Andre dan Indri kembali
Andrean Hadinata memiliki seorang adik angkat yg cantik dan baik hati yang bernama Indrian Hadinata. Tapi mereka terpaksa berpisah karena keluarga kandung Indri mengambilnya kembali.
Perpisahan mereka menjadi awal mula kesedihan dan penderitaan bagi Indri dan Andre.
Mereka berjanji untuk kembali bertemu ketika dewasa.
Apakah mereka bisa kembali hidup bahagia?
Lalu bagaimana dengan hubungan mereka? Apakah akan tetap menjadi kakak beradik yang saling menyayangi dan melindungi satu sama lain? Ataukah hubungan mereka akan berubah menjadi cinta yang tak dapat dipisahkan?
Ikuti kisahnya disini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Agung WIjaya bukanlah orang baik
Tanpa terasa langit sudah berubah gelap. terangnya matahari berganti dengan terangnya sang rembulan. Andre dan Indri telah selesai bermain dan kembali ke hotel. Andre ikut ke kamar Indri dan tidak langusng kembali ke kamarnya.
" Kak, aku mandi dulu ya! "
Indri masuk kekamarnya
Drrt drrt drrrt
Andre berkali - kali menoleh ke kamar Indri melihat sekilas Indri kembali ke kamarnya atau tidak. Berkali - kali ponselnya berdering, akhirnya Andre merainponsel yang tergeletak diatas meje dekat dengan kunci mobil. Andre sesaat mengernyitkan dahinya kemudian menerima panggilan telepon Indri, namun dia tidak bersuara
" Ech Riani,, mau sampai kapan kamu terus saja bersantai dan bersenang - senang disana, hah? Pekerjaan mu disini masih banyak. Bagaimana bisa kamu membiarkan kami yang mengerjakan semuanya? Kamu harus kembali kesini secepatnya, mengerti! "
Terdengar suara wanita dari ujung telepon, Andre tersenyum mencibir sikap Lexa, namun tatapannya begitu menakutkan
" Apa sekarang kamu berubah menjadi gadis tuli? Atau kamu tidak bisa bicara apa - apa? Kenapa kamu hanya diam saja Riani? Jawab aku! "
Lexa mulai kesal dan meninggikana suara karena dia hanya bicara sendiri tanpa mendapatkan response apapun
" Kak, apa yang sedang kakak lakukan? "
" Tidak ada "
Andre terkejut karena Indri datang tiba - tiba ketika dia sedang mendengarkan ocehan dari Lexa. Dengan cepat dia mematikan sambungan teleponnya
" Kamu sedang mencari apa Ndri? "
Andre bertanya pada Indri yang setelah selesai mandi terus saja celingak - celinguk seakan mencari sesuatu
" Ponselku kak, tadi sepertinya aku lupa memasukkannya ke dalam tas. Apa jangan - jangan ponselku tertinggal di mobil tadi? "
Indri terlihat bingung setelah mencari - cari ponselnya dikamar da juga ruang tamu
" Ini, ponsel kamu ada di kakak. Tadi tergeletak begitu saja dibawah, karena itu kakak menyimpannya "
Andre dengan tenangnya memberikan ponsel milik Indri
" Owh begitu,, syukurlah, Indri kira ponselnya tertinggal ketika dimobil tadi "
Indri tersenyum seperti gadis yang polos
" Dasar ceroboh! "
Kata Andre dengan senyum manisnya
\========
Sementara itu dikediaman Wijaya, Lexa sedang berkumpul dengan semua anggota keluarga
" Riani sedang bersama siapa? Tadi aku mendengar ada suara laki - laki bersamanya. Disana sekarang harusnya sudah malam, bagaimana bisa dia bersama seorang pria? Sepertinya dia pergi keluar negeri memang untuk menemui seorang pria kek. Aku mendengar sendiri barusan "
Lexa berbicara sambil menatap ponselnya setelah menghubungi Indri. Dia sengaja ingin membuat Agung marah dengan mengatakan semua pendapatnya
" Apa kamu yakin itu tadi suara seorang pria? "
Tanya ibu Lexa pada sang putri
" Benar mah. Tadi aku mendengar ada seorang pria yang sedang bersama dengan Riani. Aku tidak mungkin salah dengar. Lagipula Riani pergi sendiri, jika itu temannya,,, teman yang mana? sedangkan Riani tidak punya teman. Tentu kita harus mencurigainya bukan. Jangan sampai dia membuat kejadian yang lalu terulang lagi, dimana keluarga kita harus menerima cibiran dari banyak orang "
Lexa berkata dengan sangat yakin dan senyum yang terlihat licik. Sementara matanya mendelik memperhatikan sang kakek yang terlihat kesal
" Sudah, hentikan! Kita akan mencari tahunya ketika dia pulang nanti. Dia sudah berani kurang ajar dengan cara berbohong pada kakek "
Agung berkata dengan tatapan penuh kebencian
