•Unbeatable Girlfriend —Pacar yang Tak Terkalahkan•
Clarish Deonal Martin, esper tersembunyi yang dikatakan mewarisi kekuatan dewa. Ia cerdas, licik dan pandai memeras kekayaan orang. Namun ia selalu menganggap dirinya miskin meski uang dalam kartunya bernilai ratusan juta dolar.
Setelah mengenal Elnathan Deminthor, pewaris keluarga sekaligus pemimpin kelompok mafia, hidup gadis itu berubah. Ia membantu Elnathan dalam situasi apa pun, bahkan jika itu adalah konspirasi musuh.
Namun pada saat yang sama, Clarish harus mengorbankan kebebasannya sendiri untuk keluarga Deminthor. Dan tentunya demi Elnathan yang selama ini ia sukai diam-diam.
Akankah keduanya bisa mengatasi semuanya bersama-sama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyebab Utama Penculikan
Kenapa Michella tahu tentang Lisardo, bahkan memanggilnya paman? Ini sangat aneh.
Ditambah, Michella juga takut rahasia yang dipegang Sophia akan terbongkar dan identitas alisnya diketahui banyak orang.
Michella adalah putri satu-satunya keluarga Sanches. Konon, ia lahir di negara ini dan besar di luar negeri.
Bagaimana bisa dia memiliki paman yang aneh dan tidak berkualitas seperti Lisardo?
Kecuali ....
Clarish tidak bisa berpikir acak lagi. Ia sudah memiliki bayangan tentang putri palsu dan asli. Mungkin hanya Sophia yang tahu kebenarannya selama sini.
"Kenapa kamu masih di sini? Sudahkah kamu buang air kecil?"
Suara Elnathan terdengar tak jauh dari belakang Clarish. Gadis itu langsung menoleh setelah menyesuaikan ekspresinya.
Elnathan membawa lentera kecil untuk penerangan di jalan setapak.
"Belum. Aku akan pergi sekarang." Clarish buru-buru pergi ke toilet darurat. Tak lama kemudian, dia keluar. "Kenapa kamu menyusul? Mungkinkah juga ingin ke toilet?"
"Tidak. Aku melihat kamu belum kembali untuk waktu yang lama. Jadi aku khawatir." Elnathan tidak membuat alasan. Ini faktanya.
Gadis itu sudah cukup lama pergi hanya untuk buang air kecil. Jaraknya juga tidak terlalu jauh. Ia khawatir seseorang akan menyerangnya di kegelapan. Lagi pula, siapa yang tahu musuh muncul dari mana.
Terlebih lagi, dia melihat Michella kembali diam-diam dengan sedikit tergesa-gesa. Sepertinya menyembunyikan sesuatu.
Namun Elnathan tidak peduli dengannya.
Clarish melihat ke salah satu pohon besar, lalu menggelengkan kepala. "Tempat ini sangat aman. Keluarga Kingston benar-benar memikirkan hal ini."
Kemudian keduanya pergi untuk melanjutkan tidur. Tanpa sadar, Elnathan meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya sedikit erat.
Clarish terkejut tapi tidak menolak. Namun jantungnya berdegup kencang. Dia selalu berpikir jika dirinya dan Elnathan .... mungkin tidak cocok satu sama lain.
Elnathan bahkan belum tahu siapa Clarish sebenarnya. Dan apa yang membuat gadis itu harus menyembunyikan identitasnya.
Karena saat Clarish masih aktif di panti asuhan, kepala panti berpesan untuk tidak mengungkapkan identitas aslinya kepada siapa pun.
Termasuk ... Elnathan.
Setelah keduanya pergi, beberapa pria dengan pakaian seragam penjaga serba putih muncul di dahan pohon. Masih di pohon yang sebelumnya diperhatikan Clarish.
Mereka tampak bingung satu sama lain.
"Apakah dia melihat kita?" tanya salah satu dari mereka.
"Bukankah itu wajar? Dia juga esper putih seperti kita. Kekuatannya tidak kecil tapi aku tidak bisa merasakannya sama sekali."
Rupanya mereka adalah esper penjaga yang disewa oleh keluarga Kingston melalui koneksi Butler Charon. Tugas mereka adalah melindungi semua orang jika sesuatu terjadi akibat serangan dari esper jahat.
Ada pun bencana buatan manusia, itu bukan urusan mereka. Lebih baik tidak ikut campur.
Mereka menggunakan kemampuan untuk membuat tubuh menjadi transparan. Sama seperti yang dilakukan Butler Charon dan Clarish sebelumnya.
Sangat disayangkan, Raul bahkan tidak tahu tentang mereka. Ini dirahasiakan lagi darinya.
Malam dengan cepat berlalu.
Pagi ini, semua orang tidur nyenyak di dalam tenda. Mungkin karena sering sibuk bekerja atau berurusan dengan sesuatu, melakukan healing sangatlah tepat.
Mereka membuat api unggun untuk memasak air dan menyeduh teh atau kopi. Lalu sarapan yang mudah dicerna seperti roti tak luput dari keseharian mereka.
