NovelToon NovelToon
The Unloved Duchess

The Unloved Duchess

Status: tamat
Genre:Naik Kelas / Romantis / Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Percintaan Konglomerat / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:36.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: lafratabassum

seorang pelayan bernama Jemina Kiara yang hidup serba susah, kini malah berakhir mengenaskan di tangan majikannya sendiri yang seorang Duchess.
namun tiba-tiba ruang dan waktu berubah, Jemina terbangun dan mendapati tubuhnya berubah menjadi Duchess Casandra, wanita yang sudah membunuhnya. Sebagai pelayan Duchess dia tau betul bagaimana kehidupan pernikahan nyonya nya yang sepi dan penuh kepalsuan. Cassandra di benci suaminya sendiri, karena wanita itu telah melakukan hal kotor agar bisa menikah dengan lelaki terhormat ini.

" aku akan membalas perlakuan kalian semua, bahkan tubuh ini pun harus ikut merasakan hukumannya" desis Jemina

" dia berubah dan aku mulai menyukainya" ucap Duke Louis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lafratabassum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamparan

Pagi harinya, Jemina di kagetkan dengan keberadaan Louis yang sedang memeluknya. Lelaki itu nampak tenang dalam tidurnya. Jemina menatap paras tampan Louis dengan seksama. Ini adalah kejadian langka dalam pernikahan mereka. Biasanya lelaki itu akan langsung pergi begitu selesai menidurinya. Meskipun tidur di sampingnya, Louis tidak pernah dalam posisi seperti ini dan hanya sekejap waktu saja.

" Ehemm.. " Jemina sengaja menggeliat agar pelukan lelaki itu terlepas. Meskipun tidak bisa leluasa karena lukanya, Jemina tetap berusaha.

Namun bukannya terlepas, pelukan itu semakin erat. Layaknya ular yang semakin membelitnya.

" Louis.. " panggil Jemina.

Lelaki itu tidak merespon. Jemina menarik nafas panjang.

" Louis.." panggilnya sedikit lebih kencang.

" Emm" jawab Louis tanpa membuka matanya.

" Kau mengenai lukaku" singkat Jemina.

Seketika Louis membuka matanya dan menjauhkan dirinya.

" Apa, mana yang sakit?" Louis terlihat cemas. Lelaki itu meneliti kaki Cassandra. Siapa tau lukanya terbuka kembali.

" Sekarang sudah tak apa. makanya lain kali jangan terlalu dekat. Bagaimana jika kau merusak perbannya? "

" Baiklah, maafkan aku ya"

Jemina memandang wajah Louis dengan ekspresi tak percaya. Ini pertama kalinya Louis meminta maaf padanya. Apakah sungguhan?

" Cassandra, apa kau benar-benar tak apa?" Louis memastikan. Kenapa wajah Cassandra terlihat sedikit syok. Apa yang salah.

" Ah tidak. Hari sudah pagi " Jemina langsung mengganti topik.

" akan aku panggilkan pelayan" Louis mengangguk lalu turun dari ranjang.

Semakin hari, Jemina semakin tidak bisa mengendalikan hatinya. Ternyata tidak sulit jatuh hati pada Louis. Di tambah dengan perlakuan Louis yang semakin perhatian dan lembut, membuat Jemina berbesar kepala. Jemina sedang jatuh hati pada suaminya. Ya, wanita itu mulai terbiasa dengan hubungan suami istri mereka.

Setelah ritual mandi, Louis pamit pergi. Lelaki itu mengatakan jika akan mengurus sesuatu di istana. Sayangnya bukan hanya itu saja, anak buahnya mengabarkan jika si James, si lelaki brengsek itu telah tewas. Dia akan merundingkan bagaimana cerita akhir dari penjaga tidak tau diri ini agar tidak memancing banyak kecurigaan.

Tap tap tap

Langkah kaki terdengar mendekat memasuki kamar.

Jemina melayangkan pandangan ke arah pintu.

Seorang wanita dengan pakaian yang menampilkan tubuh seksinya berjalan dengan senyum sombong.

Jemina menarik nafas panjang, dan dengan cepat langsung membuang muka.

" selamat pagi Duchess Wilton" sapa nya dengan nada manja.

" emm" jawab Cassandra malas. Dia benar-benar tidak mengharapkan kedatangan wanita ini. Wanita itu tetap meneruskan acara membacanya.

" Aku tidak melihat Duke Wilton, bukankah kalian sudah menginap berhari-hari?" sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar.

Pertanyaan ini membuat Jemina jengah, sepupu yang tidak tau malu ini datang tanpa menanyakan kabarnya. Malah mencari keberadaan Louis. Memang dasar wanita kurang perhatian.

" Pergilah Barbara, aku tiba-tiba pusing jika mendengar suaramu" balas Jemina datar dengan matanya tak lepas dari buku yang dia baca.

