NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Zaman Kuno Di Tolong Pemburu Tampan

Terlempar Ke Zaman Kuno Di Tolong Pemburu Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Isekai
Popularitas:25.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

"Bujur buset!"

​Bukan sulap, bukan sihir. Dinda yang seharusnya sudah 'metong' dihantam mobil tronton, nyatanya masih bernapas. Alih-alih terbangun di rumah sakit dengan tubuh hancur, ia justru mendapati dirinya terduduk di tengah rimbunnya hutan belantara.

​Ia masih mengenakan setelan santai jalan-jalannya lengkap dengan sling bag yang masih tersampir di bahu. Isinya pun masih lengkap: ponsel, uang tunai, set peralatan make-up, hingga parfum sweet vanilla kesukaannya.

​"Gila, gue di mana? Masa iya ketabrak mobil, terus kelemparnya sejauh ini?" gumamnya panik.

​Dinda merogoh ponselnya dengan tangan gemetar, berharap bisa menghubungi seseorang. Namun, saat layar menyala, ia justru mematung. Ponselnya terasa asing—seolah baru keluar dari kotak—kosong, bersih tanpa jejak data, tanpa sinyal, tanpa sisa.

​Tiba-tiba, suara dedaunan kering yang terinjak dari balik semak membuatnya tersentak. Dinda menoleh cepat ke belakang.

​Di sana, ia terpaku. Seorang pria berbadan tegap berdiri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 02 Namaku Wira!

"Maksudmu, aku jatuh dari atas sana?" Dinda menunjuk ke arah langit biru yang tertutup rapat oleh rimbunnya dedaunan pohon purba.

​Pria itu mengangguk tegas sebagai jawaban.

​"Enggak, aku beneran tersesat. Entah apa yang terjadi, aku pun enggak tahu. Tiba-tiba saja aku sudah bangun di tempat ini," kata Dinda dengan suara yang mulai bergetar. Matanya berkaca-kaca, mulai merasa takut karena menyadari situasi gila yang tidak masuk akal ini.

​Pria itu menatap Dinda dengan intens, seolah sedang menilai apakah perempuan berpakaian aneh di depannya ini sedang berbohong atau tidak. "Siapa namamu?"

​Dinda mendongak, mencoba mencari simpati dengan tatapan sepolos mungkin. "Dinda! Namaku Dinda. Apakah... apakah kamu bisa menolongku? Kumohon tolong aku, aku ingin pulang."

​Pria itu terdiam cukup lama, memandangi wajah Dinda yang memelas, sebelum akhirnya kembali bertanya, "Dari mana asalmu?"

​"Aku... aku dari Kota C, Provinsi S!" jawab Dinda secepat kilat.

​Mendengar itu, dahi si pria makin mengernyit dalam. "Tempat apa itu? Aku tidak pernah mendengar nama tempat seperti itu sebelumnya."

​Dinda melongo. "Ah, masa, sih? Emangnya kamu tinggal di mana? Di bawah batu?" ceplos Dinda dengan wajah tanpa dosa, meskipun ia sendiri sebenarnya sedang kebingungan. Zaman sekarang masa ada orang yang tidak tahu nama provinsi?

​Pria itu mendengus pelan, seolah memaklumi ucapan Dinda yang terdengar asing baginya. "Aku tinggal di Desa Rejo."

​"Desa Rejo? Di mana itu?" tanya Dinda yang kembali dibuat kebingungan.

​Pikirannya berputar keras. Nama desa itu terdengar sangat... terbelakang alias kuno. Dan seingat Dinda, ia sama sekali belum pernah mendengar nama desa itu di peta mana pun.

•••••••••••

"Sepertinya kau benar-benar tersesat..." kata pria itu pelan. Sorot matanya yang semula tajam perlahan melembut, menyiratkan rasa iba.

​Dinda hanya terdiam, masih mencoba mencerna situasi gila ini.

​"Namaku Wira," ucap pria itu lagi, memperkenalkan diri.

​Dinda mendongak, menatap lekat wajah pria bernama Wira tersebut.

​"Kau ikutlah denganku terlebih dahulu. Nanti kalau ada waktu luang, aku akan membantumu mencari tempat asalmu," lanjut Wira dengan suara beratnya yang menenangkan.

​Ikut dengan dia? Dinda menimbang-nimbang dalam hati. Tapi apa enggak apa-apa, ya? Ah, sudahlah, enggak apa-apa deh daripada aku bingung dan mati konyol di hutan sendirian.

​"Oke, aku ikut kamu!" jawab Dinda spontan.

​Wira mengernyitkan dahi. "Oke? Apa itu oke?" tanya pria itu, benar-benar kebingungan.

​Dinda refleks menepuk dahinya pelan. Aduh, nih laki ketinggalan zaman banget sih... batinnya gemas. Dengan senyum paling kalem yang dipaksakan, Dinda menjelaskan, "Maksudku... iya, aku mau ikut denganmu."

​Wira mengangguk paham lalu berbalik, mulai melangkah memimpin jalan. Dinda pun bergegas mengekor di belakangnya.

