Tidak ada konflik berat hanya untuk hiburan Thor dan yang mau baca 😅 tidak ada juga tokoh utama wanita tertindas disini, 😂
_______
Persahabatan sudah tidak lagi murni menjadi kisah seorang sahabat ketika rasa cinta mulai menyusup di hati salah satunya.
Mereka adalah Reno Hermanto pria muda, tampan, kaya raya tapi playboy dan suka main wanita semua ia lakukan hanya untuk menyembunyikan rasa cintanya pada Arania Audita Budiman sahabat kecilnya.
Sampai suatu malam di Singapura merubah segalanya. persahabatan yang jadi pernikahan dengan landasan cinta bertepuk sebelah tangan.
Mampukah Reno menjaga Ara tetap di sisinya dan mampukah Ara mencintai Reno?
Selamat membaca, Cheer me upppp untuk yang punya sahabat baik!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap 33
Reno secara sengaja menemui dokter Nia, jika Ara tidak bisa di peringatkan setidaknya dokter Nia akan lebih mengerti.
Reno menunggu dokter Nia di sebuah taman, ia sengaja tidak bertemu di restoran agar tidak terjadi salah paham.
"Maaf membuat mu menunggu" kata dokter Nia sembari duduk di bangku tepat di hadapan Reno.
"Tidak masalah dokter , aku ingin bicara padamu soal.."
"Aku tahu pak Reno, kau mengajak ku bertemu pasti karena kejadian kemarin malam di restoran" dokter Nia terlihat salah tingkah dan malu mengingat kejadian kemarin malam di restoran.
"Ini salah ku karena aku mau membantu Bu Ara, mungkin aku tidak berpikir panjang karena aku tergerak sebagai sesama wanita"
"Ini bukan salah mu dokter, ini salah ku karena telah menyeret mu kedalam masalah kami, untuk itu aku meminta maaf"
Reno seorang gentleman ia tidak akan menyalahkan siapapun karena permasalahan yang hadapi. Dokter Nia semakin kagum pada Reno diam-diam ia mengamati wajah Reno sesekali. Meski pria itu selalu mengalihkan perhatian ketika berbicara dengan Nia.
"Dokter kau masih muda dan cantik masa depan mu juga panjang, karir mu cemerlang. Di luar sana banyak pria baik yang menunggu cintamu jadi jangan terlibat rencana gila istriku, kau mengerti?"
Kali ini Reno menatap kedua bola mata dokter Nia membuat gadis itu berdebar.
Nia mengangguk paham,
"Jika kau hamil anak ku dan aku tidak bisa menikahi mu kau tahu sanksi apa yang akan kau dapatkan seumur hidup mu?"
Nia kembali mengangguk,
"Aku sangat mencintai Ara, aku mengenalnya sejak ia kecil aku juga melihatnya jatuh cinta pada pria lain dan itu menyakitkan karena itu aku tidak ingin Ara tersakiti melihat ku memiliki wanita lain" Reno tersenyum ke arah Nia.
Dalam hati Nia berdo'a ingin dapat pria seperti Reno, yang cintanya begitu dalam pada istrinya meski sang istri memiliki kekurangan.
"Baiklah, aku pergi dulu terimakasih sudah meluangkan waktu mu dokter"
Reno mengulurkan tangannya sembari tersenyum. Dokter Nia dengan gugup meraih tangan Reno.
"Sampai jumpa" kata Nia.
Nia memandangi punggung Reno yang semakin pergi menjauh. Ia tersenyum tidak salah orang Jika ia mengagumi seorang Reno Hermanto.
***
Reno duduk di ruang tamu sebuah panti asuhan. Ia sedang berbicara serius dengan seorang wanita paruh baya yang kemudian membawanya ke sebuah ruangan.
Di ruangan itu berjajar box bayi yang baru lahir. Reno mengamati satu persatu disana ada tiga Box bayi. Tiga orang bayi laki-laki lucu terlihat tidur pulas, kulitnya masih kemerahan. Reno langsung jatuh hati pada ketiga bayi laki-laki itu.
"Bagaimana jika saya membawa mereka hari ini?"
"Baiklah pak, tapi sebagai syarat wajib saya harus ikut meninjau keadaan rumah bapak" kata ibu panti.
"Baiklah"
Reno mengajak ketiga bayi dan ibu panti ke rumahnya bertemu Ara.
"Sayang, ini anak siapa?" Kening Ara berkerut menatap tiga orang bayi yang di gendong tiga suster. Ara juga menatap seorang wanita paruh baya yang duduk tidak jauh dari bayi-bayi itu.
"Lihat sayang mereka lucu sekali bukan? mereka anak-anak kita" kata Reno.
"Anak kita?" Ara bingung ia menatap wanita paruh baya yang tersenyum pada Ara.
Ara mendekati bayi-bayi itu ia Mandang wajah mungil mereka. tidak terasa mata Ara berkaca-kaca. ia menggendong salah satu bayi itu lalu menciumnya.
"Kau bahagia?" bisik Reno yang memeluk Ara dari belakang.
Ara mengangguk, bulir bening terjatuh dari matanya.
Reno memberi nama untuk ketiga jagoan kecil itu Azka, Tristan dan Dalas.
"Kita sudah lengkap jadi berhenti membuat ide gila lagi" kata Reno.
Ara tertawa, ia memeluk Reno erat sekali. sejak dulu pria itu selalu menjadi pahlawan untuknya. Ara merasa sangat beruntung sekali memiliki seorang Reno dalam hidupnya.
"Kita besarkan ketiga jagoan ini bersama, kita limpahi mereka dengan cinta dan kasih sayang?" kata Reno di sambut anggukan kepala Ara.
Hari-hari Ara kedepan akan disibukan sebagai seorang istri dan ibu dari ketiga jagoan mereka. Ara sangat bahagia meski Azka, Tristan dan Dalas tidak lahir dari rahimnya tapi ia sangat bahagia.
"Azka, Tristan dan Dalas ini ibu dan ayah" kata Reno pada bayi-bayi mungil di hadapannya. ketiganya menggeliat dari tidurnya seolah mengerti apa yang di katakan ayah mereka.
"Baiklah sayang aku harus ke kantor sekarang, selamat menjadi ibu..." Reno mengecup bibir Ara sebelum melangkah pergi untuk meeting di kantor.
kalau boleh jujur sangat menunggu bonchap dari kakak author.. :)
dan sampai jumpa di karya kak author..ditunggu...