NovelToon NovelToon
Syabilla

Syabilla

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Cinta pada Pandangan Pertama / Duda / Tamat
Popularitas:74.1k
Nilai: 5
Nama Author: Be___Mei

"Aku memang bukan cinta pertamamu, tapi aku akan menjadi cinta terakhirmu."

Syabilla, nama gadis yang bicara itu. Dan Dhuha, nama pria yang tertegun setelah mendengar apa yang dia katakan.

"Aku seorang duda."

"Iya aku tahu."

"Aku duda dua kali."

"Iya aku juga tahu hal itu."

"Aku sangat jahat, dahulu..."

"Iya, aku tahu semua tentangmu di masa lalu."

"Lantas, kau masih mau menjadi istriku?."

"Iya."

"Kenapa?."

"Karena kata ayah dan ibu kau pria yang baik."

Sejenak Dhuha terdiam, kemudian....

"Baiklah, karena kau sudah tahu siapa aku dan bagaimana masa laluku, mari kita menikah."

Di balik cadar putih itu Syabilla tersenyum. Sementara Dhuha, pria itu kembali diam. Dia tak tahu bagaimana ekspresi para keluarga setelah mendengar kesepakatan mereka, sebab dia buta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Be___Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 33

"Hah? Duit apaan ini?"

Tio mendengar ucapan Siti, rekannya di kedai buah hari ini. Memiliki banyak cabang, sembari memeriksa keadaan, Tio dan Dito melakukan rolling dari satu kedai ke kedai lain. Dan hari ini Tio berada di kedai buah dan sayuran yang terletak di perempatan pasar.

"Duit apa?"

"Ini bang ... duit palsu. Ini duit mainan," ujar siti menunjukkan mata uang tersebut.

Dilukis sendiri juga diwarnai sendiri, menurut gambarnya itu adalah uang pecahan 50.000.

"Kamu dapat dari mana?"

Siti menunjuk seorang bocah kecil yang sedang berdiri di depan stan sayuran. Meski sudah memberikan uang palsu tersebut dia tak berani mengambil sayuran tersebut.

Nampak lusuh, bocah kecil berusia sekitar 8 tahunan itu terlihat kurus. Seketika rasa iba merayapi hati Tio. Dia datang menghampirinya dan jongkok, demi menyamakan tinggi mereka.

"Adek ... ini uang adek, ya?"

Bocah itu mengangguk.

"Adek namanya siapa?" Tanya Tio lagi.

"Tole."

"Tole ...?"

"Iya. Ibu panggil saya begitu."

"Oh. Hem ...." Tio berpikir sejenak sebelum mengatakan bahwa uang yang dibawa Tole tidak bisa digunakan.

Dan setelah Tio mengatakan hal itu, Tole menunduk.

"Kata ibu uang itu laku kok, om."

"Itu uang kiriman ayah dari surga," lajut Tole lagi.

Siti ingin terpingkal mendengar ucapan Tole, namun Tio lekas-lekas meletakan jari telunjuk di depan bibirnya. Kenapa? Sebab Tole terlihat hendak menangis.

"Maaf ya, Tole. Kalau boleh tau, ibunya di mana?"

"Di rumah."

"Kamu masih kecil, kenapa nggak ibu saja yang berbelanja ke pasar?"

"Ibu nggak boleh keluar dari rumah, kalau keluar dari rumah ibu akan dipasung sama orang-orang," ujar Tole menjelaskan. Ada kesedihan dalam sorot mata bocah ini, juga ada rasa takut yang Tio lihat, sebab langkahnya terkadang mundur demi menjaga jarak darinya.

Tio dan Siti saling berpandangan dengan alis beradu. Usut punya usut ternyata ibu Tole penderita gangguan mental. Jika keluar rumah dia sering mengganggu orang lain, dia akan ditangkap warga dan langsung dipasung. Juga mengenai uang pecahan 50.000 yang dia gambar itu, setiap hendak membeli sesuatu dia akan memberikannya kepada Tole untuk pergi berbelanja.

"Waduh ... orang gila dong emaknya," batin Tio.

Menurut cerita pedagang lain yang mengenal Tole, sering bocah itu pulang tanpa membawa apa-apa sebab uang palsu itu. Tio jadi terharu mendengar hal itu.

Merogoh sakunya dan berniat menukarnya dengan uang palsu milik Tole "Kamu punya berapa uang seperti ini?"

"Cuma satu, om. Ibu cuma memberikan satu lembar. Katanya kiriman ayah nggak banyak, jadi kami harus menghemat uang ini" Dia menunjuk uang palsu itu yang kini telah berada di tangan Tio.

Menarik nafas kemudian menghelanya kasar, hatinya terasa terbebani mendengar kisah Tole ini. Tanpa pikir panjang dia menukar uang bocah itu dan memberikan uang asli miliknya. Ambil saja sayur apa yang kamu mau, untuk kali ini nggak perlu bayar."

"Beneran, om?" Dari suaranya saja sudah diketahui bahwa Tole sedang senang. Dia menahan senyuman.

"Iya, kalau mau buah juga boleh."

Spontan memeluk kaki Tio yang kini telah berdiri tegap "Wah terimakasih, om. Baru sekarang uang kiriman ayah bisa digunakan."

Siti ikut terharu melihat kebaikan Tio, juga kepolosan Tole. Dia mempersilahkan Tole memilih buah dan sayur sepuasnya. Dan hebatnya, Tole hanya memilih secukupnya.

