(PERINGATAN❗❗❗ AREA TERLARANG UNTUK ANAK-ANAK. KARENA DI SINI BANYAK ADEGAN ANEHNYA)
Alex, seorang detektif matrek dan mesum, serta cukup terkenal dengan keahlian membuka tabir kriminal yang belum terungkap masuk dalam lingkaran misteri kematian wanita malam yang bernama Isabella.
Akibat kematian Isabella, dan detektif Alex yang terjun menangani kasus, membuat para kriminal tingkat tinggi harus bermain cantik, dan mengeluarkan cukup banyak uang. Bahkan ingin melenyapkan detektif Alex, agar kasus kematian Isabella tidak terungkap.
Satu per satu tabir kebenaran terungkap. Namun di tengah-tengah ketegangan, detektif Alex menemukan fakta bahwa sebenarnya Isabella belum meninggal dunia.
Jadi, siapa sebenarnya yang meninggal itu? Kenapa arwah Isabella terus menghantui Alex? Dan kenapa para tertinggi Kriminal ketakutan dengan detektif Alex?
.
.
.
Agar aku semakin bersemangat membuka satu per satu kasus kematian Isabella. Aku minta bantuan kalian di setiap komen di bab 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahri musdalipah tarigan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33 Bujukan Maria Untuk Detektif Alex
...****************...
Saat detektif Alex hendak meninggalkan ruang pertemuan, Maria dengan cepat menghampirinya dan menahan pergelangan tangannya. Ekspresi wajahnya penuh dengan pertanyaan yang tak terungkap.
“Kemana kamu mau pergi, detektif Alex?” tanya Maria dengan suara lembut.
Detektif Alex menghentikan langkahnya, terkejut dengan tindakan tiba-tiba Maria. Dia memperhatikan wajah Maria penuh kekhawatiran.
“Aku perlu pergi ke luar, Maria. Ada sesuatu yang sedang terjadi di luar sana,” sahut detektif Alex menatap Maria.
“Tapi, Alex, saya khawatir tentang keselamatanmu. Saya mohon, tinggallah di dalam ruangan ini, dan biarkan Luca dan Diego membereskan kekacauan di luar sana,” ucap Maria lemah lembut sambil memegang erat pergelangan tangan Alex.
Detektif Alex merasa sedikit terganggu oleh sentuhan Maria, namun ia mencoba untuk tetap tenang, karena bersikap kasar pada seorang wanita tidaklah baik bagi seorang lelaki dewasa.
“Tapi, aku harus melihat apa yang terjadi di luar sana,” ucap Alex dengan nada lembut.
“Apakah Anda akan meninggalkan ruang pertemuan ini?” tanya Maria.
Melihat detektif Alex ingin tetap keluar dari ruangan. Maria mengambil inisiatif, membelai wajah berantakan bekas perkelahian, dan ada luka, serta darah di bagian dahi detektif Alex. “Lihatlah, wajah tampan Anda tampak kusut akibat kelalaian anak buah kami yang menghajar Anda,” lanjut Maria merayu.
“Maaf, ada kekacauan di luar, mungkin ada yang butuh bantuanku,” ucap detektif Alex sambil mengernyitkan dahinya ketika Maria menyentuh wajahnya.
Detektif Alex mempertahankan sikap tenangnya, saat Maria menyentuh lembut wajahnya yang terdapat luka. Sebenarnya, saraf-saraf pada bagian tubuhnya ingin bergerak menjauhi Maria. Namun, detektif Alex tidak mau terlihat ingin menjauhi Maria, jadi membiarkan tangan Maria terus menyentuh wajahnya.
Sedangkan di dalam hati Vito, kesenangan terus bertambah melihat ketegangan dan kekhawatiran yang tersimpan di balik sikap tenang detektif Alex.
“Kamu pikir saya bodoh? Saya tahu trikmu, Alex. Jangan coba-coba kabur. Baik kamu, dan beberapa orang yang ikut bersamamu,” batin Vito sambil tersenyum sinis.
Sementara itu, pertarungan sengit antara Diana, Toni, Diego yang mengarahkan anak buah Vito, masih berlangsung di luar ruangan. Suasana semakin panas, dan ketegangan di Villa terasa semakin intens. Wajah-wajah Diana dan Toni tampak lelah, keringat dicampur darah, mengalir dari bagian kepala, dan bagian tubuh lainnya yang terdapat serangan.
“Detektif Alex, ada baiknya kamu duduk dan menikmati bisnis sah milikku. Ini bisa menjadi malam yang sangat menghibur. Saya punya sesuatu yang spesial untukmu,” ucap Vito dengan nada merayu.
“Aku tidak tertarik dengan bisnis milik Anda. Aku punya prioritas yang lebih penting,” tolak Alex sambil menghela nafas dalam-dalam. Saat ini pikirannya dipenuhi akan keselamatan Diana, Toni, dan Isabella.
“Kamu mungkin akan berubah pikiran setelah melihat apa yang saya tawarkan,” ucap Vito sambil tersenyum ramah. Pandangannya tiba-tiba beralih pada Maria, ia pun memberi perintah, “ Maria, tunjukkan padanya bisnis kita,” lanjut Vito.
“Baik, boss Vito.”
