Seorang pekerja kantoran bernama Satoru Kamizawa yang kini berumur 32 tahunsudah menjalani hidupnya dalam pekerjaan nya selama 7 tahun lamanya,rasa bosan dan lelah mulai muncul dalam dirinya.
Akibat kekelahan karena sering lembur dalam bekerja,dirinya kemudian tertidur dalam lelapnya malam hari,namun sekaligus dia menutup hidupnya...
Kemudian saat dia membuka matanya lagi,dia terlahir di tubuh bayi yang baru saja lahir dari rahim seorang ibu,dan dirinya menjalani kehidupan keduanya sebagai seorang gadis.
Kehidupan keduanya terasa begitu indah ketika dia hidup di dunia lain dengan peradaban yang masih kuno,namun terdapat hal menakjubkan dalam dunia itu...
Benar..itu adalah sihir,keluarganya adalah keluarga miskin yang berkecukupan,dia hidup dengan dua saudara nya,yaitu seorang adik perempuan dan seorang kakak perempuan.
Hiudpnya berjalan dengan baik,hingga dirinya di berkati sihir yang membuatnya harus masuk ke dalam akademi sihir,dan memulai pengalaman hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Panda Mentari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.33 Waktu Belanja
di saat mereka berdua masih berbincang bincang,Rose pun teringat suatu hal "ngomong ngomong Airi aku boleh tanya sesuatu?" tanya nya
Airi pun mengangguk cepat "tanyakan saja" kata Airi dengan senyum senang hati
"kemarin saat kamu melawan Rozagor,kamu sama sekali tidak menggunakan sihir kan?" tanya Rose yang merasa sedikit ragu mengingat Airi yang murid akademi sihir dimana seharusnya tidak wajar memiliki kekuatan fisik yang besar
Airi pun tampak sedikit enggan menjawab "itu..benar,aku memang gak pakai sihir" jawab Airi
Rose pun menyadari wajah Airi yang tampak resah "apa jangan jangan...,Airi kamu belum tau cara pakai sihir?" kata Rose yang menebak nebak
dan Airi pun mengangguk pelan "eh...,serius?" gumam Rose yang tidak menyangka
"ya mau gimana lagi,aku masuk belum lama ini,terus belum ada pelajaran praktek,isinya materi semua,jadinya aku gak paham" curhat Airi sambil menangis tersedu sedu memegangi tangan Rose dengan erat
"a-ahahahaha" Rose tampak terpaksa tertawa ketika menahan sakit dari genggaman tangan Airi yang sangat kuat
tiba tiba Rose pun terpikirkan sesuatu "bagaimana kalau aku ajari?" tawar Rose,dengan cepat Airi langsung menggenggam kedua tangan Rose dengan mata memohon
"dengan senang hati" ucap Airi dengan wajah kucing yang sangat lucu dan konyol
"puft!, ahaahhahahaha" spontan Rose tertawa ketika melihat perubahan ekspresi Airi yang sangat cepat "e-eh? kenapa ketawa?" tanya Airi
Rose pun memegangi perutnya sambil mencoba menenangkan diri "m-maaf wajahmu benar benar imut aku jadi kelepasan" jawab Rose
Seketika pipi Airi memerah karena salah paham dengan kata 'imut' yang di ucapkan Rose "i-imut?, a-apa maksudmu?" tanya Airi yang salting
"anak anak aku kembali" kata Diane yang kembali sambil membawa tas kecil di tangan nya "ah selamat datang kembali nona Diane" jawab Rose dengan nada yang sopan dan anggun "Diane kamu bawa apa itu?" tanya Airi yang penasaran dengan isi tas yang di bawa Diane
Diane pun menyeringai "hehehe,sebenarnya aku mengajak Rose itu supaya kalian bisa berbaikan,tapi tidak kusangka kalian bisa berbaikan secepat ini" kata Diane sambil mrogoh isi tas yang dia bawa
