Malam pertama bagi setiap pasangan Yang saling mencintai adalah suatu malam Yang paling terindah. Berbagi cinta kasih dengan penuh kemesraan tanpa adanya hukum Yang membatasi setiap ungkapan sayang tuk melampiaskannya.
Berbeda dengan pasangan Kapten Jiandra bersama sang bos mafia Yang terlibat dalam sebuah kasus, Yang mengharuskan keduanya untuk saling mengikat janji suci tanpa ada perasaan Yang tercipta di hati keduanya.
bagaimana kisah kapten Dan si bos mafia menjalani cerita hidup berumah tangga mereka...?!
Akankah malam pertama Yang indah bisa mereka rasakan..?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jessica Je, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ayah Ibra
In Lebanon
Ayana menutup sambungan telponnya dengan agung, tangisannya pecah sembari memeluk erat ponselnya. Kerinduan yang selama ini ia rasakan seolah membuncah. Kesedihan akan kepergian agung belum terobati, namun sudah di tambah dengan pertemuan agung dengan istrinya disana.
"Ya Allah takdirku sungguh menyesakkan dada.. "ucap ayana. Ia membenamkan wajahnya di bantal, meluapkan segala kesedihannya.
huwaaaaaaaa...huuuuuuuu
"Ya Allah kuatkan hambamu ini dalam menghadapi cobaan ini, hiks... hiks.. berilah petunjukmu, jika memang dia adalah jodoh hamba mohon... hiks... hiks.. mohon jagalah hatinya Ya Allah.. hiks.. huuuuuuuuuuu"
Suara tangisan menyayat pilu ayana sampai terdengar di luar kamar. Ummah yang tak sengaja melewati kamar ayana ketika hendak ke dapur seketika terdiam mematung di depan pintu kamar ayana. Tak sadar pun air mata ummah ikut mengalir. Ia pun bisa merasakan kesedihan yang dirasakan oleh putrinya.
"Ya Allah kenapa rasa sesakit ini... huuuuu... "
lenguhan pilu ayana masih terdengar.. matanya yang sembab dan hidungnya yang sudah memerah membuat wajah ayana nampak berantakan.
"ummmaaaahhhh... huuuuuuhuuuu"
teriak ayana kala melihat ummahnya membuka pintu kamarnya. ummah mendekati ayana dan seketika memeluk erat ayana.
"Sabar sayang... "
"ummahhh... ana gak sanggup ummah.. hati ana perih.hiks... hiks.. "
"sabar sayang, serahkan semua kepada Allah subhanahu wata'ala.. ummah yakin ana pasti bisa melewati semua ini, Allah tak akan memberikan cobaan kepada hambaNya, diluar batas kemampuan orang itu. kita hanya harus bisa memasrahkan semuanya kepada Allah, hiks.. hiks.."ummah menguatkan sembari memeluk dan mengelus rambut Putri cantiknya.ana menumpahkan semua kesedihannya di pelukan ummahnya. Pelukan itu seolah mengalirkan sedikit kekuatan buat ana.
"Ana mo sholat dulu ummah, belum sholat ashar dari tadi, "dengan suara serak ayana mencoba berdiri. Ia hendak berwudhu di kamar mandi.
"Ya udah ummah ke restoran dulu, nanti kalo kamu udah baikan, kamu ke restoran aja, biar tidak sedih mulu, ya ndukkk"ucap ummah di jawab anggukkan oleh ayana.
Ummah keluar dari kamar ayana, dan ayana pun segera melaksanakan sholat ashar. Dalam doa nya ayana kembali menangis. ia mencurahkan segala keluh kesah dalam hatinya kepada sang pemilik kehidupan. Setelah sholat, ayana memutuskan untuk membaca Alquran. Karena dengan melantunkan ayat suci Al-qur'an, segala kegundahan dan kesedihan ayana sedikit berkurang. tak lupa ayana mengakhiri ibadahnya dengan berzikir. iapun berzikir sampai terlelap di atas sajadah dengan masih mengenakan mukena.
In Jakarta
Setelah pekerjaan mereka selesai, semua yang terkait seperti tim medis dan tim personil TNI kembali ke tempat kerja semula. Mereka diberikan hari libur selama empat hari. Nayla sangat antusias mendapatkan hari liburnya. Dengan membawa bayi mungil yang di temukan saat di lokasi bencana kemaren nayla bergegas ke rumahnya. Walau ia tau bahwa merawat seorang bayi tidaklah mudah tapi nayla tetap bahagia, setidaknya ada seseorang yang akan menemaninya. Ibra ikut mengantar nayla ke rumahnya,karena tadi nayla sempat kerepotan membawa tasnya yang sudah di penuhi dengan botol dan tempat susu oleh si bayi.
"Nay, aku balik ke rumah dulu, mo mandi trus balik ke sini lagi"ujar ibra
"Iya,tapi kenapa balik lagi? "
"Kita akan ke toko bayi, mo beli perlengkapan bayi, emang kamu udah punya baju untuk bayi ini? tanya ibra.
"oh iya aku lupa, tapi bayi ini gak punya baju lagi, "
"Ini "ibra memberikan kantung plastik yang terisi dengan 2 stelah pakaian bayi bersih.Nayla mengerutkan keningnya saat menerima tas itu.
"ini kamu dapet darimana? "tanya nayla.
"Ibu yang kemaren ngasih air panas,kebetulan bayinya juga perempuan, jadi ia memberikan baju ini buat kita, ngomong-ngomong bayi ini akan kamu beri nama siapa?"tanya ibra
"hmmmm bagusnya gimana? aku juga gak tau, apa kita googling aja"nayla mencari ponselnya dan mulai mengusap layar ponsel untuk mencari referensi nama buat si bayi mungil nan cantik itu. Ibra pun melakukan hal yang sama. entah mengapa ibra ikut bahagia merawat bayi itu.
