Tresa diundang oleh teman temannya untuk menghadiri pesta reunian sma. Namun, siapa sangka karena hal inilah ia dipertemukan kembali Dengan cinta pertama sekaligus mantan kekasih nya sewaktu dulu.
Raka, sosok pria yang pernah bersembahyang dihati tresa kini kembali menampakkan hidung. Karena dalam pengaruh alkohol, keduanya tak sengaja melakukan cinta satu malam yang membuat mereka harus menikah. Karena tak mau membuat repotasi kedua keluarga rusak.
Bagaimana kisah selanjutnya? Akankah tresa bisa memaafkan kesalahan Raka sewaktu dulu? Dan apakah Raka berhasil mendapatkan kembali kepercayaan dari tresa?.
Yuk saksikan pernikahan manis yang akan dilalui oleh keduanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon secercah cahaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2 garis biru
"Udah enakan badannya?" Raka mulai melihat kondisi istrinya yang tergulai lemas diatas kasur, tampaknya tresa terlalu Lelah.
"Udah, cuman gak tahu kenapa pinggang aku sakit banget" Timbal tresa mencoba mencari posisi nyaman tidurnya.
Raka yang melihat kondisi istrinya mulai merasa khawatir, ia lalu membuatkan sup hangat dan untungnya sore ini baby Kenzie sudah tertidur.
"aku buatin sup ya" Ucap Raka pergi keluar meninggalkan tresa. Namun rasa mual tresa kembali datang, tampaknya ini bukan sekedar masuk angin.
Setelah melahirkan, jadwal menstruasi tresa tak menentu. Tresa berpikir bahwa ia mungkin saja hamil kembali, namun susah di prediksi kalau hanya menghitung telat datang bulan saja.
Akhirnya tresa memutuskan untuk membeli task pack dan ingin melihat hasilnya. "Loh sayang, kamu mau kemana?" Tanya Raka melihat tresa bergegas keluar.
"Aku mau nyoba task pack bub, pengen pastiin aja" Timbal tresa membuat Raka langsung menghampiri nya. "Biar aku aja ya sayang, sekarang kamu duduk manis supnya udah jadi baby Kenzie masih tidur pokoknya istirahatin tubuh kamu" Tampaknya Raka begitu semangat ketika mendengar kalau istrinya tengah hamil kembali.
Raka tampak begitu perhatian dan tak membiarkan sama sekali tresa kelelahan, ia dengan cepat pergi ke apotek terdekat dan membeli task pack.
Malam harinya...
Tresa baru saja selesai mandi dan langsung mencoba uji task pack dan melihat hasilnya. Sebelum tresa membuka matanya, ia sangat berharap untuk belum hamil dahulu karena masih belum siap melahirkan kembali.
Padahal baru 7 bulan kebelakang tresa melahirkan, namun tampaknya hari ini Tuhan memberikan ia dan suaminya titipan kembali.
2 garis tanda positif hamil membuktikan bahwa tresa memang hamil, perempuan satu anak itu hanya bisa menarik nafas dengan pasrah.
"Sayang, gimana hasilnya?" Teriak Raka diluar kamar mandi, sejak awal tresa masuk Raka selalu menunggunya karena tak sabar mendengar hasilnya.
Ceklek (Pintu terbuka)
Tresa keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah tersenyum, tresa tak mau kalau sampai Raka mengetahui bahwa ia tak setuju hamil kembali.
"2 garis bub" Ucap tresa mengangkat task pack berwarna pink. "Wahh, baby mau punya anak lagi" Timbal Raka senang sambil menciumi pipi gembul baby Kenzie yang tengah di gendong.
Raka lantas memeluk tresa dan menciumi wajahnya, Sungguh Raka benar benar bahagia, berbeda dengan tresa yang sebenarnya di dalam hati kecilnya tak setuju.
"Kamu seneng gak sayang?" Tanya Raka membuat tresa langsung tersenyum dan mengangguk. Raka lalu membawa tresa kearah dapur karena hari ini ia sudah memasak banyak hidangan untuk makan malam.
"Sebelumnya aku udah sharing dulu nih di internet, makanan apa aja yang cocok buat ibu hamil trimester pertama kaya kamu, cobain deh" Pinta Raka membuat kegundahan di hati tresa kian menghilang.
