NovelToon NovelToon
A Fickle Heart

A Fickle Heart

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / One Night Stand / Percintaan Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Harem / Tamat
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Dina official

Kisah cinta Reihan dan Sakinah yang menuai berbagai konflik dan masalah. Memicu sang nenek Hilda Pratama untuk melakukan balas dendam melalui Sakinah yang dianggap cucu dari musuh bebuyutannya yang juga orang yang paling dicintai Hilda yaitu Jamie Wirayuda.

Reihan yang merupakan cucu kesayangan Hilda dikendalikan oleh Hilda untuk misi balas dendamnya pada Jamie. Siapa sangka permusuhan dua keluarga itu menyingkap tabir bahwa Haris Wirayuda yang merupakan anak Jamie Wirayuda yang selama ini diincar oleh Hilda dan dianggap penyebab kematian putra dan menantu Hilda yang merupakan orang tua Reihan adalah anak kandungnya.

Ketika Hilda mengetahui Haris adalah anaknya yang saat itu sedang berada diambang kematian karena perbuatan Hilda, Hilda menyelamatkannya. Dirinya sangat menyesal dan berdosa karena hampir saja membunuh putra kandungnya sendiri. Disitu pula terkuak bahwa Sakinah bukanlah anak kandung Haris

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina official, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fitnah Keluarga Pratama

Sahnaz yang sudah tidak sabar untuk melancarkan aksinya segera menyusun rencana untuk mempermalukan Sakinah. Dirinya adalah orang pertama yang sangat ingin melakukan hal itu pada Sakinah.

Ketika sedang asyik bercengkrama dengan keluarga besar Pratama, seorang lelaki datang menghampiri mereka.

"Nyonya, ada tamu yang ingin menemui anda." Ujar seorang lelaki muda yang datang bersama seseorang.

"Siapa?" Tanya Hilda pada pengawalnya itu.

"Aku."

Lelaki muda itu menunjukkan dirinya pada mereka.

"Kau? Mau apa kau ke sini?" Tanya Hilda pada lelaki yang berada dihadapan mereka.

Lelaki itu tak lain dan tak bukan adalah Zyan. Dia sengaja datang ke mansion seorang diri untuk memberi peringatan pada keluarga Pratama.

"Aku ke sini untuk memberitahukan pada kalian, bahwa kalian tidak perlu repot-repot lagi untuk mencari Sakinah, karena Sakinah telah aman bersama keluarganya." Jelas lelaki itu pada orang-orang itu

"Apa? Jadi kalian sudah menemukan Sakinah? Begitu mudahnya kalian menemukannya?"  Ujar Sahnaza dengan nada mengejek.

Zyan mengerti dengan maksud dari ucapan Sahnaz. Dia tahu wanita itu hanya berusaha menyindirnya. Namun, Zyan tidak ingin menggubris perkataan Sahnaz.

"Aku hanya ingin memperingatkan pada kalian, mulai hari ini kalian tidak perlu menemui Sakinah dan jangan pernah mengganggu kehidupan Sakinah." Jelas lelaki itu dengan tegas.

"Siapa kau, berani sekali kau bicara seperti itu?"

Reyhan yang baru saja datang dihadapan mereka dan mendengar perkataan Zyan, merasa tak suka dengan apa yang baru saja diucapkan lelaki itu.

"Kau ada disini juga, baguslah kalau begitu, aku akan memberitahukan padamu bahwa mulai saat ini kau tidak perlu mengurus Sakinah lagi, karena akulah yang akan menjaganya." Ujar Zyan dengan wajah dingin pada Reyhan.

"Kau jangan sembarangan bicara, Sakinah itu istriku dan aku belum berpisab dengannya, aku masih mempunyai hak atas dirinya." Tegas Reyhan penuh keyakinan pada Zyan.

Benar yang dikatakan Reyhan, walau bagaimanapun juga. Dia adalah suami Sakinah dan dialah yang berhak atas wanita itu.

