NovelToon NovelToon
Sahabat

Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Persahabatan / Identitas Tersembunyi / Keluarga & Kasih Sayang / Mafia
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: pemuja keindahan

Ini adalah kisah awal persahabatan antara Fatan Darmawan dan Jimy Adhitama. Kisah yang berfokus pada saat pertemuan pertama kedua manusia yang akan menjadi sahabat baik ini. Kisah masa lalu yang terjadi sebelum Fatan membenci wanita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pemuja keindahan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 32 Dia Sekarat?

Fatan sedang berdiri sendirian di balkon menikmati suasana malam. Malam ini sungguh indah, rembulan bersinar sempurna dengan di temani bintang-bintang, sangat cocok untuk menghabiskan waktu di bawah bintang.

Fatan sedang memandang langit ketika ia teringat akan kejadian saat di kampus hari ini. Fatan segera masuk kedalamnya kamar untuk mengambil ponsel. Ia duduk di tepi ranjang.

"apa penyebab seseorang muntah darah?" gumam Fatan sembari mengetik di ponselnya, ia berselancar di internet untuk mencari tau apa yang terjadi pada Jimy. Jimy belum juga menjelaskan pada Fatan sesuai janji beberapa saat yang lalu.

"penyebab seseorang mengalami muntah darah, pertama; Peradangan di kerongkongan (esofagitis) yang menyebabkan luka

Pecahnya varises esofagus, yaitu pembuluh darah yang membesar di kerongkongan

Pecahnya varises lambung

Pecahnya pembuluh darah arteri yang menonjol di dinding lambung (Dieulafoy’s lesion)

Robeknya dinding kerongkongan (sindrom Mallory-Weiss)

Peradangan di lapisan lambung (gastritis)

Tukak lambung dan penyakit GERD

Peradangan pada usus dua belas jari (duodenitis)

Luka di usus dua belas jari (ulkus duodenum)

Cedera parah pada area perut

Tumor atau kanker pada lambung, kerongkongan (esofagus), atau pankreas" Fatan membaca dengan cukup keras hasil pencariannya di internet.

Fatan gemetaran setelah membaca hasil pencariannya di internet.

"apa Jimy sakit parah?" gumam Fatan

"tapi dia terlihat baik-baik saja" Fatan mengingat lagi keadaan Jimy saat di kampus setelah ia muntah darah

"dia bahkan terlihat sangat sehat" lanjut Fatan

"jangan-jangan dia sedang sekarat?" gumam Fatan, ia kembali merinding mengingat Jimy yang ternyata sedang sekarat menurutnya.

"aku akan pastikan besok" lanjut Fatan.

Fatan melanjutkan berselancar di internet, mencari informasi lebih lanjut. Fatan tampak begitu asik dengan pencariannya, rasa penasaran dan kekhawatiran menyelimutinya, hingga ia bahkan tak bisa berhenti mencari informasi terkait muntah darah yang di alami Jimy, mulai dari gejala-gejalanya, ataupun tindakan yang harus dilakukan.

Kegiatan Fatan memakan waktu hampir sepanjang malam, ia baru jatuh tertidur ketika waktu menunjukkan pukul tiga dini hari. Panggilan masuk di ponselnya menyandarkan dari tidurnya yang baru sebentar.

Fatan mengangkat ponsel yang masih ia genggam. Waktu menunjukkan pukul delapan pagi, ini adalah kali pertamanya Fatan bagun terlambat, biasanya ia akan bangun lebih pagi untuk berolahraga, meskipun hari libur atau ketika ia tak ada jam kuliah pagi. Nama Lili tertera di layar ponsel, dengan mata mengantuk Fatan menjawab panggilan kekasihnya.

