NovelToon NovelToon
Tak Berniat Mengkhianati Sahabatku

Tak Berniat Mengkhianati Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Obsesi / Pengkhianatan
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lautan Ungu_07

Judul sebelumnya: Obsesi Sahabat Suami.

Regan Han Sebastian dikirim Dady-nya dari Singapura ke Indonesia untuk belajar bisnis di bawah bimbingan Alvero Halim Winata, sahabat sekaligus orang yang paling ia hormati.

Semua berjalan sesuai rencana... hingga Alvero mulai selalu melibatkan kehadiran Regan dalam rumah tangganya.

Kehangatan sebuah keluarga. Tawa seorang anak kecil. Dan perhatian sederhana dari seorang wanita bernama Veyra Alettha, istri dari Alvero.

Regan berusaha menjaga jarak, saat ada perasaan yang tak bisa ia jelaskan kepada siapapun. Ia bahkan memilih kembali ke Singapura demi melupakan semuanya.

Namun saat kembali ke Indonesia, yang pulang bukan lagi Regan yang sama.

Ia membawa perasaan yang tak pernah ia inginkan.

Perasaan yang perlahan berubah menjadi pengkhianatan terhadap satu-satunya sahabat yang paling ia hormati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lautan Ungu_07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Kembali Ke Jakarta

Perjalanan kembali menuju rumah tidak begitu jauh. Jadi tidak memakan waktu lama.

Saat mobil sampai di depan garasi, Alvero menekan klakson sekali. Karena ada beberapa motor yang terparkir menghalangi.

Dan tak lama, para pemiliknya segera memindahkan. Lalu, Alvero memarkirkan mobil di dalam garasi sana.

Halaman depan toko masih ramai pembeli. Farhan turun lebih dulu untuk menghandle bagian kasir. Dan para pekerjanya kembali menyiapkan barang.

Sementata mereka langsung naik ke lantai atas. Karena siang ini Veyra sudah saatnya kembali ke Jakarta.

"Mas, aku mau bantu Bunda masak. Kamu istirahat aja sana."

Mata Alvero menatap sekeliling, takut Elea melihatnya. "Iya sayang," Alvero mengecup pipi Veyra, sebelum ia masuk ke dalam kamar.

Veyra akhirnya tersenyum tipis, setelah dari tadi ia hanya diam.

Tak lama dari itu, suasana dapur kini berubah. Aroma gurih dan manis memenuhi ruangan. Asap tipis mengepul dari wajah. Elea berdiri di depan kompor. Satu tangan memegang spatula, satunya lagi bertolak pinggang.

"Vey, ambilin kelapa parut di kulkas. Sekalian sama ikan tongkol suwir." Suara Elea sedikit berteriak.

"Iya, Bund." Jawab Veyra sambil membuka pintu kulkas.

Setelah membawa dua bahan yang diminta Elea, Veyra kini berdiri di sampingnya. "Bunda mau bikin apa? Jangan capek-capek masak banyak."

Elea menoleh, bulir bening keringat membasahi pelipisnya. Tapi tidak sedikitpun melunturkan senyum tulusnya. "Gak banyak, Bunda cuma mau masak serundeng kesukaan kamu," jawab Elea sambil membuka wadah berisi parutan kelapa.

"Terus?" Tanya Veyra lagi.

Elea memasukan bumbu merah ke dalam wajan. "Sekalian bikin abon ikan tongkol buat Vania."

Veyra tidak bersuara lagi. Tatapannya jatuh kosong ke atas wajan. Asap mulai naik memenuhi dapur.

"Itu aja, ya. Jangan banyak-banyak," kata Veyra setelah beberapa detik ia diam.

"Satu lagi, Bunda masih punya stok cumi, udang, kepiting sama kerang. Kamu bantu bersihin itu semua ya. Sekalian potongin jagung." Jelas Elea sambil memasukan penyedap ke dalam masakannya.

Veyra melangkah ke depan wastafel. Bahan-bahannya tidak sebeku saat baru dikeluarkan dari freezer.

Tangannya teliti mencuci setiap bahan yang ada di sana. Setelah selesai, Veyra beralih memotong jagung.

"Bun, sudah nih." Veyra membawanya ke Elea.

Elea mengambilnya. Lalu, ia menatap lekat Veyra.

"Sekarang kamu siap-siap, mandi dulu sana. Biar Bunda yang masak ini."

Bibir Veyra melengkung tipis. "Oke, Bund." Veyra mencium pipi Elea, sebelum ia pergi dari dapur.

Elea langsung terkekeh. "Anak itu, kebiasaan."

Di dapur, tinggal Elea sendiri. Di atas meja, satu per satu masakan sudah siap. Ada cumi asam manis, udang saus padang, ayam serundeng, hingga abon ikan tongkol. Padahal, tadi Elea bilang hanya memasak sedikit.

Tapi tidak ada rasa capek yang terlihat di wajah Elea. Yang ada hanya senyuman setiap kali satu masakan selesai.

Hampir dua jam berlalu. Masakan sudah tertata rapi di setiap kotak bekal. Dan satu koper sedang, tas kecil milik Mbak Rini sudah siap di ruang tamu.

Begitu juga dengan mereka yang sudah rapi dan wangi. Alvero menurunkan koper miliknya, dan di susul Farhan yang menjinjing tas yang berisi masakan Elea.

Di lantai bawah, suasana toko sudah sedikit lebih sepi dari pagi tadi. Alvero masuk ke dalam mobil, ia memanaskannya lebih dulu. Lalu kembali turun.