"Gimana kalo Ciara artinya Bersih, putih cantik. "ucap nayla berbinar
"Boleh trus? "
"hmmmmmm... Ciara..... Tuhfah.. artinya hadiah yang cantik, gimana Bagus gak"
"boleh, Ciara Tuhfah, hadiah yang cantik. trus nama belakangnya? "
"ih itu aja, buat apa nama belakangnya? kita kan gak tau siapa nama bapaknya, lagian kemaren aku gak sempat nanya ke ibunya siapa nama bayi ini"ujar nayla.
"Ya udah aku balik dulu. setengah jam lagi aku akan kembali lagi, mumpung ciara masih tidur, biar kamu bisa mandi sekalian, ato aku jagain ciara dulu saat kamu mandi, setelahnya baru aku gantian pulang mandi, gimana? "
"Kayaknya kamu pulang mandi aja dulu, mandinya jangan lama, aku mo mandi di kamar, biar ciara di batasi sama guling ini aja"ucap nayla sembari meletakan guling di sisi bayi mungil itu,
"Aku mandi nya gakan nutup pintu kamar mandinya, biar masih bisa mantau ciara."
"Wah ...mending aku jagain ciara aja kalo gitu"ibra tersenyum nakal ke arah nayla
"ih apaan sih.. mesum deh, udah sana balik, mandinya yang bersih sama Wangi tapi gak pake lama, klo lama aku akan pergi sendiri"nayla yabg tersipu seketika mendorong ibra ke arah pintu.
"iya.. iya aku pulang balik dulu, kamu baik-baik dirumah,"ucap ibra lembut seraya mengelus rambut nayla
"iyah.. kamu jangan lama yah" ucap nayla. ibra mengangguk dan berlalu.
Setelah kepergian ibra, nayla mengunci pintu rumahnya. Ia lalu mendekati bayi ciara yang sedang terlelap tidur, dan menciumnya penuh kasih sayang. Nayla Lalu bergegas ke lemarinya, menyediakan pakaian yang hendak ia kenakan untuk pergi bersama ibra nanti. 10 menit berlalu nayla telah selesai mandi, Iapun Buru-buru memakai bajunya serta sedikit berdandan. Beruntung bayi ciara masih anteng aja dalam tidurnya.
Nayla tak lupa menyediakan pasokan susu buat bayi ciara saat berbelanja nanti. Ia mencuci botol susu, satu botol sudah diisi susu oleh nayla, sedangkan botol yang lain di siapkan saat di toko nanti.
Terdengar suara mobil ibra berhenti di depan rumah nayla, bersamaan dengan kedatangan ibra bayi ciara bangun. Suara tangisan terdengar menggema di rumah nayla. Nayla menggendong ciara dan bergegas ke arah pintu.
"Assalamualaikum ciara"ucap ibra setelah nayla membuka pintu.
"Waalaikum salam om. "ucap nayla menirukan suara anak kecil
"masa om sih, ayah dong.. "
"ih... masa ayah"nayla tersipu malu
"sini ciara sama ayah dulu. "pinta ibra
"nanti aja, ciara mau aku mandikan dulu. "
"oh ya, ini aku udah beli perlengkapan mandi sama bedak dan telon buat ciara. "
"wahhhh.... terima kasih yah... kalo gitu ciara mo aku mandiin dulu"nayla dengan telaten memandikan dan memakaikan baju kepada bayi ciara. sedangkan Ibra menyelesaikan kerjaan nayla tadi saat menyediakan perlengkapan ciara nanti saat berbelanja.
"Wahhh.. anak ayah udah cantik banget, Wangi lagi..sini"ucap ibra seraya mengambil ciara dari gendongan nayla. Nayla buru-buru mengambil tasnya dan tas perlengkapan ciara.
"ayo bra"ucap nayla. Ibra dengan menggendong ciara bergegas keluar rumah, nayla tak lupa mengunci pintu rumahnya. Di dalam mobil bayi ciara anteng dalam dekapan nayla. Ibra tersenyum menatap nayla dan ciara.
"Nay " ibra menoleh ke arah nayla. saat mereka telah sampai di sebuah pusat perbelanjaan.
"Yah.. "ucap nayla menoleh ke arah ibra
"Aku sayang sama kamu"
Nayla menatap dalam mata ibra mencari kebenaran dari perkataannya tadi.
"Aku ingin kita lebih dari ini. maaf jika aku tak membuatkanmu acara lamaran yang romantis. Aku tak ingin membuang waktu lagi. Kamu mau jadi istri aku? mendampingiku hingga tua nanti. menjadi ibu buat anak-anak kita nanti? "ucap ibra dengan wajah serius kepada nayla...
Nayla masih terdiam, tapi matanya sudah mulai berair. ia terharu dengan ucapan ibra. Semula ia menginginkan sebuah lamaran romantis yang dipenuhi sinar lilin dan seribu bunga di tangannya. tapi ibra melamarnya tanpa cincin atau bunga, di dalam mobil pula. Tapi bagi nayla perlakuan ibra begitu romantis..
Nayla pun menganggukkan kepalanya. Ibra lalu melepaskan seatbeltnya dan langsung memeluk nayla. Tak lupa ia pun mengecup pucuk kepala nayla.
"Terima kasih nay, Aku mencintaimu "ucap ibra sembari mengecup lembut kening nayla.
***
TBC
penasaran nih
lama Bgt nunggu nya