NovelToon NovelToon
Rahasia Si Gadis Cupu

Rahasia Si Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Teen / Idola sekolah
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Berliana Febbyola

"GADIS GILA! APA KAMU NGGA PIKIRKAN MASA DEPAN KAMU?!" bentak pemuda itu sambil menarik tangan Ana.

Ana memandang dengan takut tapi ia juga merasa lega karena sebenarnya, dia tidak berniat untuk bunuh diri.

Anabella Queena Tanaya, tidak pernah menginginkan wajah yang buruk rupa dan tidak memiliki teman itupun hanya bisa putus asa di atas atap apartemen yang sering ia kunjungi ketika merasa sedih.

Dua lelaki tampan datang ke hidupnya dan semuanya berubah dengan sangat drastis. "Apa aku bermimpi?"

Tekad gadis itu ingin jadi glow up, bukan main - main. Tahap demi tahap, bahkan ia berusaha menutupi luka masa lalu di sekolahnya yang lama, berbuah manis bahkan terlalu manis.

Tapi siapa sangka dengan dirinya yang sekarang, Ana malah dibuat bimbang dengan kejadian tak terduga di sekolah barunya.

Apa Ana akan bisa tetap menjadi Ana yang glow up tanpa ada yang tahu bahwa dia sebenernya korban pembullyan??
Atau ada seseorang dari masa lalunya yang mengetahui semua tentang Ana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Berliana Febbyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 ANA BARU PEKA

Keesokan paginya, tubuh Ana sudah lebih membaik dan kembali segar tapi ada satu hal yang membuatnya bingung.

Apakah ini mimpi? Tapi itu jelas suara Kai yang memintanya untuk cepat kembali pulih.

"Pagii.. Ayah, Ibu, aku udah sembuh. Sepertinya hari ini aku akan masuk ke Sekolah."

"Kamu yakin, nak?" tanya Ayah masih khawatir.

"Iya. Aku udah sehat."

"Gimana nggak langsung sehat, ada teman sekelasmu yang datang menjenguk kesini." sahut Ibu sambil mengoleskan selai di roti.

"APA?! SIAPA,BU?!" syok Ana, matanya seperti hampir terlepas saat mendengarnya.

Citra dan Raka langsung membulatkan mata dan terfokus ke arah Ana yang sudah seperti udang rebus.

"Najel, kamu..." lirih Raka tak percaya.

"Siapa,Bu? Cowok ya?" sindir Citra. Ana semakin merah padam.

"Ibu jawab aku, Bu." sahut Ana langsung menghampiri Ibunya.

"Iya, dia sangat tampan. Kalian tau, artis cowok-cowok tampan dengan kulit putih vampir? Nah seperti itulah dia."

"Jangan-jangan, Kai." batin Ana.

"Hidungnya mancung, ya?" tanya Citra antusias.

Raka hanya terdiam, dia merasa kalau ketampanan pria itu tak ada apa-apanya.

"Masih tampan aku kan, Bu?!" gerutu Raka.

Ibunya tertawa, "Putra ibu tampan, tapi ibu baru pertama kali lihat anak muda setampan teman sekelasnya Ana hahaha."

Raka langsung meneguk susu di gelasnya.

"Dia bilang apa kemarin?" tanya Ana mulai bergetar.

"Em.. dia bilang dengan sopan dan manis. Kalau dia ingin menjenguk mu dan dia juga memperkenalkan dirinya dengan sangat lembut sopan santun dan bilang juga. Kalau kalian teman dekat."

"Te-teman dekat?!" terkejut Ana.

Ana langsung pergi ke sekolah tanpa sarapan. Bahkan memakai kaos kaki pun sambil berjalan.

Citra, Raka, dan Ayah saling memandang bingung.

"Ada apa dengan anak itu?" tanya Ibu.

"Apa anak muda itu adalah pacar putriku?" tanya Ayah dengan dramatis, seakan takut Anaknya tak sayang lagi padanya.

"Ya ampu.. Ayah berlebihan banget." celetuk Citra, lalu mengambil tasnya.

Sedangkan Raka, memutar bola matanya masih kesal karena Ibunya memuji ketampanan anak orang lain.

Kekacauan yang ada dirumah, belum seberapa dengan kekacauan perasaan Ana yang takut dan malu saat bertemu dengan Kai di Sekolah.

"Apa yang harus aku bilang sama Kai. Aku malu banget."

"Walaupun dia tau wajah asliku, tetap aja malu." batinnya bimbang.

Sesampainya di Sekolah, Ana berjalan di koridor dan melihat Nathan sedang berjalan berlawanan arah.

"Ana! Kemarin aku nggak lihat kamu. Kamu kemana?" tanya Nathan dengan wajah penasaran.

"Euh aku,, kemarin aku kurang enak badan." jawabnya.

"Hah? Sekarang gimana keadaan kamu? Kamu udah baik-baik aja, kan?"

"Sakit apa?"

Pertanyaan itu dilemparkan Nathan dengan ekspresi yang sulit untuk Ana tebak. Tiba-tiba saja Nathan sangat peduli padanya, kali ini bukan untuk usil atau menggodanya tapi Nathan terlihat sangat khawatir.

"Kamu harus beri tahu aku kalau butuh sesuatu, atau kalau kamu sakit." tegasnya lagi.

Ana terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa. Tak pernah ia lihat Nathan khawatir, apalagi ia adalah seseorang yang sangat disegani.

"Aku udah baik-baik aja. Aku mau ke kelas dulu." jawab Ana sambil tersenyum.

"Kamu masih sakit?"

