NovelToon NovelToon
IBUKU SEORANG WANITA MALAM

IBUKU SEORANG WANITA MALAM

Status: tamat
Genre:Komedi / Cintapertama / CEO / Roman-Angst Mafia / Teman lama bertemu kembali / Tamat
Popularitas:90.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Duyung Indahyani

"Aku bukan anak haram.. hiks.. hiks''
teriak seorang gadis kecil seraya mengusap air matanya yang terus mengalir.
" Tata anak haram..anaak haram.. gak punya ayah.''
ledek beberapa anak-anak terus meneriaki gadis kecil itu dengan kata-kata anak haram.
'' aku punya ayah..hiks..hiks,'' gadis kecil itu terus menangis.
" Dimana coba ? kau itu tak punya ayah, ibu kamu kan pe*l**r,"
teriak seorang gadis memakai baju berwarna biru.

Tata Dwi Lestari seorang gadis yang harus mengalami kehidupan yang pahit akibat profesi ibunya sebagai wanita penghibur. Dimana hal itu membuat dirinya dicap anak haram oleh orang-orang disekitarnya dan mengalami kehidupan pahit serta psikis yang tidak mudah percaya pada orang lain.

Bagaimana perjuangan Tata dalam menghadapi semua cobaan hidupnya ??
apa dia akan ikut masuk dunia gelap seperti ibunya, atau dia akan mengubah pandangan setiap orang tentang dirinya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Duyung Indahyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Sayang Ibu

" Maaf Adhit, Gue gak mau terlalu banyak berhutang sama Lo dan Gue juga gak mau Lo terseret dalam kekacauan hidup Gue,'' celetuk Tata mematikan ponselnya untuk menghindari Adhit menelponnya lagi.

Sebuah club malam yang dipenuhi gemerlap lampu dan suara bising musik membuat para penikmat malam bergeliyat mengikuti alunan musik. Club malam yang mungkin hanya dalam pikiran orang sebuah tempat hiburan malam namun sesungguhnya sebuah prostitusi besar terselubung didalamnya yang sudah berjalan puluhan tahun. Sebuah prostitusi yang dijalankan oleh seorang wanita parubaya berwajah cantik namun berhati kejam, Madam Lauren begitu orang-orang memanggilnya.

Kedua kakinya melangkah memasuki ruangan itu. Bau alkohol yang sangat menyengat seketika membuat peruta Tata mulai bergejolak. Tata mendekati seorang Bartender disana, Ia bingung harus mencari keberadaan Ratih ditempat yang membuatnya muak itu.

" Maaf Gue cari Madam Lauren," tanya Tata pada seorang pria penyedu berbagai wine dan alkohol itu. Mungkin pria itu tahu siapa Tata dan mungkin saja dia sudah mendapat perintah dari Lauren, tanpa bertanya apapun pada Tata. Pria itu menghentikan aktivitasnya dan meminta Tata mengikutinya.

" Kemarilah, dan ikuti langkah Gue," ucap pria itu.

Keduanya berjalan dan berhenti disebuah pintu yang terlihat seperti sebuah kamar khusus dengan dua pria berbadan kekar didepannya.

"Tunggulah disini," ucap Bartender itu mendekati dua pria bertubuh kekar itu dan membisikan sesuatu kepada dua pria bertubuh kekar itu.

"Sekarang Lo masuk, ikut mereka"ucap Bartender itu melangkahkan kaki meninggalkan Tata dan membiarkannya bersama para ajudan itu.

Belum juga Gue masuk, bulu kuduk Gue udah pada merinding. Entah si Loreng itu mau apa lagi?

Tata menelan ludahnya kasar dan berjalan mengikuti salah satu pria dari dua ajudan tadi.

" Welcome baby, gimana kabarnya?" celetuk Lauren saat Tata telah berdiri persis didepannya. Tanpa ba bi bu lagi dengan kemarahannya Tata meneriaki Lauren.

" Lo sembunyiin dimana ibu Gue hah? Cepat katakan," pekik Tata menahan amarahnya namun Lauren hanya menanggapi Tata dengan senyuman pada bibir merah terangnya.

Melihat senyum licik Lauren yang selalu tampil modis walaupun usianya tak muda lagi membuat Tata muak melihat wanita yang mungkin sudah tak punya hati lagi." Cepat katakan, dimana ibu Gue?"

" Wow wow, janganlah berteriak seperti itu! Sabar sayang, mari ikut Gue dan Lo bakal lihat ibu Lo yang sangat Lo sayangi itu," celetuk Lauren melangkahkan kaki berjalan kesebuah pintu dikamar itu dan terhubung langsung dengan ruangan lainnya.

