NovelToon NovelToon
Jodoh CEO Lumpuh

Jodoh CEO Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Terpaksa Menikahi Suami Cacat / CEO
Popularitas:32.3k
Nilai: 5
Nama Author: Itsaku

Pernah sesekali terlintas untuk pergi dari dunia ini selamanya. Mengakhiri takdir yang telah digariskan, yang terkesan tak adil. Karena sudah terlalu lelah dengan semuanya. Akan tetapi hati kecilnya kerap berkata, 'Jangan...!!'

Hingga suatu ketika dia benar-benar tak ingin melawan lagi. Bahkan untuk protes saja tak bisa dia lakukan lagi. Karena menurutnya itu tidak akan mengubah apapun pada kehidupannya...
Karena ketidakadilan sudah terlanjur mendarahdaging dalam dirinya...
Menjalani semuanya, apapun itu. Hingga tiba waktunya. Itulah keputusan terakhirnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itsaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Takut Jatuh Cinta Lagi

"Mama tidak apa-apa?" Yumna masih sangat mengkhawatirkan perasaan mamanya.

"Mama baik-baik saja, sayang." jawab Sasa.

"Maa..." Yumna meraih tangan mamanya. "Kenapa mereka sejahat itu sama mama?" ujar Yumna kemudian.

"Sudah jangan dibahas lagi. Yang terpenting sekarang kita sudah bersama. Tidak boleh ada yang memisahkan kita lagi, dan memanfaatkan kita untuk kepentingan pribadi mereka." tutur Sasa.

"Iya, ma." balas Yumna.

Yumna memeluk mamanya. Sasa pun membalas pelukan itu. Saat itu Yumna tidak sengaja melihat ke arah Elbara. Dia mendapati Nasya sedang berjalan ke arah suaminya tersebut. Yumna pun mengurai pelukan bersama yang ibu. Yumna tidak suka, jika Elbara melihat Nasya dengan penampilan yang seperti itu.

"Ada apa?" tanya Sasa ketika melihat Yumna menatap lurus ke depan.

Sasa pun menoleh ke arah yang sama. Sebelum dia mengajak Yumna ke sana. Rupanya Yumna sudah pergi duluan. Sasa pun menyusulnya.

Sementara itu, Nasya dengan dress putihnya yang pres body, bagian dada rendah, dan terdapat belahan hingga di atas lutut. Sudah mulai tebar pesona di hadapan Elbara.

"Elbara, kamu sendirian?" ujarnya berbasa-basi. "Yumna mana? Dia tidak datang?" tanya Nasya kemudian.

"Berharap banget aku tidak datang?" sahut seseorang.

Nasya langsung meremas jemarinya, membentuk kepalan yang sangat kuat di sisi dressnya. Kesal, tentu saja. Karena Yumna tiba-tiba muncul. Dan mengacaukan rencananya untuk mencari perhatian pada Elbara.

"Sudah selesai?" tanya Elbara.

Dengan kursi rodanya, Elbara melewati Nasya untuk menghampiri Yumna. Seolah Nasya hanya angin yang tak terlihat.

"Sudah." balas Yumna sambil tersenyum.

"Ma, mama baik-baik saja?" tanya Elbara sambil menatap Sasa.

"Mama...?" batin Nasya.

"Jadi setelah diusir sama papa. Dia benar-benar bergantung sama Tante Sasa. Dan jadi anak angkatnya. Tidak tahu malu." umpat Nasya.

"Seperti yang kamu lihat." Sasa pun tersenyum.

"Mama sudah pesan satu kamar buat kalian. Kalian istirahat dulu sebelum acara dimulai." Sasa memberikan key card pada Yumna.

"Terimakasih, ma." Elbara yang membalas.

"Baiklah, kalau begitu mama mau temui teman mama dulu di bawah." kata Sasa kemudian.

Sasa pun pergi meninggalkan mereka.

"Tuan, mau dibantu ke kamar?" tanya Niko.

"Biar aku saja, pak Niko. Terimakasih banyak." balas Yumna.

"Siap, nyonya." katanya.

Yumna kemudian mendorong kursi roda menuju kamar. Nasya menatap kepergian mereka dengan penuh rasa kesal.

"Biasa saja ekspresinya. Jangan dilihat terus. Nanti iri..." celetuk Niko menyindir Nasya.

"Jangan banyak bicara!!" sahut Nasya dengan ketus.

Niko tak peduli, dia kemudian beranjak juga dari sana. Membiarkan Nasya sendirian dengan kekesalannya.

___

Yumna menutup pintu kamar setelah membawa Elbara masuk. Elbara mendekati kasur, meraih tepian nakas untuk berpindah tempat.