"eh! jadi tadi kamu ngajak Rose itu sengaja?" kata Airi terkejut,Rose yang tau pun menutup wajahnya karena malu "ah~nona Diane kumohon jangan seperti itu lagi,itu sangat canggung tadi" kata Rose dan Airi menggaruk kepalanya karena juga merasakan hal yang sama
Diane pun tertawa kecil "hehehe,maaf ya,tapi itupun juga demi kalian berdua,kalau begitu ini hadiah ku untuk kalian" kemudian Diane pun memberikan sebuah kalung kembar untuk Airi dan Diane
"ini...cantik" kata Rose yang tampak menyukai kalung itu
kalung sederhana,berwarna silver dengan liontin kecil yang ada di ujung nya "Diane,ini boleh ku pakai?" tanya Airi dengan semangat,kemudian Diane mengangguk mengiyakan Airi
Dengan gembira Airi segera memasang kalung itu di leher nya "woah~" dia tersenyum lebar sambil membanggakan kalung pemberian Diane
"sepertinya dia sangat menyukai itu,syukurlah" batin Diane yang senang mijat Airi menyukai kalung pemberian nya
"terimakasih Diane!" ucap Airi sambil tersenyum lebar pada Diane,kemudian di sambung Rose "nona Diane,terimakasih untuk hadiah nya" kata Rose,Diane pun tersenyum "sama sama"
Airi tampak sangat menyukai kalung itu "ini hadiah pertama ku di Akademi ini...aku harus menjaganya dengan baik" batin Airi sambil menyentuh kalung itu dengan lembut
"oh ya,selagi nona Diane ada di sini,Airi bagaimana kalau aku dan nona Diane yang bantu?" tanya Rose meminta persetujuan Airi
Diane pun penasaran membantu soal apa "hm? , memang nya mau membantu soal apa?" tanya Diane
Rose pun menjelaskan "jadi sebenarnya,Airi masih belum bisa menggunakan sihir dan saya berniat membantu nya,tapi karena nona Diane juga di sini saya terpikirkan kalau kita berdua membantunya" ujar Rose,Diane pun berfikir sejenak
"baiklah,aku juga akan bantu" jawab Diane,Airi oun tampak senang dengan jawaban Diane "beneran?!" tanya Airi,dan Diane pun mengangguk "HORE!?" teriak Airi kegirangan
"makasih Rose!" kata Airi sambil tersenyum pada Rose
"tapi sebelum kita latihan sihir,ada hal yang harus diselesaikan" kata Diane
Airi pun penasaran tentang hal yang di maksud Diane "yang harus diselesaikan? ,apa itu?" tanya Airi yang tidak mengingat apa apa
Diane pun menyeringai kecil "yaitu tujuan utama kita pergi ke sini" katanya sambil mengedipkan satu matanya pada Airi
"hah?" Airi pun mengingat kembali tujuan utama nya,dan kemudian "ah..." wajahnya seketika kosong saat ingat tujuan nya
Rose pun memandangi mereka berdua karena tidka tau apa tujuan mereka berdua "memangnya apa?" tanya Rose
Diane pun menjawab "beli bra" katanya dengan mulut yang ceplas ceplos "eh?" dan Rose pun mematung mendengar kata itu
"tu-tunggu,jangan jangan" perlahan kepala Rose menoleh ke Airi dengan wajah aneh "A-Airi..." Airi yang tau maksud Rose oun menutup wajahnya karena malu
"apa jangan jangan kamu...tidak pakai bra?" tanya Rose dengan wajah yang seakan tidka percaya
dan Airi pun mengangguk dalam posisi wajah tertutup
...kwak... kwak... kwak.......
Suara burung gagak yang membuat suasan menjadi canggung "kalau begitu ayo kita segera beli bra nya" ajak Diane sambil menarik tangan Airi dan Rose
di sisi lain,Airi menangis dalam hatinya "ya mau gimana lagi cuk,hiks! aku orang miskin yang ga punya apa apa kecuali baju rumah,apa lagi aku tuh cowok!?"
beberapa saat kemudian..
