NovelToon NovelToon
TULANG BAJA OTOT BESI

TULANG BAJA OTOT BESI

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Pendekar / Fantasi Timur / Epik Petualangan / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:40.6k
Nilai: 4.2
Nama Author: Mappan 43

Kehidupan Leon begitu monoton dan membosankan. Namun itu semua berubah ketika dia terlempar ke dunia lain. Sebuah dunia yang penuh dengan fantasi, sebuah dunia yang bertolak belakang dengan bumi, sebuah dunia yang hanya ada dalam imajinasi. KLEMANTAN, dunia baru tempat Leon menjadi 43.

Bersama Yuna, si peri hutan pelangi. 43 mengarungi dunia KLEMANTAN. Menjalankan misi yang diberikan. Walaupun tidak memiliki energi cakra, mana dan roh. 43 tetap bisa bertahan dengan mengandalkan setiap strategi tempur miliknya, serta jerih payah pelatihan.

Usaha dan jerih payah membuat dia mendapatkan kemampuan yang unik. Berbekal pengetahuan dari bumi. Membawa semua informasi itu. Membangun ciri khasnya sendiri.

Melewati semua rintangan, menyelesaikan semua teka teki, menjadi ninja, penjahat, bahkan pahlawan sekalipun. Semua demi misi yang diberikan dewa atau dewi kepadanya.

Namun dari semua itu, ada misteri terbesar yang hampir tidak terpecahkan oleh 43. Apakah itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mappan 43, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bunga Bangkai

Lepas!

Tato segera menghilang, dengan sekuat tenaga 43 menghentak udara. Melakukan pengereman mendadak sambil menarik mundur tubuh. Sayang sekali serangan pedang itu lumayan cepat, sebuah goresan di pipi bisa terlihat. Mengusap luka dengan tangan, tatapan mata 43 menjadi dingin.

43 tidak mengetahui siapa orang itu, gerakannya sangat cepat. Jika segel tidak segera dilepas, dipastikan serangan barusan berakibat fatal. Satu hal yang pasti, orang ini kuat.

Baru juga 43 sedikit kagum, orang bertopeng didepan dia kini sudah memasang kuda kuda penyerangan. Namun melihat kuda kuda ini 43 sedikit teringat akan seseorang, seorang pria saat di kota Ram. Seorang anak muda ahli pedang, yang pernah membuat lubang di tubuhnya.

Apa itu dia?

tidak, yang satu ini lebih kuat!

Apapun itu, 43 punya kenyakinan bahwa dia lebih cepat dari pria bertopeng. Karena itu, saat melihat posisi lawan siap menyerang. 43 sudah mengambil ancang ancang menghindar.

Pedang Tombak!

Jarak mereka cukup dekat, harapan 43 serangan ini bisa meleset. Minimal tidak mengenai bagian fital tubuh, dengan demikian 43 bisa melakukan serangan balasan. Tangan sudah terkepal, siap menunggu momen yang

tepat.

Ketika energi pedang mulai ditembakan, saat itu juga 43 melakukan hentakan udara dan bermanuver kesamping. Lagi lagi harapan tidak sesuai dengan kenyataan.

Memang benar tembakan energi pedang ini berada dalam satu garis lurus. Apa yang tidak diketahui oleh 43 adalah area serangannya tidak kecil. Pria bertopeng sangat menyadari kemampuan 43 untuk bermanuver diudara

dengan bebas. Jika dia memusatkan energi dalam satu titik tentu kerusakan yang ditimbulkan lebih besar. Tapi kemungkinan meleset juga besar. Dengan memperluas area serangan pria bertopeng ini bisa menangkap basah 43 diudara. Alhasil 43 terpental dan terbang jauh kebelakang.

BOOMM

Megora terpaku sesaat, kejadian ini berlangsung sangat cepat. Butuh waktu bagi dia untuk memahami semuanya. Namun ketika Megora memandang pria bertopeng itu. Kakinya mulai bergetar, tanpak jejak ketakutan diraut muka. Megora tidak mengetahui siapa orang ini, namun dia tahu topeng bergambar angka 7 itu bukan orang biasa.