"selamat pagi sayang" sapa Fatan

"sayang, baru bangun ya?" balas suara lembut Lili dari seberang

"iya sayang, baru bangun" balas Fatan yang masih telentang di atas ranjang, satu tangannya ia gunakan untuk menutup matanya yang masih sedikit berat untuk di buka

"tumben banget baru bangun sayang, apa ada sesuatu yang salah?" tanya Lili penuh perhatian

"tidak ada sayang, semalam aku tidur terlalu larut" balas Fatan

"apa sayang sedang mengerjakan sesuatu sehingga tidur terlalu larut?" tanya Lili penuh perhatian pada kekasihnya

"ada hal yang membuatku penasaran sayang, jadi tanpa sadar aku mencarinya hingga larut malam" balas Fatan

"soal apa sayang?" tanya Lili. Fatan menceritakan apa yang membuatnya kepikiran dan apa yang ia lakukan sepanjang malam.

"aku mandi dulu ya sayang, sebelum ke kampus aku akan mampir ke tempat mu" ucap Fatan

"iya sayang, sampai jumpa" balas Lili

"iya, sampai jumpa" balas Fatan lagi sebelum panggilan telepon yang memakan waktu hampir empat puluh menitan itu berakhir

Fatan bangkit dari posisi tidurnya, ia tampak kacau, mata sayu karena kurang tidur, rambut panjangnya sangat kusut, ia berjalan dengan lesu menuju kamar mandi.

Selesai dengan aktivitas paginya, Fatan keluar kamar dan turun ke lantai satu, menuju meja makan untuk sarapan, ia sudah rapi dengan kemeja slim-fit + Celana Chino+Sneakers, di tambah ia menguncir bagian atas rambutnya hingga sebatas telinga, selebihnya ia biarkan tergerai begitu saja, rambut yang panjang hingga pinggangnya itu menjuntai dengan indah dengan warna gelapnya. Fatan begitu menyukai rambut panjang, itulah mengapa pria tampan ini memanjangkan rambutnya hingga batas pinggang, rambut berwarna sangat gelap dan terawat, bersanding dengan ketampanan wajahnya dan bentuk tubuh yang sangat bagus.

"selamat pagi tuan muda" sapa seorang wanita yang belum terlalu tua, ketika Fatan tiba di ruang makan

"pagi bu" balas Fatan

"ayah dimana bu?" tanya Fatan pada wanita itu yang merupakan pengasuhnya sejak kecil

"tuan besar sudah berangkat ke kantor tuan muda" balas ibu pengasuh

"anda terlambat bangun pagi ini tuan muda" lanjutnya

"begitulah bu" balas Fatan. Fatan memulai sarapannya.

🌹

Pukul sepuluh Fatan tiba di kampus, ia memarkirkan mobilnya. Begitu turun dari mobil ia mengedarkan pandangan menyapu area parkir, tujuannya hanya satu, mencari mobil milik Jimy, penglihatannya langsung menangkap mobil hitam milik Jimy yang terparkir rapi disana.

"ternyata dia sudah datang" gumam Fatan. Pria tampan itu melangkahkan kakinya keluar dari area parkir, sepertinya menuju ke kelas. Karisma Fatan membuat banyak wanita menyukainya, dan beberapa pria membencinya, sepertinya karena kalah bersaing, meskipun Fatan tak pernah bersaing dengan siapapun, tetapi para pria itu selalu merasa tersaingi oleh Fatan yang tak melakukan apa-apa, karena ia sudah tampan bahkan tergolong sangat tampan.

"aku harus tanya padanya saat ini juga, aku tidak ingin kepikiran seperti ini" Fatan mempercepat langkahnya menuju kelas untuk menemui Jimy

"sial, aku malah khawatir padanya, aku sudah gila" gerutu Fatan lagi, namun nyatanya Fatan khawatir pada keadaan Jimy, apalagi setelah ia mencari informasi tentang muntah darah di internet semalam.

Ketika Fatan tiba di kelas, Jimy sedang duduk disana, ia sedang tertawa bersama para gadis cantik, entah mengapa para gadis begitu menyukai Jimy. Jimy tampak sangat manis, ketampanan yang aneh, ketampanan yang berpadu dengan kecantikan.

"dia tampak baik-baik saja" gumam Fatan

Selamat menikmati 😁 salam manis untuk pembaca 🥰🥰🥰 Jangan lupa untuk follow ig author ya 6113_dimas🤭

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!