"Mustahil kamu tidak jatuh cinta padaku, Noella Narcissa."
Damian Maverick jatuh cinta dengan wanita yang ia temui di pantai biru ketika dirinya berkunjung di suatu negara. Wanita itu adalah Noella Narcissa, wanita mandiri yang tak ingin lagi merasakan cinta, dan satu-satunya wanita yang berhasil membuat Damian termabuk oleh pesonanya. Tentu tak mudah bagi Damian untuk menghadapi wanita yang selalu meninggikan harga dirinya.
"I would never fall in love with you! Mr. Damian Maverick."
"I love every part of you, señorita. Kamu dan segala ke angkuhanmu padaku, aku menyukainya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon navia'story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
blessing
Aroma masakan tercium sampai dalam kamar Noella. Wanita itu tersenyum dan segera bangun dari tidurnya, sudah lama ia tak memasak di dapur rumah kesayangannya itu. Noella beranjak dari tidurnya ingin segera menuju dapur untuk membantu bibi Zaynah disana.
"Morning bibi!"
"Astaga Noella cantiknya dirimu."
Bibi Zaynah memang selalu terkagum pada gadis yang sudah semakin beranjak dewasa itu. Wanita itu bahkan belum mengganti piyama tidurnya, ia juga tak mengenakan make up sama sekali. Tapi tetap terlihat menawan dengan rambut panjang yang ia taruh di depan sisi kanannya.
"Aku belum mandi bi." Noella tersenyum sembari mengambil beberapa sayuran di meja untuk ia potong.
"Iya, kamu bangun tidur saja cantik. Memang dasarnya cantik!"
"Sudah bibi sudah! Ayo fokus memasak!" Noella terkekeh sambil memasukkan sayuran ke dalam air yang sudah ia didihkan.
Wanita itu terlihat cukup sibuk di dapur, ia mengaduk sayuran sambil sesekali mencicipi rasanya, beberapa kali menambahkan bumbu saat ia merasa masih ada yang kurang.
TAK TAK TAK
Pandangan bibi Zaynah tertuju pada sumber suara langkah kaki yang terdengar menuju dapur, ia melihat pria tampan nan gagah itu berjalan mendekat ke arah Noella.
"Good morning, señorita. Sedang memasak apa?"
Noella dikejutkan oleh Damian yang memeluknya dari belakang secara tiba-tiba, padahal ia sedang fokus melihat sayurannya. Bibi Zaynah langsung salah tingkah sendiri melihat kemesraan kedua anak muda itu yang dilakukan secara terang-terangan.
"Damian! Tidak lihat aku sedang sibuk?!" Noella memukul tangan kekar pria itu yang melingkar ditubuhnya.
"Aku ingin ikut memasak." Damian terkekeh
"Jangan mengganggu Damian! Aku sedang repot! Sana duduk manis di luar, nanti kalau sudah matang aku kabari." Pandangan Noella kembali fokus pada sayuran yang sudah hampir matang itu.
"Well, kelihatannya sudah matang." Pria itu mengintip masakan Noella.
"Not yet, Damian! Pergilah ke meja makan!" Noella sedikit menggerakkan tubuhnya, bertujuan menyuruh Damian untuk segera menyingkir.
"Setidaknya berikan aku ciuman pagi dulu."
Noella memukul perut Damian dengan sikunya cukup kencang. "Tidak usah macam-macam! Pergi atau aku akan memasakmu!" geram Noella
Damian terkekeh mendengar wanita itu marah-marah yang justru terlihat lucu dimatanya. "Want to kiss on chair like yesterday, señorita?" tanya Damian menggoda wanita itu.
Noella membulatkan matanya, mendengar Damian mengira dirinya ingin melakukan ciuman di atas kursi seperti yang terjadi kemarin. Wanita itu menoleh padanya dengan tatapan mata yang sudah jelas ia sedang merasa kesal.
"Can't you see that I'm busy cooking? Jangan melalukan hal-hal tidak senonoh dirumah ini Damian Maverick atau aku akan langsung mengusirmu!"
"Noella aku bisa menyewakan tenaga memasak untukmu, kamu tidak perlu repot-repot memasak." Pria itu meraih kedua tangan wanita itu, membelai telapak tangan lembutnya.
"Aku tidak mau melihat kamu bekerja keras."
"It's just cooking, Damian. Just cooking! Kenapa kamu berbicara seolah aku sedang bekerja mengangkati bebatuan?!"
"Hei, tanganmu bisa terluka kalau menyentuh pisau."
"So what?! Kamu menyuruhku duduk diam di kamar tanpa melakukan apapun seperti saat di rumahmu? I'm bored to death, just so you know."
Bibi Zaynah hanya bisa diam kebingungan dengan perdebatan dua anak muda yang berada disana, mereka menggunakan bahasa yang tidak dapat ia mengerti. Akhirnya wanita paruh baya itu mengambil alih masakan Noella karna sayurannya sudah cukup matang.
CUPP!
Bibi Zaynah membulatkan matanya sempurna melihat Damian yang dengan tiba-tiba mencium bibir Noella secara terang-terangan di hadapannya. Noella langsung mendorong pria itu memberinya tatapan tajam, wanita itu melihat ke arah bibi Zaynah sejenak, tapi bibi Zaynah langsung mengalihkan pandangannya pura-pura tak melihat apa yang barusan terjadi.
"Sudah kubilang jangan macam-macam!"
"Ekhm!"
Pandangan ketiga orang yang berada di dapur langsung mengarah menuju sumber suara itu, rupanya tuan Basmana yang sedang berdehem. Dia berdiri di dekat dapur mengamati Noella dan Damian, wanita itu sontak membulatkan matanya terkejut dengan keberadaan sang ayah.
