NovelToon NovelToon
Second Love

Second Love

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:333.8k
Nilai: 5
Nama Author: fieThaa

Cinta pertama Ellea An Noor adalah ayahnya. Surga satunya yang dia miliki di dunia ini. Dia yang pernah berjanji tidak akan membuka hati kepada lelaki manapun harus dikejutkan atas permintaan sang ayah yang di luar prediksi.

Menikah karena ingin berbakti itulah yang dilakukan oleh Ellea dan Ahlam, putra dari kerabat ayah Ellea. Tanpa adanya pendekatan dan hanya bermodalkan kesepakatan mereka memutusakan untuk maju ke jenjang pernikahan. Merelakan kebahagiaan mereka direnggut agar bisa membuat orang tua mereka merasakan kebahagiaan.

Akankah pernikahan tanpa cinta yang mereka lakukan akan menghasilkan kebahagiaan? Atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Lelaki Normal Dan Tidak Belok

Ellea duduk di tepian tempat tidur dengan raut sendu. Ahlam yang baru masuk ke kamar segera menghampiri.

"Sayang," panggil Ahlam yang sudah bersimpuh.

"Maafkan aku, Mas."

Ahlam menggeleng. Punggung tangan Ellea dia usap dengan begitu lembut.

"Jangan pikirkan ucapan Papi dan Ayah. Kita jalani saja semuanya dengan perlahan. Mas gak mau ada keterpaksaan di tengah ketidaksiapan."

Selama lebih dari sebulan bersama Ahlam, kehangatan terus Ellea rasakan. Tutur kata Ahlam selalu membuatnya tenang. Tidak ada paksaan bahkan terbilang suaminya yang selalu mengalah demi kenyamanan Ellea.

"Lebih baik kamu istirahat."

Kening Ellea terasa hangat ketika bibir Ahlam mengecupnya. Bibir Ellea pun ikut melengkung.

"Tidur, ya."

Ahlam hendak beranjak, tapi Ellea menarik tangannya dengan pelan.

"Jangan tidur di sofa."

"Enggak. Mas, mau ambil laptop. Terus temani kamu tidur di sini."

Mata Ahlam fokus pada layar segiempat. Tapi, tangannya terus mengusap lembut rambut Ellea sampai dia terlelap.

"Kamu masih dalam keadaan berduka. Aku tidak ingin kamu melakukannya di saat hati kamu masih terluka."

.

Ahlam sebenarnya masih ingin cuti sampai tujuh hari ayah mertuanya. Namun, perusahaan sangat membutuhkan dirinya. Di hari keenam kepergian sang ayah mertua Ahlam kembali bekerja.

"Nanti siang Pangeran dan Tuan akan ke sini."

Ellea menatap wajah suaminya dengan begitu dalam. Sudah lebih dari sepuluh kali Ahlam mengatakan itu. Tatapan Ellea seperti menantang dirinya dan akhirnya bibirnya mendarat dengan sempurna di benda manis milik sang istri. Sesapan yang begitu lembut membuat Ellea mulai terbuai. Tangannya yang tengah memakaikan dasi, kini sudah berpindah tempat. Melingkar erat di leher Ahlam.

Mereka berdua kompak menundukkan wajah. Ahlam tersenyum ketika melihat Ellea mulai mengatur napas. Tangan Ahlam sudah menarik dagu Ellea dan mata mereka kembali bertemu.

"Love you."

"Love you too, Mas."

Tak ada keraguan dari jawaban Ellea. Ahlam tersenyum begitu juga dengan Ellea. Mereka sama-sama mendekatkan wajah dan peraduan itu kembali terjadi. Kali ini penuh dengan cinta.

Pagutan itu semakin memanas karena mereka sama-sama tak mau mengakhiri. Akan tetapi, suara ketukan pintu membuat pagutan itu berakhir. Mereka kompak menoleh ke arah pintu kamar.

"Mbak El, Mas Ahlam. Disuruh sarapan sama Nyonya Mami."

Ahlam dan Ellea pun tertawa. Ahlam memeluk tubuh Ellea dan mengecup ujung kepala.

"Padahal kita udah halal, tapi kayak kegep sama orang-orang." Ellea malah tertawa.

Pagi yang cerah secerah wajah Ellea dan Ahlam membuat para tante dan om Ellea tersenyum bahagia. Siluet kesedihan sudah mulai berkurang.

"Mami, Bubu, jaga istri Iam, ya. Iam usahakan pulang sebelum ashar."

"Tenang aja, Am. Kamu fokus kerja aja dulu."

.

Baru juga tiba di kantor, kedua saudara laki-laki Ahlam sudah menatap Ahlam dengan tatapan mengintimidasi.

