NovelToon NovelToon
Dipaksa Suami Menerima Istri Siri!

Dipaksa Suami Menerima Istri Siri!

Status: tamat
Genre:Pelakor jahat / Pelakor / Poligami / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:51.6k
Nilai: 5
Nama Author: niya_23

Alya, seorang wanita lembut dan setia, tak pernah membayangkan rumah tangganya yang terlihat sempurna harus terguncang oleh kenyataan pahit. Suaminya, Reza, yang selama ini ia percaya dan cintai sepenuh hati, tiba-tiba membawa wanita lain dan memperkenalkannya sebagai istri sirinya. Hancur dan terluka, Alya dipaksa menerima kehadiran orang ketiga dalam hidupnya, meski batinnya menolak keras.

Namun, hidup tak semudah menelan kenyataan
Alya harus menghadapi dilema antara mempertahankan rumah tangganya demi Ibunya atau memperjuangkan harga dirinya yang diinjak-injak. Perlahan, rahasia demi rahasia tentang rahasia istri sirinya mulai terungkap, membuka luka lama dan menguji batas kesabaran Alya. Mampukah cinta bertahan saat kepercayaan telah dikhianati? Ataukah Alya akan menemukan kekuatannya sendiri untuk berdiri dan memilih jalannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon niya_23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Sejak proyek besar Alya dan Dirga sukses besar. Nama Alya kini lebih dikenal di lingkungan perusahaan bukan lagi sebagai “Istri Direktur”, tetapi sebagai perempuan cerdas yang mempunyai ide brilian dan etos kerja tinggi.

Namun, di tengah keberhasilan dan kebahagiaan Alya itu, ada seseorang yang masih bergulat dengan masa lalunya yaitu Reza.

Sejak kejadian malam penuh amarah itu, hidupnya berantakan. Hidupnya nyaris bangkrut, reputasinya hancur, dan setiap malam ia dihantui rasa bersalah. Ia sering bermimpi melihat wajah Alya yang ketakutan malam itu, membuatnya terbangun dengan napas tersengal dan mata basah.

Suatu hari, tak sengaja Reza membaca berita di internet tentang proyek sosial yang Alya dan Bu Desi gagas: program “Rumah Layak Anak” di kawasan yang dulu menjadi lokasi proyek Ardianto Group.

Ada foto Alya tersenyum, memegang helm proyek di tengah anak-anak kecil. Senyuman itu sama seperti dulu membuat dada Reza sesak. Tapi kali ini, bukan karena cinta tetapi penyesalan.

“Aku sudah terlalu banyak menghancurkan, mungkin sekarang saatnya memperbaiki.”

Beberapa hari kemudian, Alya menerima email dari seseorang yang ingin berkontribusi dalam proyek sosialnya. Nama di bawah tanda tangan itu membuatnya terdiam lama.

Reza Pratama

Dirga melihat wajah Alya yang berubah saat membaca email itu. “Dia lagi ganggu kamu lagi?” tanyanya khawatir.

Alya menggeleng pelan. “Nggak, sayang. Sepertinya dia cuma mau bantu.”

Dirga terdiam sejenak, lalu berkata dengan nada berat, “Kalau kamu merasa ini baik, aku nggak akan halangi. Tapi aku tetap bakal awasi semuanya.”

Alya tersenyum lembut. “Aku tahu.”

Beberapa minggu kemudian, Reza datang ke lokasi pembangunan Rumah Layak Anak. Rambutnya sedikit acak-acakan, wajahnya tampak lebih tirus, tapi matanya kali ini tenang.

Ketika melihat Alya di sana, ia langsung menunduk hormat.

Alya,” katanya pelan. “Terima kasih sudah kasih aku kesempatan buat bantu.”

Alya menatapnya dengan hati-hati. “Aku kasih kesempatan karena aku percaya orang bisa berubah.”

Reza tersenyum getir. “Aku nggak pantas dimaafin, tapi aku janji nggak akan ganggu kamu lagi. Aku cuma mau ngelakuin sesuatu yang benar kali ini.”

Sejak hari itu, Reza benar-benar menepati janjinya. Ia bekerja keras dalam proyek sosial itu ia mencari donatur, membantu pengadaan bahan bangunan, bahkan turun langsung ke lapangan.

Alya melihat perubahan itu perlahan-lahan. Reza tidak lagi datang dengan aura sombong dan ambisius, tapi dengan sikap rendah hati dan tulus.

