NovelToon NovelToon
Liora Dan Sunyi Yang Berdarah

Liora Dan Sunyi Yang Berdarah

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Mafia / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siska putri

Hampir tiga tahun menjalani rumah tangga bersama Lucas Ethan Harrington sang mafia penguasa berbahaya hingga Liora Grace percaya bahwa cintanya akhirnya berlabuh dengan tenang. Namun keyakinan itu runtuh ketika masa lalu Lucas kembali hadir seorang wanita yang pernah mengisi hatinya sebelum Liora.
namun , siapa sangka jika sebenarnya Liora lah orang yang paling berbahaya dan kejam hingga hampir seluruh dunia begitu memburu dan mengharapkan kematiannya.
apa yang sebenarnya terjadi pada Liora ?
bagaimana jika hal yang sebenarnya adalah Liora telah mengulang waktu ? atau adakah seseorang yang sengaja membangkitkan jiwanya?

yukssss baca kelanjutannya 💃🏻🔥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siska putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

akhir yang di pilih

Cahaya itu tidak meledak.

Ia tidak menghancurkan.

Ia… menghapus . menghapus begitu saja sebelum segalanya menjadi putih.

Tidak ada suara. Tidak ada rasa. Tidak ada waktu.

Hanya kehampaan.

Lucas tidak tahu berapa lama ia berada di sana. Satu detik ... dua detik ... Satu jam..atau seribu tahun—semuanya terasa sama. Namun di tengah kekosongan itu, satu hal tetap ada.

Suara.

“Lucas.”

Pelan seolah berbisik dan terasa familiar

Lucas membuka mata.

Ia tidak lagi berada di Pulau Helios.

Di sekelilingnya terbentang ruang luas tanpa batas, seperti dunia yang belum selesai diciptakan. Lantai transparan di bawah kakinya memantulkan cahaya lembut, sementara langit di atasnya kosong, tanpa warna.

Dan di depannya—

seorang pria tua berdiri dengan tenang.

Rambutnya putih seluruhnya, namun posturnya tegap. Tatapannya tajam, penuh pengalaman, dan… anehnya terasa dekat.

Lucas menyipitkan mata.

“…siapa kau?”

Pria itu tersenyum tipis.

“Kau benar-benar tidak ingat?”

Ada sesuatu dalam nada suaranya yang membuat dada Lucas terasa sesak.

Pria itu melangkah mendekat.

“Sudah lama sekali sejak terakhir kita bertemu… cucuku.”

Dunia seolah berhenti.

Lucas membeku.

“…apa?”

Pria itu menghela napas pelan.

“Aku kecewa. Empat belas tahun, dan mereka benar-benar berhasil menghapus semuanya.”

Lucas menatapnya tajam.

“Kakekku sudah mati.” ujarnya dengan sarkas.

“Tidak,” jawab pria itu tenang. “Yang mati hanyalah tubuhku.”

Ia mengetuk pelipisnya sendiri.

“Kesadaranku… dipindahkan.”

Seketika, potongan-potongan memori yang selama ini terkunci mulai bergetar dalam pikiran Lucas.

Laboratorium.

Api.

Jeritan.

Dan seorang pria tua… yang berdiri di antara semua itu.

“Kau…” suara Lucas berubah rendah.

Pria itu mengangguk pelan.

“Namaku bukan Aldrich.”

Ia tersenyum samar.

“Aku adalah pencipta Helios yang sebenarnya.”

Keheningan jatuh.

Lucas mengepalkan tangannya.

“Kalau begitu… semua ini—”

“Adalah rencanaku,” potong pria itu.

Lucas langsung melangkah maju, emosinya akhirnya pecah."Kau membunuh ribuan orang!”

“Tidak,” jawabnya tanpa emosi. “Aku menyelamatkan masa depan.”

Ia menatap Lucas dalam.

“Dan kau… adalah kunci terakhirnya.”

Lucas tertawa dingin.