"Ayah?!"
"Selamat pagi, tuan Basmana."
"Oh ya, pagi tuan Damian. Sepertinya ada kekacauan di dapur?" Basmana mengangkat kedua alisnya sambil berbasa basi, meskipun sebenarnya ia sudah mengetahui yang sebenarnya terjadi.
"Maaf, saya sedikit mengganggu putri anda yang sedang memasak. Dia belum memberi saya ciuman hari ini." Damian secara terang-terangan memberitahu hal itu, membuat Noella kembali membulatkan matanya lalu mencubit perut pria itu dengan keras.
"Ciuman? Yah, ya ya. Ciuman ya.." Basmana menganggukkan kepala sambil sedikit menunjukkan senyuman paksanya dan melirik putrinya yang sedang terpatung disana, lalu ia melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
"Damian Maverick! Kamu benar-benar mau di usir dari sini ya?!"
"Aku melakukan kesalahan?"
"Masih sempat-sempatnya bertanya?!"
Damian terdiam melihat Noella yang marah-marah, wanita itu beranjak pergi dari sana, terlihat ia pergi ke arah yang sama dengan ayahnya, kelihatannya ia ingin menyusul sang ayah. Damian hanya menatap kepergian wanita itu dengan tatapan bingung.
"Permisi tuan, anda mengerti bahasa saya kan?" Bibi Zaynah sedang mencoba mengajak bicara pria luar negeri itu.
"Iya, saya mengerti. Anda ingin mengatakan sesuatu?" tanya Damian pada bibi Zaynah.
"Tuan, anda bisa saja menjalin hubungan dengan nona Noella. Tapi mungkin tak mudah mendapat hati tuan Basmana."
*
*
"Berapa lama kamu berhubungan dengan tuan Damian, Noella?"
Basmana berdiri di depan jendela rumahnya, bertanya tanpa menatap sang putri. Raut wajahnya sudah cukup menjelaskan bahwa ia sedang merasa tak senang.
"Aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya, ayah." Noella sedikit gugup menjawab pertanyaan ayahnya.
Basmana terlihat menghembuskan nafas dan berusaha menatap putrinya, perlahan ia mulai mendekati Noella yang sedang berdiri di belakangnya. Di pegang kedua pundak Noella dengan kedua telapak tangannya, tatapannya terlihat sendu menatap mata putrinya.
"Ayah tidak mau kamu pergi lebih jauh lagi dari rumah ini, apalagi kalau kamu sampai pindah ke luar negeri. Dan, nak. Seseorang seperti beliau, Damian Maverick. Berada jauh di atas kita, kasta itu nyata, jangan sekali-sekali menjalin hubungan dengan seseorang yang terlalu jauh di atasmu kalau tidak ingin makan hati."
Noella tersenyum semu mendengar perkataan sang ayah, ada luka dalam hatinya. Meskipun ia telah menyatakan dirinya tak memiliki hubungan apapun dengan Damian.
Noella menganggukkan kepalanya perlahan di hadapan sang ayah. "Aku tidak berhubungan dengannya ayah, tidak sama sekali." Bibirnya berucap dengan cukup mudah, tapi terlihat banyak keraguan dari sorot matanya.
Basmana melihat kedua mata putrinya, ia cukup menyadari apa yang sedang terjadi. Tapi pria paruh baya itu tak ingin ada perdebatan antara dirinya dengan satu-satunya keluarga yang ia miliki, tuan Basmana menarik tubuh Noella ke dalam pelukannya.
"Jangan tinggalkan ayah Noella, jangan tinggalkan ayah.."
Pipi Noella dibasahi linangan air mata begitu ia mendengar ungkapan sang ayah, mengingat memang hanya dirinya yang ia miliki. Noella memang tak ingin meninggalkan orang tuanya, tapi ada sesuatu yang janggal dalam hati wanita itu.
Noella membalas pelukan sang ayah sambil menyeka air matanya, melihat sosok pria yang sedang berdiri di belakang sana sambil menyaksikan dirinya menangis dalam pelukan sang ayah. Hati Noella terasa semakin gusar menatap Damian yang terlihat sedang memperhatikannya dari kejauhan.
"Aku tidak ingin merebutnya dari seorang ayah, tapi bukan tidak mungkin bagiku untuk mengambil hati orang tuanya. Aku tidak akan menyerah hanya karna masalah restu, Noella."
kl bsa mngatur prsaan sndri,noella pst ga mlih buat jth cnta sm damian...mskpn awlnya dia sllu mnolak,tp lma2 mlai ada prsaan....
tp ykin deh,mkin lma prsaan mkin bsar trs gmn kl hrs b'pisah????
pntsn aja elena smp murka,trnyta dlu mreka s'dkat itu...scara dia mrsa noella udh mrebut damian....
bpk sm anknya sma2 gila....
udh prgi aja bru nysel....
elena ga bnr2 cnta sm damian,mngkn dia cm t'obsesi aja...
mngkn kl lwannya orng biasa aja,damian ga bkln rpot mst perang sgla..tp mslhnya,bpknya elena kn pnjht...dia bs mlkukn apapun dmi mmbela anknya...
mau aku gntung d phon toge,ksl sm dia....
please deehhh....cwok ga suka jg,msh aja mksa....nyri yg lain aja knp sihhh....🙄🙄🙄
mst gmn lg,udh krkternya msing2....
pdhl kn dia pnguasa,tp nyri dlang yg nyerang noella aja smp skrng blm ktmu.....pdhl dia dkt loh,knp msh bkm trungkap jg....