Suatu sore, proyek itu akhirnya selesai. Di acara peresmian, Bu Desi berdiri di samping Alya dan Dirga, sementara Reza berdiri agak jauh di barisan belakang.

Ketika acara hampir usai, Alya menghampirinya.

“Terima kasih, Reza,” katanya tulus. “Tanpa bantuanmu, proyek ini mungkin nggak akan selesai secepat ini.”

Reza tersenyum, menatapnya dengan mata yang damai.

Aku yang harusnya berterima kasih. Karena kamu, aku belajar lagi apa artinya memperbaiki diri. Sekarang aku tahu cinta sejati bukan tentang memiliki, tapi tentang mendoakan seseorang dalam diam.”

Alya terdiam. Kata-kata itu begitu sederhana, tapi terasa berat di hati.

Reza melangkah pergi pelan, menatap langit sore yang hangat.

Dalam hatinya, ia tahu penebusan tidak selalu berarti kembali ke masa lalu. Kadang, penebusan adalah ketika seseorang belajar merelakan, dan akhirnya berdamai dengan dirinya sendiri.

Udara penjara hari itu terasa sedikit lebih hangat bagi Nadia. Ia duduk di bangku taman kecil di dalam lembaga pemasyarakatan perempuan. Tangannya sibuk menata pot bunga kecil yang merupakn bagian dari program kerja narapidana yang baru ia ikuti.

Sudah berbulan-bulan sejak ia berhenti mengurung diri di sel. Awalnya, hari-hari Nadia terasa suram, gelap dan penuh penyesalan serta rasa malu. Tapi kini, perlahan, ia belajar menerima kenyataan jika hal ini adalah bagian dari hukuman atas semua perbuatannya. 

Seorang penjaga sel tiba-tiba memanggil Nadia dari jauh.“Nadia! Ada yang datang menjenguk!”

Ia menatap bingung. “Siapa?”

Penjaga itu tersenyum . “Katanya, namanya Reno. Dan dia nggak datang sendiri.”

Nadia masuk, langkahnya terhenti. Di balik kaca pembatas itu, Reno berdiri  membawa seorang anak kecil.

Anak itu tersenyum malu, memeluk boneka kecil di tangannya.

Mata Nadia langsung berkaca-kaca. Ia menempelkan tangannya ke kaca.

“Raya, ini mamah, Nak,” Lirih Nadia.

“Raya…” Nadia mengulang pelan, seolah merasakan nama itu menyentuh hatinya.

Reno tersenyum. “Nama itu sayang cocok untuk anak yang lahir di tengah badai tapi tetap bercahaya.”

Nadia menunduk, air matanya jatuh tanpa bisa ditahan. “Reno, terima kasih sudah merawat Raya dengan baik. Maafkan saya Reno saya menyesal. Dan terima kasih kamu masih mau datang.”

Reno diam sejenak, menatap Nadia lama.

“Saya datang bukan buat menyalahkan, Nad. Saya datang karena tahu, semua orang bisa berubah. Dan saya lihat kamu udah mulai berubah.”

Nadia mengusap matanya cepat. “Aku cuma berusaha nggak gila di tempat ini. Dulu aku pikir hidup sudah selesai. Tapi setiap kali aku lihat perempuan lain di sini yang tetap bisa senyum aku sadar, mungkin Tuhan belum benar-benar meninggalkan aku.”

Reno menatapnya lembut. “Dia nggak pernah ninggalin kamu, Nad. Mungkin ini cara-Nya buat nyuruh kamu berhenti lari.”

Raya menatap ibunya dari balik kaca, lalu tiba-tiba mengangkat tangan mungilnya.

Suara ocehan khas bayi begitu lembut, tapi cukup untuk membuat Nadia terisak keras. Ia menempelkan telapak tangannya di kaca, seolah ingin merasakan kehangatan yang tak bisa disentuh.

“Maafin Mama, Nak… maafin Mama…”

Reno menunduk, matanya juga memerah. “Dia tahu, Nad. Aku cerita ke dia kalau Mamanya orang baik yang lagi belajar jadi lebih kuat.”

Nadia menatap Reno, tersenyum getir. “Kamu terlalu baik, Ren. Aku nggak pantas.”

Reno menggeleng. “Kamu pantas buat kesempatan kedua.”

Beberapa menit kemudian, saat waktu kunjungan habis, Reno berdiri dan menatap Nadia sekali lagi sebelum pergi.

“saya bakal sering datang, Nad. Dan kalau kamu udah keluar nanti Raya pasti senang bisa kenal ibunya.”

