NovelToon NovelToon
ERANGAN TAKDIR

ERANGAN TAKDIR

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Petualangan / Chicklit / Tamat
Popularitas:721.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kiki Kp

Perjuangan, cinta, persahabatan, kehilangan, balas dendam, pengkhianatan, dan semua rasa yang pernah ada terangkum dalam satu cerita ini.

Erangan Takdir - Rangkuman cerita wanita-wanita hebat yang berkumpul dalam satu pekerjaan 'Pengacara' menelusuri, berpendapat, interogasi, mengadili, jelas sudah menjadi keseharian mereka.

Lantas bagaimana perjuangan mereka untuk melalui semua itu?

Note: semoga cerita ini menghibur walau banyak ngasalnya, semoga mata kalian tetap sehat melihat tebaran typo yang amazing, dan semoga kalian tetap bertahan dengan segala ketidakberdayaan author menampung keluhan dan emosi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiki Kp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

S2-CHAPTER 6

Senandung Rindu yang kulontarkan lewat syahdu dalam dekapan pilu

Hati yang tetap memilih singgah pada orang terkasih yang amat selalu aku sayangi

Cerita kita tidak sebatas hanya tentang materi

ini bukan drama yang diotodidakkan

Namun inilah hidup...

Yang sedari dulu ingin kita rasakan kenyamanan sejatinya

Riani tersenyum menatap Aisyah yang membawa sebuah kotak berbungkus kertas kado untuknya.

"Happy Birthday kak... jangan bosan-bosan untuk kembali ke rumah kita, jangan bosan untuk selalu kontrakan dengan Syah" ucap Aisyah sambil menyodorkan kado itu pada Riani.

Riani terharu melihat orang-orang yang dia sayangi berkumpul dalam satu ruangan itu untuk memberikan surprise pada Riani, bahkan Manquer Pamela, Chloe dan Enne sampai jauh-jauh datang ke Indonesia untuk memberikan surprise pada Riani, tak luput orang yang paling dicintai Riani kini tengah berdiri sedari tadi disampingnya sambil membawa kue dengan lilin berbentuk angka 25.

Riani meniup lilin yang ada diatas kue itu sampai memadamkan api yang bergoyang di pucuk lilin sedari tadi.

Riani memberi suapan pertama untuk suaminya, suapan kedua untuk adiknya, dan suapan selanjutnya untuk sahabat-sahabatnya.

Pintu ruangan kembali terbuka, nampak sosok wanita dengan blazer biru tuanya yang terlihat jelas raut wajah kelelahan dan nafas ngos-ngosan pada wanita itu.

Rambutnya yang panjang terurai itu nampak berantakan dengan tas sandangnya yang nampak berisi tebal. Wanita itu menyunggingkan senyumnya pada Riani seraya memeluk erat Riani "Happy Birthday Riani" ucap Serli.

Riani ikut membalas pelukan Serli "lama tidak berjumpa" ucap Riani sambil melepas pelukan mereka berdua.

Diusianya yang kini tepat 25 tahun, adalah perayaan yang tak akan bisa dilupakan oleh Riani, karena kehadiran sahabat-sahabat jauhnya, walau tidak semua yang bisa datang, namun Riani bersyukur masih bisa menjalin silaturahmi yang baik pada teman-teman dan beberapa tetangga dekat rumahnya yang ikut hadir.

Di saat bulan masih berdiri dengan kokohnya pada pukul 02.48 waktu Indonesia itu, tepat disaat orang-orang tengah masih tertidur pulas dengan sejuta mimpi-mimpi indahnya, dan tak sedikit dengan urapan keras yang terlontarkan. Riani malah berkecamuk bahagia dengan surprise dari keluarga dan teman-temannya.

Setelah perayaan, tetangga kembali ke rumah mereka masing-masing, termaksud Tante dan om Riani beserta sepupu-sepupu Riani dan adik Kirana. Sedangkan Manquer Pamela, Enne, Chloe, dan Serli tengah tertidur pulas diruangan tengah rumah itu. Berbeda dengan Violette yang masih berdiri diluar pintu rumah dengan masih meletakkan HP disamping telinganya dan raut wajah yang nampak bahagia menghubungi orang dibalik telpon itu.

Riani melangkah pelan ke arah Violette "istirahatlah dulu" ucap Riani yang mengangetkan Viloette sambil kembali melangkah masuk ke dalam rumah.

Violette menutup telponnya setelah berpamitan dengan orang diseberang telpon yang kemungkinan besar adalah Iven. Violette kembali melangkah masuk ke rumah itu.

"Aku sudah menyiapkan kamar untukmu" ucap Riani yang melihat Violette nampak melirik sofa-sofa yang diisi penuh oleh Manquer Pamela, Enne, Chloe, dan serli.

"Eh tidak usah... aku disini saja" ucap Violette.

"Tidak, aku tau kamu lelah sejak sampai di Belanda, aku sebenarnya tak tega melihat mereka tertidur diluar seperti ini, namun aku lebih tak tega untuk membangun mereka" jelas Riani.

Violette menganguk dan melangkah ke kamar yang ditunjuk Riani. Setelah selesai menyelimuti ke-4 wanita itu, Riani mengunci pintu rumah dan berjalan kembali ke kamarnya.

Sejak tetangga sudah kembali ke pulang ke rumah mereka masing-masing, Aisyah dan Andi yang telah sah sebagai pasangan suami istri langsung ke kamar mereka untuk Istirahat. Riani membuka pintu kamarnya perlahan dan mendapati Albern yang sudah tertidur pulas.

Riani melirik jam dinding di kamarnya yang sudah menunjukkan pukul 03.27, Riani memilih untuk membersihkan tubuhnya dulu kemudian membaca Al-Qur'an seraya menanti azan Subuh.

