NovelToon NovelToon
Not Young Papa

Not Young Papa

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Mafia / Tamat
Popularitas:181k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Bukannya mendapat ucapan selamat dan pujian, karena telah berhasil menyelesaikan study nya. Kayvaran Cano Xavier malah langsung diberikan misi penting oleh papahnya untuk menyelesaikan masalah di salah satu cabang perusahaan yang ada di Negara X, lebih tepatnya Kota Xennor. Akan tetapi, ini bukan masalah bisnis melainkan persaingan wilayah dengan beberapa klan mafia yang ada di sana.

Namun, bukan itu letak permasalahan utamanya untuk Kay. Melainkan sang adik Axelion Cano Xavier yang masih berusia 8 tahun yang diam-diam menyelinap naik ke pesawat yang akan mengantarnya ke Kota Xennor tanpa diketahui oleh siapapun. Kay menyadari keberadaan sang adik saat pesawat sudah hampir setengah perjalanan.

“Eeeh … orang utusan Tuan Luca ternyata Papah muda! Lihat, anaknya menggemaskan sekali!”


Setibanya di perusahaan dia malah dikira sebagai karyawan biasa dan bahkan dibilang Papah muda karena Axel memanggilnya Papa?

Apakah Kay bisa menyelesaikan misinya sembari menjaga sang adik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Kesalahpahaman Akhirnya Terbongkar

Suara itu berasal dari Ashlyn yang ternyata memutuskan kembali, setelah tidak ada lagi yang menyusulnya masuk ke dalam. Namun, siapa sangka dia malah harus mengetahui fakta bahwa Luca diam-diam sudah menikah lagi dengan wanita yang katanya sangat mirip dengan mendiang kakaknya, bahkan namanya pun sama.

“Ashlyn, aku sungguh tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan? Aku meminta ay untuk pergi ke Kota itu memang untuk mengurus masalah yang ada di sana dan ….”

“Ouh, jadi masalah kau maksud itu istri keduamu?” sela Ashlyn tidak memberikan kesempatan pada Luca untuk menyelesaikan ucapannya.

“Astaga! Mana mungkin aku menduakanmu, Ashlyn! Kau tahu betapa aku mencintaimu, bukan?” Luca benar-benar frustasi menghadapi tuduhan tak berdasar itu.

“Jangan mengelak lagi, Kak! Suamiku dan Noah sendiri yang memberitahukan tentang istri keduamu yang bernama Axlyn itu, bahkan Axel pun tidak segan lagi memanggilnya dengan Mamah dan selalu menempel padanya,” cecar Lucia mengungkapkan Levi dan Noah sebagai sumber fitnahnya. Bukannya membantu kedua orang itu malah menambah masalah baru yang lebih besar untuknya.

“Itu tidak benar! Sayang, percaya ‘lah padaku aku tidak pernah menikah dengan siapapun kecuali hanya denganmu. Hanya kau satu-satunya istriku dan juga ibu dari anakku … sungguh tidak ada yang lain lagi selain dirimu. Aku bahkan berani bersumpah atas nyawaku sendiri.” Luca berusaha menyakinkan Ashlyn yang kini sudah menangis dalam pelukan Mamah Zhia.

“Aku akan memastikannya sendiri! Apakah Levi dan Noah yang berbohong atau kau yang berbohong, Luca!” ujar Ashlyn yang memutuskan untuk langsung memastikannya.

“Benar, Sayang! Mamah akan menemanimu ke sana. Kau tidak akan sendirian, karena ada Mamah dan yang lainnya yang akan selalu berada dipihakmu,” ucap Mamah Zhia semakin memeluk erat menantunya itu.

“Will, siapkan penerbangan untuk kami berdua ke Kota itu sekarang juga. Dan kalian semua tetap di sini, berikan pelajaran kepada anak tidak tahu bersyukur itu,” perintah Mamah Zhia kepada Papah Rayden maupun yang lainnya.

“Baik, Nyonya!” sahut Will.

