Sinta gadis berusia 18 tahun, dia baru saja masuk ke perguruan tinggi tahun ini, dia harus dihadapkan pada cinta yang rumit karena dia menyukai dua pria sekaligus dalam hidupnya, dia bernama Arlan dan juga Jayden, dan sayang nya dia tidak ingin menjadi istri seorang polisi, tapi dia begitu menyayangi Arlan yang seorang polisi, lalu bagaimana akhirnya Sinta akan memilih? Jay atau Arlan? atau dia akan berusaha untuk bisa bersama Arlan, walaupun dia seorang polisi?? yuk ikuti kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
my secret lover 33
...
Bandar Udara Internasional Malpensa, Milan-Italia
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 19 jam 44 menit, akhirnya Sinta sampai juga disana, di Milan-Italia.
Milan adalah kota utama di sebelah utara Italia, dan terletak di hamparan Lombardia, wilayah paling maju di Italia. Milan mempunyai sekitar 1,3 juta penduduk, jika beserta wilayah sekitarnya angka ini meningkat menjadi melebihi 4,5 juta dan seluruh Daerah Metropolitan Milan berjumlah sekitar 9,5 juta penduduk.
"Ma... Pa...." Panggil Sinta saat sampai di Bandara Malpensa dan telah ditunggu oleh kedua orangtuanya.
"Sayang..." Jawab Lena yang sudah melihat putri satu-satunya berada tidak jauh darinya.
Lena langsung memeluk Sinta dengan erat, lalu bergantian dengan Arman suaminya yang juga memeluk putri kesayangannya.
"Kamu lelah sayang?" Tanya Arman Lesmana pada putrinya
"Lumayan pa, tapi setelah bertemu dengan kalian rasa lelahku hilang" jawab Sinta yang masih ingin memeluk ayahnya.
"Ya sudah, sebaiknya kita segera kembali ke rumah, karena mama mu sudah menyiapkan makanan yang enak untukmu" ajak Arman pada Sinta.
"Ayo...." Jawab Sinta dengan semangat.
Sinta menaiki mobil orangtuanya, mereka menempuh perjalanan selama sekitar 1 jam 33 mnt karena apartemen mereka berjarak sekitar 60,9 km per jam.
Orang tua Sinta sudah mendaftarkan Sinta di Università degli Studi Milano-Bicocca, untuk mengambil jurusan ekonomi dan statistik.
Selama perjalanan menuju apartemen mereka Sinta mengirimkan pesan pada Arlan dan Jayden.
💬Sinta: aku sudah sampai di bandara Malpensa, dan sekarang sedang menuju ke apartemen orang tuaku
Tak butuh waktu lama, Arlan dan Jayden membalasnya dengan cepat.
💬Arlan: syukurlah, setelah sampai istirahat, jangan lupa makan
💬 Jayden: syukurlah Sinta, istirahatlah, setelah itu Jangan lupa makan ya...
Sinta tersenyum membaca chat dari mereka, yang isinya hampir sama
"Apa mereka janjian saat akan membalasnya? Lucu..." Sinta tertawa kecil, Lena dan Arman yang melihat nya dari kursi depan ikut tersenyum melihatnya.
Sinta membalas pesan yang sama untuk Jayden dan Arlan
💬Sinta: iya, pasti, kamu juga.
Setelah mengirim pesan pada dua pria yang ditinggalkannya, Sinta memasukkan kembali handphonenya kedalam tasnya dan memejamkan matanya, karena merasa sedikit lelah.
"Sinta sayang, bangun nak, kita sudah sampai" kata Lena membangunkan Sinta yang terlelap.
Sinta perlahan membuka matanya, dia mengucek matanya, dan melihat keluar kaca mobilnya
'Alfa Bicocca Apartments'
Itu adalah apartemen milik keluarga nya yang sudah selesai mereka rampungkan pembangunannya sebulan yang lalu dan sekarang sudah terisi penuh, karet memang jaraknya yang dekat dengan universitas Milano-Bicocca karena jaraknya hanya sekitar 1,12 km saja, hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja dari sana.
"Pa.... Ma... Sinta mau mandi dulu ya, abis itu baru makan" ucap Sinta saat mereka sudah sampai di apartemen mereka.
"Iya sayang" jawab Lena yang mengerti jika Sinta sudah ingin membersihkan diri mengingat dia sudah melakukan perjalanan yang panjang dan melelahkan.
