NovelToon NovelToon
Dijebak Menikah CEO Beristri

Dijebak Menikah CEO Beristri

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:25.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Eyha

ig : @dora_eyha

Kehidupan rumah tangga yang bahagia menjadi impian bagi setiap pasangan menikah. Namun, jalan terjal selalu siap menantang di masa depan.

Seperti yang dialami Daffin Miyaz Stevano dan istrinya Zafreena Evren Stevano, bertahun-tahun menikah mereka tak kunjung mendapatkan buah hati.

Hingga muncullah rencana gila dari Reena saat melihat Ayasya, janda muda yang di tinggal mati oleh suaminya.

Akankah, Daffin menuruti keinginan Reena?
Lantas, bagaimana nasib Ayasya sang janda muda?

Mari simak kisah romantis penuh haru yang di balut konflik dan intrik pernikahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eyha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BINTANG LAUTKU

Setelah meninggalkan jejaknya di bibirku hari itu, Daffin tidak pernah lagi muncul di hadapanku. Dia hanya mengirimkan beberapa pelayan yang selalu aku tolak setiap harinya.

"Aku hanya ingin di temani Rania, bukan kalian!"

Setiap harinya wajah pelayan itu selalu berganti-ganti karena hasil dari penolakanku. Sebenarnya aku menolak mereka semua dengan harapan Daffin akan membawa Rania kembali dan menjadi temanku, tapi sepertinya Daffin tidak cukup pintar untuk memahami maksudku.

"Baiklah, Nyonya muda, kami akan kembali. Jangan lupa untuk menghabiskan makan malam anda." ucap salah satu pelayan, dia membungkuk hormat sebelum pergi dari rumahku.

Beberapa hari ini, keadaan inilah yang terjadi. Setiap kali waktu makan, akan ada pelayan yang datang kesini dan membawakan makanan untukku. Entah atas perintah siapa, tapi kemungkinan besar itu adalah perintah dari kak Reena karena Daffin tidak akan sebaik itu padaku.

Kini di meja makan sudah tersaji beberapa hidangan laut yang cukup menggugah seleraku. Aku sedikit bingung dengan makanan yang di bawakan para pelayan itu. Mereka selalu membawakan aku hidangan laut yang sangat aku sukai, seolah mereka tahu jika aku sangat menyukai makanan laut.

"Lupakan itu dulu, Ayasya! Sekarang waktunya mengisi perutmu agar hidupmu tidak semakin menyedihkan karena kelaparan."

Satu persatu makanan lezat itu berpindah ke dalam perutku, tanpa meninggalkan sisa sedikitpun. Perutku sampai membesar karena begitu kenyang. Bukan, tapi karena kini kehamilanku mulai terlihat. Perutku sudah mengeras dan akan berbentuk seperti balon beberapa bulan lagi. Ah, membayangkan hal itu membuatku bahagia dan juga sedih di saat yang bersamaan. Bahagia karena sebentar lagi aku akan bertemu baby, tapi aku juga sedih karena tidak akan ada suami yang mendampingiku nanti.

"Kenapa kau juga harus merasakan hidup seperti yang aku jalani." Aku mengusap perutku yang mulai terasa begah. "Apakah nasib burukku menular padamu, Baby?"

Air mataku meluncur bebas. Membayangkan apa yang akan terjadi padaku dan juga calon anakku nanti. Aku tahu betul bagaimana rasanya di lahirkan tanpa seorang ayah, tapi aku janji tidak akan membiarkan anakku lahir tanpa sosok ibu.

"Mommy's here, Baby."

***

Suasana hening menemani setiap malamku kini, tak ada teman apalagi pasangan yang mendampingiku. Aku juga terkurung di dalam rumahku sendiri, tak bisa keluar walau hanya selangkah.

Seperti biasa, aku selalu kelaparan di tengah malam. Aku tak mengerti apa yang salah dengan tubuhku. Setiap tengah malam aku pasti terbangun karena lapar meskipun aku sudah makan begitu banyak sebelum aku tidur.