Maria membuka layar proyektor dan menayangkan gambar-gambar dari beberapa tempat hiburan malam dan kasino yang dimiliki oleh Vito di seluruh kota. Ruangan itu dipenuhi dengan suasana gemerlap dan meriah dari kehidupan malam.
“Lihatlah, detektif Alex. Ini semua sah, legal, dan menghasilkan banyak uang. Bukan seperti pekerjaanmu yang berurusan dengan kejahatan dan konspirasi,” ucap Vito.
“Tidak peduli seberapa glamor presentasimu, itu tidak mengubah fakta bahwa kau dan kawan-kawanmu terlibat dalam aktivitas kriminal,” sahut detektif Alex dengan skeptis.
“Sekarang, duduklah dan nikmati. Jangan pikirkan urusan di luar sana. Kamu bisa mendapatkan banyak keuntungan dari bisnis kami. Bisa jadi, kamu akan menyukainya,” rayu Vito agar detektif Alex tidak keluar dari ruangan untuk membantu Diana, dan Toni.
“Maria, tolong ambilkan beberapa permainan kasino terbaik kita. Tunjukkan pada detektif Alex betapa mengasyikkannya bisnis legal milik kita,” ucap Vito menyuruh Maria.
“Baik boss.”
Maria mengangguk hormat kepada Vito dan keluar sejenak dari ruangan. Sementara itu, pertarungan antara Diego, anak buah Vito dan Diana bersama Toni terus berlanjut di luar. Ruangan pertemuan Villa penuh dengan ketegangan yang tidak terucapkan.
“Detektif Alex, ini hanya sedikit dari apa yang kami tawarkan. Kasino-kasino ini merupakan bagian dari bisnis legal saya. Saya yakin kamu bisa menikmati semuanya tanpa harus risau,” ucap Vito sambil tersenyum.
“Ini tidak akan mengubah kenyataan bahwa kamu terlibat dalam bisnis gelap juga. Aku tidak akan tertipu oleh kilau gemerlap bisnismu yang ‘legal’,” ucap detektif Alex tetap teguh.
“Kamu benar-benar seorang detektif yang keras kepala. Tapi apakah itu sebanding dengan apa yang bisa saya tawarkan? Kekuasaan, uang, dan kenikmatan,” ucap Vito sambil tertawa.
Tiba-tiba, Maria kembali masuk, membawa beberapa permainan kasino yang mewah dan memikat. Ia menunjukkan kartu-kartu dan dadu berkilauan di hadapan Alex.
“Inilah sebagian dari permainan kasino yang dimiliki oleh Boss Vito. Banyak tamu yang menikmati hiburan dan keberuntungan di setiap malam,” ucap Maria.
“Lihat, detektif Alex. Kamu bisa menjadi bagian dari kesenangan ini. Tinggalkan semua urusan yang rumit di luar sana,” ucap Vito menambahkan.
Detektif Alex tetap pada pendiriannya, meskipun godaan bisnis Vito terlihat menggoda. Sementara itu, di luar ruangan, pertarungan terus memanas, menciptakan ketidakpastian yang menyelimuti Villa tersebut.
“Bawa masuk wanita milikku yang paling berbakat untuk membantu detektif Alex bermain. Saya ingin dia merasakan kenyamanan dan kegembiraan di sini,” ucap Vito menyuruh Maria.
Maria dengan sigap mengangguk dan meninggalkan ruangan untuk memenuhi perintah Vito. Beberapa saat kemudian, pintu ruangan terbuka kembali, Maria kembali memasuki ruangan bersama seorang wanita yang menggunakan gaun gemerlap. Wanita itu tersenyum penuh maksud kepada detektif Alex, menyuruhnya mencari makna dalam senyuman tersebut.
Detektif Alex, meskipun terkejut melihat wanita di sana, berusaha menahan ekspresi kagetnya. Ia harus berpura-pura tidak mengenalnya.
“Mungkin Anda sudah mengetahui kasus yang menimpa wanita itu. Tapi, detektif Alex tenang saja. Wanita cantik itu hanya mengelabuhi banyak orang, termasuk saya…” Vito menghentikan perkataannya, tatapan tajam mengarah pada wanita itu, kemudian beralih kepada detektif Alex dengan senyuman licik, “Tidak ada salahnya untuk sesekali bersantai, detektif Alex. Apalagi dengan keindahan yang dimiliki wanita itu,” lanjut Vito.
“Tidak, aku tidak tertarik dengan kasusnya. Dan, maaf. Sepertinya aku harus keluar sekarang,” sahut Alex menolak tawaran Vito.
“Kenapa harus keluar, detektif Alex? Tetaplah di sini, karena di luar sangat kacau. Detektif Alex, dia akan membuat malammu semakin menyenangkan,” ucap Maria berusaha menahan detektif Alex untuk tidak keluar menyelamatkan Diana dan Toni.
Wanita itu melangkah maju dengan langkah gemulai, memberikan senyumannya yang memesona. Wanita itu pun duduk di sebelah Alex, siap membantu dalam permainan kasino. Detektif Alex merasakan ketegangan yang melanda, namun ia harus tetap tenang.
lanjut kaka... 🌹 untukmu biar cepet up