"Hahaha... lucu sekali kau ini. Kau masih menganggap dirimu suaminya?" Zyan tertawa mencemoohkan sikap Reyhan yang diamggapnya sangat egois.

"Tentu saja, aku tidak pernah menceraikannya." Tegas Reyhan pada lelaki itu lagi.

"Apa kau tidak malu menyebut dirimu sebagai suaminya? Sedangkan kau telah mengusirnya dari rumahmu? Apa itu sikap seorang suami?" Sungut lelaki muda itu.

Reyhan terhenyak mendengar ucapan Zyan, yang dikatakan lelaki itu benar. Jika dia suami yang baik harusnya dia memperlakukan Sakinah dengan selayaknya bukan malah mengusirnya.

"Tahu apa kau tentang permasalahan cucuku? Lagi pula kau hanya sepupunya, kau tidak punya hak untuk mencampuri urusan rumah tangganya."

Hilda yang sedari tadi hanya mendengar Zyan berbicara, akhirnya membuka suara.

"Aku memang sepupunya, tapi akan menjadi urusanku jika ada orang yang menyakiti Sakinah. Terutama kalian, aku tidak takut menghadapai kalian dan aku pastikan kalian akan berhadapan denganku jika kalian mencoba untuk menyakitinya." Tukas lelaki itu.

Zyan menatap tajam pada keluarga Pratama. Rasanya  ingin sekali dia mengubur seluruh keluarga itu hidup-hidup saat ini.

"Hebat sekali kau anak muda. Kau pikir dirimu itu seoarang pahlawan?" Celoteh Sahnaz.

Wanita itu mencoba menyulut api dalam percakapan itu.

"Aku hanya membela saudaraku dan aku tidak akan pernah terima jika ada orang yang menyakitinya. Terutama kau!!"

Jelas lelaki itu pada seluruh keluarga Pratama. Diakhir ucapannya dirinya menegaskan pada Reyhan sambil menunjuk wajah lelaki muda itu.

"Hei, anak muda, kau masih seumur jagung. Jangan bertindak gegabah atau kau akan menyesali perbuatanmu."

Hilda mencoba memberi peringatan pada lelaki itu.

"Kau mengancamku? Aku tidak pernah takut akan apapun. Termasuk dirimu wanita tua." Ujar Zyan dengan penuh kebencian.

Hilda hanya tersenyum dingin melihat api amarah dimata lelaki muda itu, dengan melihat sikap lelaki itu saja, sebagai orang yang telah lama hidup diatas dunia, dia mengerti bahwa lelaki itu tidak hanya ingin membela Sakinah tetapi dia juga sedang menunjukkan kalau dirinya juga menyukai Sakinah.

"Hei! Berani sekali kau bicara seperti itu pada nenekku!"

Teriak Reyhan padanya sambil menarik kerah baju lelaki itu, sehingga tubuhnya kini berhadapan dengan Reyhan dna netra mereka saling bertemu dengan saling menatap tajam.

Reyhan ingin sekali memukul wajah lelaki itu dan diapun segera melayangkan tinjinya yang telah terkepal ke wajah Zyan. Namun, Hilda menghetikannya.

"Reyhan! Kau tidak perlu mengotori tanganmu untuk memukulnya. Tenanglah, nenek akan mengurus lelaki ini." Tukas Hilda dengan nada dingin.

Mendengar ucapan sang nenek, Reyhan melepaskan cengkramannya dari lelaki itu, dengan wajah kesal dia sedikit mendorong lelaki itu.

"Kalian benar-benar keluarga tidak waras, hati kalian hanya dipenuhi dengan kebencian. Entah mengapa Sakinah bisa masuk kedalam keluarga seperti ini."

"Cukup!! Pergilah dari tempat ini sekarang juga atau kau akan menyesal pernah melangkahkan kakimu ke kediaman Pratama." Titah Hilda pada lelaki itu sambil menatap tajam padanya.

