NovelToon NovelToon
Marry Again!

Marry Again!

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Tamat
Popularitas:348.5k
Nilai: 5
Nama Author: nenah adja

(Season dua dari novel Broken Marriage)
Menikah lagi bukan prioritas untuk Alana yang sudah menjanda dua kali, penderitaan yang dialami menyisakan trauma mendalam baginya yang merasa tak akan pernah bahagia dalam ikatan tersebut. Banyak pria yang datang mendekat, namun Alana mengacuhkannya.
Lalu bagaimana jika kedua mantan suaminya kembali datang menawarkan cinta dan sebuah ikatan pernikahan.
"Kali ini biarkan aku berjuang demi cintaku, dan jangan pernah tinggalkan aku." (Gabriel Askara)
"Maafkan aku, aku menyesal telah menyiakanmu di masa lalu, betapa bodohnya aku." (Bayu Adiyaksa)

"ALANA, MENIKAHLAH LAGI DENGANKU!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Alana menjatuhkan dirinya dari tempat tidur, dan merangkak untuk menjauh dari Rian, tak peduli tubuhnya yang sakit karena terjatuh dari ranjang yang cukup tinggi, Alana terus merangkak.

"Brengsek!" umpat Rian. Darah mulai mengucur dari kepalanya.

Alana semakin panik saat Rian mulai berjalan mendekat, Alana berusaha bangun dan berjalan tertatih ke arah pintu, namun baru saja mencapai handle pintu Alana merasakan tarikan di rambutnya.

"Wanita tak tahu di untung!" teriaknya Rian melempar Alana ke lantai dan kembali mengungkungnya. Tubuh Alana sudah bisa bergerak, jadi dia terus berontak, tapi, mendengar Alana yang berontak dan berteriak membuat Rian justru tertawa.

"Aku suka mendengar teriakanmu, semakin banyak kau berontak aku semakin bersemangat." tawa Rian menggelegar dan membuat Alana semakin ketakutan.

Alana terus menangis dan berteriak bahkan saat ini Rian sudah menarik paksa celana panjang Alana, hingga kini menyisakan dua dalaman yang nampak menggoda bagi Rian.

"Oh, kau memang menggoda." Baru saja Rian membungkuk dan akan mencium Alana, dia merasakan hantaman di punggungnya.

Tubuh Rian terlempar seiring umpatan yang keluar dari mulut Gabriel, ya ... Gabriel berhasil menemukan Alana, untuk mencapai vila Rian dia cukup kesulitan sebab gerbang yang di kunci juga Gabriel harus mencari dan mengelilingi Vila besar itu.

Beruntung dia di beri tahu oleh pengawas yang dia suruh menjaga Alana, meski dia sempat kehilangan jejak mobil Rian, tapi saat Gabriel menemuinya pengawas tersebut sudah menemukan keberadaan Rian.

"Bajingan!" teriak Gabriel sambil terus memukul Rian dengan membabi buta.

Setelah Rian terkapar tak berdaya, Gabriel menghampiri Alana yang mengkerut ketakutan, di sudut ruangan.

Gabriel meraih selimut lalu menutupi tubuh Alana yang hampir telanjang "Tenanglah, kamu baik- baik saja," ucap Gabriel menenangkan.

Alana terus terisak dengan tubuh bergetar, andai Gabriel tidak tiba tepat waktu mungkin Alana sudah menjadi santapan Rian sekarang. "Sayang kamu dengar aku?" Kali ini Alana mengangguk.

Gabriel mengusap air mata Alana lalu memeluknya "Ayo kita pulang." Gabriel menarik Alana agar dia berdiri, Namun baru saja Alana berdiri.

Alana di kejutkan dengan Rian yang sudah berdiri kembali dan hendak menyerang Gabriel.

"Gabie, Awas!" jerit Alana.

Bukannya menghindar Gabriel justru memeluk Alana seolah melindunginya.

Bugh ...

Prang ...

Alana terpaku saat merasakan hangatnya pelukan Gabriel, terdengar ringisan dari pria itu hingga Alana mendongak dan melihat Gabriel yang memejamkan matanya.