Dalam waktu singkat, pria bertopeng menghilang sesaat dalam pandangan. Tiba tiba muncul kembali dihadapan dia. Sebuah gerakan yang cepat dan efisien.

Bang!

Megora terdorong dan tersandar dibadan pohon.

Kuakh!

Memuntahkan seteguk darah segar, raut penuh kesakitan terukir diwajah Megora. Tanpa mengetahui apapun, kecuali pria bertopeng itu sudah ada didepan mukanya. Rasa sakit diperut mulai terasa, semakin lama semakin kuat. Seolah olah ada sesuatu yang menindih.

Dimana taring merah berada?

Suara yang dingin, dengan sedikit mengancam. Pria bertopeng akhirnya bicara.

Pikir baik baik sebelum bicara!

Sebelum pedang ini pindah ke jantungmu!

Mulut Megora kembali rapat, sempat terlintas dikepala untuk bernegoisasi. Namun segera ide itu dibuang jauh jauh. Ketika melihat sebuah pedang sedang tertancap diperut dan menguncinya di pohon.

Bicaralah!

Pria bertopeng mulai menggerakan pedang sedikit, yang membuat Megora merintih kesakitan. Situasi yang berubah mendadak seperti ini, membuat pikiran Megora menjadi kacau. Dia tidak bisa bicara sembarangan, begitu juga dia tidak tahu harus berkata apa.

Pada akhirnya hari ini pasti akan tiba. Megora menyesali apa yang telah dilakukannya dikala itu. Tapi apa mau di kata, dia tidak bisa merubah apa yang telah terjadi. Apa yang paling penting sekarang adalah kematiannya memiliki arti penting bagi orang yang dia sayangi. Tertekan oleh rasa sakit, Megora mengumpulkan niat dan mulai buka bicara.

Apapun itu tentang Taring Merah akan aku katakan!

Bahkan pedang air juga!

Penganut jalan pedang sepertimu tentu tahu arti penting dari pedang ini!

Dan aku hanya punya satu permintaan.

Keteguhan hati pria bertopeng mulai sedikit goyang. Tentu dia mengetahui tentang legenda 7 pedang, seseorang dijalan pedang tidak mungkin tidak mengetahui legenda itu. Namun itu tetaplah sebuah legenda, tidak ada orang yang bisa membuktikan kebenaran pedang ini. Sekarang seseorang itu ada dihadapannya.

Melihat lebih dalam ke mata Megora, terlihat sebuah kejujuran dan kenyakinan dalam kata kata Megora. Itu adalah pandangan orang yang tidak takut mati dan siap untuk mati. Membuat pria bertopeng berpikir ulang untuk membunuhnya.

Wengg!

Sebuah tongkat besar meluncur dari atas mengarah ke pria bertopeng. Segera dia mulai mundur.

Boom!

Tindakan ini membuat dia terpisah dengan Megora. Disaat itu juga Yuna kini berada didepannya.

Wingg!

Sebuah cahaya terang benderang bersinar dari mana lokasi tongkat tadi menghantam. Menangkap basah pria bertopeng, membuat pandangannya menjadi buram. Kembali tongkat bergeser dan menghantam perut pria

bertopeng.

Bang!

Kuda kuda seorang ahli pedang memang tidak bisa diremehkan. Bahkan setelah dihantam tongkat 43, pria bertopeng hanya terseret 3 meter.

Sebuah tendangan dilancarkan kearah pria bertopeng, sayang sekali itu gagal. Tendangan itu berhasil ditahan dengan kedua tangan. Walaupun mata tidak bisa melihat, telinga bukanlah cuma hiasa. Dalam malam sesunyi ini tidaklah sulit menerka sebuah serangan yang datang.

Posisi tangan yang bertahan dari tendangan kini berubah. Tangan kiri kini mencengkeram pergelangan kaki dan tangan kanan meraih belati dipinggang. Dengan cengkraman yang kuat kaki ditarik kesamping dan belati menusuk kearah badan.

Pria bertopeng memang tidak tahu pasti letak bagian fital tubuh tanpa mata. Namun pengalamannya memberikan bayangan kasar letak badan. Memang serangan ini tidak akan membunuh lawan seketika, tapi paling tidak bisa memberikan sedikit waktu untuk memulihkan penglihatan. Dengan melumpuhkan lawan tujuan itu bisa tercapai.

