NovelToon NovelToon
Perjodohan Menjadi Cinta

Perjodohan Menjadi Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:14.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hamidah.S

Ashila Nur Hamidah
Seorang hijabers cantik dan baik yang dijodohkan orang tuanya dengan Rayhan Yahya Al-abshory, seorang yang menabraknya pada saat berangkat ke kampus.

Rayhan Yahya Al-abshory
seorang lelaki tampan bak pangeran kerajaan tetapi mempunyai sifat dingin dan selalu bertindak semena mena, dia adalah seorang CEO ternama yang mempunyai banyak perusahaan terkenal, dia merasa terkejut karena dia di jodohkan oleh orang tua nya dengan wanita yang tak dikenalnya.

Akankah mereka menerima perjodohan ini????

tunggu kelanjutannya hanya disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamidah.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 Perasaan Aneh

Kini Rayhan sudah tiba di kantor. Pria tinggi dan putih itu segera masuk ke ruangannya. Setibanya di sana, ia segera mendudukan bokongnya di kursi kebesarannya, tumpukan berkas kerja telah menantinya.

Saat Rayhan sedang menandatangani beberapa berkas, tiba-tiba saja ia teringat Ashila dan kecupan tadi di mobil. Ia tertawa kecil mengingat kejadian itu.

"Bahkan rasa manis bibirnya masih kerasa," gumam Rayhan sambil memegangi bibirnya sendiri.

Rayhan tersadar ketika ponsel di saku celananya berdering. Ia merogoh saku celana dan mengambil benda pipih tersebut. Nama 'My dear' tertera di layar ponsel.

"Argh.. mau apa dia nelepon gue!"

Rayhan segera menggeser tombol berwarna merah. Ia membuang wajah kesal, rasanya sangat muak jika ia harus berurusan dengan Renata kembali.

"Lebih baik gue hapus nomornya aja."

Baru saja Rayhan akan menekan tombol delete. Tiba-tiba terdengar suara pintu, ia pun mematikan ponselnya lalu menaruhnya di meja kerja.

Rayhan pun bersuara dan menyuruhnya masuk. Ia mendongak saat pintu ruangan terbuka, seorang wanita mendekatinya yang tak lain adalah Sekertarisnya.

"Pak, saya mau ambil berkas-berkas yang sudah Bapak tandatangani."

Rayhan pun menyerahkan berkas-berkas yang ada di hadapannya pada Arin. "Ini."

"Iya, Pak. Terima kasih."

"Oh ya, Rin. Apa saja jadwal saya hari ini?"

"Jam satu nanti Bapak ada meeting dengan Klien dari Batam."

"Ada lagi?"

"Sudah, Pak. Tidak ada lagi."

"Ok kalo gitu."

"Baik, Pak. Kalo begitu saya permisi dulu." Arin beranjak pergi dari ruangan Rayhan.

"Berarti gue bisa jemput Shila pulang kampus dong," gumam Rayhan terlihat antusias.

Rayhan menyenderkan kepalanya di senderan kursi. Matanya menatap langit-langit kantornya. Tangan kanannya terangkat untuk mengendurkan dasinya, entah kenapa hari ini ia merasakan hal berbeda, lagi-lagi bayangan wajah Ashila selalu hadir dipikirannya. Benarkah ia telah jatuh cinta dengan gadis remaja berumur 19 tahun itu?

**

Waktu munjukkan pukul 15.30 WIB. Ashila sudah keluar dari kelasnya ia kini sedang menunggu taksi.

"Aduh.. ni taksi kemana sih, kok nggak lewat-lewat."

"Ayo masuk!"

"Enggak usah, Kak. Aku mau nunggu taksi ajah."

"Udah gak papa. Ayo masuk."

Ashila pun segera masuk ke dalam mobil Azmi. Sungguh sangat canggung rasanya saat ia duduk di samping Kakak seniornya itu.

Di sepanjang jalan, hanya keheningan yang terjadi di di dalam mobil, Ashila lebih

Kriuukk!

Suara perut keroncongan memecahkan keheningan di dalam mobil. Ashila membulatkan matanya lebar, sedangkan Azmi hanya terkekeh pelan mendengar itu.

"Shila, gimana kalo kita makan dulu."

"Euu.. gak usah, Kak," jawab Ashila tampak malu-malu. Ia tau, pasti laki-laki yang berada di sampingnya ini mendengar suara perutnya yang keroncongan, benar-benar memalukan!

"Gak papa, ayo. Aku traktir deh. Kamu tau gak makanan yang enak di sekitar sini?"

"Gimana kalo kita makan baso di sana ajah. Itu baso langganan aku, Kak," ucap Ashila menunjukan sebuah gerobak baso di pinggir jalan yang terlihat ramai.

Azmi menatap gerobak baso yang Ashila tunjukan. "Kamu yakin baso di sana higenis?"

"Insyaallah higenis, Kak. Sekalian kita bantuin mereka biar dagangan mereka laku, Makanan di pinggir jalan juga gak kalah enak kok sama makanan yang di restoran-restoran mahal."