"Pada kenapa kalian?" sergah Ahlam.

Dalla dan Apang mulai mendekati Ahlam yang sudah duduk di kursi kebesarannya. Mereka berdua menatap Ahlam dengan tajam.

"Lu belum belah duren montong kan?"

Decakan kesal keluar dari mulut Ahlam. Dia juga menggelengkan kepalanya heran dengan pertanyaan sang kakak.

"Apa Bang Iam udah mulai belok?"

Plak!

"Sembarangan!"

Dokumen berharga dipukulkan ke kepala Apang hingga sang adik mengaduh. Dia tidak menyangka jika dua saudara lelakinya akan se-kepo ini.

"Apa lu dan Ellea sudah membuat kontrak pernikahan?"

Ahlam mulai berdecak kesal mendengar kalimat yang terlontar dari sang Abang. Hingga terdengar helaan napas begitu kasar dari mulutnya.

"Dengerin, ya. Pertama, Iam gak belok. Iam LELAKI NORMAL yang memiliki napsu. Kedua, TIDAK ADA kontrak pernikahan. Meskipun Iam dan Ellea menikah karena dijodohkan, tapi Iam tidak punya niatan sama sekali untuk mempermainkan pernikahan. Malah, sekarang Iam udah jatuh cinta sungguhan kepada Ellea."

Penjelasan Ahlam membuat Dalla dan Apang bisa bernapas lega. Mereka takut setelah ayah Ipang tiada, akan ada berita yang lainnya, yakni berita perpisahan.

"Mas, Pang, Iam belum melakukan hubungan suami-istri karena Iam gak mau memaksa. Hubungan tanpa adanya rasa apalagi cinta apa enak? Cuma hasrat aja yang tersalurkan tidak dengan kepuasan hati."

Kedua saudara Ahlam terdiam mendengar jawaban penuh keseriusan darinya Mereka masih mendengarkan apa yang Ahlam katakan.

"Iam dan Ellea sepakat untuk menjalaninya dengan pelan. Membuat Ellea jatuh cinta sama Iam sulit. Apa setelah Iam mendapatkan balasan Iam langsung menghajar Ellea? Enggak."

Ahlam pun menjeda ucapannya. Menatap kedua saudaranya dengan amat serius.

"Iam gak mau terburu-buru. Biarlah nanti waktu yang membawa kita ke dalam hubungan intiim itu. Ellea adalah wanita yang benar-benar polos. Jadi, biarkan dia belajar perlahan."

Dalla dan Apang tak menduga Ahlam akan seperti itu. Dia yang dulunya geragasan, kini berubah drastis. Mereka berdua pun kompak tersenyum.

.

Ellea menghela napas kasar setelah membaca artikel di ponsel pintar miliknya. Melihat gambar di sana membuatnya sakit mata. Perlahan matanya tertuju pada tubuhnya. Lima detik kemudian, dia menggelengkan kepala pelan.

"Apa harus seperti itu?" Ellea frustasi sendiri.

Ponsel Ellea berdering dan nama sang suami yang ada di sana. Wajah sendu Ellea terlihat begitu jelas.

"Kamu kenapa, Sayang?"

Ellea menggelengkan kepala seraya tersenyum. Namun, di seberang layar sana Ahlam terlihat cemas.

"Mas usahakan satu jam-an lagi Mas pulang."

"Mas, aku--"

"Mas, gak tega ninggalin kamu, Sayang. Tubuh Mas memang di sini, tapi tidak untuk hati dan pikiran Mas."

Meleleh hati Ellea mendengarnya. Suaminya begitu baik, tapi Ellea seakan menarik ulur semuanya.

"Tunggu Mas, ya."

Ellea segera membuka lemari. Dia teringat akan hadiah geli yang masih berada di paper bag. Ellea mengeluarkannya dan mencoba untuk membukanya. Seketika matanya tak berkedip ketika melihat bentukan baju tersebut.

Ponsel dia raih kembali. Dia menyamakan dengan gambar yang dia lihat. Ellea menghela napas kasar ketika membayangkan jika itu dia pakai. Dia bergedik ngeri. Namun, itu harus dia lakukan.

Cukup lama Ellea berada di kamar mandi. Melihat dirinya di depan cermin dengan wajah penuh rasa jijik. Sampai suara sang suami terdengar dan jantung Ellea berdegup begitu kencang.

"Sayang, kamu di dalam?"

Ahlam mengetuk pintu kamar mandi dengan pelan.

"Iya, Mas."

Ellea masih ragu untuk keluar. Namun, ada sesuatu yang terus mendorongnya agar segera menemui suaminya. Hembusan napas berat dia keluarkan sebelum membuka pintu kamar mandi.