Nadia tersenyum samar sambil menahan tangis. “Kalau aku keluar nanti. Aku nggak mau minta banyak. Aku cuma mau bisa nyium kening anakku, sekali aja, sebelum Tuhan ambil napas terakhirku.”

Reno mengangguk pelan. “Kamu bakal punya lebih dari itu, Nad asal kamu terus berjuang kayak sekarang.”

Saat Reno dan Raya melangkah keluar, Nadia masih berdiri di tempatnya, menatap punggung mereka dari balik kaca.

Langit sore di luar sana mulai jingga.

ia berbisik lirih pada dirinya sendiri,

“Mungkin ini bukan akhir. Mungkin ini cara Tuhan ngasih aku kesempatan buat menebus segala dosaku.”

Maaf yah guys baru update anak saya lagi dirawat di RS....terima kasih atas dukungannya jang lupa like...🥰

1
Surati
bagus ceritanya 👍
Didin Wahidin
yg bener aja Thor, ada suster julid
evi carolin
dr awal sdh jelas mamanya Dirga ga suka sama kamu lbh baik ga usah diteruskan ckp hubungan kerja aja ,jelas jelas sifat mmnya Dirga spt itu lbh baik nikmatin hdp smp bertemu jodoh yg meratukan mu ,Dirga bucin ama kamu biar aja kan ada mmnya yg ngerecokin hdp anaknya seterusnya
evi carolin
selamat berbahagia Reza ,selamat atas segalanya , selamat menikmati hidup pilihan mu
evi carolin
perasaan aman tuh kawin lg taunya ketahuan,eh giliran mo dilepas kaya cacing kena abu 😜 panas panas deh rumah tangganya si Reza ama gundiknya apa lg ditambah bukti nikah dia yg terbaru .... yuhuuu .../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
evi carolin
ya iyalah ,masak bisanya ngasih dr milik istri pertama ,keliatan banget ga mampu nafkahin istri kedua,mulai dr nol buat istri kedua ya .... bkn tinggal nyomot punya istri pertama /Joyful//Joyful//Joyful/
Rina Susilowati
poligami hampir semua diawali dengan selingkuh. seperti sewa pelacur, ketahuan baru bilang poligami 😆
Merry Marmut
seru thor
Ma Em
Akhirnya Alya bahagia bersama Dirga dan Arsya , setelah Alya banyak merasakan penderitaan dan berakhir dgn kebahagiaan , terima kasih Thor semoga author selalu sehat dan panjang umur sukses selalu 🤲🙏😘🥰
Lisa Yacoub
ceritanya bagus, thor .....dgn nasehat yg bijak dan menyentuh.
Arieee
bagus👍👍👍👍👍
Arieee
👍👍👍👍👍👍🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰bagus
cinta semu
Bu Rini makin berani .. semoga Alya & Dirga bisa mengatasi ny💪
partini
doa istri Solehah dan ibu itu wow sekali loh
Moms Putri
ceritanya acak adut
Ma Em
Alhamdulillah Alya sekarang sdh hamil , ternyata Alya tdk mandul tapi yg mandul mantan suaminya Alya , semoga Alya dan Dirga selalu bahagia apalagi beberapa blm lagi anaknya akan lahir , semoga pernikahan Alya dan Dirga langgeng .
Ma Em
Semangat Thor semoga anaknya segera sembuh dan sehat selalu 🤲🤲
Jue
Di dunia nyata soal jodoh maut ini terletak di tangan Allah SWT , Restu ibubapa itu hanya syarat untuk melengkapi sebuah bahtera perkahwinan atau lebih tepat perkataan restu itu sendiri datang dari bahasa Sanskrit lama ( Agama Hindu ) , Ketika sudah bertemu dengan orang yang kita rasa tepat maka boleh saja menikah tanpa restu dengan syarat ada wali hakim jangan sampai lari menikah di sempadan pula , Lalu perlahan-lahan ambil hati mentua dengan sikap diri kita yang baik dan ingatlah bahawa sesuatu yang datang pada kita di bawah aturan Allah SWT maka yang maha kuasa adalah sebaik-baik perancang hidup setiap makhluknya di muka bumi ini ..... 💪
Rieya Yanie
biar tahu rasa reza
Ma Em
Bu Desi tdk akan menyesal punya menantu Alya karena Alya orangnya baik , sabar serta penyayang dan pilihan Dirga itu tdk akan salah .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!