Diana seorang gadis pintar dan cantik. Ia dipertemukan dengan seorang bos yang ternyata adalah teman masa kecilnya. Ya teman kecil yang sangat usil padanya.
Selama menjadi salah satu karyawannya, hal-hal konyol selalu terjadi dan membuat si bos dingin itu menjadi bobrok. Adu mulut dan pertengkaran kecil pun tak terhindarkan.
Hingga suatu hari mereka harus menyetujui pernikahan yang tak berlandaskan cinta satu sama lain.
Bagaimana kelanjutannya?
Yuk kita kepoin cerita sama-sama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sripujiayu620, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 33
Diana masih memilih baju-baju. "Apa sudah ketemu baju yang cocok? " Tanya Rifki.
"Kalo yang ini bagus ga ya? " Tanya Diana menenteng kan baju berwarna merah maron.
Rifki melihat dengan seksama baju yang di perlihatkan oleh Diana. "Tidak bagus. " Jawab Rifki singkat.
Diana kembali mencari-cari baju yang menurutnya bagus. "Bagaimana kalo ini? " Tanya Diana memperlihat dester.
Rifki membelalakan mata nya. "Kau ini bisa gak sih sebenernya nyari baju yang bagus? masa selera mu emak-emak banget! " Geram Rifki.
"Harus kah aku yang turun tangan untuk mencari kan mu baju heh? " Kesal Rifki dan mulai mencari-cari baju yang cocok untuk Diana.
"Ini bagus. " Ucap Rifki melihat baju dengan warna yang mendominasi kuning, dengan panjang hingga lutut.
"Kayaknya gak bagus. " Ucap Diana.
"Tau apa kau tentang fashion? ini cepat kau coba bajunya. " Ucap Rifki menyodorkan baju pilihannya.
Diana pun mengikuti apa yang Rifki suruh. Ia mencoba baju yang pilihan Rifki.
"Gimana? enggak bagus kan? " Ucap Diana risih dengan pakaian nya sekarang ini.
Rifki tak berkedip melihat penampilan Diana. Biasanya Diana selalu menggunakan celana panjang untuk pergi ke kantor.
"Sebaiknya aku pakai celana jens aja deh. " Ucap Diana tak menyukai pakaian pilihan Rifki.
"Celana jens? menurutku celana setan itu hanya di gunakan untuk para hantu deh. " Jawab Rifki.
"Ya memang buat hantu, dari masa-kemasa para hantu mengembangkan celana setan itu dan sampai lah kepada para manusia. Hingga kini celana setan itu banyak di gandrungi orang. " Jawab Diana asal.
"Sudah jangan bicarakan omong kosong ini. " Kesal Rifki.
"Pakai saja baju itu, lagian yang bayar juga aku kan. " Ucap Rifki.
Setelah selesai membeli baju, Rifki membawa Diana ke toko sepatu.
"Ngapain kita ke sini? " Ucap Diana seperti orang bodoh.
" Ngeliat rossi balapan. " Jawab Rifki asal. Ia sangat geram dengan Diana yang bertingkah bodoh.
"Apa kau tidak ingin mengganti sepatu mu yang berbeda satu sama lain? " Ucap Rifki lagi.
"Ayo masuk. " Ucap Rifki menarik tangan Diana.
"Kali ini aku saja yang mencarikan mu sepatu. " Ucap Rifki melihat-lihat sepatu yang tertata rapi.
"Biar aku saja. " Ucap Diana.
"Aku saja! kalau kau yang milih sepatunya, bisa-bisa sepatunya motif pikachu lagi yang kau pilih. " Ucap Rifki yang sudah membayang bagaimana sepatu bermotif pikachu.
"Tapi kayaknya motif pikachu bagus juga deh. " Ucap Diana menggoda.
Rifki tak menggubris perkataan Diana, Ia lebih fokus untuk memilih -milih sepatu.
"Coba yang ini. " Ucap Rifki memberikan pada Diana untuk mengenakan nya.
Diana pun mengenakan sepatu berwarna hitam yang senada dengan pakaian yang di kenakan Diana.
" Muat gak? " Tanya Rifki.
"Muat ko. "
"Ini baju SMP mu dan sepatu mu. Sebaiknya kamu buang saja barang gak guna ini" Rifki menyodorkan plastik hitam.
"Enak aja main buang-buang, ini kenang-kenangan tau. " Ucap Diana memegang erat plastik berisi baju dan sepatunya.
"Kenang-kenangan? orang dimana-mana kenangan itu seperti foto bukannya baju yang udah kubas itu. " Ucap Rifki sambil menertawakan Diana.
"Jangan banyak komentar deh, gunakan mulut dan suara seperlunya saja. " Ketus Diana.
"Apa kau mau makan? " Tanya Rifki mengalihkan topik pembicaraan.
"Tentu saja. Sedari tadi cacing ku lagi dj " Jawab Diana tanpa rasa malu mengakuinya.
"Emangnya cacing mu nge DJ apaan? " Tanya Rifki meladeni ucapan Diana.
"Ampun bang jago... sorry bang jago... ampun bang jago... " Diana menyanyikan lirik lagu dengan telapak tangan saling menyatu.
Rifki tertawa melihat tingkah Diana. Ada saja jawaban Diana yang membuat ia tertawa.
Rifki dan Diana pun berjalan untuk keluar dari mall. Rifki berhenti dan mematung melihat seseorang.
"Kenapa berhenti? " Tanya Diana namun tak di jawab Rifki.
"Itu kan... " Batin Rifki dengan mata tertuju pada seseorang. Tatapannya seperti sedang memendam amarah. Entah apa yang ada dalam pikiran Rifki.
"Ada apa? apa semut sedang menyebrang jalan lagi? " Tanya Diana asal.
"Mana ada semut menyebrang di mall. " Jawab Rifki asal sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain. Rifki berjalan lebih dulu meninggalkan Diana.
"Hei tunggu. " Ucap Diana berlari kecil menghampiri Rifki yang sudah jauh berjalan.
kata Khan peta ,,,
😅😂🤣 ithu Khan kata Dora ,,,
smga kedepan'a lebih seru dan menghibur,,,😅