Dengan mata yang enggan terbuka, aku berjalan menuruni tangga menuju dapur. Berharap ada sesuatu yang bisa aku makan, tapi aku lupa jika aku sudah menghabiskan semua makan malamku tadi dan tidak ada siapapun disini kecuali pengawal yang di tugaskan Daffin untuk mengawasiku.

"Tidak ada yang bisa menenangkan perutku."

Lemari esku ternyata kosong, hanya ada satu batang coklat yang tersimpan disana. Entah kapan aku membeli itu, aku pun tidak mengingatnya. Tidak ada pilihan lain, coklat itu lebih baik daripada aku harus kelaparan sepanjang malam. Walaupun aku harus menanggung resiko kenaikan berat badan yang akan membuatku menjadi seperti bola, tapi sepertinya itu ide yang cukup bagus untuk membuat Daffin menjauhiku.

Malang betul nasibku! Tidak ada makanan, tidak ada uang. Sebenarnya aku punya uang, peninggalan kak Erlan. Hanya saja, aku harus keluar rumah untuk mengambilnya. Aku tak pernah memegang uangku secara pribadi. Semua kebutuhanku menjadi tanggung jawab kak Erlan. Dan sekarang, lagi-lagi aku meratapi nasibku yang tidak bisa melakukan apapun tanpa kak Erlan.

Aku mengambil coklat tadi dan berniat untuk memakannya, tapi saat aku akan membuka bungkusnya aku melihat sebuah tulisan kecil yang tertempel di kemasan coklat itu.

Untuk istri kecilku yang suka makan.

Makanlah coklat manis ini agar hidupmu lebih manis ❤

Pikiranku berpendar, sepertinya aku memang tidak pernah meletakkan coklat ini di dalam lemari es. Ternyata kak Erlan yang menyiapkannya untukku, tapi kapan itu? Kenapa aku tidak pernah menyadarinya?

Bungkusan coklat itu sudah terbuka dan menampakkan sebagian coklat yang menggoda. Meski di iringi deraian air mata, tapi coklat lezat itu tetap memenuhi rongga mulutku dan meninggalkan rasa manis di dalamnya.

Tak sanggup mengingat semua hal manis yang pernah terjadi dalam hidupku, kakiku pun terasa lemas hingga akhirnya aku memilih menjatuhkan diriku di depan lemari es. Tubuhku bersandar disana karena aku memang tidak memiliki sandaran hidup sekarang.

Setengah coklat yang tersisa masih berada dalam genggaman tanganku saat tiba-tiba seseorang memasuki rumahku. Aku pikir mungkin itu pengawal Daffin yang memeriksa keadaan, tapi aku terkejut ketika melihat sosok raksasa Daffin sudah berjongkok di hadapanku yang sedang bersandar pada lemari es.

"Apa coklat itu rasanya pedas hingga membuatmu mengeluarkan air mata seperti itu?" tanya Daffin dengan seulas senyum di wajah maskulinnya.

Aku bergantian menatap Daffin dan coklat yang berada di tanganku. "Tidak."

Sebelah tanganku langsung menghapus air mata yang masih menggenang di mataku. Aku mencoba berdiri untuk menghindari Daffin, tapi tubuhku terasa berat saat aku mencoba untuk bangun. Aku menoleh saat merasakan tangan Daffin berada di bahuku. Wajah garangnya sudah berganti menjadi wajah penuh kasih yang biasa dia tampakkan di hadapan kak Reena.

'Apa dia mabuk? Mungkin dia salah memasuki rumah dan menganggapku sebagai kak Reena.'

"Daffin?" Aku memanggilnya saat kami berdua sudah duduk di sofa.

"Hemm ...."

"Kau bisa mendengarku?"

"Hemm ... kau pikir aku tuli?"