Nathan Menempelkan punggung tangan ke kening Ana.

Ana terkejut dan rupanya Kai juga melihat mereka berdua dari kejauhan.

Rahang Kai mengeras melihat pemandangan itu.

"Nggak seharusnya dia bertindak sejauh ini. Nathan!" geram Kai dalam hatinya.

Tangannya mengepal keras. Dan akhirnya Kai memutuskan kembali ke kelas dan menanyakan langsung pada Ana saat gadis itu kembali nanti.

Kembali dengan perhatiannya Nathan kepada Ana, situasi jadi kacau dan jantung Ana berdebar cukup keras.

"Em... Nathan." panggil gadis itu pelan.

"Ya?" jawab Nathan, lalu menjauhkan tangannya dari kening Ana.

"Beneran aku baik-baik aja. Aku udah sembuh." jelas Ana, agar Nathan tidak terlalu khawatir padanya.

"Hem, baiklah. Tapi nanti, kamu harus bilang kalau kamu sakit. Oke?"

Ana mengangguk pelan, lalu pergi menuju ke kelasnya. Nathan terus memperhatikan Ana sampai tubuh gadis itu tidak terlihat lagi. Kali ini Nathan merasa ada yang aneh dengannya.

"Kenapa aku begini? Belum pernah se-khawatir ini pada seorang gadis yang baru saja aku kenal." tanya Nathan pada dirinya sendiri.

______________________________

Sesampainya di kelas, teman-temannya menyambutnya. Sheila dan Jeje langsung melemparkan banyak pertanyaan.

"Kamu kenapa, Na? Kok nggak masuk sekolah?" tanya Sheila.

"Iya, kita khawatir banget." tambah Jeje.

Ana tersenyum, "Maaf aku nggak kasih kabar. Kemarin aku kurang enak badan, aku juga nggak sempat buka ponselku seharian."

"Huft.. sekarang gimana kondisi kamu? Udah lebih membaik?" tanya Jeje.

Ana mengangguk cepat sambil tersenyum ceria, Kai hanya memandang dengan mata yang tajam.

Ana menunduk ketika Kai melihatnya.

"Kenapa tatapan dia kayak yang marah sama aku?" batin Ana.

Jam pelajaran pertama pun dimulai, tiba - tiba Ana ingin ke kamar kecil.

"Pak.. a-aku boleh izin ke toilet, nggak?" tanya Ana kepada Pak Anton.

"Boleh silahkan, Ana." jawab Pak Anton.

Kai melihat Ana berdiri dan pergi keluar kelas. Tak lama kemudian, ia pun berdiri dan membuat semua orang di kelas kaget karena pergerakannya yang tiba-tiba.

"A-ada apa Kai? Kamu baik-baik aja?" tanya Pak Anton, ikut terkejut juga saat sedang asyik menulis di papan tulis.

"Pak, saya izin ke toilet."

"(Tertawa pelan.) Baiklah, silahkan. Kamu membuat seisi kelas kaget aja, Kai." jawab Pak Anton.

Kai pun pergi dan setelah laki-laki itu keluar dari kelas, Sheila dan Jeje sudah paham pasti Kai ingin menghampiri Ana.

"Aku rasa Kai suka sama Ana." celetuk Sheila pelan.

"Hm,, aku juga mikir yang sama." jawab Jeje, sambil mengangguk pelan.

Ana mencuci tangan di toilet dan melihat cermin.

"Ada apa dengan orang-orang pagi ini? Terutama dua orang itu, huft.." keluh Ana.

Begitu keluar dari toilet...

Ana terkejut sampai langkahnya mundur dan hampir terpeleset.

Dengan cepat tangan seseorang sigap melingkar di pinggang mungil Ana dan menahannya agar tidak terjatuh di lantai yang dingin.

"Aaa..."

"Hah?! Ka-Kai.."

Tangan Kai masih melingkar di pinggang Ana dan mata mereka saling bertemu. Sangat dekat.

Kai perlahan membenarkan posisi tubuh Ana agar kembali berdiri tegak. Dan tatapan tajam mulai muncul lagi dari wajah tampannya Kai.

"Kenapa kamu dia aja, saat Nathan menyentuh keningmu?" sinis Kai, dengan nada yang tidak suka.

"Ma-maksud kamu apa?" tanya Ana bingung.

Kai si diam-diam posesif itu membuat Ana baru sadar, sikap Kai tidak biasanya.

"Nathan cuma periksa aku masih demam atau nggak. Udah itu aja. Lagipula, kenapa kamu marah banget kayak gitu?"

"Dia itu pasti ada maunya. Jangan terlalu dekat sama dia." gerutu Kai.

"Kenapa kamu tiba-tiba ngelarang aku? Biasanya kamu nggak peduli sama orang-orang di sekitar kamu." balas Ana.

"Karena kamu berbeda." tegasnya lagi, lalu pergi begitu saja.

#Bersambung...

1
VanThea
suka banget,gak sabar menunggu kelanjutan nya.
Berliana Febbyola: Siap author gak akan mengecewakan hehe makasih dukungannya kakk👍
total 1 replies
Viscount R
keren banget kak
Berliana Febbyola: makasih dukungannya kakak Viscount R 😍
total 1 replies
SenandikaMaret
makin ga sabar nih untuk bab selanjutnya, semangat thor...
Berliana Febbyola: makasih banyak dukungannya kak😍
total 1 replies
Berliana Febbyola
Iya kah? Lebih terpontang panting kalau yang iniiii🤭
NonaMudaDesi
Ceritanya mirip drakor true beauty yah, tapi ini lebih dark nyaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!