Kinza Anaira Pratama adalah seorang gadis yang masih sekolah, akan tetapi di di nikah kan oleh kedua orang tua nya
Raffa putra Airlangga adalah pemuda yang menikahi Anaira
Raffa seorang pemuda tampan yang terlihat kaku dan dingin
bagaimana kah kelanjutan dari kisah mereka berdua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rindu ku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
" Enak aja Lo mau dekati suami gue, Lo pikir gue orang baik apa, sehingga membiarkan Lo dengan mudah nya mendekati suami gue?, heh jangan harap" ucap Anaira di dalam hati nya,
" Ck,Dan Raffa pun menikmati saat ulat bulu tadi bergelayut manja di tangan nya" Anaira menatap kesal wajah Raffa.
" Kok perasaan gue gak enak ya" ucap Raffa di dalam hatinya,
Dia merasa perasaan nya tidak enak, tapi tidak tau apa yang sedang terjadi.
Kring
kring
Bel masuk berbunyi, Anaira tanpa menghiraukan Raffa langsung berjalan ke arah kelas mereka.
" Yang, kok aku di tinggal?" tanya Raffa dengan bingung nya saat Anaira tidak menunggu nya, dan langsung menuju ke kelas mereka.
" Ga sadar diri Lo?" tanya Alvian dengan ketus nya, dia sangat geram dengan sikap Raffa yang tidak tegas kepada Lidya tadi.
" Lah, gue salah apa?" Raffa masih belum menyadari kesalahan nya.
Alvian dan para sahabat nya meninggal kan Raffa dengan kekesalan mereka.
" Lah kok semua nya meninggal kan gue?" bingung Raffa.
" Ck, gue pikir Lo itu pintar, ternyata bego juga ya" Zidan sangat kesal terhadap Raffa yang tidak paham dengan apa yang sedang terjadi.
" Anaira marah, gara gara Lo ngebiarin Lidya bergelayut di tangan Lo tadi" Raka sangat greget dengan Raffa yang sangat tidak peka terhadap Anaira, istri nya.
" Siapa bilang gue ngebiarin dia bergelayut di tangan gue, gak kok" Raffa merasa dia menolak waktu Lidya bergelayut di tangan nya.
" Ya Lo menolak nya, setelah mendapat kan tatapan kematian dari bini Lo" kesal Raka, dan langsung meninggal kan Raffa dengan di ikuti oleh teman teman nya yang lain.
" Bro, Lo harus lebih peka terhadap Anaira, dia istri Lo, bukan pacar Lo" Arkana menasehati Raffa, dia tidak ingin hubungan mereka berdua rusak hanya gara gara Raffa tidak peka.
" Lo benar, thanks" ucap Raffa sambil tersenyum, kemudian Raffa pun segera berlari menuju ke kelas nya.
" Ck, Raffa bahkan tidak mengejar gue" Anaira sangat kesal karena Raffa tidak mengejar nya sama sekali.
" Lo gak papa kan dek?" tanya Alvian
" Gak papa kok bang" jawab Anaira sambil memaksa kan senyum nya.
" Gue yakin Raffa shock tadi, maka nya tidak langsung di hempas kan nya tangan perempuan tadi" ucap Alvian.
" Iya Nai, gue juga yakin begitu " Abian percaya kalau Raffa tidak mungkin membiarkan perempuan lain menyentuh tubuh nya sembarangan.
Kemudian Raffa pun masuk ke kelas, bertepatan dengan sang guru yang mengajar di kelas mereka.
" Sayang, maafin aku ya, aku bukan nya sengaja membiarkan Lidya menyentuh tangan ku,aku hanya terlalu terkejut sehingga tidak sadar kalau tangan nya masih memegang tangan ku" ucap Raffa dengan rasa bersalah nya.
Akan tetapi Anaira tidak menghiraukan nya sama sekali, dia hanya memperhatikan penjelasan guru di depan.
" Yang"Raffa memanggil Anaira, tapi Anaira sama sekali tidak menghiraukan nya.
" Yang" Raffa kembali memanggil Anaira.
" Diam Fa, dengerin penjelasan guru di depan" Anaira sedang tidak ingin menghiraukan Raffa.
Dan Raffa pun tidak lagi memanggil Anaira, takut gadis tersebut semakin marah, apalagi sekarang adalah mata pelajaran kesukaan nya.
Anaira hanya diam terus memperhatikan penjelasan sang guru di depan sana tanpa berbicara satu kata pun, membuat Raffa semakin bingung bagaimana cara nya agar Anaira tidak lagi marah pada nya.
" Bang, aku pulang bareng Abang aja ya" ucap Anaira setelah guru yang mengajar keluar saat bel pulang berbunyi.
" Terus suami mu bagaimana?" tanya Alvian yang tidak langsung mengiyakan permintaan adik nya.
" Dia kan bawa motor sendiri" jawab Anaira dengan bingung nya, dia tidak mengerti kenapa Alvian bertanya tentang Raffa.
"Bukan begitu maksud Abang sayang, Kalau kamu pulang bareng Abang,kamu pulang ke mana?, ga mungkin ke rumah Daddy kan?" Alvian menjelaskan maksud nya pada sang adik.
" Yang, jangan pulang bareng bang Al, pulang bareng aku ya" pinta Raffa.
" Baik lah " jawab Anaira
" Gue gak tau mau pulang ke mana kalau tidak bareng kamu" lanjut Anaira dengan wajah polos nya, membuat para sahabat mereka tertawa.
" Ayo Yang" Raffa menggenggam tangan Anaira, dan menarik nya dengan lembut untuk keluar dari kelas, Anaira tidak membantah, karena dia juga tidak benar benar marah sama Raffa, dia hanya kesal saja sama Raffa yang tidak tegas
" Yang, maafin aku ya" Raffa meminta maaf pada Anaira.
" Hmm" jawab Anaira cuek.
" Yang masih marah Ya?" tanya Raffa
" Tidak kok" jawab Anaira dengan santai nya.
" terus tadi kenapa kamu meninggal kan ku di kantin?" tanya Raffa