"Ayah, Bunda, saya pamit pulang dulu. Kalau ada waktu senggang, saya balik lagi." Kata Alvero.

Elea mengelus lengannya. "Iya, hati-hati. Jangan ngebut, kalau ngantuk berhenti dulu di rest area, tidur dulu."

"Iya, Bunda." Alvero memegang tangan Elea.

Pandangan Elea kini beralih ke Renzio. Tangannya mencubit pelan bibi gembulnya. "Aduh, anak lucu ini udah mau pulang aja. Nanti main lagi ya ke sini."

"Oke, Nenek." Jawab Renzio.

Kini, Elea mendekati Veyra. Matanya sudah mulai merah. "Jangan sedih, nanti juga pulang lagi. Sekalian ajak Vania. Kita udah lama gak kumpul bareng."

Veyra menahan napas. Tapi jantungnya berdegup cepat. "Iya. Bunda sehat-sehat ya di sini. Aku selalu kangen sama Bunda."

"Bunda juga titip Vania ya, Vey. Dia ingin ke Surabaya itu nyusulin kamu."

Bibir Veyra terbuka, tapi tak ada satu kata pun yang keluar. Tangannya menggenggam ujung baju untuk mengalihkan rasa sesak.

Veyra kini beralih ke Farhan. "Ayah, aku pergi dulu. Kalau ada apa-apa, kabarin aku, ya."

Farhan mengangguk sambil menggenggam tangan Veyra yang berkeringat dingin. Ia menarik tubuh Veyra ke dalam pelukannya, mencium lembut pucuk kepala putrinya.

"Kamu jangan banyak pikiran. Jaga kesehatannya, ya."

Veyra melepas pelukan itu, Ia mengangguk sambil menatap wajah Farhan yang menahan tangus.

Setelah berpamitan, Alvero mengeluarkan mobilnya dari dalam garasi. Veyra, Renzio dan Mbak Rini kini menyusul masuk.

Sebelum melaju, Alvero menekan klakson satu kali. Lalu, mobil itu melaju meninggalkan rumah mereka.

Farhan dan Elea menatapnya sampai mobil itu benar-benar menjauh. Di pikiran Farhan, ada beberapa doa untuk kesehatan dan kelancaran kelahiran Veyra nanti.

Tapi di pikiran Elea, semoga Veyra baik-baik saja di Surabaya, di tempat kerjanya. Dan semoga Vania dibeli kelancaran dalam kuliahnya.

Sementara di dalam mobil sana. Hanya ada celotehan Renzio yang menanyakan benda-benda yang ia lewati. Dan Mbak Rini dengan sabar menjawabnya satu-satu.

Di kursi depan, Veyra akhirnya membuka tas yang berisi bekal dari Elea. Wanginya langsung keluar memenuhi mobil.

Veyra mengambil salah satu kotak berisi abon ikan tongkol. Ia menatapnya lama, dan justru membuat dadanya terasa sesak.

Itu makanan favorit Vania. Elea masih mengingatnya, tapi Vania susah tidak ada.

Jari Veyra mengusap permukaan kotak bekal. Pandangannya mulai buram karena air mata. Dan tak lama, air matanya benar-benar jatuh ke atas tutup kotak bekal itu.

"Mas..." kata Veyra lirih.

Beberapa detik berlalu, tapi tak Ada kelanjutan dari ucapannya. Lalu, "mas..." Katanya lagi.

"Hm?"

"Dulu, kalau kita gak sempet masak... Vania makan sama abon ini sama kerupuk. Tapi makannya lahap banget." Lanjut Veyra, suaranya mulai serak.

Alvero hanya menoleh sebentar, pandangannya kembali fokus ke jalanan. Tapi sebelah tangannya mengusap lengan istrinya.

Alvero tahu, Veyra tidak butuh jawaban. Karena ia tidak ingin memaksa Veyra untuk melupakan semua kenangan masa lalunya juga. Yang bisa Alvero lakukan sekarang, hanya mendengarkan tanpa menghakimi. ​

1
Addb_Rh
Veyra... ingatlah trs suamimu.. jan ingat pria lain.. ya...? 🥲
Lenny Utami
go regan🤭
Lenny Utami
holang kaya ini mahj
Addb_Rh
Ini si, gmn pinternya ngendaliin perasaan aja. Btw, congrats Gan. akhirnya bisa ya ngeyakinin kerja sama sama mereka
Agatha soul
tanggung jawab lhoo
Its me
sikap veyra bisa mancing Regan nih
hati-hati lidah tak bertulang vey
mama Al
untung Alvero ga marah.
kebanyakan suami kan ga suka istrinya dekat dengan pria lain walaupun sahabatnya sendiri
arsyila putri
regan Regan kok bisa sih
Laila Sarifah
Kamu udah mulai ada rasa ya Gan sama Veyra?
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
ooooo.. regan memang begitu toh. mudah akrab ke siapa aja
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
di sini aku mulai curiga regan suka sama veyra
SANG
Lanjut👍👍👍💪👍👍👍👍💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
SANG
Like iklan plus komen 💪👍
SANG
Semangat ya thor 💪👍
SANG
Apaan tuh
SANG
Tuh, disana
SANG
Aku kasih suka ya Thor 💪👍
SANG
Habis dari mana sih
Pengabdi Uji
Duhh ituu bukann lakik muu 😭😭 Tapi ya netizen gimana lg ya? yaudh lah ya smg km bsa istikomen ttp jd istri yg stia y vey🙄
Pengabdi Uji
Ini siasat Regan buat dketin Veyra apa Al 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!