Revisi . Kisah seorang Kinanti Rara Abibawa puteri seorang pengusaha sukses , yang hasil diculik dan hidup dalam kesengsasaraan dan kepedihan , di saat usia Kinanti sembilas tahun , kinanti bertemu dengan seorang pria yang membuat keduanya saling jatuh hati tetapi cinta mereka pun terhalsng restu ibunda Brataseno . bagaimanakah cinta mereka untuk selanjutnya ? mari kita simak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azizah sulaeman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. Gilang Koma ( Sedang Di Revisi )
" Arini , dengan mata bengkak habis menangis ," menyusun pakaian suaminya dalam tas pakaian mini miliknya , sesekali tanganya menyeka air mata yang terus mengalir di pipi tirus nya , Ya Allah kuatkan hamba mu ini , cetus nya dalam hati Arini .
" Bi ayo kita berangkat sekarang ," ajak Arini pada bi Arum , dan dengan langkah gontai nya ,Arini berjalan membuka pintu rumah . dengan di ikuti bibi nya dengan membawa keranjang makanan dan tas kecil milik nya , yang sudah penuh di isi bajunya dan pakaian Arini .
" Bi bawa apa aja itu ?" tanya Arini . Jangan banyak banyak bawa barang , kita dekat ini ko dari rumah ke rumah sakit harapan , kita bisa bolak balik ujarnya .
" Ngak ko , ini cuma sedikit makan buat kita ," dan baju ganti jawab bi Arum sambil menyalakan lampu teras rumah .
" Arini , berjalan keluar rumah ," di susul bi Arum yang sudah mengunci ngunci pintu rumah dan jendela , setelah cukup yakin Arini dan bi Arum menunggu angkutan umum di sebrang jalan rumah nya , tak lama kemudian angkutan umum kota pun datang , Arini dan bi Arum pun naik dengan sedikit desak desakan karena sedikit penuh . Angkutan umum kota pun berjalan menyusuri jalan yang mulai ramai di padati lalu lalang kendaraan .
" Arini dalam angkutan umum ," sesekali menyeka air matanya yang terus merembes mengalir dari kelopak mata cantik nya , dan hatinya terasa sakit , ia tak mengira hidupnya akan sehancur ini .
" Sabar Nak , tangan bi Arum mengusap ngusap pundak Arini ," Allah tidak Membebani Seseorang di Luar Kemampuanya , tutur bi Arum , dengan Mengutip salah satu Hadist dari Ulama Besar .
" Angkutan umum pun mulai kosong ," karena penumpang satu persatu mulai turun . Pak sopir tolong ya..! antarkan ke rumah sakit harapan , ujar Arini dengan suara agak mundeng , karena banyak menangis lobang hidungnya pun mulai di penuhi cairan yang mengental .
" Iya neng , jawab sopir angkutan umum ," dengan sedikit di percepat mobil pun sampai di depan rumah sakit harapan .
" Arini dan bi Arum turun dari angkutan umum , dan berjalan menuju ruang informasi .
" Maaf Mbak , saya istrinya Gilang Adhiyaksa ," sebelum memberi penjelasan yang jelas , perawat sudah duluan memberitahukan keadaan Gilang .
" Oh ia , ini dengan bu Gilang ?" tanya perawat .
" Betul , saya dengan istrinya ," jawab Arini .
" Mari bu , saya antarkan ke ruang dokter ," dokter sudah menunggu ibu , di ruanganya , tutur perawat .
" Iya , terima kasih,"
" Tok....tok...tok..., pintu ruang dokter ," diketuk Arini .
" Masuk...yang menjawab Asisten perawat dokter bagian bedah syaraf.
" Arini masuk dengan langkah lemasnya ," dan pandangan matanya yang mulai berkabut , menangkap sosok pria dewasa yang duduk di kursi dengan memakai jubah putih nya .
" Sore dokter , sapa Arini dengan sopanya .
" Sore .. Dokter membalas ucapan Arini," dengan senyum ramahnya .
" Silahkan ibu duduk , ucap dokter dengan mata tajamnya menatatap manik Arini .
" Iya dokter , terimakasih ucap Arini.
" Ibu istrinya pak Gilang ?
" iya betul dok ."
" Saya dokter panji bu , saya yang menangani suami ibu ," tuturnya dengan penjelasan yang cukup panjang , dan cukup di mengerti oleh Arini .
" Bagaimana ? Tanya dokter panji dengan tatapan matanya yang sedikit terharu melihat kondisi Arini yang terus berlinang air mata .
" Saya setuju saja dokter ," karena mungkin dokter lebih tahu dengan kondisi suami saya , ucapnya seraya memberi persetujuan dan rujukan dari dokter tersebut .
" Kalau begitu , ibu bisa tanda tangani ," semua surat rujukan dan surat persetujuan suami ibu ,bapak Gilang untuk nanti malam masuk ruang operasi .
" Tapi bagaimana dok dengan biayaya nya ?" Tanya Arini dengan sedikit bingung , karena tahu , biayaya operasi syaraf yang tidak murah tidak mungkin bisa terjangkau oleh dirinya .
" Ibu jangan berpikir dulu soal biayaya , " jawab dokter panji , yang sekarang ibu siapkan doa untuk kesembuhan suami ibu tutur dokter panji dengan bijaksana nya .
" Arini hanya diam , air mata nya saja yang mewakili jawaban dokter panji .
" Dengan sedikit gemetar , Arini mengambil balpoint dan mentanda tangani surat persetujuan operasi .
" Sudah , Arini menyerahkan kertas putih pada asisten dokter .
" Karena semua sudah selesai ya bu ," silahkan ibu menunggu di ruang tunggu , dokter panji mempersilahkan Arini keluar dari ruanganya .
" Dengan tatapan kosong ," Arini bangun dan sedikit membungkukan tubuh nya pada dokter panji .
" Terima kasih dokter ," ucapnya dengan membalikan tubuh lunglainya Arini melangkahkan kaki nya , tetapi belum sampai pintu , tubuh Arini langsung terjatuh dan keningnya menghantam meja dokter .
" Dokter panji yang melihat Arini terjatuh pingsan," dengan sigapnya , meraih tubuh Arini dan membopongnya , dan di tidurkan di tempat tidur pasien .
dan satu lagi setelah kata itu tanda koma atau titik tidak ada spasi.
baru setelah ada tanda titi atau koma ada spasi untuk kata selanjutnya...
punyaku di Bab 1 sampai 10 masih belum baik peletakkan tanda koma dan titiknya, tapi dari Bab 11 sampai sekarang Alhamdulillah udah ada perbaikan...
Bayu membalas pelukan Brataseno dan kepala kecilnya menelisik ke dada sang ayah.
Satu Minggu setelah Bayu di culik, pencarian dari pihak kepolisian setempat dan keluarga Gilang masih belum.
pengen gue 👊👊 😡😡