" Ibu ...."

" Tata," ucap Ratih berlinang air mata.

Melihat kondisi Ratih yang terbaring lemas diatas kasur dengan posisi kedua tangan dan kakinya terikat. Rasa prihatin membuat kaki Tata melangkah mendekati kasur tersebut. Satu, dua, dan tiga langkahnya berjalan dan saat langkah keempat akan Dia lakukan sebuah tangan menarik dan membuat Tata terjerembab.

" Akkhhhh ...."

" Tata ...tolong jangan sakiti Dia Madam Lauren," pinta Ratih

" Lo pikir bisa segampang itu membebaskan ibu Lo itu," kata Lauren mendekati Tata dan mencengkram lengannya dengan keras.

" Bukannya semua hutang sudah lunas, tapi kenapa Lo masih saja ganggu hidup Gue sama ibu Gue?" kesah Tata sedih.

"Hahahaha, inilah takdir. Waktu itu Ratih yang berhutang dan sekarang Hendrik yang berhutang,"

" Hendrik ? Gue gak kenal sama Dia, jadi buat apa Lo ngelakuin kayak gini," bantah Tata yang merasa semua ini taj ada hubungannya dengan Hendrik.

" Sepertinya hidup Lo begitu pilu Ratih,sampai Lo gak ngasih tau ayah dari anak Lo ini," ujar Lauren mengambil ponselnya dan menunjukan sesuatu pada Tata.

Tata masih belum mengerti tentang semua yang dimaksud Lauren. Sampai sebuah foto yang terlihat jelas Ratih bersama dengan seorang pria dari ponsel milik Lauren.

" Pria ini adalah Hendrik dan dia adalah ayah kandung Lo, gimana Tata apa Lo bahagia bisa tau rupa bapak Lo," celetuk Lauren.

Mungkinkah pria itu benar ayah kandung Gue?

Tata melirik Ratih yang hanya tertunduk menangis, dan hal itu membuat Tata yakin apa yang dikatakan Lauren itu adalah sebuah kebenaran.

" Jika pria itu emang ayah kandung Gue, Lo mau apa hah?"

" Jadilah gadis penebus hutang bapak Lo yang tak berguna itu,"

" Bapak? Apa Lo pikir Gue mau lakukan apapun demi pria yang telah mencampakan Ibu Gue," celetuk Tata tersenyum hambar.

Suara high heels Lauren terdengar berirama mendekati Tata dan berkata. " Gue tau Lo adalah anak yang baik, dengan tempramen Gue yang kejam ini pastinya Lo gak mau lihat kedua orang tua Lo itu mati dihadapan Lo secara bergiliran terutama Ibu kesayangan Lo ini," ancam Lauren dan bergantian mendekati Ratih dikasur.

Kedua mata Tata melotot sempurna, Ia tau apa yang dikatakan Lauren bukan hanya ancaman semata. Terlihat sebuah pisau telah Lauren arahkannya tepat dileher Ratih dan menggesekannya pelan. Goresan kecil telah Lauren buat dan darah merah segar mengalir dari leher Ratih. Terlihat raut wajah Ratih meringis menahan rasa sakitnya. Melihat apa yang dilakukan Lauren seketika Tata beranjak dan mencoba menghentikan Lauren, namun langkah Tata kalah cepat dengan gerakan ajudan Lauren yang langsung mencengkram kedua tangannya dan mendudukannya dengan paksa.

" Cukup Madam, tolong jangan Lo sakiti Ibu Gue hiks ...hiks," lirih Tata tersedu-sedu.

" Jadilah wanita malam dan tebus hutang bapak Lo, pasti akan Gue lepaskan ibu kesayangan Lo," ucap Lauren memainkan pisaunya pada bagian leher dan wajah Ratih.

" Jangan hiraukan Dia Ta, jangan korbankan masa depan Lo," teriak Ratih menahan rasa sakit dilehernya.

"Sungguh anak dan ibu yang sangat harmonis," celetuk Lauren, mencekal leher Ratih membuat darah mengalir deras dari goresan kecil itu.

" Akkhh, Lo memang wanita tak berperasaan Lauren," ucap Ratih mengerang kesakitan. Lauren hanya tersenyum melihat Ratih kesakitan.

" Ibuuu ... Cukup Madam, tolong jangan sakiti Ibu lagi ,Gue bakal turuti mau Lo, tapi tolong lepaskan Ibu dan biarkan Dia pergi," teriak Tata memohon.