Tangan yang berhasil menusuk perut kini mulai dikunci juga dengan cengkraman tangan lawan. Pria bertopeng merasa itu sulit untuk dilepaskan, tapi baginya itu tidak terlalu penting.

Dengan segenap tenaga pria bertopeng berniat menghempaskan lawan ketanah. Sayang sekali, pria bertopeng ini termakan umpan 43. Apa yang tidak disadari oleh pria bertopeng adalah lawan yang menyerang dia bukanlah 43 melainkan Gemini.

Pria bertopeng dan Gemini sama sama saling mengunci. 43 yang bergerak bersama Gemini dan berada dibelakang Gemini kini memiliki serangan bebas tanpa hambatan.

Bang!

Sebuah tendangan menghantam perut pria bertopeng. Disaat yang sama pria bertopeng menghempaskan gemini kepada 43. Secara bersamaan mereka semua terhempas kesisi.

Berusaha bangkit berdiri pria bertopeng bisa merasakan sedikit kram perut. Puluhan tahun sudah berlalu sejak pria bertopeng ini melatih tubuhnya dijalan pedang. Serangan tongkat barusan tidak ada apa apanya, tapi tendangan barusan sedikit berbeda.

Dia tidak merasakan adanya serangan energi saat itu, mengapa bisa terasa cukup sakit? tidak sampai disitu, dibenaknya juga memikirkan energi yang terakumulasi ditubuh guna pertahanan sepertinya tidak berguna.

Lebih lagi ketika penglihatan mulai pulih. Serangan pertama dia dipastikan terkena telak. Namun orang yang berada didepan dia terlihat baik baik saja, akan menjadi wajar jika terluka. Ini pakaiannya saja tidak rusak, bahkan terlihat baru. Hal aneh itu membuat pria bertopeng menjadi mawas diri. Belum lagi pedang dia tidak ditangan saat ini.

Dilain sisi 43 juga sudah bangkit berdiri. Hanya saja Gemini tidak disisi melainkan berada didepan Megora. Sedikit banyak 43 memahami pria bertopeng ini. Dia adalah ahli pedang, menjadi pilihan tepat membuat pedang dia tetap disana.

Aku rasa cukup sampai disitu.

Setelah kita mendapatkan apa yang kita mau digunung itu.

Kalian bisa melanjutkan lagi!

Megora coba menjadi penengah diantara mereka. Walaupun kondisi dia sedang tidak baik. Selama pedang tidak dicabut, pendarahan tidak akan parah. Namun itu juga tidak akan membuat dia lebih baik selama mereka terus bertikai.

43 dan pria bertopeng mendengar apa yang dikatakan Megora. Namun mereka mengabaikannya. 43 tidak mungkin melepaskan orang yang datang dengan niat membunuh terhadap dirinya. Selama peluang menang masih ada, selalu ada jalan.

Sedangkan pria bertopeng sudah terlanjur jauh. Tidak mungkin pihak lawan membiarkan dia begitu saja setelah serangan pertama itu. Belum lagi Megora merupakan satu satunya petunjuk akan keberadaan taring merah. Jika dia harus mundur, maka dia harus mengulang dari awal lagi. Ini akan menjadi rumit dan merepotkan.

Jika aku mati?

Tujuan kalian disini akan menjadi sia sia!

Melakukan persuasi sepertinya sia sia. Sekarang Megora mengambil tindakan mengancam. Keinginan dia terwujud, kedua pihak sepertinya bukan orang bodoh. Mereka paham dan tidak mengambil gerakan lebih jauh.

"Tapi, jika ramai orang maka harta harus dibagi bagi." ucap Yuna.

Mata 43 kembali dingin, perkataan Yuna ada benarnya. Sedangkan pria bertopeng melihat gelagat 43 semakin serius, dia juga mulai waspada. Megora terbengong seketika. Dia pikir suasana sudah agak baikan, ketika spirit itu berbicara semua berubah. Megora tidak mengetahui apa yang dikatakan spirit, yang pasti itu bukan hal baik. Dia harus segera meredam suasana dingin ini lagi.