Lelaki itu menghembuskan nafas berat, sambil memperbaiki kerah kemejanya yang sempat ditarik oleh Reyhan, dan tak kalah angkuhnya lelaki itu berujar

"Baik, aku akan pergi, karena tidak ada gunanya juga berlama-lama ditempat seperti ini. Kau ingat baik-baik Reyhan, jangan pernah menemui Sakinah lagi. Camkan itu!!"

Ucap Zyan penuh kebencian menatap wajah Reyhan. Kemudian lelaki itu melangkahkan kakinya keluar dari mansion.

***

Setelah kepergian lelaki muda itu dari mansion. Hilda langsung memanggil orang kepercayaannya.

"Hamdan, aku punya tugas baru untukmu." Ujar Hilda pada orang kepercayaannya.

"Tugas apa nyonya?"

"Kau pergilah ke pusat kota dan sebarkan berita tentang hilangnya Sakinah dari rumah. Jangan lupa katakan dia hilang karena pergi dengan lelaki lain."

Titah wanita itu pada orang kepercayaannya dengan wajah datar.

"Apa? Kenapa nenek berkata begitu?"

Tanya Firza yang cukup terkejut mendengar perkataan Hilda barusan.

"Aku punya rencana, untuk membalikkan keadaan ini. Kau lihat sendirikan, bagaimana pemuda itu sangat mencintai Sakinah?" Jelas Hilda pada Firza.

"Maksud nenek, Zyan?"

"Ya, aku bisa memastikan lelaki itu menyukai Sakinah, dari kata-kata yang dilontarkannya tadi terlihat sangat jelas bahwa dia tidak hanya membela Sakinah sebagai saudara tapi juga karena dia menyukai gadis  itu." Jelas Hilda dengan senyum seringainya.

Kali ini dia mendapatkan ide untuk menjelek-jelekkan diahadapan orang ramai.

"Jadi, apa maksud nenek?" Zyan merasa heran denga ide sang nenek.

"Aku ingin memberi pelajaran pada keluarga sombong itu. " tegas Hilda pada Firza.

Kemudian wanita berrahang tegas dengan netra hitam itu melanjutkan ucapannya.

"Hamdan, pergilah ke hadapan masayarakat kota. Sampaikan berota tentang hilangnya wanita itu dan jangan lupa beritakan kepada seluruh masyarakat kota bahwa Sakinah telah meninggalkan rumah ini dan pergi bersama lelaki lain." Titahnya pada Hamdan.

Mendengarkan ucapan Hilda tentu saja Reyhan dan Firza tidak terima.

"Apa yang nenek katakan. Itu tidak benar nek." Ujar Reyhan mengingatkan Hilda.

"Kau diam saja. Ikuti saja apa yang aku katakan dan tidak perlu banyak protes." Ujar Hilda pada cucunya.

"Tapi nek..."

Belum sempat Reyhan bicara, hilda menunjukkan lima jarinya kehadapan Reyhan. Untuk memberi kode agar tidak membantahnya.

"Hamdan lakukan apa yang kuperintahkan sekarang juga." Desaknya pada orang kepercayaannya itu.

Mau tidak mau Hamdan harus mengikuti perintah wanita tua itu, karena bagaimanapun juga dia bekerja pada Hilda dan dia harus mengikuti perkataan wanita itu.

Hamdan bergegas pamit dari hadapan mereka dan melanjutkan tugas baru yang diberikan Hilda padanya.

1
Itha Fitra
crita ny kok muter" sih thor? td nm ny nyonya amira,skrng brubah jd nyonya hilda?
Dina official: coba baca baik2 kak, Amira itu ibunya si Jamie, Hilda itu bukan si Amira yang nantinya ada kaitan dengan masa lalunya si Jamie Wirayuda
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!