Lucia seorang Gadis yang sangat mencintai Abraham bahkan ia meminta kedua orangtuanya untuk menetap di indonesia selama beberapa tahun, hingga akhirnya mereka bertunangan, di saat Lucia merasa Abraham akan jadi miliknya, ada satu kenyataan pahit yang Lucia terima saat itu, Abraham tidak menganggapnya sebagai seorang wanita melainkan Lucia di mata Abraham sudah seperti adik kandung.
Hal itu membuat Lucia kesal sekaligus marah, terlebih lagi Abraham mencintai orang lain.
Ia pada akhirnya menyerah pada takdirnya yang tidak bisa bersama Abraham, Lucia tidak ingin memaksa Abraham untuk bersama dengannya karena setiap manusia berhak untuk bahagia dengan pilihannya sendiri.
" Kak Abraham jangan pernah berpikir untuk mendapatkan cinta dariku lagi perasaanku kepadamu sudah hilang di telan waktu,"
"Kau selamanya Milikku Luc, jangan berpikiran untuk menikah dengan orang lain selain denganku, maaf telah melukai perasaanmu selama ini," ucap Abraham sambil menggendong tubuh lucia menuju kamar hotel.
Selamat membaca.
Salam dari Author alay & gila. 😎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ChanHun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
"Awal Baru dari segalanya"
Sudah lima tahun Abraham berada di Amerika mengurus perusahaan pamannya yang sudah begitu berkembang pesat selama ia yang memegang tanggung jawab tiga tahun lalu ketika Henri memintanya untuk menjadi CEO.
Abraham hanya memfokuskan dirinya untuk bekerja sepanjang waktu agar bisa melupakan rasa sakit dihatinya yang tidak pernah pudar lima tahun ini.
" Tuan Abraham, hari ini anda punya jadwal untuk mengontrol Proyek pembangunan"
Ujar Sekretaris yang bernama Fino.
"Jam berapa..!! Aku masih sibuk Jika harus pergi sekarang"
Balas Abraham tanpa menoleh ke arah sekretarisnya ia masih mengetik melihat ke arah Komputernya.
"Sore Nanti tuan, dan setelah itu ada pertemuan makan malam dengan Klien"
Kata Fino tetap mempertahankan wajah dan Sifat profesionalnya.
"Baiklah kau hubungi saja kau jika sudah waktunya... Keluarlah dari ruanganku"
Ucap Abraham dingin.
Fino kembali ke maja kerjanya ia sudah kenal betul dengan CEO barunya itu, Abraham dikenal sangat Dingin dan kurang mengepresikan wajah kepala seluruh Pegawai, bahkan ada beberapa wanita yang mendekatinya tetap saja Abraham tidak tertarik dengan wanita manapun.
Semakin hari Abraham semakin tidak tersentuh oleh apapun, Bahkan hanya dengan tatapan darinya orang-orang akan menghidari wajah menakutkan itu.
Fino melanjutkan pekerjaannya yang sudah menumpuk sebagai satu-satunya Sekretaris ia harus bekerja lebih keras lagi.
"Aku sangat capek.. " keluh fino merentangkan tangan ke atas.
Ia memikirkan sesuatu yang selalu membuatnya penasaran...
"Kenapa ada orang yang Dingin seperti itu.. Betapa sialnya aku setiap hari harus berada di dekatnya"
"Entah Tuan Abraham bisa seperti itu, kudengar-dengar ia bukan Anak dari Tuan Henri tapi keponakannya"
Guman Fino kepada dirinya sendiri ia sempat mendengar kabar dari beberapa pegawai tukang gosip yang berada di perusahaan tersebut.
***
Sore hari..
Fino mendatangi Abraham di ruangnya dan memberitahukan mengenai Jadwal dari Abraham.
" Tuan sudah waktunya anda untuk pergi kesana, mereka sudah mempersilakan dan menunggu kedatangan anda untuk mengontrol proyek pembangunan"
Ujar Foni.
Abraham menghentikan pekerjaannya lalu berdiri tanpa banyak kata ia melangkah keluar dari perusahaan untuk menuju Proyek pembangunan tersebut ia di ikuti oleh Fino dan beberapa orang yang mengawalnya.
Sampai disana....
Abraham menyampaikan saran dan Kritik atas kekurangan proyek tersebut dengan wajah serius, para pekerja yang mendengarnya hanya mengamatinya dan melakukan yang saran untuk mereka .
"Fino kau bagikan ini kepada mereka dan berikan makanan yang layak, ah satu lagi jika pekerjaan mereka meningkatkan dari sekarang ini berikan kenaikan gaji"
Ujar Abraham sambari menatap melihat proses pembangunan gedung tersebut.
"Baik Tuan.. "
Jawab Fino dengan cepat, ah meski Sikap Abraham sangat dingin ia juga mempunyai sisi yang berbeda yaitu murah hati.
" Ingat yang satu ini, ini terakhir kalinya aku mengontrol secara pribadi kedepannya mintalah direktur lain untuk melakukan tugas ini dan melaporkannya kepadaku.. "
Ujar Abraham lagi, ia bukannya ingin berhenti mengontorl namun ia tau bahwa para pekerja merasa tidak nyaman dengan kehadirannya.
Fino melaksanakan seluruh perintah dari Abraham, lalu mereka pergi lagi ke tempat pertemuannya dengan Klien di restoran tidak jauh dari tempat pembangunan Proyek tersebut .
Dengan cepat Abraham menyelesaikan seluruh kesibukannya, pertemuan dengan Klien hanya berlangsung setegah jam saja, dengan otak yang cerdas Abraham mudah untuk membuat para Klien untuk bekerja sama dengannya.
"Fino.. Kau pulang saja duluan tidak usah menungguku, aku ingin sendiri saat ini"
Ujar Abraham setelah pertemuannya.
"Tapi... Tuan apa yang akan anda lakukan sendiri di sini"
Tanya Fino heran baru kali ini Tuannya itu tidak ingin di temani olehnya.
"Kau pergi saja.. Jangan banyak tanya"
Abraham menyegirkan keningnya tidak suka, ia hanya ingin sendiri tanpa gangguan dari orang lain.
.
.
.
.
.
Tbc.....?!! 😀😀😀