" Ayah, tenanglah dulu. Kita tunggu Riani memberikan penjelasannya terhadap kita! "
" Kenapa kamu sekarang ini selalu membela anak haram itu? Selama ini kamu selalu bersikap seakan tidak peduli terhadapnya. Apa yang membuatmu jadi berubah seperti iini? "
Kata Angga kepada istrinya dengan tatapan yang aneh
" Tidak ada. Aku hanya tidak ingin terlibat dengan anak itu karena aku tidak memiliki masalah dengannya. Untuk apa aku harus berhubungan dengan dia? "
Ibu Lexa menjawab dengan acuh tak acuh
\=======
Keesokan harinya Agung menghubungi Indri pagi - pagi sekali
" Halo, kakek "
Sapa Indri begitu dia menerima panggilannya
" Riani, kakek mau sekarang juga kamu kembali ke kemari. Sudah cukup waktu liburanmu! "
Agung berkata dengan nada yang sinis
" Tapi kek, bukankah aku masih memiliki beberapa hari lagi? "
" Tidak. Aku ingin kamu segera kembali kemari! "
" Tapi kek,,,, "
" Tidak ada bantahan. Pulanglah secepatnya! "
Agung membentak Indri bahkan sebelum dia selesai berbicara
" Baik, kakek! "
Indri mengakhiri panggilan teleponnya dengan Agung
" Apa yang terjadi Ndri? Kenapa wajahmu berubah murung seperti itu? "
Tanya Andre yang sedang sarapan bersama dengan Indri
" Kakek memintaku pulang. Aku tidak tahu kenapa, tapi sepertinya dia sedang marah "
Indri dengan wajah murung dan nada sedih menjawab pertanyaan Andre
" Apa kamu akan pulang sekarang juga? "
" he'eh,,, kalau aku tidak menurutinya, kakek akan marah besar. Aku tidak ingin membuatnya marah "
Indri menganggukkan kepala dan tersenyum paksa
" Baiklah, kalau begitu aku juga akan kembali hari ini "
" Jangan kak. Kakak bisa nikmati dulu liburan kakak disini, jangan kembali begitu cepat! "
Indri berkata dengan gelengan kepala berkali - kali
" Untuk apa aku lama - lama disini jika kamu tidak ada? Aku kemari karena ingin bertemu denganmu. Adikku saja pulang, untuk apa sendiri disini? "
Andre menjawab dengan acuh tak acuh
" Kakak kan bisa mencari perempuan atau menikmati keindahan kota ini! Aku akan sangat sedih jika kakak kembali kesana karena aku "
Indri berkata dengan wajah yang sedih
" Bodoh. Bagaimana bisa aku membiarkan adikku pulang sendiri. Sudah jangan membantah lagi! Kita akan pulang bersama dan menggunakan mobil terpisah setelah tiba dibandara, jadi tidak akan ada yang tahu kalau kita pergi bersama "
" Ya sudah, aku mengalah pada kakak. Aku tidak akan menentang kakak untuk pulang bersama denganku! "
" Habiskan sarapanmu! Setelah itu kita bersiap untuk pulang "
Indri hanya tersenyum dengan anggukkan kepala setelah mendengarkan perkataan Andre. Mereka pun melanjutkan sarapan mereka, setelah itu kembali ke kamar hotel untuk mengemasi barang bawaannya masing - masing
" Apa kamu sudah selesai berkemas? "
Tanya Andre yang telah selesai mengemas barang miliknya dan dayang ke kamar Indri
" Ehm,, sepertinya sudah semua. Tidak ada yang tertinggal "
Indri menjawab dengan pandangan yang menyapu tempat tidur juga lemari pakaian
" Kalau begitu kita urun untuk check out! "
Indri hanya menganggukkan kepala kemudian berjalan mengikuti Andre dari belakang
" Sepertinya keluarga Wijaya tidak memperlakukanmu dengan baik? "
Tanya Andre dengan tenang sambil berjalan bersama dengan Indri
" Tidak. Kakak tidak perlu mengkhawatirkan aku! Aku baik - baik saja. Apalagi sekarang aku sudah bertemu dengan kakak. Aku tidak takut apapun lagi, karena aku sudah memiliki tempat bersandar "
Jawab Indri dengan senyum ceria
" Kamu ini masih saja tidak berubah. JIka kamu kesulitan, kamu bisa mengatakannya padaku. Tidak perlu takut atau khawatir akan sesuatu! "
" Aku benar tidak apa - apa kak. Aku pasti akan menceritakan semuanya padamu jika aku mengalami kesulitan "
Kata Indri dengan senyum ramah. Dalam hati dia berkata
" Maafkan aku kak, aku tidak dapat menceritakan padamu kalau selama ini keluarga Wijaya kerap kali memukul ku. Aku tidak ingin kamu menghadapi kesulitan, karena Agung Wijaya bukan orang baik. Dia melakukan apa saja, bahkan membunuh sekalipun! "
jadi penasaran
sedih sekalii....aku smpe gk sdr klo air mata ku mengalir bgtu deras😭😭