(***) Karna sebuah kecelakaan motor membuat gian harus merawat hilya dan tinggal bersama di masion miliknya.
kesibukan kedua orang tua hilya membuatnya menyetujui agar hilya tinggal bersama sang pelaku.
Akankah kecelakaan itu membawa benih benih cinta terhadap dirinya dan Gian sang pelaku dalam kecelakaan itu?
Instagraam: @iraurah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 33 - Kesal
Gian menatap jam tangannya tenyata sudah waktunya dia untuk meeting.
"Hilya aku akan meeting dulu sebentar,, kau tunggu aku sampai selesai disini nanti aku akan suruh Angel membawakan mu cemilan supaya kau tidak bosan"
"Oke" Lalu Gian pun menggendong Hilya untuk diduduki di kursi roda.
"Berapa lama Mas meeting?"
"Mungkin sekitar satu jam, tapi akan aku usahakan agar lebih cepat selesai"
"Ya sudah pergilah" Ucap Hilya seakan akan terdengar mengusir.
"Kau mengusir ku?" Tanya Gian yang sedikit meninggikan nada bicaranya.
"Hah? ti.. tidak! siapa yang mengusirmu?" Hilya bingung tiba tiba Gian marah dan menuduhnya tengah mengusir.
Gian menghembuskan nafas kasar. "Sudahlah lupakan, aku pergi dulu" Ucapnya mengusap ujung kepala Hilya sambil berlalu.
Hilya pun mendekati sofa menggunakan kursi rodanya, tak lama Angel masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Ada apa?" Tanya Hilya tanpa basa basi.
"Aku membawakan cemilan" Jawaban yang singkat dengan nada tidak suka.
"Oh.. Letakan saja di meja" Sambil menunjuk meja didepannya.
Angel pun meletakkan beberapa cemilan dimeja dengan sedikit kasar, lalu berdiri depan Angel.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Angel pada Hilya sambil menatapnya tajam.
"Aku? memangnya kenapa?" Hilya malah nanya balik pada Angel.
"Jawab saja pertanyaan ku" Ucapnya ketus membuat Hilya sedikit tidak suka pada perempuan didepannya ini.
*I*dihh... Apaan sih ni cewek, gak bisa apa nanya baik baik. batin Hilya
"Memangnya kenapa kau begitu penasaran tentang siapa aku?"
"Dengar ya! Pak Gian tidak pernah membawa perempuan lain selama aku bekerja disini, jadi aku berhak tau siapa orang yang dibawa Pak Gian kekantor ini" masih dengan nada kesalnya
Apa katanya? aku wanita pertama yang dibawa Mas Gian kekantor? Oh... Pasti wanita ini cemburu denganku,, sebaiknya aku jahili saja orang ini toh mereka juga cuma rekan kerja. batin Hilya
"Kalau aku kekasihnya memang kenapa?" Dengan santai hilya menjawab seperti itu
"APA?! itu tidak mungkin!" Angel semakin menunjukkan ekspresi marahnya dan hal tersebut membuat Hilya makin senang menjahili Sekertaris genit itu.
"Kenapa tidak mungkin?"
"Jelas itu tidak mungkin! mana mungkin Pak Gian memiliki kekasih CAC*T seperti mu" Jawab Angel sambil menekan kata 'cacat'.
Hal itu berhasil membuat Hilya seketika marah dan tersinggung.
"JAGA UCAPANMU!!!"
"Hahaha.... Memang itu kenyataannya! kau bahkan tidak bisa melawan ku sekarang dan kau pasti akan mengadu pada Pak Gian. Cih, dasar wanita lemah" Ucap Angel sambil tersenyum penuh kemenangan.
"AKU BUKAN WANITA LEMAH! akan aku buktikan kalau Gian benar benar kekasihku!" entah kenapa perkataan itu muncul begitu saja dari mulutnya, padahal awalnya ia hanya ingin menjahili Sekertaris genit yang sudah membuatnya ikut ikutan kesal.
Tapi sekarang ia malah terpancing begitu saja.
"Awas saja jika kau benar benar bukan kekasih Pak Gian! kau harus terima hukuman atas kebohonganmu itu" Angel pun berlalu meninggalkan Hilya sendirian dan membanting pintu dengan keras.
Setelah kepergian Angel kini Hilya dibuat uring uringan tidak jelas.
"Aduhh bagaimana ini? kenapa aku harus mengatakan hal itu sihh?! dasar ini mulut tidak bisa diajak kompromi segala,, Huhh"
"Tapi dia tidak boleh sampai tau jika aku memang bukan kekasih Mas Gian! bisa bisa aku mendapat hukuman darinya,,, aku harus buat Sekertaris genit yakin kalau aku ini memang kekasih boss nya"
apa iya lulusan SMA atau masih kuliah gitu udah jadi manajer??
kebayang yah kalo letaknya susah, pasiennya bisa koit 10x, hehhehe