"Biar aku bantu." Yumna mempercepat langkahnya untuk memapah Elbara.

Elbara tersenyum, karena Yumna mulai sering memberikan perhatian padanya.

"Tidak perlu sepanik itu. Sebelum ada kamu, aku sudah biasa lakukannya sendiri." ujar Elbara setelah menarik kedua kakinya ke atas kasur. Dia menyelonjorkan kakinya.

"Hanya saja, sejak ikut terapi, jadi gampang merasa lelah. Tapi kata dokter, itu normal." imbuhnya lagi.

Yumna duduk di sisi Elbara, dia memijat pelan kaki Elbara. Dan Elbara membiarkannya. Karena Yumna sudah terbiasa melakukan itu. Sejak hubungan mereka jadi lebih baik.

"Karena otot-ototnya bekerja keras." sahut Yumna.

"Tadi, apa yang terjadi di dalam?" Elbara mulai ingin tahu.

"Pada intinya, semua akhirnya tahu perbuatan buruk yang disembunyikan kakek nenek, dan orang tua Nasya." jawab Yumna.

"Kasihan sekali, mama. Ternyata selama ini mama cuma mau dimanfaatkan untuk transaksi bisnis." gumam Yumna.

Elbara meraih tangan Yumna, lalu dia mengusapnya dengan sentuhan lembut.

"Tapi mama tak selemah itu. Keputusan mama keluar dari rumah dan hidup mandiri, tak hanya membuat mama jadi perempuan yang kuat. Tapi juga sukses." tutur Elbara.

"Kamu benar. Aku bangga memiliki mama." ujar Yumna.

"Bagaimana dengan aku? Kamu bangga tidak dengan aku, hah...?" Elbara mencoba menggoda Yumna.

"A, aku..."

Ucapan itu seketika membuat Yumna gugup. Hal itu justru membuat Elbara semakin berani. Dia kembali menarik tangan Yumna, lalu meraih pinggangnya agar lebih dekat.

"Kenapa kamu selalu gugup? Apa aku sangat menakutkan?" tanya Elbara sambil menoel hidung Yumna.

"A, aku, hanya..."

"Hanya apa?"

Elbara menatap mata Yumna. Namun Yumna justru memalingkan wajahnya dengan cepat.

"Lihat aku, Yumna." perintahnya dengan suara yang lembut. Tak ada kesan memaksa, apalagi mengintimidasi.

Jantung Yumna berdetak semakin kencang. Dadanya terasa sesak, seolah-olah di dalam ruangan itu tak ada oksigen yang biasa dia hirup.

"A, aku. Aku, hanya..., malu..." ujar Yumna pelan.

"Malu kenapa?" Elbara justru tersenyum. Apalagi wajah Yumna saat itu merona merah.

"Aku ajari kamu biar tidak malu." bisik Elbara.

Tanpa aba-aba Elbara mencuri ciuman pada bibir Yumna. Membuat empuhnya terperanjat hingga matanya terbelalak. Sontak saja Yumna memundurkan wajahnya, dan menutup mulutnya.

"Aku merasa sudah jatuh cinta padamu." ujar Elbara setelahnya.

Yumna semakin tegang, karena tiba-tiba Elbara menyatakan cintanya.

"Dan aku tidak peduli, walaupun kamu tidak bisa membalas perasaanku." katanya lagi.

"Cinta...? Dia mencintaiku...?" batin Yumna.

Tanpa dia sadari, air matanya tiba-tiba menetes. Elbara mengusap air mata itu dengan ibu jarinya.

"Kenapa menangis?"

"Kamu tahu semua yang sudah terjadi padaku. Tapi kamu tidak pernah tahu, seperti apa luka yang tertoreh di hati aku." ujar Yumna. "Aku masih belum..."

Elbara mengulurkan jari telunjuknya, menutup bibir Yumna yang dipoles lipstik tipis-tipis.

"Aku tahu. Karena itu, aku tidak menuntut kamu untuk membalas perasaanku. Kamu hanya perlu tahu. Kalau aku, Elbara. Sangat mencintaimu." balas Elbara.

Yumna bisa merasakan ketulusan Elbara dari setiap untaian kata yang keluar dari bibirnya. Dan sesungguhnya dia juga memiliki perasaan yang aneh terhadap pria itu. Hanya saja, dia belum berani mengakuinya sebagai cinta. Dia masih trauma setelah cinta pertamanya gagal. Karena sebuah pengkhianatan.

"Angkat wajahmu, Yumna. Istri Elbara tidak boleh seperti ini." Elbara kemudian mengangkat dagu Yumna yang sejak tadi menunduk.