Pukul 06.00 tepat Serli berpamitan untuk segera kembali ke apartemennya segera karena dia harus bersiap sebelum berangkat kerja. Aisyah dibantu oleh Andi menyiapkan sarapan untuk mereka.

Setelah selesai solat subuh berjamaah di rumah, mereka semua kembali tertidur, berbeda dengan Aisyah dan Andi yang menyiapkan sarapan.

Enne menguap keras membangunkan Chloe dan Manquer Pamela yang masih tertidur nyenyak di sofa itu. Mereka bersih-bersih setelah melihat sarapan yang disajikan oleh Aisyah dan Andi.

Albern melingkarkan tangannya pada pinggang Riani yang dimana mereka berdua masih tertidur lelap. Riani menyeka matanya dan segera duduk dari posisi berbaringnya.

Riani kembali menatap Albern yang masih nampak tertidur lelap.

Tring... tring...

Riani menjangkau handphone Albern yang ada dimeja seberangnya, disana tertulis panggilan masuk dari Carlson Darius.

"Ada keperluan apa Sir Carlson menelepon?" gumam Riani heran.

"Siapa sayang?" tanya Albern yang mengangetkan Riani.

"Kamu sudah bangun? ini ada telepon masuk dari sir Carlson" jawab Riani.

"Reject saja" jawab Albern sambil menarik tangan Riani agar kembali tidur dalam pelukannya.

"Ta... tapi--" ujar Riani cemas sebelum dia benar-benar masuk ke dalam dekapan Albern.

"Itu telpon tidak penting, dia hanya ingin menanyai kabar Pamela melalui aku" jelas Albern.

Tok... tok...

Albern mendesis mendengar bunyi ketokan pintu kamar itu "siapa lagi yang berani menganggu waktu istirahatku dengan istriku!?" gumam Albern nampak kesal.

"Sudahlah, biar aku yang buka" ucap Riani sambil turun dari ranjang.

Dengan sigap Albern kembali menarik tangan Riani "aku saja" ucap Albern sambil melangkah membukakan pintu kamar.

Nampak Andi sedang berdiri di depan pintu kamar dengan senyum secerah mentari pagi yang dipancarkannya.

"Waktunya sarapan kak" ucap Andi pada Albern.

Dengan terpaksa Albern menyunggingkan senyumnya pada Andi "kalian duluan saja"

Andi menganguk paham "baiklah, maaf menganggu waktunya kak" ucap Andi sambil melangkah pergi meninggalkan kamar itu.

Untung saja aku yang buka pintunya, ada ya laki-laki senyumannya semenawan itu? pikir Albern yang kembali naik ke ranjang.

"Siapa?" tanya Riani.

"Ipar kamu ngajakin sarapan" jawab Albern.

Riani hanya terdiam dan mengangguk paham sambil melangkah keluar.

"Kemana?" heran Albern.

Riani menunjuk ke arah ruang makan "sarapan" jawab Riani.

"Jangan dulu" sambung Albern.

"Kenapa?" tanya Riani nampak bingung.

"Aku sudah bilang tadi duluan saja pada dia, aku mau berduaan dulu sama kamu" ucap Albern sambil berjalan mendekat ke arah Riani dan mendekatkan wajahnya pada wajah Riani.

"Aku berencana melakukan tadi malam, namun aku tertidur, jadi sebagai hadiah kembalian dari kamu, kamu harus melayani sebentar saja" bisik Albern pada Riani.

Riani menahan bibir Albern yang hendak akan mencium Riani dengan telapak tangan Riani "jangan pagi ini" ujar Riani sambil segera melangkah pergi dengan cepat meninggalkan kamar dengan ekspresi wajahnya yang nampak memerah.

Albern tersenyum menatap pelarian Istrinya itu "Ini sudah setahun sejak pernikahan kita, dan kamu masih malu-malu sayang..." gumam Albern.

1
Suci Rahayu
menarik ceritanya
Becky D'lafonte
andi ngelirik2 aisyah😄
Naina Asy
bagus
Ririn Santi
apa kedepan Andi malah akan menjadi adik ipar Riani Thor?
Ririn Santi
novel yg menarik
Musdalifa Ifa
Thor jangan buat Riani sama Andi kembali bersama kasihan albern dan aisyah
amalia
cpt bgt ya cerita nya
amalia
gk ada sholat subuh ya
Hasna R
ini kisah kamu ya thoor atau ini hanya imajinasi kamu ya thoor. gw suka alur kisahnya karena disetiap kisah banyak kejutan"nanya gitu jadi kek Ng di buat" dan jika memang ini kisah authoor, itu artinya authoor orang yang beruntung, sukses terus thoor
Hasna R: aamiin Doong thoor barangkali tuhan menyimpan kejutan yang sama dan tak terduga🤗
total 2 replies
Ayu Hamidatunnisa
jangan janhan sama aisyah
Pipit Sopiah
jaga keislamanmu riani
Pipit Sopiah
terlalu jenius
Pipit Sopiah
lanjuuuuut
Pipit Sopiah
masih bacanya
Pipit Sopiah
masih nyimak
Pipit Sopiah
aku masih ada ya thor,
kiki: iya wkwk
total 1 replies
Pipit Sopiah
hai Thor aku mampir nih
Nurhakimah
jodoh memang tidak ada yg tahu. kita menyukai bahkan mencintai seseorang namun takdir dan jalan yg tuhan berikan bukan dia orangnya, ikuti alurnya dan jalani prosesnya. tuhan tahu mana yg terbaik untuk hambanya😍. semangat terus kak. karyanya sangat bagus👍
readers
bagus bagus bagus banget sumpah!!!!! 😭😭😭
L i a Z i e n t a 💕
haaii kak..
aq mampir nc.. 😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!