NovelToon NovelToon
HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

HANTU CANTIK Dan GADIS INTROVERT

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / Hantu / Teen
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Hidup Lylac yang datar tapi penuh perjuangan karena orangtuanya yang miskin, berubah total ketika tak sengaja ia bertemu hantu cantik Mika, di gudang sekolah saat ia ingin sendiri.

Mika terus merengek pada Lylac untuk mendekati Evan, Anak basket yang populer. Itu idolanya dulu saat masih hidup. ini membuat Lylac harus berhadapan dengan Angel geng cewek cantik dan populer yang merasa kesal melihat Lylac ada disekitar Evan. Padahal Lylac hanya disuruh Mika, hantu cantik itu.

Baca dan lihat bagaimana Lylac yang malas mengurusi orang malah bertemu dengan geng cowok dan cewek paling populer itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 17 Perpustakaan

Kakinya melangkah dengan pasti saat menuju ke arah meja Lylac.

Mika yang tahu ada Evan langsung heboh.

"Lylac! Lihat ada dia. Ada dia!" teriak Mika histeris. Lylac abaikan karena hantu cantik ini memang suka histeris. "Lylac, ada Evan!"

Baru saat Mika menyebut nama itu, Lylac tidak sengaja mendongak.

Cowok ini? Kenapa dia jadi kesini.

"Sendirian?" tanya Evan.

"Enggak. Bareng Riri," putus Lylac ingin cowok inisial segera menyingkir.

"Ih Lylac jangan judes dong. Dia mau duduk disini mungkin. Biarin lah. Aku mau lihat dia sepuasnya." Mika protes.

Lylac menipiskan bibir kesal. Namun ia tidak bisa melemparkan tatapan tajam atau menghalau hantu itu. karena waktu itu saja Evan menemukannya saat menghalau Mika.

"Oh, Riri? Mana?" Kepala Evan celingukan.

"Evan, aku sudah nemu bukunya," ujar Nuno sambil bawa buku.

Evan menoleh. "Ya."

Saat itu Riri muncul yang barusan dari Rak buku.

"Ri, kamu disini?" tanya Nuno yang memang sedikit akrab dengan cewek ini. Karena anak OSIS juga. "Wah bisa gabung nih? Tempat duduk lain sudah penuh."

Nuno melihat ke sekitar. Area tempat duduk perpus memang penuh. Hanya tempat Riri dan Lylac tampak longgar karena berada di pojok yang suram.

"Hore!! akhirnya Evan bisa aku lihat sepuasnya." Mika bahagia. Dia melayang di dekat Evan.

Lylac pura-pura tidak mendengar.

Padahal Lylac hendak bilang, 'Disini sudah ada orangnya.' Namun jika itu adalah teman Riri, dia urung menolak kedatangan mereka meski enggan.

Riri yang baru kembali diam sejenak sambil melirik Lylac.

"Boleh sih, tapi ..." Riri paham soal Angel yang habis mendatangi Lylac di kelas. Dia tidak ingin ada insiden lagi.

"Evan?" tanya Nuno paham.

"Ha? Apa-apaan Riri? Kamu mau nolak Evan disini? Jangan dong. Eh, tapi kan Lylac habis di labrak Angel kan yah ..." Mika paham alasan Riri nolak. "Tapi aku mau dia disini ...," rengek Mika.

Riri tidak menjawab hanya menatap ke arah Nuno. Lylac sedikit panik karena Riri jadi aku bahas cowok itu.

"Ya?" tanya Evan yang tidak merasa jadi pusat perhatian. Ia sedikit bingung.

"Nggak apa-apa. Duduk aja." Lylac tidak nyaman karena menolak Nuno, ia jadi membolehkan mereka ikut gabung. Juga tidak ingin ada pembahasan soal dia didatengin Angel.

"Kita beda kelompok, Kan?" tanya Lylac menegaskan mereka tidak akan menggangu satu sama lain.