" hahaha, kau selalu seperti ini" balas Barbara tak mengindahkan ucapan Jemina.

Wanita itu malah duduk di tepi ranjang dengan senyum tak berdosa.

" kata Paman, Duke Wilton kini mulai perhatian padamu. Tapi kenapa di luaran sana juga berembus kabar jika ada wanita lain yang tinggal di kediaman Duke. Jadi sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Barbara tak sopan.

" Terserah kau mau percaya yang mana" singkat Jemina.

" rasanya poin ke dua lebih masuk akal. Tidak mungkin Duke Wilton memiliki perhatian lebih padamu"

" ter se rah"

" Ini semakin membuat ku terpacu untuk bisa menggoda Duke Wilton. Sebaiknya kau bersiap mulai dari sekarang"

Jemina tak menjawab. Sepupunya ini merupakan simpanan salah satu Lord terkemuka. Dia memiliki banyak harta karena hal ini. Namun dia kekurangan rasa malu. Barbara terbiasa menjadi mengais perhatian yang penting dia mendapatkan keuntungan.

" bukankah kau sudah kalah sedari awal? , tak perlu mencoba nya lagi. Hasil akhirnya pasti sama. Duke Wilton akan lebih memilih ku daripada kamu" balas Jemina semakin pedas, Jemina tak salah karena memang Barbara sudah berkali-kali menggoda Louis. Bahkan sebelum Cassandra menikah dengan lelaki itu. Namun tak pernah sekalipun lelaki itu menggubrisnya. Entahlah apa alasaan nya, tapi saat dengan Pamela denga mudah lelaki itu tergoda.

" Cassandra dengar ya. tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Posisimu sekarang sudah di ujung tanduk. Lebih baik kau bersikap baik selagi ada kesempatan"

Jemina menarik sudut bibirnya. lalu memandang wajah simpanan itu.

" Bukankah kaulah yang sedang di ujung tanduk. kau kira aku tidak mengetahui kabar kebangkrutan Lord tersayang mu itu? lalu apa, menggoda Louis? Jangan terlalu tinggi menaikkan impian, kau akan kesakitan saat terjatuh nanti" ejek Jemina.

" jangan mengejek ku, lihatlah dirimu sendiri. Apa yang kau dapatkan setelah menikah dengan Duke. Tidak ada kan. Lebih untung diriku, setidaknya satu anakku tetap menjadi anggota bangsawan"

" tapi kau tidak memiliki harga diri"

plak

Tamparan mengenai pipi Cassandra.

Jemina kaget, dia memegang pipinya dengan tatapan garang.

" kau berani, menamparku!" desis Jemina tidak terima.

Plak

Jemina membalas dengan cepat dan lebih keras. Mulut Barbara terbuka saking kagetnya. Barbara tidak terima.

" kau.."

Tangan Barbara sudah melayang, hendak membalas lagi namun..

" Barbara!" teriak seseorang dari ambang pintu.

Barbara dan Jemina serentak menoleh. Dari suaranya saja terdengar tidak asing.

Kedua mata Barbara seperti akan copot, seseorang yang sedang menatap tajam ke arahnya adalah lelaki yang ingin dia dekati. Kini harapan itu pupus sudah.

" D.. Duke.. " lirih Barbara yang sudah berdiri.

Louis dengan langkah panjang segera mendekati istrinya.

" apa yang kau lakukan?" tanya Louis tegas. Dia bukan orang bodoh, jelas sekali dari pergerakan tangan Barbara, jika dia ingin menampar istrinya.

" sa.. sa.. saya hanya.. hanya.. "

" Louis, apa yang membuat mu kembali?" tanya Jemina memotong pembicaraan. Wanita itu tidak mau masalah ini di perpanjang. Setidak jangan sampai Louis menghukum sepupunya. Bukannya kasihan namun dia tidak mau menjadi alasannya.

" diam Cassandra, katakan apa yang ingin kau lakukan pada Cassandra!" balas Louis yang sudah mengira jika Cassandra ingin membalikkan suasana.

" sa..saya.. hanya.. menyapa Duchess saja" Cicit Barbara yang sudah berkeringat dingin.

" jangan berbohong!" suara Louis menggelegar.

" ti.. tidak Duke. Bukan... begitu.. Duchess?" Barbara menatap Jemina meminta pertolongan. Dia berharap masih ada hati nurani Cassandra untuknya.

" dia datang dan berbincang padaku" jawab Jemina.

Tap tap tap

Tuan Frank masuk, dia mendapatkan laporan jika ada keributan di dalam kamar Cassandra.

" Duke, apa yang terjadi?" tanya Tuan Frank, dia khawatir jika terjadi masalah disini dan itu menyangkut keluarga nya dengan Wilton. Jangan sampai ada hal yang merusak hubungan kekeluargaan ini.