"Gab- riel," ucap Alana terbata "Mas?" Gabriel terjatuh begitu pun suara benturan lainnya di belakang Gabriel.

Terlihat Bayu yang terengah memegang guci yang baru saja dia pukulkan pada Rian, yang kini juga tergeletak di lantai.

"Sial," umpatnya saat melihat Gabriel terjatuh, dia datang terlambat saat melihat Rian hendak memukul Gabriel, beruntung kesadarannya masih bisa membuatnya waras, hingga dia meraih sebuah guci di sebelahnya lalu memukulkannya pada Rian.

Meski begitu Gabriel sudah lebih dulu terkena pukulan Rian, jadi pria itu kini terbaring di pangkuan Alana.

Alana menepuk pipi Gabriel yang hendak memejam "Gabriel," panggil Alana.

Gabriel mengerjapkan matanya kepalanya terasa berat, dengan rasa sakit yang berdenyut "Seingatku, baru saja kamu memanggilku Mas," protes Gabriel.

Bayu yang mendengarnya pun terkekeh "Itu berarti dia masih waras."

Alana tak bisa berhenti khawatir sebab dia mulai merasakan darah mengalir dari kepala Gabriel membasahi telapak tangannya "Bayu, panggil ambulans!" teriak Alana.

Bayu mengumpat "Sekarang kau melupakan panggilanku," ucapnya sembari menekan tombol darurat di ponselnya.

***

Alana masih menunggu Gabriel tersadar di ruang perawatannya, setelah ambulans datang yang juga bertepatan dengan datangnya polisi, Gabriel di bawa ke rumah sakit terdekat untuk segera di tangani, Namun hingga kini Gabriel belum juga tersadar. Alana menatap dengan penuh rasa bersalah, sebab bagaimana pun ini terjadi karena dirinya.

Tapi siapa yang tahu akan terjadi musibah, jika tahu Alana akan menghindari musibah tersebut, termasuk Rian yang ternyata adalah seorang penjahat.

Alana menggenggam tangan Gabriel lalu menyandarkan kepalanya disana, tiba- tiba bayangan kebersamaan mereka dulu terbayang, bagaimana mereka bersama, berpisah karena keadaan lalu kembali di pertemukan dalam sebuah pernikahan siri dan kembali terpisah untuk kedua kalinya.

Bayangan tersebut menyadarkan Alana jika Gabriel tidak bersalah dalam hal ini, ya ... Mamanya memang jahat, tapi kenapa Gabriel yang harus menanggungnya.

Alana kira Gabriel juga terluka selama ini, apakah ini terlalu kejam untuk Gabriel? Apa Alana memang kejam?

"Kenapa menangis, aku baik- baik saja." Alana mendongak dan tersenyum melihat Gabriel yang mengerjapkan matanya yang sayu.

"Kamu sudah bangun," ucap Alana penuh rasa syukur. "Ya, Tuhan ... Syukurlah." Alana mengusap wajahnya. "Ah, ya ... Aku harus memanggil dokter," kata Alana yang bangkit dengan terburu- buru.

"Mau kemana?" tanya Gabriel saat Alana hendak pergi.

"A-kku akan menemui dokter."

Gabriel terkekeh "Dokter akan segera kemari." Gabriel menekan tombol darurat di sisi tempat tidurnya.

Alana meringis dia sampai lupa tentang itu, hingga tak berapa lama dokter memasuki ruangan dan memeriksa keadaan Gabriel.

Sepanjang dokter memeriksa Gabriel masih menggenggam tangan Alana hingga dokter pergi dan Alana kembali duduk, Gabriel belum juga melepaskannya.

Dan yang membuat Alana risi adalah tatapan Gabriel yang terus memperhatikannya.

"Syukurlah kamu baik- baik saja," ucap Gabriel akhirnya, tautan tangannya mengerat seiring desahan lega dalam dirinya.

Alana menunduk "Aku sungguh khawatir," kata Gabriel lagi.

"Maaf sudah membuat kamu kerepotan, lalu sekarang kamu juga harus terluka karena aku," lirih Alana.

