NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Kaisar Pedang

Reinkarnasi Sang Kaisar Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lima ratus tahun yang lalu, Lin Chen adalah Kaisar Pedang Ilahi yang berdiri di puncak Alam Dewa. Namun, saat ia mencoba menembus batas tertinggi kultivasi, ia dikhianati oleh tunangannya, Dewi Teratai Salju, dan saudara seperjuangannya, Kaisar Naga Hitam. Tubuhnya hancur, dan jiwanya tercerai-berai.
​Kini, lima ratus tahun kemudian, jiwa Lin Chen terbangun di Benua Langit Biru, di dalam tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama. Pemuda ini dikenal sebagai "Sampah Terbesar" di Kota Daun Musim Gugur karena meridiannya cacat sejak lahir. Namun, mereka tidak tahu bahwa di dalam lautan jiwanya, Lin Chen membawa Sutra Pedang Kehampaan, sebuah teknik kultivasi purba yang memungkinkannya menyerap energi alam semesta.
​Dimulailah perjalanan Lin Chen untuk merangkai kembali takdirnya, menginjak jenius arogan, menaklukkan naga suci, dan kembali ke Alam Dewa untuk menuntut darah para pengkhianatnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Isi Cincin Gu Tian dan Bayangan Dendam

​Kematian Gu Tian di Arena Hidup dan Mati menyebar ke seluruh Akademi Bintang Jatuh layaknya badai topan. Tidak ada yang menduga bahwa wakil komandan faksi terbesar di akademi itu akan tewas hanya dalam satu tebasan, bahkan tanpa sempat menyentuh ujung baju lawannya.

​Sementara seluruh akademi gempar, Puncak Awan Ungu tetap hening dan damai.

​Lin Chen duduk bersila di ruang kultivasi utamanya. Di atas meja batu di depannya, tergeletak sebuah cincin spasial berwarna perak yang ia ambil dari mayat Gu Tian. Mengingat pemilik aslinya sudah mati, segel spiritual pada cincin itu sangat rapuh. Hanya dengan sedikit dorongan Qi dari Sutra Pedang Kehampaan, segel itu hancur berkeping-keping.

​"Mari kita lihat harta apa yang dikumpulkan oleh anjing peliharaan Jiang Wuya selama ini," gumam Lin Chen.

​Ia membalik cincin itu dan menuangkan isinya.

​Klotak! Klotak!

​Gundukan sumber daya langsung memenuhi meja batu. Mata Lin Chen sedikit berbinar. Gu Tian ternyata sangat kaya untuk ukuran murid akademi tingkat fana.

​Terdapat lebih dari tiga ribu Batu Spiritual Menengah, ratusan botol pil pemulihan dan penambah Qi tingkat tinggi, serta beberapa gulungan teknik pedang Namun, yang paling menarik perhatiannya adalah sebuah kotak kayu cendana hitam yang tersegel dengan formasi es.

​Lin Chen mematahkan formasi itu dengan ujung jarinya dan membuka kotaknya. Di dalamnya tergeletak sebuah akar tanaman berwarna seputih tulang yang memancarkan hawa dingin yang sangat pekat.

​"Akar Teratai Es Berusia Tiga Ratus Tahun!" Lin Chen tersenyum lebar. "Pantas saja Gu Tian mampu menggunakan teknik Tarian Seribu Angin Es dengan begitu cepat. Dia sedang mengumpulkan material untuk menembus Ranah Pembentukan Fondasi jalur elemen es. Sayang sekali, benda ini sekarang menjadi milikku."

​Akar Teratai Es ini, jika digabungkan dengan material beryin ekstrem dari Keluarga Su, adalah kunci yang sempurna untuk memadatkan fondasi Dantian-nya.

​"Dengan sumber daya ini, hanya butuh waktu kurang dari sebulan bagiku untuk menembus ke Ranah Pembentukan Fondasi," Lin Chen menyimpannya kembali ke dalam cincinnya sendiri. "Jiang Wuya... terima kasih atas hadiah kirimanmu."

​Sementara itu, di markas Perkumpulan Naga Sejati.

​DUAAAR!

​Pilar marmer raksasa penyangga aula utama hancur menjadi debu akibat hantaman telapak tangan Jiang Wuya.