Sang suami tengah menerima panggilan dan berdiri membelakangi kamar mandi. Terdengar dia berbicara amat serius. Ellea masih menunggunya. Baru saja panggilan diakhiri, Ellea memanggil Ahlam dengan suara lembut.

"Mas!"

Ahlam memutar tubuhnya dengan pelan dan matanya hampir terlepas melihat sang istri menggunakan pakaian dinas yang begitu seksi. Di mana a-rea sen-sitif terlihat dengan begitu jelas. Ahlam menelan ludah melihat betapa kontrasnya kulit putih sang istri dibalut kain saringan tahu berwarna hitam.

"Apa boleh aku menerkamnya sekarang?"

...***To Be Continue***...

Boleh minta komennya? Banyakin dong ...

1
Maya Lara Faderik
cerita mu menarik Thor..semua keluarga dady aska dan askara dari asmara org tua agha dan Ahlam sudah ku baca , termasuk Rasit,eca , Alessya berkembar Gea,Reksa,Restu keluarga Rayyan orang tua Elia semua keturunan Ayunda dan rion 👍👍👍 memang terbaik Thor begitu juga kisah anak agha si tuan ,Pangeran dan adik si tuan ,..semangat ya Thor,..
sangat menjiwai karektor, inspirasi cerita yang paling baik untuk dijadikan pedoman dalam hidup,..
Maya Lara Faderik: anak anak memang nakal keras kepala ,apa yang benar bagi mereka membuat mereka tanpa sedar telah membuat kesalahan yang mengecewakan namun anak anak harus diberikan peluang untuk kesempatan untuk berubah , jangan biarkan anak anak terjerumus ke dalam jurang dalam dan tersesat .
total 1 replies
Maya Lara Faderik
yah'!!!..nangis lagi airmata tak bekerjasama,..sabar ya Ellea kamu wanita baik bahkan aku sendiri ikut menangis..semoga persalinan kamu lancar .. setiap wanita akan merasa takut disaat akan melahirkan tak kira operation atau normal sakitnya sama cuma beza rasa nya saja , kuat dan semangat Ellea tuhan berserta mu🙏
Maya Lara Faderik
😄😄🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣😄😄😄😄
setelah banyak mengeluarkan air mata seperti hujan akhirnya mentari muncul selepas badai ketawa ngakak habis ...bagai org gila pula ketawa tak henti henti 🤣🤣🤣🤣🤣...ada ada saja Thor ..tapi menarik dan lucu Thor menjiwai , seperti realiti.. mantap Thor inspirasi selalu Thor 👍👍👍👍
Maya Lara Faderik
aduh..hidung dah penuh dengan hingus'!..mata pun dah pedih air mata tak henti,.. henti keluar.. kepada dah pusing NIE .. tersentuh thoor ...
Maya Lara Faderik
/Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry/.. nangis lagi ni air mata tak sporting langsung..nyesek....thorr..
Maya Lara Faderik
ya ampun ..hari ini full menangis terisak2 dari kisah ibunya elyna sampai ke anaknya Ellea air mata tak henti henti ..sampai bilakah aku berhenti menangis menjadi tangguh dengan novel mu Thor inspirasi cerita yang menarik..
Maya Lara Faderik
vest juga si Ahlam nie ...
Maya Lara Faderik
waduh 🤣🤣,..apalah ..tulis wasiat manjat kelapa pun si apang pon ..
mungkin ini yang dikatakan setelah banyak mengeluarkan air mata disuggahi kelakuan absdul mereka nie ada-ada saja..
Maya Lara Faderik
air mata tak Sporting langsung bab ini membuatkan aku. sesak keluarga diaorang nie semua dalam favirot ku terutama si kulkas
Maya Lara Faderik
yang tak berpendidikan itu cuma orang yang suka merendahkan orang lain..rugi sekolah tinggi namun IQrendah
Siti Nurjanah
awal nangis ko sekarang jd ngakak ampe sakit perut/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Siti Nurjanah
baru jg bab k 2 udah berderai/Sweat//Sweat//Sweat//Sweat/
Ocanya gava
Luar biasa
Ucie
ada aja ya kosakatanya😅😅😅
Naomi Willem Tuasela
♥️♥️
Naomi Willem Tuasela
♥️♥️♥️
Setiawati
cerita yang menyentuh hati.... air matapun tak terasa mengalir dgn sendirinya /Cry//Cry/
falea sezi
orang kaya gampang lo cari ginjal
Yus Nita
syukuriniiin...
kena azab tuh sijalang
Yus Nita
apakah ayah zeyn pelaku ny..
nyari mampos melawan 2 klrga raksasa./Sneer//Sneer//Sneer/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!