Bereinkarnasi ke tubuh saudara kembar lain, lalu berusaha membalaskan dendam Ren dan Rin dan juga dendam mereka atas kematian nya.
Jin dan Jen adalah saudara kembar mafia yang dulu sangat berkuasa di dunia, tetapi apa sebab kematiannya...
Baca novel ini, dan lihat cara mereka membalas dendam!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon °•MCR.20•°, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33
Beberapa saat kemudian Jean pun jadi semakin terpojok sehingga kemungkinan dia kalah sangat besar. Akhirnya Jean pun memutuskan untuk menjauh dari Kyoto terlebih dahulu.
"Gila! Jean yang selama ini terlihat sangat hebat dan tak terkalahkan bisa jadi terpojok seperti itu!" kata Liam.
"Ngomong-ngomong apa kau yang mengajarkan teknik itu Arend? soalnya aku tidak pernah melihat kau mempelajari teknik mengejutkan seperti itu" tanya Zena pada Arend.
"Sebenarnya aku hanya memberi sedikit arahan, yang mengembangkan teknik itu adalah Kyoto sendiri" jawab Arend pada Zena.
"Memang bagaimana cara menggunakan teknik seperti itu?" tanya Xian pada Arend.
Setelah itu Arend pun menjelaskan cara kerja dari teknik yang digunakan oleh Kyoto saat melawan Jean. Saat itu semuanya pun paham kalau hanya orang tertentu yang bisa menggunakan teknik tersebut. Setelah selesai bertanya pada Arend, semuanya pun lanjut menonton pertandingan sengit antara Jean dengan Kyoto. Pada saat itu Jean sudah mencoba berbagai teknik untuk membuat badan Kyoto kaku, tapi sayangnya Kyoto mempunyai reflek yang bagus sehingga Jean menjadi bingung untuk mengalahkannya. Akhirnya Jean pun terpaksa melawan Kyoto dengan berduel seni bela diri. Pada saat itu kemampuan Jean terlihat lebih rendah dari Kyoto sehingga Jean terlihat akan kalah. Beberapa saat kemudian Jean dan Kyoto masih berduel, duel itu sangatlah sengit karena tidak ada satupun dari mereka mau mengalah. Walupun Kyoto terlihat sangat menguasai teknik tersebut, sebenarnya dia belum menguasai teknik tersebut. Oleh karena itu di tengah duelnya dengan Jean, dia pun kehilangan keseimbangan dan terpeleset. Saat itu Jean pun mendapatkan banyak celah untuk memukul titik sarafnya, sehingga Jean lah yang menjadi pemenangnya.
"Yahh... sangat disayangkan kalau Kyoto kalah, padahal kalau dia menang aku jadi bisa mengejek Jean sepuasnya hahaha...!" kata Jin sambil tertawa.
"Sepertinya Kyoto akan menjadi senjata rahasia gang Venom kalau begini" kata Zena.
"Kalau begitu akan berusaha merebut Kyoto dari gang Venom!" kata Xian pada Zena dengan percaya diri.
"Memangnya kau berani merebut Kyoto dari guru?" tanya Zena pada Xian dengan tatapan meremehkan.
"Tentu saja aku tidak bisa berani!" jawab Xian pada Zena.
"Dasar kau ini, memangnya kemana kepercayaan dirimu yang tadi hah?" tanya Liam pada Xian.
"Kepercayaan diriku masih ada kok! tapi aku sudah menyembunyikan nya! haha.." jawab Xian pada Liam dengan diakhiri tawa pelan.
"Kalian ini ini selalu saja berisik dimana pun, bisakah kalian diam untuk sementara!?" tanya Arland dengan kesal.
"Kita bisa diam, tapi bisakah kau berbicara dengan lebih santai hah!?" kata Zena pada Arland dengan nada menantang.
"Makin dilihat... makin mirip anjing sama kucing ya kalian" kata Arend pada Arland dan Zena.
"Siapa yang kau sebut anjing dan kucing!?" teriak Arland dan Zena pada Arend dengan bersamaan.
"Wah... sekarang jadi mirip pasangan yang lagi bertengkar" kata Arend pada Arland dan Zena.
"Hei! asal kau tau... seleraku itu lebih tinggi dari dia!" kata Zena pada Arend dengan kesal.
"Memangnya kau pikir aku juga mau dengan mu!? ogah banget tau! lagian pasangan kayak singa betina gini siapa yang mau!" kata Arland pada Zena.
Saat pertandingan ketiga mau dimulai, Jean pun merasa terganggu karena mendengar suara ribut Arland dan Zena.
"Hei kalian! jika kalian masih tidak bisa diam, aku akan mematahkan tangan kalian!" kata Jean pada Arland dan Zena dengan tatapan tajam seperti singa yang mau menerkam mangsanya.