Sinta memasuki kamar yang sudah disiapkan untuk nya, dia segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah kurang lebih 30 menit Sinta keluar dari kamar mandi dan segera memakai pakaiannya.
Setelah itu selesai memakai pakaiannya Sinta melihat ada notifikasi di handphonenya.
Sinta tersenyum saat melihat orang yang mengirimkan pesan padanya
💌 Arlan: aku udah makan siang Sinta, kamu sedang apa?"
💌 Sinta: habis mandi, baru mau sarapan, disini masih pagi, perbedaan waktu kita 6 jam Arlan.
💌 Arlan: oh iya, aku lupa hal itu. Ya udah makan dulu giih
💌 Sinta: iya, thanks.
💌 Arlan: sama-sama Sinta.
Sinta bergegas keluar dari kamarnya dan sarapan bersama keluarganya.
"Pa, kapan Sinta mulai masuk kuliah?" Tanya Sinta pada Arman
"Besok pagi sayang, sekarang istirahat saja, atau kamu bisa jalan-jalan jika kamu mau" jawab Arman pada pertanyaan putrinya.
"Kamu serius mau ambil ekonomi dan statistik? Dan fast-track juga? " Tanya Arman kembali, pasalnya Sinta lebih suka seni dari pada bisnis. Dan tiba-tiba dia ingin mengambil jurusan ekonomi dan statistik.
"Iya pa, Sinta mau jadi sarjana cukup 2 tahun saja, setelah itu Sinta ingin segera kembali ke Indonesia mengurus bisnis papa disana" jelas Sinta.
"Jika kamu ingin secepatnya kembali, untuk apa kamu kemari?" Tanya Lena pada putrinya seraya meletakkan piring berisi makanan ke meja makan.
"Sinta hanya ingin menjadi lebih dewasa ma, Sinta mau memperbaiki diri, menjadi lebih santun dan berwibawa, ingin menjadi pantas untuk menjadi seorang Bhayangkari" jawab Sinta dengan perasaan malu, bahkan wajahnya kini sudah merona.
"Benarkah? Bukankah kamu bersama Jayden?" Tanya Lena yang mulai bangkit jiwa gosipnya.
"Kedepannya Sinta hanya mau Jayden menjadi kakakku saja, karena Sinta mungkin hanya menyayanginya sebagai seorang kakak saja, dan aku hanya ingin menjadi istri Arlan, makanya Sinta kemari, Sinta mau sekalian belajar atitude menjadi lebih baik, lebih, lembut, lebih sopan, lebih santun, lebih memiliki jiwa sosial yang tinggi, Sinta mau meninggalkan Sinta bar-bar yang dulu, Sinta mau jika Sinta kembali Sinta sudah menjadi Sinta yang lebih dewasa dan berfikir logis, dan tidak lagi berkata kasar." jawab Sinta pada Lena yang begitu terlihat penasaran.
"Memangnya Arlan memintamu melakukan hal itu?" Tanya Arman yang mulai tertarik juga.
"Bukan pa, dia bahkan tidak mengatakan apapun, dia menerima Sinta yang apa adanya, tapi ini inisiatif Sinta sendiri, Sinta ingin menjadi lebih baik lagi, agar Sinta tidak mempermalukan Arlan nantinya" jawab Sinta dengan rona wajah yang masih menjalari wajahnya.
"Apa Arlan tahu kalau kamu memilihnya?" Tanya Lena
"Sinta belum memberitahunya, karena Sinta ingin memberikan kejutan padanya, dan juga, Sinta mau semakin memantapkan hati Sinta dulu, biar Sinta semakin yakin untuk bersamanya." jawab Sinta dengan senyuman malunya.
"Waaah... Anak kita sudah besar ya pa.... Bentar lagi punya cucu kita pa..." Celoteh Lena yang begitu bahagia melihat Sinta begitu ingin berubah menjadi lebih baik demi orang yang dia sukai.
"Ya sudah, kamu sarapan dulu, mama sudah siapkan Risotto alla Milanese, ossobuco,dan Cotoletta alla Milanese, ini semua makanan asli dari Milan sayang, kamu harus terbiasa makan makanan ini selama beberapa tahun kedepan" ucap Lena pad Sinta.
"Siap ma..." Jawab Sinta yang kemudian dengan cepat memakan makanan yang ada didepannya dengan lahap, karena memang Sinta begitu kelaparan.
--------------
yuk tap jempolnya dong 😘
gak bertele-tele,,,
bener" memabukkan..
wkwkwk
rebutin wanita tidak berantem