Kendrick bangun lebih awal sebelumnya dan membuat sarapan untuk mereka. Sandwich lezat yang gurih dan segar, cocok untuk memulai hari.
Sophia keluar tenda dan menguap. Ia masih mengangguk. "Tidurku nyenyak sekali. Aku sudah siap untuk menangkap ikan."
Clarish memberikan sepotong sandwich padanya. "Ingatlah, jangan jauh-jauh dariku. Jika kamu merasakan sesuatu saat turun ke sungai nanti, jangan lupa untuk langsung memberi tahuku."
Perkataan Clarish sangat serius hingga Sophia mengangguk ringan. "Kenapa kamu tiba-tiba begitu perhatian? Memangnya apa yang akan terjadi di sungai yang bahkan kedalamannya saja tidak mencapai setengah meter?"
Wanita itu menggigit sandwich nya dengan penuh rasa lapar.
Clarish tidak menjawab dan memakan sandwich baginya. Tapi Elnathan yang selalu ada di sampingnya mendengar dengan jelas. Sepertinya ada sesuatu yang diketahui Clarish semalam.
Apakah gadis itu dan Michella bertemu satu sama lain?
"Permisi," ujar Kevin yang berjalan menghampiri mereka. Ia terlihat ramah dan baik.
Kelompok Elnathan melihatnya membawa termos kecil. Raul dan Armen menyapanya tanpa ada intimidasi apa pun.
"Bukankah kamu tunangan Michella?" tanya Armen.
Kevin mengangguk dan memperkenalkan dirinya secara singkat. "Aku lupa membawa teko untuk memasak air. Bisakah aku menumpang memasak air di sini?"
"Tentu saja. Ini bukan masalah besar," jawab Raul. "Kenapa kamu sendiri? Di mana Michella?"
Kevin mengerutkan kening. "Dia bilang ada sesuatu yang tertinggal di mobil. Jadi dia pergi dulu sebentar."
Jika mendengar nada bicaranya secara saksama, sebenarnya Kevin cukup kesal.
......................
Michella yang saat ini ditanyakan oleh Raul, kini berada di mobil Kevin. Pergi mengambil barang yang tertinggal hanyalah alasan saja. Ia menghubungi pamannya lagi untuk memastikan janjinya semalam.
Untungnya, pamannya setuju. Tapi tidak bisa mengirim orangnya ke sana karena khawatir ketahuan. Apa lagi, acara perkemahan merupakan niat keluarga Kingston yang dulunya merupakan tuan tanah.
Memang benar jika paman Michella adalah Lisardo. Seperti yang ditebak Clarish sebelumnya.
"Paman, jika kamu tidak mengirim orang, bagaimana mungkin bisa mencelakakan Sophia?"
Lisardo yang berada di seberang telepon menjawab dengan nada tidak senang. Ia juga mendesah kasar.
"Michella, masalah Sophia lebih baik kamu tidak memperpanjangnya. Selama ini aku telah membantumu untuk menculiknya lebih sering hanya untuk menakutinya. Meski aku menculiknya untuk mengancam Elnathan, sebagian alasan adalah karena kamu."
Lisardo dengan terus terang memberi tahu Michella. Ia belum mau berurusan lagi dengan aksi penculikan Sophia atau sejenisnya. Adegan malam itu masih sangat jelas di benaknya. Meski tidak ingat seperti apa wajah pihak lain.
Memang benar bahwa penculikan Sophia menjadi lebih sering terjadi setelah Michella memutuskan pertunangannya dengan Elnathan.
Jika Michella tidak memutuskan pertunangan, akan mudah bagi Lisardo untuk menyerang Elnathan melalui keponakannya.
Sayangnya, wanita itu sangat sombong hanya karena menjadi nona muda muda keluarga Sanches.
Michella jelas menyadari jika Lisardo ingin memperalatnya untuk berurusan dengan Elnathan. Tapi dia tidak mau. Dia bukan anak buah Lisardo apa lagi alatnya.
Michella juga takut jika ia bertahan dengan Elnathan di masa lalu, pamannya akan mengancam dengan identitas aslinya di keluarga Sanches. Jadi dia mencari aman.
"Dini hari tadi paman telah mengirim orang untuk menaruh sesuatu di mobilmu. Periksalah sendiri. Gunakan itu untuk membuatnya lumpuh sejenak dan biarkan hanyut ke sungai. Ada seseorang yang menunggu tak jauh di hilir. Reputasinya dijamin rusak setelah itu," jelas Lisardo.
Ini terakhir kalinya ia membantu Michella untuk berurusan dengan Sophia. Setelah itu, ia menutup panggilan telepon lebih dulu tanpa menunggu Michella bicara.
Michella tidak lagi peduli. Dia memeriksa beberapa barang dan tasnya sendiri. Lalu menemukan sebungkus serbuk putih di dalam tas.
Ia menyimpan benda itu dan segera kembali sebelum Kevin marah padanya.
Mampir juga donk di novel aku "Mengejar cinta sang idola"