Setelah itu Arland dan Zena pun langsung terdiam. Saat Arland dan Zena sudah diam, pertandingan ketiga pun dimulai. Pertandingan ketiga adalah pertandingan antara Jean dengan Theo. Saat Jean melihat 5 bersaudara yang sedang latihan sebelumnya, Jean tau bahwa Theo paling berbakat dari yang lainnya. Pada pertandingan ketiga ini, Theo berencana menggunakan teknik yang dia sarankan pada Arend untuk membimbing nya dalam mempelajari teknik tersebut. Teknik yang dimaksud Theo adalah teknik campuran. Teknik campuran adalah kumpulan dari berbagai teknik yang dikembangkan dan di gabung-gabung oleh Theo dan Arend. Saat tau akan melawan Jean, Theo mengubah sedikit teknik campuran tersebut dengan menambahkan beberapa teknik yang dia pikirkan sendiri. Pertama dia menggunakan teknik berjalan sesuai irama. Walaupun dia tau bahwa Jean tetap akan menyadari keberadaannya, karena teknik berjalan sesuai irama yang diajarkan Arend adalah teknik berjalan sesuai irama yang tidak sempurna. Oleh karena itu Theo berpikir untuk memanfaatkan kekurangan tersebut dalam melawan Jean. Pada saat Theo melakukan teknik berjalan sesuai irama dan mendekati Jean, Jean berpikir kalau teknik yang akan dilakukan Theo pasti akan sedikit mirip dengan teknik yang dilakukan oleh Haru dan Ryu. Saat Jean berpikir seperti itu, sebelumnya Theo sudah memperkirakan hal tersebut walaupun ada kemungkinan Jean tidak akan berpikir seperti itu. Setelah Theo sudah melakukan teknik berjalan sesuai irama hingga berada hampir dekat dengan Jean, dia pun langsung berteriak dengan keras sehingga semua perhatian tertuju pada dirinya. Saat Theo berteriak, sebenarnya yang berteriak bukanlah dirinya yang asli. Pada saat itu Theo menggunakan teknik memperbanyak diri seperti Ryu, tapi Theo hanya membuat 1 bayangan saja. Setelah selesai membuat bayangan, dia pun melakukan teknik yang sangat sulit. Teknik sulit tersebut adalah teknik menghilangkan hawa keberadaannya, keberhasilan dari pertandingan tersebut bergantung pada teknik menghilangkan hawa keberadaan. Saat Theo sudah menghilangkan hawa keberadaannya, dia pun berjalan memutar ke arah Jean. Jean saat itu masih belum menyadari keberadaan Theo yang sebenarnya karena dia masih mengira bahwa Theo yang di depannya adalah Theo yang asli. Pada saat Theo sudah hampir dekat dengan Jean, dia pun langsung berlari dengan kecepatan tinggi ke arah Jean. Setelah itu Jean pun langsung sadar bahwa Theo yang di depannya hanyalah bayangan untuk mengelabuhi dia. Pada saat Theo sudah dekat dengan Jean, dia pun langsung membuka tangannya seperti mau memukul Jean. Melihat hal tersebut, semuanya yang menonton pun kaget karena mereka baru sadar kalau mereka dikelabui oleh teknik Theo. Saat Jean melihat Theo membuka tangannya, dia pun reflek menghindar. Walaupun Jean sudah menghindar, tapi Theo tau bahwa Jean pasti akan menghindar. Saat Jean menghindar, Theo langsung mengubah arah untuk melakukan serangan. Jean pun saat itu terkejut, tapi dia sudah tidak bisa menghindar lagi. Sebenarnya Theo membuka tangannya bukan untuk menyerang Jean melainkan dia berencana menggunakan teknik mengunci tubuh lawan agar lawan tidak bisa bergerak. Liam yang melihat Theo mengunci tubuh Jean malah melihat Theo seperti memeluk tubuh Jean, sehingga dia pun jadi sangat kesal.
"Woy! ini pelanggaran! dia melecehkan Jean dan bukan bertarung!" teriak Liam pada Theo dengan kesal.
"Tenang dikit... ini itu bukan pelecehan, tapi teknik mengunci tubuh memang seperti memeluk orang" kata Jin pada Liam sambil memegang bahu Liam.
"Tapi sama saja dia mengambil keuntungan dalam kesempitan!" kata Liam pada Jin dengan raut wajah orang cemburu.
"Sepertinya tambah lama kau jadi makin posesif, padahal kau ini kan belum jadi pasangan Jean" kata Kaily pada Liam.
Bersambung....
sejak kapan ban buldoser bisa kempes?
Baca novelku judulnya 'Secret Marriage'. tentang pernikahan yang penuh dengan RAHASIA. Klik foto profilku buat baca...
Baca dulu sinopsisnya dan 3 episode awal.
Membawa Fav,
Salam Dari karyaku ya...
MAKASIH..