“Tapi sayang, biarkan aku ikut bersamamu. Setidaknya harus ada yang melindungi kalian—”

“Lucia, kau ikut kami. Laki-laki memang tidak bisa dipercaya begitu saja,” potong Zhia dengan tegas. Entah mengapa anaknya yang berbuat salah, tetapi malah Rayden yang terlihat bersalah dimatanya.

“Oke, Mah!” Lucia pun setuju, “Tapi biarkan Luci memberikan Kak Luca sedikit pelajaran lebih dulu,” sambungnya.

“Terserah, Mamah dan Ashlyn akan menunggumu di mobil!” ujar Zhia yang tidak pedulii lagi dengan nasib putra kesayangannya itu.

Alhasil, Luca benar-benar mendapatkan hukuman atas kesalahan yang tidak pernah dia lakukan. Dia dihajar habis-habisan oleh Rayden dan juga Lucia tanpa ampun, sedangkan Felix, Jaydon dan para istrinya bisa menyaksikan kejadian itu dengan tatapan kasihan kepada Luca.

Will sendiri bergegas menyiapkan penerbangan untuk ketiga wanita itu dengan menggunakan pesawat pribadi keluarga Xavier. Tidak hanya itu Will juga mengabarkan kedatangan mereka kepada Levi dan yang lainnya agar bisa menjemputnya begitu tiba di sana.

...****************...

Beralih kembali pada Levi, Kay dan yang lainnya ….

“Apa saja yang kalian laporkan? Tidak … Siapa saja yang sudah kalian beritahu tentang ini … maksudnya apa yang sudah kalian katakan pada mereka tentang dia?”

“Sepertinya ada masalah penting yang ingin kalia bicarakan. Lebih baik aku pergi dulu, setidaknya keadaanmu sudah membaik sekarang. Terima kasih untuk semuanya, Tuan Kay!” pamit Axlyn yang merasa tidak seharusnya dia tetap berada di sana.

Tanpa menunggu jawaban dari Kay maupun yang lainnya, Axlyn langsung pergi begitu saja meninggalkan ruangan tersebut. Baik Kay maupun Axel tidak menghentikannya, karena benar ada masalah serius yang harus mereka bicarakan untuk sekarang.

“Tentu saja apa yang kami lihat dan apa yang kami berdua ketahui yang ada di sini. Aku hanya memberitahu istriku, sedangkan dia memberitahu Kakek dan Nenek kalian. Namun, mungkin saat ini beritanya sudah menyebar,” jawab Levi dengan santainya.

“Pah … Eeeh, maksudnya Kak Kay, Paman Levi dan Kak Noah sepertinya telah mengira bahwa Mamah Axlyn … maksudnya Kak Axlyn sebagai Mamah baruku, istriku Papah Luca,” celetuk Axel mengutarakan dugaannya sejak awal.

“Benarkah itu? Apakah yang kalian laporkan kepada Bibi Lucia, Grandpa dan Grandma tentang Papahku yang memiliki istri baru di sini?” tebak Kay dengan benar.

“Memang itu kenyataannya, bukan? Axel bahkan terus memanggil wanita itu dengan sebutan Mamah,” tukas Noah secara tidak langsung membenarkan.

“Astaga, mati kita semua! Axel, bukankah Kakak sudah bilang sejak awal jangan memanggil wanita itu dengan sebutan Mamah seenaknya. Sekarang lihat ulahmu, Papah pasti sedang dalam masalah sekarang. Lalu bagaimana dengan perasaan Mamah?”

Baru juga sadar, kini Kay kembali dipusingkan dengan masalah baru yang secara tidak langsung adiknya itu ciptakan.

“Kenapa kita harus mati? Mungkin Papahmu yang sedang sekarat sekarang, karena hukuman dari Papah Rayden dan Mamah Zhia, belum lagi hukuman dari istriku,” cecar Levi bisa memperkirakan nasib Luca saat ini.