Mendengar perkataan Tata, dengan segera Lauren melepaskan Ratih. Ia tersenyum puas berhasil membuat Tata menyetujui semua kemauannya. Adapun alasan Lauren yang begitu ingin menjadikan Tata sebagai salah satu wanita malam miliknya hanya karena permintaan seorang pengusaha kaya yang meminta Lauren untuk mencarikannya daun muda untuk memuaskan nafsu bejat pengusaha itu dengan bayaran besar. Dengan sifat Lauren seorang wanita iblis yang hanya mendewakan uang dan rela melakukan apapun demi uang tentunya tidak akan melewatkan segala kesempatan yang ada saat seorang Hendrik yang tanpa sengaja ia ketahui adalah ayah biologis Ratih.

Ratih yang kondisinya sangat memilukan itu memandang putri satu-satunya itu dengan hati yang sangat hancur, dengan lirih Ratih berkata. "Jangan Ta, jangan korbankan masa depan kamu demi Ibu."

Tata tersenyum kecil, wajah ayunya terlihat jelas walau kondisi Tata begitu berantakan saat ini, Ia melihat Ratih dengan tatapan sendu dan berkata, " Tata sayang Ibu, biarkanlah kali ini Tata yang berkorban demi kehidupan Ibu," ucap Tata. " Tolong lepaskan ikatan ibu dan biarkan Dia pergi setelah itu Gue bakal ikuti semua mau Lo," pinta Tata.

Tangan Lauren memberi isyarat pada ajudan lainnya agar melepaskan ikatan Ratih dan membebaskannya. Setelah kedua ikatan Ratih terlepas Tata menganggukan kepala pada Lauren mengizinkannya untuk melakukan apa yang Ia inginkan. Dengan logak sombongnya Lauren berjalan kearah pintu diikuti Tata dan ajudan Lauren dibelakangnya.

Mungkin ini yang terbaik Bu.

Tata menolehkan kepalanya pada Ratih dan tersenyum padanya, sedangkan Ratih yang menyaksikan Tata mulai melangkahkan kakinya mengikuti Lauren, dengan segera Ia berusaha bangkit untuk mengejarnya namun sayang Ia terjatuh dan terseok pada lantai kamar itu.

" Tata ... Jangan pergi!" panggil Ratih yang kini melihat Tata mulai menjauh.

****

 

Terimakasih semuanya, jangan lupa tinggalkan like,komen, dan vote kalian yaa!

Karena hal kecil ini adalah sebuah motivasi agar aku terus berkarya. Terimakasih semuanya😊

1
Suyatno Galih
tata sotoy, tp ada pangeran penyelamatnya
Suyatno Galih
tata bertindak tanpa perhitungan dl, urusanya tambah runyam. pikirnya mudah tp malah sarang singa yg di dtngi
Suyatno Galih
disini pemeran utamanya khususnya wanitanya diperankan sifat kasarnya, jd kurang yes.
Suyatno Galih
cara Adhit yg beetele2 n meremehkan mmbuat lawan peran jg yg mbaca kesel
Suyatno Galih
bisa ditebak rencana licik Hendrik, mau menjual tata yg diusirnya dl
Suyatno Galih
org di sekitarnya n org yg gak tau menau terlalu nyinyir mengurusi urusan org lain
Suyatno Galih
dgn cara Adhit yg norak dan merendahkan membuat tata ilfil
mentang2 byk duit, seolah2..........
Suyatno Galih
klrga tata baru terlepas dr lumpur hitam, disini tantangan dr keluarga Adit dimulai. lanjut Thor...
Suyatno Galih
antara Adit, Candra ato hendrik
Zaky Badut Pekanbaru D'Kompenk
up jgn lama² dong
Arika Kurniawati
Jgn lm" up ny
Arika Kurniawati
rajin up. donk thor
Daisyridone
semoga Author mrngabulkannya
hehehe
Daisyridone
aaihh lagi diintip ama nenek
Daisyridone
lho kok jadi gini ceeitanya thor?
bukannya Tata udah rau kalau Adit itu CEO dan juga kan Tata juga dah sempat jadi karyawannya Adit?
Kok jadi kesannya di bab ini Tata masih nyangka Adit fotografer?
Daisyridone: aku auto cek babnya dan ketemu di bab 28 yg judulnya maafin gue adit...
Adit bilang kan aku CEOnya.....
dan Tata jawab karena lo CEO.....

ok thor...semangaat
total 2 replies
Daisyridone
bau bau pelakor nih
Daisyridone
huuemm
Daisyridone
CEO polos euy
Daisyridone
jadi deg degan iih
Daisyridone
next aaah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!