendung. Perlahan Lia beringsut membuat Ren mendongak.

"Kamu... mendengar semua?" tanya Ren lirih. Lia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

"Saya rasa saya mendengar Anda mengatakan, 'Apa kamu ingin pergi dariku?,' Atau... saya yang bermimpi?" kata Lia, ragu-ragu.

Lia bangun dari posisinya, mendudukkan dirinya di sofa di hadapan Ren yang duduk di lantai.

"Saya sudah putuskan," kata Lia sambil menatap Ren dalam-dalam. Ren menatap Lia dengan jantung berdegup lebih kencang, menanti apa yang akan Lia katakan.

"Saya akan menolak tawaran itu," lanjut Lia. Mata Ren membulat sempurna, seolah tak percaya dengan apa yang dia dengar. Tapi, sedetik kemudian wajah Ren berubah heran.

"Sungguh? Tapi... kenapa?" tanya Ren. Lia tersenyum.

"Ada hal yang lebih penting yang saya harus lakukan disini," jawab Lia.

Untuk pertama kalinya dalam hidup Ren, dia merasa begitu lega mendengar seseorang tidak akan pergi dari sisinya.

Lia menatap Ren yang terlihat lega. Dia tak pernah mengira pria yang ada di hadapannya itu akan terlihat begitu lega dengan keputusannya.

'Mengapa Anda terlihat begitu lega?'

***

1
Ray Aza
aneh ga sih mertua manggil menantunya tuan???
Ray Aza: alasan bisa diterima say... cuma menurutku aku sebuah novel,akan lebih kelihatan hidup dan natural kl setting disesuaikan dengan budaya dan keseharian orang setempat. just masukan aja sih.. 😁
total 4 replies
Ray Aza
😂😂😂😂😂
Ray Aza
see.. bkn km saja yg pernah terluka krn cinta. dunia tdk akan kiamat sekalipun km patah hati
Ray Aza
dr cinta dan kehangatan sebuah keluarga tangki cintanya luber2
Ray Aza
karena dia tau cara bersyukur.. beda sama kamu, br gagal sekali aja sdh trauma lgsg menyimpang. casingmu aja yg laki, jiwamu tertukar di pegadaian. 😜😜😜
Vivi Zenidar
semoga Ren dapat menyadari perasaannya ke Lia
Nanaiko
dari awal aku slalu membayangkan visualisasi Tuan Ren ini adalah Byon woo soek pemeran utama pria di drakor Perfect Crown🤭
Purnamanisa: untuk visualisasi, author serahkan pada imajinasi reader yang budiman 😁😁
total 1 replies
Vivi Zenidar
Good Lia
Vivi Zenidar
semoga Ren sadar.. dia jatuh cinta je Lia
Vivi Zenidar
cerita menarik.... semoga akan banyak yg membaca
Purnamanisa: terimakasih kak 😊😊
total 1 replies
Nanaiko
sabar.. tunggu kelanjutannya besok sore.. sabar..
Nanaiko
Kek lagu Bang Iwan yee Bund😅
Purnamanisa: ide 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
zaa ampuun🙈🙈
Nanaiko
tuh kan.. kalau baca cuma 2 episode itu kurang😅
Purnamanisa: update tiap hari kak 🤭🤭
total 1 replies
Nanaiko
nah lho..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!