"Hahaha, pedang itu pasti mahal kalau dijual" ucap 43 yang mulai memancing emosi.

Tatapan mata yang sinis ditambah senyum mengejek membuat pria bertopeng sedikit tidak senang. Tujuan awal dia memang untuk mencari taring merah, tapi pedang legenda ini adalah mimpi dari semua ahli pedang. Belum lagi ini juga menjadi mimpi guru guru terdahulu dia. Sebuah kesempatan langka dimana dia bisa mewujudkan itu semua, menjadi sebuah penghormatan bagi seluruh guru terdahulu. Membayangkan pedang itu harus berakhir dimuseum atau koleksi orang kaya adalah sebuah kesalahan.

Megora mulai panik, perkelahian bisa pecah kapan saja. Megora mulai memeras otak untuk menengahi masalah ini.

Monster pohon itu kuat!

akhirnya suara Megora bisa menarik perhatian mereka berdua.

Monster itu kuat!

Itu pasti, bahkan dengan kalian berdua itu tidak akan mudah! Apalagi sendiri!

Belum lagi pasukan kecil yang bertugas bagai pengawal!

Terdengar sedikit rancu, tapi menimbang Megora yang mengetahui semua ini bahkan tidak mendapatkan tangan atas itu membuat mereka sedikit percaya.

Tujuan aku menyebar gosip itu cuma satu.

Sebuah kesempatan untuk mencuri.

Setelah perhatian mereka kembali. Megora segera menyampaikan apapun yang dia ketahui. Berharap mereka bisa berhenti berkelahi dan mau bekerjasama. 43 bukan orang bodoh yang mau bekerjasama dengan orang yang pernah berniat membunuhnya.

Sampai ketika pria bertopeng mengeluarkan sebuah kotak. Apa yang ada didalamnya segera membuat 43 berubah pikiran. Sebuah kesepakatan akhirnya bisa terwujud. Pria bertopeng akan memperoleh pedang, kunci akan dimiliki 43 dan Megora mendapatkan bunga.

***

Satu hari sudah berlalu, titik pertemuan mereka telah ditentukan yaitu di sisi Timur lereng gunung. Jalan ini memang memutar dan lumayan jauh dari puncak. Tapi untuk menghindari penjagaan oleh penjaga kota Nes, ini merupakan pilihan terbaik.

Tujuan mereka adalah sebuah gua yang tidak jauh dari puncak gunung. Namun sebelum mereka mencapai gua, ada beberapa hal yang harus diurus terlebih dahulu. Memusnahkan 3 bunga bangkai yang mengelilingi lereng puncak gunung.

Untuk bisa bertarung dengan tenaga penuh, mereka harus memusnahkan sumber ilusi ini. Karena itu 3 bunga bangkai ini harus dimusnahkan terlebih dahulu. Sebelum mereka menghadapi penunggu gua.

Megora membuat kesepakatan ini bisa dikatakan sebuah kebetulan. Terutama sejak kemunculan pria bertopeng. Karena rencana awal adalah berurusan dengan walikota Nes. Maka dia dengan ngotot mendapatkan rahasia kelam

walikota ini, berjual informasi pedang air.

Dengan demikian, disaat walikota mengerahkan ahli beladiri untuk mendapatkan pedang, Megora bisa memeras walikota untuk mendapatkan bunga. Sedangkan walikota bisa menyimpan apapun harta yang tersisa. Bagi Megora itu bukan kesepakatan yang merugikan walikota.

Jika Megora tidak terlambat mengetahui posisi gua dan keberadaan pedang. Mungkin dia tidak perlu repot repot dengan semua hal ini.

Sedangkan untuk bunga bangkai, keberadaan mereka sudah ada digunung ini sejak lama. Pada waktunya bunga ini akan mekar selama sebulan penuh. Diselang waktu itu, serbuk ilusi ditebarkan. Namun jangkauannya hanya 5 meter dari titik tumbuh bunga.