​Mereka berjalan membelah rimbunnya semak belukar. Dinda menatap ngeri ke arah kaki Wira. Pria itu tampak sangat santai berjalan tanpa alas kaki di atas tanah hutan yang penuh ranting tajam dan batu.

​Sambil sibuk memperhatikan kaki Wira dan menyamakan langkah kakinya yang lebar dan cepat, tiba-tiba saja Wira berhenti mendadak.

​Bukkk!

​Wajah Dinda sukses menabrak punggung tegap dan keras milik Wira.

​"Auw..." ringis Dinda sembari mengelus hidungnya yang mendadak cenat-cenut. Rasa-rasanya seperti menabrak tembok beton!

​"Hati-hati," kata Wira acuh tak acuh.

​Dinda mendelik sebal ke arah punggung pria itu. Ia memperhatikan Wira yang melangkah ke arah semak-semak lebat, lalu keluar dengan membawa dua ekor ayam hutan berbulu gemuk dan seekor kelinci putih yang malang. Rupanya pria itu habis mengambil hasil buruannya.

​"Mari jalan lagi," ajak Wira tanpa dosa.

​"Wira, tunggu! Kamu jalannya kayak raksasa sih, cepat banget. Aku capek tahu," keluh Dinda dengan napas sedikit terengah. Sifat aslinya yang suka mengeluh mulai keluar karena fisiknya yang jompo tidak kuat diajak gerak jalan.

​Mendengar keluhan itu, Wira lantas memelankan laju langkahnya. Dinda pun mengembuskan napas lega.

​Tak lama kemudian, pemandangan hutan lebat mulai berganti dengan jalan setapak kecil. Di kanan dan kiri jalan, Dinda bisa melihat hamparan lahan yang mirip perkebunan milik warga. Dinda kembali mengernyit bingung.

​Ini sebenarnya di mana, sih? Kok suasananya masih asri banget? Kayak belum tersentuh polusi sama sekali, batin Dinda heran.

​Setelah mengikuti langkah kaki Wira selama hampir satu jam penuh, pria itu akhirnya berbelok menuju sebuah rumah panggung sederhana yang terbuat dari kayu. Di halaman rumah tersebut, tampak seorang wanita tua yang sedang duduk santai sembari memetik sayuran.

​"Mbok, Wira pulang," panggil Wira.

​Wanita tua itu menoleh dan langsung menyunggingkan senyum hangat. Namun, senyumnya seketika luntur berganti dengan ekspresi terkejut saat matanya menangkap sosok Dinda yang berdiri kikuk di belakang punggung besar Wira.

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
lanjut say
RaMna Hanyonggun Isj
👍👍👍👍
RaMna Hanyonggun Isj
Andaikan ada Cream Ajaib yg bgtu. 🤭🤭
Wahyuningsih
lanjut jgn lma2 upnya thor tk inak menunggu yg buanyk klau up thor n hrs tiap hri sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 n makacih tuk upnya
Siti Zaleha
lanjut....
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
ini ngga di lanjutkan ceritanya kak?
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
bagus kok kak
Dewiendahsetiowati
penyelamat Mou Barata sudah datang
Dewiendahsetiowati
malah ngobrol nih Dinda,jadi masak gak sih Dinda🤣🤣
Dewiendahsetiowati
kok diulang ya Thor
Dewiendahsetiowati
wah si mbok tadi ngintip ya 🤣🤣🤣
Wahyuningsih
yaah abiz thor kn q penasaran 🤔🤔 dtnggu upnya kmbli thor yg buanyk n hrs tiap hri jgn lma2 upnya thor tk inaak loh menunggu 😅😅 sehat sellu jga jeshtn tetp 💪💪💪 n makaciiih tuk upnya
Wahyuningsih
mampus jdi irang kok sombong amat.... anat aja gj sombong y gk gaes 🤣🤣🤣
Dewiendahsetiowati
gak usah binggung mbok.itu calonnya Wira sudah dirumah tinggal nunggu sahnya aja
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Ummanya Hil_Ziy: Chek ✔ Makasih Say Sudah Singgah.🥰
total 1 replies
Wahyuningsih
makin segu aja thor..... klau up jgn lma2 thor tk enak menunggu dikau bestari 😅😅 upnya yg buanyk thor n hrs tiap hri sehat sellu jga keshtn tetp💪💪💪 n makaciiiiih tuk upnya
Yulianti Amiruddin
lanjutkan Thor ceritax lgi ini🤣🤣
sasa adzka
😂😂😂 ngadi ngadi ne si othor mah.. ada emang beda dimensi saling bercakap mana jiwa nya pada di mana itu semu😂😂😂 tapi its ok ko.. bagus, keren cerita nya... 😍😍😍 lanjutkan lagi ya up nya kak😍😍😍
Ummanya Hil_Ziy: 😄Haha lucu ya. aku yang buatpun tertawa terbahak-bahak....😊
total 1 replies
Anita Rahayu
yg panjang thor nulisnya🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Anita Rahayu
double up dan panjang thor ceritanya soalnya bagus dan menarik👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!