“Itu masalahnya! Wanita tadi bukan istri Papah, dia hanya wanita yang ingin bekerjasama denganku tapi aku terus menolaknya. Akhirnya dia menggunakan Axel untuk terus mendekatiku, sedangkan sejak awal Axel sudah memanggilku Papah semenjak kami tiba di Kota ini. Makanya wanita itu menyuruh Axel untuk memanggilnya Mamah. Intinya wanita itu bukan siapa-siapa untuk Papah maupun untuk kami berdua.”

Kay pun mengungkapkan fakta yang sebenarnya, lalu sudah bisa dipastikan betapa terkejutnya Levi dan Noah setengah mengetahui fakta yang sebenarnya dari Kay. Levi langsung terduduk lesu, sedangkan Noah sudah hampir pingsan jika saja tidak bersender di dinding.

Siapa sangka semua itu hanya salah paham dari pikiran mereka berdua, terutama Levi yang langsung mengambil kesimpulan begitu saja dan langsung melaporkan tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu.

“Sepertinya kita benar-benar akan mati sekarang, Dad! Lihat ‘lah, istrimu bersama dengan Nenek Zhia dan Bibi Ashlyn sedang menuju kemari sekarang.”

Seolah raganya sudah tidak bernyawa lagi, Noah memperlihatkan isi pesan yang dikirimkan oleh Will padanya yang jelas mengatakan bahwa Zhia, Ashlyn dan Lucia tengah menuju ke Kota Xennor. Dan sudah jelas bukan apa tujuan ketiganya? Tentu untuk memastikan kebenaran dari laporan yang Levi dan Noah berikan tentang adanya istri kedua Luca di sana.

“Noah … Cepat cari tempat perlindungan teraman di dunia. Karena sebentar lagi sepertinya kiamat akan segera menghampiri kita berdua.”

Levi benar-benar panik bukan main saat itu, dia bahkan bisa membayangkan betapa marahnya Lucia, Mamah Zhia dan Ashlyn bahwa semua itu hanya kesalahpahaman saja.

“Makanya kalau Axel mau menjelaskan itu di dengarkan baik-baik,” celetuk Axel dengan tampang polosnya seolah kesalahpahaman ini tidak berasal dari dirinya.

Bersambung ….

1
Zahrotul Sita
seruuuuuu, lanjutin thor semangat yaa😍
Tary Even
wkwk Axel gitu lo🤣
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍
Tutik Karlos
axlyn masih hidup


cinta pertama nya luca
Mirna
ceritanya sangat bagus, semangat thor buat cerita berikutnya🤗
Cucu Mat Kilau
tidak jemu membaca cerita Dr phopo nira
Fahmi Ardiansyah
kak cerita ini di lanjutkan LG ya aku suka ceritanya
Susi Bule
endingnya begitu menyakitkan dan bikin membingungkan untuk ke 3 pihak 🥰
Susi Bule
Spencer beruntung sekali kau satu sadar kau melihat musuh mu yang tidak ingat dengan perbuatanmu sampai dia hilang sebagian memori hidupnya 😭
Susi Bule
semoga Kay mengingatmu Axlyn
Susi Bule
walaupun Kay hilang sebagian ingatannya masih ada Axlyn yang akan membawa ingatan itu kembali
Susi Bule
Zhea selamat kau sudah berhasil dalam tugas mu sebagai dokter walaupun dia musuh saudaramu Kay 🥰
Susi Bule
masa masa kritis yang di alami keluarga Xavier
Susi Bule
Spencer tuailah yang kau tanam sendiri
Susi Bule
malah ada lagi ini mendaftarkan diri buat mati di tangan keluarga Xavier 🤣
Susi Bule
kerja sama keluarga Xavier tidak ada yang bisa untuk menjadikan suatu motivasi sebuah hubungan yang begitu hebat walaupun diantara mereka tidak sedarah 🥰
Susi Bule
omak istri bocah psikopat sudah turun tangan nih 🥰
Susi Bule
waduh dendam lama belum tuntas 😭
Susi Bule
ada dendam apakah antara Spencer dan Leon hingga bisa bersamaan datang sama Rayden dan lucia berserta Luca 🥰
Susi Bule
Kay ulur waktu seberapa kamu bisa sampai bantuan dari papa dan bibi mu datang 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!