Sejak kemunculan monster di gua, Megora mendapati bunga ini mulai tumbuh besar seiring waktu. Sebagian besar pencari herbal mengetahui keberadaan bunga bangkai ini, karena itu mereka selalu mengambil jalan memutar. Akibatnya mereka tidak menyadari pertumbuhan bunga ini kecuali Megora.

Untuk menghapus ilusi ini, satu satunya cara adalah menebang bunga bangkai. Sebelum sampai kesitu, pada akhirnya mereka harus melalui ilusi. Karena itu keberadaan pria bertopeng mengambil arti penting. Bukan karena dirinya pribadi, namun lebih kepada salah satu jurus langkah pedang milik mereka. Langkah ke-4 "dunia pedang".

Sebuah jurus yang memungkinkan penggunanya memiliki dunia kecil sendiri. Namun itu tidak terpisah dari dunia nyata, hanya pengguna memiliki kemampuan lebih. Kecepatan tinggi, indera meningkat, pertahanan semakin kuat, bahkan serangan pedang berlipat ganda. Salah satu poin penting adalah tidak terpengaruh oleh ilusi.

Sebelum banyak ahli beladiri datang berkumpul, mereka benar benar dikejar waktu. Dengan petunjuk dari Megora, mereka bertiga mulai mendakit gunung.

Tidak butuh waktu lama mereka sampai ke bunga bangkai pertama. Sudah lama sejak terakhir kali Megora berada disini. Melihat ukuran bunga ini, lebih tepat menyebutnya sebagai pohon.

Amorphophallus titanum, 43 pikir bunga bangkai disini akan berbeda dari bumi. Mereka terlihat sama, walaupun 43 tidak pernah melihat yang asli kecuali foto. Memiliki ukuran raksasa, mungkin ada 10 - 15 kali lebih besar dari yang ada di bumi. Memiliki tinggi setinggi pohon disekitar, apa yang menakjubkan adalah kelopak bunga yang merah dan bau busuk yang menyengat.

Pria bertopeng mengambil langkah maju kedepan. "Biar aku yang mengurusnya!"

Belum juga pria bertopeng melangkah, ratusan sulur seolah olah terbangun dari balik kelopak. Mengeliat dan berputar putar bagai ular disekitar bunga. Merasakan kehadiran pria bertopeng yang semakin dekat, bunga ini menyadari adanya bahaya yang mendekat.

Ratusan sulur segera menyerang mereka. Pria bertopeng hanya bisa tersenyum melihat ini. Ketika sulur sulur ini masuk kedalam ruang lingkup dunia pedang, ada semacam bayangan pedang disekitar. Memotong semua

sulur yang masuk kedalam.

Pria bertopeng sebagai pusat, dengan dunia pedang selebar 5 meter. Walaupun begitu tidak ada sulur yang bisa mencapai 4 meter lebih dekat dari mereka. Semua terpotong kecil kecil oleh bayangan pedang.

Seolah olah tidak terhingga, bayangan pedang ini terus memotong. Namun itu juga sejalan dengan sulur bunga. Sulur ini terus ada dan terus meregenerasi setiap kali terpotong.

43 terlehit mengkerut melihat kondisi ini. "Ini tidak akan ada habisnya."

Tentu saja Megora dan pria bertopeng menyadarinya. Sudah 5 menit berlalu, tidak ada tanda tanda berhenti. Mereka tidak bisa mengukur sebesar apa bunga ini memiliki energi. Bagaimanapun juga yang mereka harus hadapi tidak hanya satu bunga, belum lagi monster didalam gua. Jika harus menghabiskan banyak energi disini, akan menjadi sebuah kerugian buat mereka.

Langkah Pertama! Tebasan Kilat!

Lebar dunia pedang yang semula hanya 5 meter, secara spontan menjadi 20 meter. Membuat jangkauannya mencapai bunga. Didalam dunia pedang langkah pertama ini tidak perlu sampai membuat tubuh ikut bergerak. Apa yang ada adalah sebuat sayatan pedang dari bayangan pedang, namun tekanan tebasan ini jauh dari bayangan biasa.

Swingg!

Sebuah sayatan vertikal membelah bunga dipangkal tangkainya. Tebasan ini begitu cepat dan efisien, bahkan hasil tebasan yang tipis hampir tidak terlihat.

