Instagram : @imeldona
SEASON 2 : Tentang Kasih Sayang dan Perjuangan Orangtua untuk mengungkap kebenaran anaknya, juga berlatar belakang kisah cinta Remaja.
SEASON 1 :Kisah Cinta pertama.
Saling mencintai namun karena pertentangan orangtua, mereka saling dipisahkan.
Hingga Kemudian Mereka dipertemukan kembali, tapi mereka sudah tidak dapat bersama karena Sefia sudah menjadi istri pria lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imelda Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tunangan
Sudah beberapa hari ini pikiran Sefia semakin berat, semenjak kejadian ditoko perhiasan membuat Sefia tak hentinya memikirkan atasannya.
"Dek, kamu kok belum siap-siap sih?" tanya Angga keheranan pada istrinya yang tengah membaringkan tubuhnya diatas kasur. "Emangnya kamu gak mau dateng ke pesta pertunangannya pak Dedi?"
"Gak, mas." sahutnya serak.
"Kenapa dek, apa kamu sakit?" Angga mendekatkan diri, duduk ditepi ranjang, samping istrinya. Lalu meletakkan telapak tangannya didahi istrinya. "Badanmu anget, ya udah kamu istirahat aja. Mas pergi sebentar, gak enak sama atasan."
"Iya mas, salamin aja buat pak Dedi. Selamat dari aku."
"Iya, dek. Kalau gitu mas pergi dulu ya!"
"Iya."
Setelah suaminya pergi, Sefia beranjak dari tidurnya dan kembali terisak.
Semalaman Sefia tidak bisa memejamkan matanya. Teringat bahwa hari ini adalah hari dimana pria yang dicintainya akan bertunangan dengan perempuan lain.
Ia ingin menjerit tapi tak kuasa, ia ingin menangis sejadi-jadinya tapi juga tak kuasa. Karena cintanya terlarang dan terhadang.
Sefia kemudian beranjak, melangkah keluar dari kamarnya. Pergi keluar untuk menenangkan diri.
Ia duduk dibangku taman seorang diri, sembari melihat anak kecil tengah bermain disore hari.
Ketika Ia menyentuh dadanya, ia menggapai kalung yang diberikan Dedi padanya, juga cincin yang diberikannya ia sematkan didalamnya.
Ia kemudian kembali terisak dan menunduk sedih.
"Tante cantik, kok nangis?" tanya Alan mendakati kemudian duduk disampingnya. "Orang dewasa itu gak boleh cengeng loh." ledeknya.
Segera Sefia memalingkan wajahnya, lalu mengusap air matanya.
Sefia tersenyum. "Kamu nih ya, gemesin." Sefia mencubit kedua pipi anak itu.
"He he, gitu dong tante, senyum. Jangan sedih lagi." ucap Alan. "Biasanya om ganteng selalu kesini tiap liat tante duduk disini, tapi sekarang kok gak ada, ya?"
Sefia terkekeh. "Om ganteng lagi sibuk hari ini, dia lagi berbahagia disana."
"Ah, gak seru ah." Alan mengerucutkan bibirnya. "Padahal Alan pengen dibeliin eskrim."
"Ha ha, ya udah. Hayo beli sama tante aja." tawar Sefia.
"Wah, beneran tante?"
Sefia mengangguk. "Iya beneran, mau gak?"
"Mau mau mau." sahutnya cepat, antusias.
****
Disisi lain, Dedi tengah mengenakan setelah tuxedo yang dirancang khusus dan pas dengan badannya yang atletis.
Ia tampak lebih tampan dengan rambut disisir kebelakang dengan wajah begitu tampak cerah walau terlihat jelas kesedihan dimatanya.
Sebelum acara pertunangan dimulai, Dedi melihat-lihat tamu yang berdatangan tapi sebanyak tamu yang hadir, ia tidak menemukan sesosok wanita yang ia cari.
"Ah, dia tidak mungkin datang." gumamnya menunduk sedih.
Setelahnya ia menemukan bawahannya datang seorang diri dan menghampirinya untuk mengucapkan kata selamat.
"Selamat ya dik atas pertunangannya." ucap Angga berjabat tangan, memberi selamat.
"Ah, iya terimakasih." sahut Dedi. "Oh ya, Fia kemana?"
"Oh iya maaf lupa memberitahu. Dia lagi gak enak badan jadi gak bisa datang kesini, tapi dia nitipin salam dan selamat buat adik."
"Ah begitu, terimakasih." jawabnya tersenyum pasi.
Yah, sebaiknya dia tidak datang dan melihat ini. Terlebih orangtuaku tidak tahu kalau dia bekerja diperusahaanku.
"Sayang, yuk keatas! Acaranya sudah akan dimulai." ajak Sherly memeluk lengannya.
Dedi hanya bisa mengangguk. "Iya."
Merekapun sudah berdiri diatas mimbar, saling berhadapan dan saling menukar cincin satu sama lain.
Banyak para awak media berdatangan, meliput dan mengambil foto bersama. Banyak sejumlah pertanyaan dari para wartawan tapi Dedi memilih tak menanggapi, hanya Sherly lah yang begitu antusias sembari meyakinkan diri.
Saat Sefia Memasuki minimarket dengan Alan. Alan dikejutkan dengan siaran langsung di televisi.
"Tante, tente." panggil Alan menarik baju Sefia.
"Iya, ada apa, Alan?" tanya Sefia menunduk.
"Itu." menunjuk televisi. "Om ganteng itu, kan? Dia ada di tv."
Sefia menoleh, menatap siaran televisi. Melihat betapa tampannya Dedi disana tapi sedihnya, ada wanita lain sedang menggandeng tangannya.
"Wah, Om ganteng terlihat keren. Tapi yang disebelahnya itu siapa ya, Tante?"
"Itu Tante Sherly, tunangannya."
"Hem, Alan pikir Om ganteng itu suami Tante cantik." Alan berdecak sebal. "Om ganteng itu gimana sih, kok malah sama Tante itu, kan Tante lebih cantik."
Sefia malah terkekeh menanggapinya. "Alan, kamu tahu apa sih sama cewek cantik. Tante Sherly itu artis dan tentu lebih cantik."
"Gak ah, menor begitu, huh." ucapnya memalingkan muka.
"Ha ha, kamu nih ada-ada saja." mencubit pipi Alan, gemas. "Terimakasih udah nemenin Tante, ya?"
"Iya Tante, Alan temenin kok asal ada eskrim. Alan udah seneng."
"Ya Tuhan, pinter banget sih." Sefia terkekeh geli.
****
"Mas Angga, kok kamu gak pernah angkat telfon dari aku sih mas?" tanya Lia pada Angga dipesta.
"Buat apa sih? Aku sudah gak ada urusan lagi sama kamu." sahut Angga ketus.
"Mas kok jahat banget sih, aku udah berhari-hari loh coba hubungin mas tapi mas malah nyuekin aku gini. Aku kan kangen." Lia ingin memeluk lengan Angga tapi ia menepisnya.
"Maaf, Lia. Jangan ganggu aku lagi!" ucap Angga kemudian berlalu pergi.
****
Author : Maaf ya Naskah ini reviewnya lama kadang 2hr baru diterima, ini buktinya hehe. Karena Novel ini dianggap Kontroversial.
Dedi : Padahal hubunganku sama Sefia itu gak salah ya kan, Fi?
Sefia : Iya ded, Cintanya aja yang salah.
Dedi : Aku lakuin semuanya demi melupakanmu dan agar kamu bahagia, Fi.
aga & Yuna jg donk Thor.. lg seru2 nya..