Aku terkekeh mendengar jawabannya. "Bukan begitu, aku pikir mungkin telingamu kemasukan air."

Daffin menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa dan memejamkan matanya, seolah tidak peduli akan kehadiranku. Dia juga tidak menanggapi ucapanku yang mencela dirinya.

"Daffin?"

"Hemm ...."

Jawabannya yang seperti itu sejak tadi membuatku semakin penasaran. Aku ingin tahu dia mabuk atau tidak, tapi dia hanya mengeluarkan suara aneh itu setiap kali aku bertanya.

"Apa kau baik-baik saja?"

"Hemm ...."

"Aku rasa kau tidak baik-baik saja, karena kau hanya mengeluarkan suara hemm-hemm saja. Pasti ada yang salah dengan tenggorokanmu."

Daffin membuka matanya sekejap dan berdecak, tapi kemudian dia kembali memejamkan matanya.

'Membuatku semakin penasaran saja.'

"Daffin?"

"Hemm ...."

"Apa kau mabuk?" Jariku menusuk-nusuk lengan kekar Daffin yang masih terbalut jas mewahnya.

"Hemm ..."

Dugaanku benar, Daffin memang mabuk. Dia pasti mengira ini adalah rumahnya dan mengira jika aku adalah kak Reena yang dia cintai itu.

"Daffin, apa kau mengenaliku? Apa kau tahu siapa aku? Coba lihat a -"

"Astaga!!!" bentak Daffin, seketika matanya terbuka dan menatapku yang masih terkejut dengan reaksinya.

"KAU ADALAH BINTANG LAUTKU."

Hallo semuanya 🤗

Jangan lupa di tap jempolnya 👍 dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar 👇 sertakan votenya juga ya 👈 sebagai mood booster untuk author amburadul kesayangan kalian ini 😘

I ❤ U readers kesayangan kuhh

1
Amylianamiralisa Liana
Luar biasa
tini karim
masa masih hamil lagi pingsan kok bisa nikah ..n entah walinya siapa .. meski cuman novel tp ya ga gitu juga cr nikahnya
Kurmila Wati
ko aku ngga nemu judul nya di noveltoon
RossyNara
/Good//Good//Good//Good/
Eyha: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Miya Wibowo
hahahahahaahhaha
Miya Wibowo
lh wes tamat
Eyha: lanjut cerita anak-anaknya Plankton, kak 🤗
total 1 replies
Miya Wibowo
shakaaa😭😭😭
fitri hutagaol
👍👍👍
fitri hutagaol
😭😭😭😭😭
fitri hutagaol
😭😭😭
Milo Chasanah
bagus🤩🤩🤩😛
Jarmini Wijayanti
suka banget
Surti
Erlan, Daffin, shaka dan Ayaya adalah cinta segi empat. tapi cinta sejati tak pernah salah memilih dan bersatu. sehingga Erlan dan shaka tahu bahwa cinta mereka hanya bertepuk sebelah tangan, sehingga memilih takdir meninggalkan dunia dan membawa cintanya untuk selama lamanya...
masya allah luar biasa ceritamu thorr,,, dari awal sampai di bab ini aku suka semuanya apalagi sifat ayaya huh yg begitu menggemaskan😘
Eyha: tengkyuu kakak 😘
total 1 replies
Surti
lily masih hidup, dia ada di hadapanmu fin telah menjadi istrimu
Surti
jawaban yg konyol 😂😂😂
Surti
aku suka dgn sikap ayasya yg keras dan tidak takut👍👍👍👍
Nani Rodiah
menarik🥰
Putri
lama lama bosen sama sikap si aca
Halimah Tusahdiah
😏
Haryanti Puji Rahayu
bagus ceritanya di awal awal, tp sampai disini kok Acha lama2 menyebalkan,, sudah Thor aku mbaca sampai disini saja ya,, semangat untuk Author nya💪💪
Eyha: siap 💪

Terima kasih kakak sudah menyelam sejauh ini 🤗☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!