Senyum tidak terukir di bibir mereka. Walaupun setelah ditebas sulur ini masih saja terus menyerang mereka. Merasa tidak begitu yakin dan mengerti, pria bertopeng sekali lagi melancarkan tebasan. Hasilnya tetap juga sama, bahkan setelah 4-5 kali serangan.

Langkah kedua! Pedang Tombak!

Tembakan energi ini berhasil membuat lubang selebar 30 cm di pangkal tangkai bunga. Hal berikutnya berhasil membuat kening mereka mengkerut. Lubang yang tercipta dalam hitungan detik segera tertutup kembali seperti sedia kala.

Regenerasi Tingkat Tinggi!

Melihat ini mereka bertiga memiliki pemikiran yang sama, hanya Yuna yang terlihat santai tidak perduli. Baginya ini sebuah jalan jalan santai melihat dunia baru.

Pilihan mereka semakin sulit, jika mereka tidak memiliki kemampuan memusnahkan bunga ini dalam sekali serang. Maka mereka harus segera turun gunung dan mencari seorang penyihir tingkat tinggi. Terutama penyihir yang berspesialis dalam elemen api. Disaat mereka berkutak dalam pikiran cara apa yang harus dilakukan. 43 mulai angkat bicara.

aku punya solusi.

Mereka berdua menoleh kearah 43 dengan sedikit tidak percaya. Mereka tahu 43 memiliki tubuh dengan pukulan dan tendangan yang kuat, tapi tetap saja tidak ada energi didalam tubuh 43. Sangat mustahil untuk bisa memusnahkan bunga ini sekaligus.

43 melangkah manu dan mempersiapkan diri. "Berikan sedikit energi dalam tebasan pedangmu secara vertikal, sehingga cukup ada celah lebar disana. Setelah itun menyingkirlah cukup jauh."

Mereka tidak tahu maupun mengerti apa yang akan dicoba oleh 43. Karena mereka juga belum ada ide yang lebih baik, jadi tidak ada salahnya membiarkan 43 mencoba.

Sebelum mereka melakukan sesuai rencana 43, tanah dikaki tiba tiba ada sedikit getaran. Tiba tiba akar bunga seukuran betis muncul dari dalam tanah. Berusaha menangkap kaki mereka.

Dari ketiganya hanya pria bertopeng cukup cepat menyadari ini. Akar yang mencoba melilit kakinya kini terpotong potong menjadi serpihan kecil. Tidak sampai disitu, akar terus tumbuh dari dalam tanah menyerang mereka. Pria bertopeng terpaksa mengambil langkah mundur. Salah satu kelemahan dunia pedang ini adalah tidak dapat menjangkau dalam tanah.

Akar itu muncul sangat dekat dengan kaki mereka, karena itu pria bertopeng tidak bisa mengerahkan bayangan pedang. Akan ada resiko itu bisa mengenai kaki mereka. Akibatnya 43 tersingkir semakin kesisi kanan, Megora ke sisi kiri dan Pria bertopeng semakin mundur kebelakang.

Tanpa disadari Megora telah keluar dari ruang lingkup dunia pedang. Saat itu juga rasa takut semakin menggila. Serangan membabi buta dilancarkan, sambil terus berteriak. Alhasil dia bergerak semakin jauh dari kedua lainnya.

Menyadari posisi dia, 43 segera mawas diri. Bagaimanapun juga 43 tidak percaya dia tidak memiliki rasa takut. Selang beberapa menit berlalu, apa yang dilihat dan didengar hanya kegilaan Megora.

Dibandingkan rasa takut, kebingungan malah kini yang menghantui dia. 43 tidak mengetahui apa yang terjadi, paling tidak dia masih sadar dan normal. Ilusi ini sepertinya tidak berpengaruh kepadanya.

Kembali fokus 43 mulai meneriaki pria bertopeng untuk melancarkan rencana semula. Pria bertopeng yang terus ditekan akar bunga kini mulai melompat. Dengan demikian dia memberikan sedikit ruang untuk mengatasi akar yang muncul dari tanah.