"Ya. Kita numpang duduk aja," jawab Evan.

Riri mempersilakan mereka duduk karena Lylac sudah kasih lampu hijau.

Akhirnya, Evan dan Nuno mulai menarik kursi di meja panjang tersebut untuk bergabung.

Evan mengambil posisi duduk tepat di seberang Lylac. Sambil membuka buku yang baru saja dibawa oleh Nuno, cowok itu tampak fokus pada halaman di depannya.

Masing-masing mulai membuka buku yang mereka ambil. Suasana meja itu perlahan kembali tenang, hanya diisi suara lembaran kertas yang dibalik dan sesekali bunyi pena yang bergerak di atas buku catatan.

Riri sudah kembali tenggelam dalam pekerjaannya. Nuno juga sibuk mencari bagian yang sesuai dengan tema kelompok mereka.

Lylac menunduk membaca bab tentang perilaku remaja sambil sesekali memberi tanda pada poin-poin penting.

Evan membuka buku dan mulai membaca.

Sesekali matanya terangkat ketika mendengar suara Lylac berbicara dengan Riri.

Tidak lama. Hanya sekilas. Namun entah kenapa pandangannya selalu kembali ke arah yang sama.

Nuno yang tadinya fokus baca jadi ikut terusik. Sadar ada yang tidak beres, cowok itu melirik Evan secara bergantian dengan Lylac, merasa heran dengan arah pandang sahabatnya yang berulang kali tertuju pada cewek aneh itu.

"Baca bukunya sudah selesai?" tegur Nuno.

Evan menoleh lalu tersenyum. "Ya, lagi aku baca."

Nuno mengangkat sebelah alis, tetapi memilih kembali fokus pada bukunya.

Di dekat meja, Mika melayang pelan dengan wajah yang tampak sangat puas. Matanya bergantian memandang Evan dan Lylac. Senyumnya makin lebar. "Aku suka hari ini," kata Mika.

Lylac yang sedang membaca langsung tahu kalimat itu ditujukan padanya. Namun ia memilih membalik halaman buku.

"Dia duduk di depanmu. Lihatlah." Mika menangkup pipinya sendiri. "Aku jadi bisa lihat wajahnya yang cakep sepuasnya."

Ujung pena Lylac berhenti bergerak sesaat.

Ia mengangkat kepala sedikit lalu melirik Mika sekilas sebelum kembali menunduk.

Nuno yang ingin tugas kelompoknya segera mendapat kejelasan akhirnya menutup bukunya setengah. Ia menatap Riri yang berada di sebelahnya.

"Ri, kelompokmu mau pakai tema apa?" tanya Nuno membuka obrolan.

Riri mendongak dari catatannya. Alih-alih langsung menjawab, dia justru bertanya balik karena ingin tahu ide kelompok cowok itu terlebih dahulu. "Rahasia. Nanti kalian nyontek," jawab Riri terang-terangan.

Nuno terkekeh pelan lalu mengangguk setuju dengan prinsip Riri. Setelah Nuno membagikan gambaran singkat tugasnya, barulah Riri berganti menjelaskan.

"Kalau kelompok kami, rencananya mau ambil fenomena pelajar yang membagi waktu antara sekolah dan dunia kerja," lanjut Riri santai.

Mendengar itu, Evan melirik Lylac. Dia yang tahu cewek itu kerja jadi paham kenapa mereka ambil tema itu. Karena tidak jauh dari apa yang di alami Lylac, jadi memudahkan dalam mengerjakan tugas. Cerdas.

Riri dan Nuno diskusi bentar. Mereka mulai bertukar pikiran mengenai kecocokan materi dan metode riset yang efisien untuk tugas sosiologi tersebut. Di sela-sela obrolan, Riri menyadari ada satu poin di catatannya yang masih kekurangan landasan teori.