"ugh...kenapa aku harus menghadapi cobaan ini" batin Airi dengan wajah lesu berdiri di dalam toko pakaian
"ah! nona Diane kurasa yang ini cukup imut" ujar Rose yang tertarik dengan satu pakian lalu menunjukan nya pada Diane
Diane pun menoleh dan memperhatikan pakaian yang di tunjuk Rose "hm...ok! kita beli ini,terlihat cocok juga buat Airi" gumam Diane sambil membawa baju itu ke arah penjaga kasir
"eh?" spontan Airi pun tampak bingung "t-tunggu,itu buat aku bajunya?" tanya Airi terheran heran
Diane dan Rose pun saling bertukar pandang beberapa saat "iya,memang nya buat siapa lagi?" tanya Diane dengan wajah seperti mengatakan 'bukan nya memang begitu'
"t-tapi aku gak punya uang,aku gak bisa ngembaliin uang kalian" Diane dan Rose pun saling bertatapan dan kemudian tertawa kecil "ahahahahaha" Diane dan Rose tertawa
"kamu gak perlu gantiin kok,anggep aja ini hadiah dari kami" kata Diane sambil memegangi pundak kanan Airi "iya,ini juga balas budiku saat kejadian Verbueden kemarin" kata Rose sambil memegangi pundak kiri Airi
mereka berdua tersenyum pada Airi yang membuat Airi terharu "Diane...Rose,terimakasih" katanya dengan mata yang berair
"kalau begitu cukup basa basinya,Rose kamu carilah pakaian dalam buat Airi,aku akan cari baju lain yang cocok buat Airi,ok?" tanya Diane
Rose pun menyengir sambil memberikan jempol nya "siap laksanakan nona Diane"
Airi oun memandangi mereka berdua dengan wajah bingung "entah kenapa mereka kok bisa akrab banget ya?" batin nya
Rose kemudian menarik Airi menuju ke area pakain dalam wanita "ayo Airi" ajak nya sambil tersenyum
Airi yang tidak bisa menolak kebaikan Rose kemudian membalas senyuman itu sambil berkata "ya!"
beberapa saat kemudian,Rose masih bingung memilihkan pakaian dalam yang cocok untuk Airi
"ugh...entah kenapa ada rasa bersalah kalau aku berdiri di sini" batin Airi yang berdiri gugup dengan wajah memerah di tengah tengah ratusan pakaian dalam wanita yang beragam
"uhm...warna ini tidak terlalu cocok,kalau ini kayak nya terlalu mencolok deh" gumam Rose yang tampak serius memilihkan pakaian dalam
Saat itu pandangan Airi teralihkan dengan sesuatu
"aku baru nyadar,Rose itu kan umur nya sama kayak aku kan? 11 tahun?,tapi kok...punya nya udah tumbuh besar ya?"
batin Airi dengan tatapan tajam menatap bagian bawah kepala Rose yang sedang berjongkok
"ah!" kemudian Rose terlihat menemukan sesuatu yang menarik,lalu mengambilnya untuk di kenakan oleh Airi
"Airi! Airi coba lihatlah ini,kurasa sepertinya ini cocok untukmu" katanya dengan penuh semangat sambil membawa sebuah bra dan celana dalam yang berwarna pink
"ayo kita coba ini!" ujar nya dengan wajah antusias
Airi pun menatap bra dan celana dalam yang di bawa Rose dengan tatapan jijik atau mata bersalah "a-aku beneran harus pakai itu?" tanya Airi untuk memastikan
Rose pun mengangguk begitu cepat "ayo segera kita coba,sini sini" ajak Rose sambil menarik Airi ke ruang ganti
"Ro-Rose,sebenarnya..." kemudian dengan wajah ragu,bingung dan canggung,Airi terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu
"kenapa?" tanya Rose
Airi pun menarik sedikit nafas "huft,a-aku tidak tau cara pakainya..." katanya dengan wajah malu malu
"eh?..." tubuh Rose seketika memutih "serius?" tanya nya lagi untuk memastikan,kemudian Airi mengangguk
sambil menelan ludah,Rose membulatkan tekad nya "*yosh! makasete!" kata Rose dengan wajah serius yang sedikit berkeringat
(*baiklah serahkan padaku)
Kemudian mereka pun berakhir dengan Rose membantu memakaikan Airi pakain dalam nya
"entah kenapa aku merasa ada yang hilang,tapi aku tidak tau apa itu" batin Airi dengan wajah lesu setelah memakai pakaian dalam "b-bagus kan..." kata Rose dengan wajah memerah karena sudah melihat tubuh Airi
"kumohon jangan bereaksi seperti itu,itu lebih membuatku sakit hati" batin Airi sambil menangis dan kepala bersandar di tembok sambil menutup wajahnya
Bersambung
gw ada ide cerita si,males nulis aja. mau denger gak?👍