"Bukankah itu tugasku?" Alana mendongak dan melihat Gabriel yang tersenyum "Aku akan melakukan apapun untuk melindungi kamu bahkan mengorbankan diriku sendiri ... Melindungi Ana juga." Gabriel terkekeh mengira Alana mungkin belum juga percara padanya. "Tidak apa, kalau kamu masih ragu, aku akan ... "

"Aku percaya Gabriel, maaf sudah meragukan kamu." Alana menunduk, ya dia tahu Gabriel akan melakukan apapun untuk melindunginya, dan Alana menyadarinya sekarang, meski pria itu tak memiliki kekuasaan uang lagi, pria itu tetap melindunginya dengan mempertaruhkan nyawanya.

Gabriel tersenyum lalu mencebik.

"Kamu kembali memanggilku Gabriel?" Alana mendongak "Apa aku tidak cocok di panggil mas?"

Alana tersenyum "Aku hanya belum terbiasa, maaf mas," ucapnya tulus. "Lagi pula, dulu juga aku memanggilmu begitu, Gabie. Kamu ingat? dulu saat pertama kali aku memanggilmu begitu kamu juga tidak suka, tapi akhirnya kamu selalu merona saat aku memanggilmu dengan sebutan, Gabie."

Gabriel tersenyum "Sampai sekarang pun aku suka, aku hanya tak suka kamu memanggil orang lain dengan panggilan khusus."

"Kamu kira itu khusus?" Gabriel mengangguk. "Aku bahkan biasa memanggil pedagang sayur keliling dengan sebutan Mas, kau merasa spesial karena itu?" Gabriel terdiam dengan mata mengerjap bodoh. "Tapi tidak apa, aku akan membiasakan dirimu, 'Mas beli sayurnya'." Gabriel menggeleng.

"Tidak- tidak, jangan lakukan itu, aku tak suka disamakan dengan pedagang sayur itu." tentu saja Gabriel yang beberapa hari ini tinggal di rumah Alana sangat tahu siapa penjual sayur yang kerap lewat tiap pagi.

Alana tertawa melihat Gabriel bergidik. Tanpa Alana sadari tangan mereka masih saling menggenggam selama pembicaraan ringan tersebut. Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Alana bisa tertawa lepas selain bersama Joana.

1
Norma Koelima
ngebut ya mas... 🤣🤣🤣... akhirnya... lega...
ayu cantik
suka
Rynda Atmeilya
tau g Thor,,, AQ baca ceritamu ini kadang sambil tahan napas 😮‍💨
Sri Susilowati
hadir thor
Siti Maulidah
ceritanya selalu menarik /Good//Good//Heart//Heart/
🏫⃟Sᵐᵖ 🅢ᵃᵏᶦᵗ 🅜ᵉₗᵢₕᵃᵗ 🅟ᵉʳᵍᶦ
aku lagi halangan, tapi baca novel author bagian tamat.aku jadi mewek.aku enggak ada poin, baca novel melalui iklan jadi enggak bisa kasih kopi, cuma bisa kasih like, kalau komentar agak susah karena hp rusak.
nenah adja: subhanallah, terimakasih banyak sudah membaca, sehat selalu😍
total 1 replies
Muji Raffa
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Norma Koelima: 🤣🤣🤣🤣 cenat cenut ya
total 1 replies
Endang Sulistia
keren
Angga Gati
bagus ceritanya
semangat berkarya😍😍
Studesyy
ini bacanya dimana Thor
Studesyy: oh ic...Aku lanjut kesana
total 2 replies
TATI PUTRISOLO
randi siapa ya thor
Rosidahnamaku
best Thor tulisan mu
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah emang kaga lu icip apa bang, kalo habis masak di icip dulu bang wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk nenek sihir menemukan lawan sepadan 😎😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
"joana menolak menikah lagi dengan gabriel" ya jelas nolak joana kan anaknya wkwk typo nya ngakak juga ini 😭🤣
memei
sudah baca AQ kak
Triana Oktafiani
Walaupun sempat kecewa di cerita pertama yg menggantung, akhirnya bisa di selesaikan dng efik di cerita selanjutnya 👍
Melani Sunardi
Luar biasa
Melani Sunardi
mama mu itu loh yang terlalu
Eka Uderayana
cerita nya bagus 👍
setangkai bunga mawar untuk author 🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!