"Ly, tolong ambilin satu buku lagi di Rak 4B dong. Kayaknya ada bagian sosiologi perilaku ekonomi remaja yang kelewat," pinta Riri.

Lylac mengangguk. Lalu beranjak dari kursinya untuk kembali ke koridor rak buku.

"Apa aku harus mencari buku rekom juga?" tawar Evan.

"Boleh juga, sekalian cari buku pembanding buat bab kita, Van." Nuno setuju.

Evan mengangguk kecil, lalu beranjak berdiri dari kursinya untuk menyusul ke koridor rak.

Mika yang melihat momen itu langsung histeris kegirangan. "Aaa! Ly, dia ikut berdiri! Dia jalan ke arahmu! Ayo cepetan pepet, Ly! Sadar dong, cowok sekeren dan secakep ini lewat di depan mata!"

Hantu cantik itu melesat cepat, langsung menempatkan posisinya melayang tepat di depan wajah Evan yang sedang berjalan. Mika membalikkan tubuhnya, melayang mundur perlahan menyusuri lorong rak sambil memasang wajah super gemas tepat di depan hidung Evan.

"Ya ampun, sedekat ini bulu matanya lentik banget! Gantengnya kelewatan, Ly! Pokoknya kamu harus deketin dia demi aku ya, Ly? Please!"

Lylac yang baru saja tiba di depan Rak 4B hendak mengulurkan tangan untuk mencari buku. Namun, fokusnya langsung buyar total melihat kelakuan gila Mika yang melayang tepat di wajah Evan yang berjalan semakin mendekat ke arahnya.

Jarak Evan dan hantu itu sudah terlalu intim, membuat Lylac panik kalau-aku Mika nekat melakukan hal aneh seperti meniup wajah atau menyentuh Evan.

Tanpa sadar Lylac mengulurkan tangan. Dia bermaksud menghalau Mika. Namun hampir saja mengenai wajah cowok itu.

Grep.

Gerakan tangan Lylac mendadak terkunci di udara. Evan dengan sigap menangkap pergelangan tangan Lylac sebelum jemari cewek itu sempat mengenai wajahnya.

Lylac terkejut. Kedua matanya membelalak sempurna. Menatap tidak percaya pada telapak tangan Evan yang kini mencengkeram pergelangan tangannya dengan erat di antara lorong rak buku yang sepi.

1
viellia
Ly kasian mika kenapa ga jujur aja si,mika udah ga lama lg akan balik ke alamnya😭😘
viellia
coba aja angel bisa liat mika pasti mukanya pucet dan ga gangu liylac lg🤭
viellia
lanjut kakak...
LisA: Terima kasih sudah mampir dan baca😊
total 1 replies
Jumi Saddah
pengen deh mika masuk ke raga liylac,,trus mukul angel🤭🤭
Jumi Saddah
klo lylac ju2r apa riri percaya,,,
Jumi Saddah
moga evan percaya klo lylac bisa melihat yg orang tidak lihat,,
Jumi Saddah
sering up donk,,soal nya seru ini cerita nya,,
LisA: Siap. Terima kasih sudah membaca.
total 1 replies
Inah Ilham
astaga gemes ih pingin nguncir bibirnya si Mika
Inah Ilham
dicueki salah.... ditanggapi makin salah lagi, piye to wis jan angel...angel...
LisA: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣
Prines
bagus cerita nya lanjutin lg yaa
Prines
Thor mana kelanjutannya aku tunggu loh
LisA: Terima kasih sudah baca😊
total 1 replies
Suci Lestari
Thor,, kok novel kencan buta, udah gk ada lagi??
LisA: Iya😅🙏
total 1 replies
Kasandra Kasandra
crita shana sm pak regas katanya mau ada extra part nya kak.. sy tunggu2 ndak muncul2😞
Qaisaa Nazarudin
waaahhh kayaknya kereeennn nih..Nabung dulu ah,nunggu babnya banyak,biar bisa marathon bacanya 🙏🙏😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!