"Ini Shil, yang bikin aku jatuh hati sama kamu. Udah cantik, rasa peduli kamu sama orang lain juga tinggi. Kamu begitu sempurna di mataku, Ashila." batin Azmi.

"Yaudah ayo."

Azmi menepikan mobilnya di parkiran yang tersedia di sana. Ia dan Ashila keluar dari mobil dan berjalan menuju tempat kedai baso.

"Assalamualaikum, Paklek." Ashila menyapa Penjual baso yang sudah akrab dengannya.

"Waalaikumsalam. Eh Mbak Shila, lama ya gak mampir ke sini."

"Hee.. iya Paklek."

"Silahkan duduk, Mbak."

"Terima kasih, Paklek."

Ashila pun duduk di kursi plastik yang yang memang sudah disiapkan untuk pembeli. Sedangkan Azmi hanya berdiri mematung di sebelah kiri Ashila.

"Kak, ayo duduk." Ashila menepuk sebuah kursi di sampingnya, mempersilahkan Kakak seniornya untuk duduk.

"Ah..iya." Azmi pun langsung mendudukan dirinya di sana.

"Mau pesen baso opo toh, Mbak?" tanya Penjual baso itu dengan logat khas jawanya.

Ashila tersenyum ke arah Penjual baso tersebut. "Seperti biasa aja, Paklek."

"Kalo Masnya?"

"Eu.. saya samain aja sama perempuan cantik samping saya ini, Pak."

"Oh siap Mbak, Mas. Tunggu sebentar, yo."

Penjual baso itu pun segera menyiapkan baso pesanan Ashila dan Azmi. Tak lama kemudian, baso pesanan mereka pun sudah siap.

"Ini basonya. Selamat menikmati, yo," ucap Penjual baso sambil menghidangkan dua mangkok baso mercon pada Ashila dan Azmi.

"Makasih, Paklek."

"Makasih, Pak."

ucap Ashila dan Azmi bersamaan, mereka pun saling berpandangan sejenak, lalu saling tertawa satu sama lain.

"Iyo sama-sama. Ini pacarnya Mbak Shila, yo?"

Ashila dan Azmi kembali berpandangan beberapa detik, Ashila segera melepaskan kontak mata mereka dan beralih menatap Penjual baso.

"B-bukan, Pak. Kita cuma temen."

"Oh. Bapak kira pacarnya," ucap Penjual baso

"Kalo dianya mau mah, saya gak keberatan, Pak." batin Azmi.

"Kak, ayo makan basonya."

"Ah..Iya." Azmi memasukan satu sendok kuah baso ke dalam mulutnya.

"Emh.. enak banget, Shil. Kamu bener, rasanya gak kalah dari makanan restoran."

"Bener kan kataku."

Azmi sesekali tersenyum pada perempuan pujaan hatinya. Tanpa sengaja ia mengelap bibir Ashila yang belepotan karena ada sisa makanan di sudut bibirnya.

"Maaf.. ada sisa makanan tadi."

"Ee.. makasih, Kak." Spontan pipi Ashila langsung memerah, ia langsung mengelap sudut bibirnya yang sebenarnya sudah tidak ada sisa makanannya.

1
MARWAN ERMADI
klu nulis cerita jgn wanita solehalah nggak covo lu nulis wanita soleha kesannya murahan
MARWAN ERMADI
katanya istri soleha masa pergi sama laki laki yg bukan mahrom
MARWAN ERMADI
laki laki ngapain ngamuk nggak jelas
Olly O Krisen
👌❤️
Sugix Krisnawan
sangat menarik
Hasanah Ana
pelakor di depan
icha pratiwi
Biasa
Xzip_92
BULSHIT.... DULU CINTA KAK AZMI. MAU DI AJAK KEMANAPUN.
SEKRANG KATANX CINTA SAMA SUAMI??
MENJIJIKKAN WANITA SAMPAH
Xzip_92
BESOK JALAN DAN MAKAN2 SEKALIAN KALO MAU DI AJAK KE HOTEL LANGSUNG JWB MAU AJA
Xzip_92
MAKANX JADI WANITA JGN KELEWAT MURAHAN. MAU JALAN SAMA SIAPA AJA
evi raihan fikri
lanjut cerita Azka sama keyla ,,, Nisa sama Azmi juga
Arvisha
azmi tar tiba tiba azka nih emang azka juga kenal ama si sila lieur euy
Arvisha
ultah kita samaan sil😅
Rina Maria
3210366562
Uti Supiyati
azka
Aisyah Rizky
alhamdulillah akhirnya sadar jg.bhagiakn mrk ya thour
Rasipah
kl jadi ceo pasti punya asisten ,lha ini malah diancam tak berkutik ama cewek lagi ,jadinya kurang seru
sari emilia
nah lbh baik sih sbnrnya kl rey mati biar crt nya ga muter....persemingkuhan dll dan crt nya sekesai 😀
Purwati
ditunggu cerita kayla da azka please cepet up nya thorr
sari emilia
aku tu paling ga sk tau agama tp ga aturan dlm agama...sableng aja jd ga nyambhng aja dgn gaya2 umi abi....cinta ga cinta tdur 2 kasur napa....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!