“Jangan bilang aku bagian dari eksperimen gilamu juga.”

Pria itu tidak langsung menjawab. Namun Sebaliknya, ia mengangkat tangannya sedikit.

Dunia di sekitar mereka berubah.

Visual muncul seperti proyeksi raksasa di sana Sebuah laboratorium tua , di dalamnya Seorang anak laki-laki berdiri di tengah ruangan, dikelilingi api.

Lucas.

Empat belas tahun lalu.

“Proyek Helios pertama bukanlah Liora,” kata pria itu pelan.

Ia menunjuk anak kecil dalam bayangan itu.

“Melainkan kau.”

Napas Lucas tercekat.

“…apa?”

“Tubuh manusia dengan insting yang melampaui logika mesin. Pikiran yang tidak bisa diprediksi. Sistem yang tidak bisa dikendalikan.”

Ia menatap Lucas.

“Kau adalah satu-satunya variabel yang gagal kami pahami.”

“Dan karena itu… kau menghancurkan semuanya.”

Lucas terdiam.

Memori itu kembali.

Ia memang pernah ada di sana.ia memang menghancurkan laboratorium itu.

“Tapi aku tidak berhenti,” lanjut pria itu.

“Dari kegagalanmu… aku menciptakan kesempurnaan.”

Visual berubah.

Liora.

Subjek 17.

Dan sosok lain—versi tanpa emosi.

“Namun aku salah lagi.”pria itu tersenyum tipis.

“Kesempurnaan tanpa emosi… bukanlah kesempurnaan.”

Lucas menatapnya dingin.

“Jadi kau menciptakan dua sisi.”Benar,” jawabnya. “Dan aku menunggu.”

“Menunggu apa?”

Pria itu menatap lurus ke mata Lucas.

“Menunggu kalian bertemu.”

Hening.

“Karena hanya dengan itu… sistem ini bisa lengkap.”

Lucas menggeleng pelan.

“Kau gila.”

“Mungkin,” jawabnya santai. “Tapi lihat hasilnya.”

Dunia di sekitar mereka kembali berubah.

Kini menunjukkan Helios tampak sama namun berbeda.

Tidak ada kehancuran.

Tidak ada perang.

Semuanya… tenang.

Sempurna.

“Ini adalah dunia baru,” ucap pria itu.

“Tanpa konflik. Tanpa kekacauan. Tanpa penderitaan.”

Lucas menatapnya lama.

“Dan tanpa pilihan.”

Pria itu tidak menyangkal.

“Pilihan adalah sumber masalah.”

Lucas tertawa pelan.

“Dan itu alasan kenapa aku membakar tempatmu dulu.”

Untuk pertama kalinya, ekspresi pria itu berubah sedikit.

Bukan marah.

Melainkan… bangga.

“Kau benar-benar seperti yang kuharapkan.”

Ia melangkah mendekat.

“Dan sekarang… pilihan ada di tanganmu.”

Lucas menyipitkan mata.

“Maksudmu?”

“Liora sudah mengunci inti sistem,” jelasnya.

“Namun sistem itu tidak bisa mati… tanpa keputusan akhir.”

Ia mengangkat tangannya.

Dan di antara mereka muncul satu panel cahaya.

Dua pilihan.

TERUSKAN SISTEM

HANCURKAN SEMUANYA

Lucas menatap panel itu.

Tangannya tidak bergerak.

Namun pikirannya… kacau.

“Kalau aku memilih menghancurkan…” gumamnya.

“Liora juga akan hilang,” jawab pria itu.

Sunyi.

“Dan kalau aku membiarkannya?”

“Kau akan kehilangan dunia lamamu.”

Lucas menutup mata.

Untuk pertama kalinya sejak semua ini dimulai… ia ragu.

Namun kemudian—

ia mengingat sesuatu.

Senyum Liora.

Tawanya.

Tatapan hangatnya.

Dan kata-katanya.

Ini belum akhir.