"Acara masih satu jam lagi. Mau istirahat dulu, atau kita cari udara segar saja di luar?" ujar Elbara memberi pilihan.

"Terserah kamu saja." balasnya.

"Aku memilih tidur. Mau temani aku?" sahut Elbara.

"Aku, akan menunggumu di sini. Tidurlah." balas Yumna lagi.

"Bangunkan aku sebelum acara." begitulah Elbara berpesan.

Yumna kemudian membantu melepas jas yang dikenakan oleh suaminya. Lalu menarik selimut hingga menutupi perut Elbara.

"Cinta..., aku percaya kamu mencintaiku. Tapi aku tidak berani. Aku tidak mau jatuh cinta lagi. Aku takut kecewa lagi. Maafkan aku, Bara..."

Yumna terus menatap Elbara yang sudah memejamkan matanya.

___

Di kamar yang lain. Pak Imron sudah selesai menatar Pak Jodi dan Bu Indri.

"Saya akan memaafkan kalian. Asal kalian bisa membuat Elbara terikat dengan kita. Dengan cara apapun. Persetan dengan dua pembangkang itu. Lenyapkan saja mereka bila perlu. Saya tidak peduli lagi. Saya tidak sudi punya anak durhaka!!" ujarnya dengan tegas.

Bu Indri menatap suaminya, menanti jawaban apa yang akan dia berikan pada pak Imron.

"Pa, jangan seperti ini. Nanti kualat." tegur bu Lina.

"Kualat itu hanya untuk anak durhaka yang tidak patuh!" balasnya membantah.

"Papa benar-benar keras kepala. Kalau sampai terjadi sesuatu pada Sasa dan Yumna, papa pasti akan jadi orang pertama yang menyesal!!" Bu Lina tak mau kalah.

"Itu tidak akan terjadi!!!" serunya dengan lantang.

"Kalian, para perempuan. Memang tak berguna!! Pergilah...!!" titahnya dengan teriakan yang melengking.

Bu Lina pun mengambil tasnya, lalu keluar dari kamar itu. Bu Indri menyusulnya. Dia merasa berada di kubu yang sama dengan mertuanya itu. Dia akan bersekutu dengan ibu mertuanya. Untuk menggagalkan rencana pak Imron dan pak Jodi.

"Ma, mama...!!" panggil Bu Indri.

"Apalagi?!! Tidak perlu merayu saya. Saya juga sangat kecewa sama kamu!!" Bu Lina menunjuk Bu Indri dengan penuh amarah.

"Bisa-bisanya kamu mengelabui kami selama bertahun-tahun...?!!" geramnya.

"Maafkan saya, ma. Saya benar-benar menyesal." ujarnya bersungguh-sungguh.

"Maa, kita tidak perlu perdebatkan masalah ini lagi. Yang terpenting sekarang, kita harus gagalkan rencana papa dan mas Jodi. Karena target mereka adalah Elbara. Sangat beresiko buat kehidupan keluarga kita ke depannya." tutur Bu Indri.

"Saya hanya ingin menebus kesalahan saya pada Yumna. Saya tidak akan membiarkan mereka menghancurkan hidup Yumna lagi." batin Elbara.

Bu Lina tampak sedang berpikir. Menantunya itu benar. Tapi ada satu hal yang membuatnya tergerak untuk menyetujui saran Bu Indri. Menebus kesalahannya di masa lalu, pada Sasa dan Yumna.

"Kita tidak tahu rencana mereka. Lalu, bagaimana cara kita menggagalkannya?" gumam Bu Lina.

"Mama benar. Tapi mas Jodi sempat bilang, dia akan menjebak Elbara bersama Nasya. Dan membuat nama baik Yumna hancur malam ini. Tapi..., entah seperti apa rencana mereka..." balas Bu Indri.

"Kita lihat saja nanti. Acara akan segera dimulai. Ikut mama menyambut tamu." ujar Bu Lina.

"Baik, ma." balas Bu Indri.

Keduanya berjalan menuju lift. Mereka akan pergi ke ruangan yang sudah dipesan untuk acara pesta hari itu.

......................

1
Mita Paramita
Dewi mau jadi pelakor 🤣🤣🤣
aku
tanggung jawab tor!!! aku merinding 😭😭😭😭
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Mita Paramita
🔥🔥🔥elbara sukses bikin Yumna hamil
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
aku
waahh papa bara bner2 ye 😌
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Mita Paramita
lanjut 🔥
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Reni Anjarwani
ada2 aja cobaan yumna dan el pengganggu hubungan mereka selalu muncul
Reni Anjarwani
licik bgt
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
doubel up
.~.☆YSN☆.~.
lanjutttt
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel. up
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel trs makin seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!