​Pemimpin faksi itu tidak lagi duduk santai di singgasananya. Wajahnya yang biasa tampan kini berkerut oleh amarah yang membara. Aura Ranah Pembentukan Fondasi Tingkat 3 miliknya mengamuk, membuat puluhan murid elit yang berlutut di depannya nyaris muntah darah karena tekanan spiritual.

​"Mati dalam satu tebasan?! Dan kalian membiarkan bajingan itu berjalan pergi membawa cincin spasial Gu Tian?!" raung Jiang Wuya. Suaranya menggetarkan seluruh isi aula.

​"K-Kakak Senior Jiang," seorang murid memberanikan diri berbicara dengan suara bergetar. "Teknik gerak Lin Chen sangat aneh. Dia seolah-olah berteleportasi menembus badai pedang Kakak Gu. Selain itu... cincin itu berisi Akar Teratai Es yang Kakak Senior suruh Gu Tian simpan..."

​Mendengar itu, mata Jiang Wuya memerah. Akar itu sangat penting baginya.

​Ia menarik napas panjang, memaksa dirinya untuk tenang. Sebagai seorang pemimpin, ia tahu bahwa menyerang Puncak Awan Ungu secara terang-terangan setelah kekalahan di Arena Hidup dan Mati hanya akan membuat faksi mereka terlihat lemah dan tidak menghormati aturan akademi.

​"Dua minggu lagi," ucap Jiang Wuya dengan suara dingin dan mematikan. "Dua minggu lagi, Ranah Rahasia Makam Pedang akan dibuka untuk seluruh Murid Inti dan Murid Dalam. Di dalam ruang dimensi tersebut, aturan akademi tidak berlaku, dan para Tetua tidak bisa mengawasi kita."

​Jiang Wuya menatap murid-murid elitnya satu per satu. "Kumpulkan semua ahli kita di atas Tingkat 9. Di dalam Makam Pedang nanti, aku sendiri yang akan memisahkan kepala Lin Chen dari lehernya dan mengambil kembali apa yang menjadi milikku."

​Di tempat lain, jauh dari pusat ibu kota, di sebuah lembah beracun yang dipenuhi rawa-rawa hitam.

​Sesosok pemuda dengan separuh wajah yang tertutup topeng besi hitam sedang merendam dirinya di dalam kolam darah mendidih. Tubuhnya dipenuhi bekas luka bakar dan sayatan yang mengerikan. Rahangnya yang dulu hancur akibat tamparan Lin Chen kini disatukan oleh kawat-kawat spiritual hitam.

​Pemuda itu adalah Lin Tian.

​Setelah dipermalukan dan dilumpuhkan di Kota Daun Musim Gugur, Lin Tian dibuang oleh keluarganya. Namun, kebenciannya yang sangat pekat menarik perhatian seorang Tetua dari Sekte Iblis Pemakan Jiwa yang sedang melintas.

​"Arghhh!" Lin Tian menjerit menahan sakit saat energi darah beracun itu meresap ke dalam meridiannya yang sebelumnya hancur, membentuk kembali jalur energi yang baru dan jauh lebih gelap.

​Tetua berjubah tengkorak berdiri di pinggir kolam, tertawa serak. "Tahanlah, Muridku! Teknik Tubuh Iblis Asura ini memang sangat menyakitkan, namun akan memberimu kekuatan yang setara dengan monster purba. Kebencianmu adalah bahan bakar terbaik untuk kultivasi ini."

​Mata Lin Tian yang tersisa memancarkan cahaya merah darah. Bayangan Lin Chen yang merendahkannya di atas arena terus berputar di benaknya.

​"Lin Chen... Aku tidak peduli rahasia apa yang kau miliki," geram Lin Tian di sela-sela rasa sakit yang menyayat jiwa. "Aku akan memanjat keluar dari neraka ini, merobek dagingmu, dan memastikan jiwamu menderita selamanya. Tunggu aku... Aku akan segera datang untuk mencabut nyawamu!"

1
Eddy S
kecewa cerita tanpa kelanjutan episode nya
Anonim: sabar lah bos ya kali langsung tamat
total 1 replies
Eddy S
pasti cerita ga ada kelanjutan nya 🤣🤣🤣cape deh
Albiner Simaremare
lanjut thor
Zero_two
👍👍👍👍
Zero_two
Dewi teratai udah terpesona sama 'kekuatan' terpendam si naga hitam kayaknya/Doge//Doge//Doge//Blush/
Romansah Langgu
Mantap thor,,, bar bar..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!