Lucas membuka mata.

Tatapannya berubah.

Tenang.

Pasti.

Ia menatap pria tua itu.

“Kau salah satu hal.”

“Apa?”

Lucas tersenyum tipis.

“Kau selalu berpikir ini tentang sistem.”

Ia mengangkat tangannya.

“Tapi ini bukan tentang itu.”

Tangannya bergerak—

dan menekan pilihan.

HANCURKAN SEMUANYA.

Pria tua itu terdiam.

Untuk pertama kalinya… benar-benar terkejut.

“Kenapa?”

Lucas menatapnya.

“Karena aku lebih memilih dunia yang berantakan…”

Ia tersenyum tipis.

“…selama dia ada di dalamnya.”

Dunia mulai retak.

Cahaya pecah.

Sistem runtuh.

Pria tua itu perlahan menghilang.

Namun sebelum lenyap, ia tersenyum.

“Keputusan yang sangat manusiawi…”

Lalu ia hilang.

Segalanya runtuh.

Dan Lucas jatuh ke dalam cahaya.

Suara ombak.

Angin laut.

Dan… keheningan.

Lucas membuka mata.

Langit biru.

Pulau Helios… hilang.

Yang tersisa hanya puing-puing kecil di tengah laut.

Arga tergeletak beberapa meter darinya.

“Ugh… aku hidup?”

Lucas langsung bangkit.

Matanya mencari satu orang.

“Liora!”

Tidak ada jawaban.

Jantungnya berdegup kencang.

“Liora!”

Ia berlari, mencari di antara puing.

Namun—

sebuah suara pelan menghentikannya.

“Lucas…”

Ia membeku.

Perlahan menoleh.

Dan di sana—

Liora berdiri.

Utuh.

Tersenyum.

Namun kali ini… tanpa cahaya aneh di matanya.

Hanya dirinya.

Lucas berjalan mendekat.

Pelan.

Seolah takut ini ilusi.

“Liora…?”

Perempuan itu tersenyum lembut.

“Masih aku.”

Tanpa ragu, Lucas menariknya ke dalam pelukan.

Erat.

Seolah tidak akan pernah melepaskannya lagi.

Arga di kejauhan menatap mereka, lalu menghela napas panjang.

“…akhirnya.”

Langit kembali tenang.

Dunia belum sempurna.

Masih berantakan.

Namun—

masih hidup.

Dan untuk pertama kalinya…

semuanya benar-benar berakhir.

Atau mungkin…

baru saja dimulai.

1
Ria Irawati
jadi ternyata sebenarnya Lucas ekperimen
pojok_kulon
semoga ini akhir peperangan
j_ryuka
masih ada suara
j_ryuka
oh kakeknya
Suo
liora ni bukan manusia ya😭
j_ryuka
jangan kiamat dulu plis 🥺
j_ryuka
waduh ini siapa
Ria Irawati
makin grenget aja bacanya..
rajin update ya thor
pojok_kulon
Liora kamu harus lagi
j_ryuka
acak acak lagi dunia ini
Ria Irawati
update terus ya kak..
ceritanya makin seru
only siskaa: 😭😭 akan author usahakan biar Istiqomah upp 😭😭
total 1 replies
pojok_kulon
Liora harus lebih kuat dari kekuatan Helix
Suo
kok bisa, si liora ni homunculus apa gmna
j_ryuka
pilih pilih-pilih
pojok_kulon
so sweet banget Lucas🤭🤭🤭
Ria Irawati
emang belum selesai Arga.. sabar ya🤭 liat kamu panik aku gemes banget🤣
Suo
selamatkan diriiii😭
Panda%Sya🐼
Bisa-bisanya ya dia berkata manis disaat keadaan genting
Panda%Sya🐼
Aku cuma berharap si Arga nggak bising lagi. Sumpah dia itu kayak pajangan aja disana deh😭😭
Panda%Sya🐼
Hoohh siapa ituuuu🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!