" putri mu yang sedang sakit ini dengan seenaknya di tampar oleh sepupu nya. Bagaimana kau akan mengambil sikap?" tanya Louis dengan sedikit menggebu-gebu.

" apa benar Barbara?" tanya Tuan Frank, di depan Duke Wilton dia harus membela Cassandra.

" tid.. tidak.. " jawab Barbara dengan badan bergidik ketakutan. Masalah semakin besar, seperti nya dia tidak memiliki harapan untuk terbebas dari masalah ini.

" lalu jelaskan kenapa pipi Cassandra memerah seperti ini?" mata Louis begitu teliti padahal Jemina sudah berusaha menutupi bekas tamparan dengan surainya.

" itu.. itu salahnya sendiri, dia menghinaku" kesal Barbara. Dia sudah tersudutkan jadi mau tidak mau inilah caranya dia membela diri.

" lancang.. " balas Louis cepat.

" Louis, tahan emosimu. Lagi pula aku sudah membalasnya. jangan memperhitungkannya lagi" Jemina langsung menengahi.

" tidak! beraninya wanita sepertinya menampar Duchess. Pelayan.."

" Louis hentikan, sudah. Jangan meributkan hal ini lagi. Lebih baik kau pergi Barbara" tegas Jemina. Dirinya sudah tak berdaya seperti ini masih juga di tambahi dengan masalah. Kepalanya pusing mendadak.

" tidak..kau.. " Louis masih tidak terima.

" Louis sudah, kepalaku pusing. Aku mau tidur. Kalian pergilah" final Jemina.

" ayo Barbara" Tuan Frank menarik Barbara pergi. Dia meninggalkan Louis dan Cassandra berdua.

ceklek

pintu tertutup, Jemina bersiap untuk menutup matanya.

" kenapa kau membelanya? " tanya Louis tak habis pikir. Sayangnya Jemina sudah tidak bernafsu untuk melanjutkan pembicaraan mengenai Barbara.

Louis menarik nafas panjang. Dia benar-benar tidak terima melihat Cassandra di perlakuan seperti tadi. Tapi kenapa istrinya malah terlihat tidak mempersoalkan sama sekali. Kini situasinya berbalik, apa yang biasanya dia lakukan kini menjadi kebiasaan Cassandra.

" hari ini kita kembali ke kediaman"

perintah Louis, setelahnya dia memanggil para pelayan agar membereskan segala barang-barang milik Cassandra dan dirinya.

Louis tidak peduli, dia tidak mau kejadian ini terulang. Dia tidak bisa menunggu setiap waktu di samping istrinya, sejak awal seharusnya Louis tau. Kediaman Dixon tidak aman untuk istrinya.

1
Laila Wahda
kok gak lanjut thor,padahal bagus ceritanya gak sama seperti yg lain ini dari kalangan pelayan yg di siksa sama majikannya dan masuk ke tubuh majikannya sendiri mau tau lanjutannya bagus
Annie Soe..
Karya yg sangat bagus dengan banyak pemeran tapi saling terkait & alur mengalir apik..
Sayangnya krnapa ga di lanjutin thor ?
Pindah ke sebelah kah ??
Annie Soe..
Benar2 wanita ulat keket ya si pamela..
Sabar ya jemina si louis dah mulai bucin tu..
Eka Nursanti
lanjutannya ditunggu KK,karyamu bagusss banget
Suhana Sulaiman
makin pelik ceritanya.... thor krana lama upnya kamu lupa cerita yg kamu bikin .. aku sampai mengundur ke bab belakang.. dn benar frank minta maaf pd cassandra krana kehilangan calon penerus duke....
Suhana Sulaiman
ceritanya mcm apa .. kan dirumah bapaknya sudah diberitahu oleh bapaknya sendiri yg dia keguguran... hishhh... apa mimpi
Kartini
lanjut thor
Kartini
lanjut thor,
Moreno
BELUM TAMAT tapi tidak dilanjutkan.

Sayang sekali padahal tulisannya bagus
Noveni Lawasti Munte
ko gantung Thor
Novie Achadini
reinkarnasi dong biar bisa balas dendam
Twati twatih
kpan updatenya?????????nunggu nihhhh
Twati twatih
kpan updatenya???
Twati twatih
kpan up nya,,,,,,,,
ana azizah
kehilangan anak ekspresi nya biasa ajh
bahkan malah memafkan bapaknya
ana azizah
ah naif ternyata
Twati twatih
siip,,,,👍👍critanya pas ngga ngebosenin,,, semangatt Thor menciptakan karya lain yg seru2
Twati twatih
maaf y lupa meninggalkan jejak,,,,,soalnya terlalu fokus sma critanya😁😁😁
riiina
Penulisannya rapi, enak dibaca.
ceritanya menarik....🥰
riiina
tugasmu tinggal membujuk Jemina....🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!