Dunia pedang kembali dilebarkan untuk menjangkau bunga. Berada di udara memang tidak memberikan tebasan yang kuat, namun itu lebih dari cukup dengan memberikan sedikit tambahan energi.

Swinggg!

Sebuah tebasan pedang berhasil membelah vertikal bunga. Kini kelopak bunga sudah terpisah dari akarnya.

Bang!

Sebuah pukulan keras mendarat dikelopak bunga membuatnya terdorong kebelakang. Segera 43 menyalurkan karma kebunga. Seiring waktu bisa terlihat bunga menjadi layu, kering dan menghilang jadi debu. Tidak

berhenti disitu, 43 mulai menghimpun karma ditangan.

Boommm!

Pukulan keras dari sebelumnya mendarat pada sisa pangkal bunga. Menghasilkan ledakan yang hebat dan kawah bisa terlihat disana. Ledakan ini juga menghasilkan tekanan udara yang menghempaskan Megora dan pria bertopeng.

Megora yang masih termakan ilusi tidak mengetahui apa yang terjadi, tapi berbeda dengan pria bertopeng. Dari balik topeng bisa terlihat keterkejutan dari pancaran mata. Untuk orang yang tidak memiliki energi namun bisa menimbulkan tekanan seperti ini adalah sesuatu yang tidak bisa dibayangkan.

Sekali lagi pandangan pria bertopeng terhadap 43 menjadi sedikit berbeda. Dia benar benar tidak bisa mengukur sekuat apa pria ini. Rasa takut sepertinya mulai tumbuh, apalagi dia merasakan ledakan ini menimbulkan gejolak energi yang tidak lazim. Belum lagi pria itu tidak memancarkan energi apapun. Seumur hidupnya hanya orang cacat memiliki ciri ciri seperti itu. 43 mungkin satu satunya orang cacat yang memiliki pukulan mematikan.

Apapun itu, hanya bisa dicari tahu lain waktu. Untuk saat ini dia harus fokus kepada misi. Bangkit berdiri kembali pria bertopeng menstabilkan dunia pedang. Bagaimanapun juga baru satu bunga yang mereka tumbangkan, masih ada 2 lagi. Sedangkan gunung ini masih dipenuhi oleh serbuk ilusi. Dari jauh terlihat 43 sedang memikul Megora. Sepertinya dia tidak sadarkan diri dan terlihat pucat.

Pria bertopeng tidak memiliki waktu banyak. Dia harus segera menumbangkan bunga sebelum kehabisan energi untuk mempertahankan dunia pedang. Dengan demikian dia mulai menyuntikan energi ke tubuh megora. Tidak

butuh waktu untuk Megora sadarkan diri.

Dengan muka yang pucat, sedikit pusing dan mata yang memancarkan kebingungan. Megora menatap mereka berdua. Jejak kepedulian yang diharapkan adalah sia sia belaka.

Dimana bunga berikutnya?

1
Rola
Like hadir, di tunggu respek nya, GENGSTER
min Björn
secangkir kopi untuk memberimu semangat
min Björn
lanjut lah masa enggak😁😁👍👍
Aulia Pratama
hmmm
IG: Saya_Muchu
semangat update ya!!!

Karena karyanya bagus, alu langsung klik favorit.
min Björn
lanjut lah masa enggak 👍👍
min Björn
agak ribet ya, tapi it's ok lah 😄👍 ganbatte author 💪🔥
min Björn
lanjut lah masa enggak
Neti Jalia
nyicil boom like lagi🤗🙏
Neti Jalia
nyucil boom like lagi🤗🙏
Neti Jalia
nyicil boon like lagi🤗🙏
Neti Jalia
10 like untukmu🤗🙏
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
Sella
like
Mudar Batak
lot
Akira ✨
Like 😉
Jangkrik Bozz
pake bahasa daerah ya thor?
Jangkrik Bozz: siap² sekalian sama belajar bahasa daerah👍👍👍
total 4 replies
🦄DSY🦄
hi
43: asyiapp... 😆😆😆
total 4 replies
Toni Baskoro
baca sinopsis nya jadi langsung kepo nih
anggita
markus.,
anggita
sunda kelapa👌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!