Setelah mendapatkan buah dan sayur, Tole berjalan riang gembira sebab ditangannya sudah ada uang asli yang bisa dia gunakan.

"Bang ... nggak takut dia balik lagi?" Tanya Siti.

"Kasih lagi."

"Kok gitu bang?"

"Mendengar dari kisahnya dan kisah pedagang lain yang mengenalnya, dia cuma tinggal bersama ibu yang mengalami gangguan mental. Bayangkan ... bocah sekecil itu harus menelan pil pahit saat uangnya nggak laku. Kalau aku sih kasihan banget sama itu anak."

"Sama bang, saya juga merasa kasihan."

"Makanya ... kalau bisa dibantu kenapa enggak."

"Iya sih bang. Kalau dia datang lagi dan abang nggak ada, gimana?"

"Pake aja dulu uang dalam laci, nanti aku yang ganti."

Siti mengangguk "Iya bang. Baik banget sih bang."

"Iyalah! Tio gitu."

"Awas! jangan jatuh cinta ya. Aku sudah punya gebetan!" Lanjutnya lagi.

Siti terkekeh "Idih PD banget. Siti juga sudah ada yang punya, bang."

Hehehe ... dua pekerja Dhuha ini terkekeh karena obrolan receh mereka.

.

.

.

.

Di sebuah bangunan tepi pantai, juga pada sebuah pulau yang jauh dari jangkauan orang banyak, ada sekelompok preman kelas berat yang sedang mengadakan rapat.

Bukan rapat bisnis seperti biasanya, nampaknya rapat kali ini lebih riskan dari sekedar urusan bisnis.

"Ketemu?"

Seorang pria dengan pakaian rapi serba hitam, melaporkan pencarian yang selama ini menjadi pekerjaan utamanya, alih-alih seorang pengantar paket barang terlarang seperti rekan lainnya.

"Di mana?"

"Berada di ujung desa. Dia sekarang mengganti namanya menjadi Dhuha, bukan lagi Dewa."

Sembari mematikan puntung rokok dengan menghenyakan ke dalam asbak, sudut bibir pemimpin dari para preman ini tersenyum penuh arti.

"Pantau saja dulu."

"Baik, tuan."

To be continued ...

Salam anak Borneo.

1
ZasNov
Ending yang memuaskan & membahagiakan. Suka banget 🥰🤍
Keren banget Kakak Author, novel yang luar biasa bikin perasaan campur aduk..
Tokoh2nya, alurnya & semua2nya bagus pokoknya 🥰
ZasNov
Manisnya interaksi suami istri yang sama2 bersyukur & penuh cinta ini 🥰🤍
ZasNov
Justru ikut sifat pamannya, bukan kedua ortunya nih Arjuna 😄
ZasNov
Alhamdulillah Tio sama Rania udah sah sebagai suami istri 🥰
ZasNov
Alhamdulillah, akhirnya Tio bisa nikah sama Rania. Dito kayaknya ga mau Tio senasib sama dia 🥺
ZasNov
Kalau akur, Jena ga mungkin akhirnya berjodoh sama Agam.. Dhuha sama Syabilla. Jadi udah takdir yang ditulis Kakak Author 😆
ZasNov
Gimana kalau beneran dianggap serius sama Tuan Chester, tar dikejar lho 😆
ZasNov
Hmm, bener ga ya.. Apa akhirnya Aara dan Azzam bakalan saling mencintai? tadinya sempet berharap Aara jodoh sama Dito, Azzam sama Yasmine.. tapi Aara & Azzam udah menikah sekarang..
ZasNov
Syabilla gantian jadi pusat perhatian, setelah anak2nya 😆
ZasNov
Iya, biasanya gitu ya. Setelah dibotakin suka tumbuh lebih bagus & lebat..
ZasNov
Bagus banget nama-namanya 🥰🤍
ZasNov
Jadi penasaran nih sama nama-namanya 😄
ZasNov
Bersyukur Mama Jelita sekarang jadi baik Syabilla juga bahagia punya mertua yang baik & membuatnya makin bahagia 🥰
ZasNov
Kok kayak ngeliat kisahku, cuma waktunya kebalik. Anakku lahir beberapa minggu sebelum Bapakku meninggal.. 🥺 ada yang datang ada yang pergi...
ZasNov: Iya bener kak.. 🥺
bahkan ga pduli tua muda, sehat sakit, ga ada yg tau kapan ajal menjemput..
total 2 replies
ZasNov
Hah, beneran ada budaya begini? pernikahan sedarah dong 😖
Untung zaman sekarang, orang2 udah pd berpikir logis..
ZasNov
Semoga prosesnya lancar, bayi & ibunya sehat & selamat... 🤲
ZasNov
Akhirnya Dhuha kembali pada kesibukannya dulu...
ZasNov
Sedih banget, Papa Bagas akhirnya meninggal.. sosok yang baik & bijak banget 😭
ZasNov
Kasian, Azzam cuma cinta sama Yasmine. Aara juga cintanya sama Dito. Semoga ada jalan buat mereka berjodoh sama orang yang mereka inginkan 🥺
ZasNov
Semoga Papa Bagas segera sembuh ya 🥺
Walaupun dulu Dhuha sama Mama Jelita kejam, tapi sekarang mereka sudah bertobat dan berubah jauh lbh baik..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!