Padahal kabar kehamilan tresa belum tentu benar tapi Raka sudah memasak berbagai macam hidangan sehat untuk tresa.
"makasih ya bub, kamu udah mau masakin buat aku" Ucap tresa memeluk tubuh Raka dan anaknya. "Sama sama sayang, besok kita cek kandungan kamu ke dokter buat mastiin".
Tresa lantas mulai menyantap makanan dengan penuh semangat, sedangkan baby Kenzie makan disuapi oleh Raka.
Setelah selesai makan, tresa bergegas ke kamarnya bahkan melupakan baby Kenzie yang seharian ini bersama Raka. Tresa tak sadar karena dipikirannya masih saja bimbang atas kehadiran anaknya.
'Padahal aku harusnya seneng punya anak lagi, banyak anak kan banyak rezeki' Batin tresa mengelus perutnya. Seharian ini moodnya tak karuan, padahal hari sudah malam namun tresa tak bisa tidur bahkan menutup mata pun susah.
Ceklek (Pintu terbuka)
"Sayang? kamu lagi sakit?" Sebelum Raka menghampiri istrinya, ia terlebih dahulu menyimpan baby Kenzie ke atas ranjang. Walaupun baby Kenzie belum tidur namun untunglah ia tak bawel.
"Gak papa kok bub aku cuma cape aja, baby Kenzie udah tidur?" Tresa langsung tersenyum dan memeluk erat tubuh suaminya. Ia tak mau kalau sampai mimik sedihnya terlihat oleh Raka.
Walaupun tresa mencoba menutupinya namun Raka sebagai suaminya tentu saja sadar dan mengetahui mood istrinya yang tak baik itu.
"Baby Kenzie belum bobo sayang dia lagi main tuh sama boneka" Ucap Raka membuat tresa menoleh ke arah anaknya.
"Loh bub kok di kasih boneka sih? kan baby Kenzie cowo" Tresa tampak tak suka anak laki lakinya diberi mainan boneka.
"Hehe, lagian kamu gak gendong gendong baby Kenzie sih. Yaudah deh jadinya aku kasih boneka yang agak agak mirip kamu aja biar baby Kenzie gak rewel" Jawab Raka.
Tresa lantas menoleh dan melihat boneka yang di pegang baby kenzie berbentuk hewan gorila yang memasang raut wajah marah.
"Dih ngawur! Masa aku mirip gorila sih" Gerutu tresa tak terima. Ia lalu membalikkan badannya dan tak mau melihat sama sekali ke arah suaminya.
"Haha bercanda sayang" Raka mencoba menenangkan istrinya dan memeluknya dari belakang. Tanya Raka mulai nakal dan bersiap menelisik masuk kedalam baju rajut istrinya.
"Jangan macam macam bub, aku mau bobo" Lirih tresa mencoba melepas genggam tangan Raka yang ternyata sudah ada di depan dada tresa.
Sebelum tresa benar benar tertidur, ia terlebih dahulu menidurkan baby Kenzie agar ia bisa nyaman tanpa gangguan. Setelah baby Kenzie benar benar tertidur, barulah tresa dan Raka bisa tidur nyenyak.
Namun baru saja tresa menutup matanya, Raka tampak menghela nafas pelan. Ia sadar akan kondisi tresa yang tak terlalu terima atas kabar kehamilannya.
.....
Pagi harinya sesuai ajakan Raka kemarin sore, tresa dibawa ke rumah sakit terdekat untuk di cek kandungan. Dan seperti halnya hasil task pack, tresa memang dinyatakan hamil 2 Minggu.
Setelah mendengar kabar itu Raka kembali senang dan begitupun tresa. Mereka lalu saling berpelukan dan sudah tak sabar menanti momongan baru.
"Akhirnya tinggal 8 anak lagi" Ucap Raka membuat tresa sontak membelakakan mata. "8 anak apa sih bub?" Tanya tresa.
"Ya kan aku pengen punya 10 anak, jadi karena sekarang kamu lagi hamil tinggal 8 lagi dong" Raka menjawab penuh semangat dan tak sadar bahwa kini ia dan istrinya masih ada di rumah sakit.
Sang dokter dan beberapa bidan tampak menahan tawa mereka melihat aksi Raka. "sutt malu maluin aja, ayo pulang" Bisik tresa menarik paksa tangan Raka keluar dari dalam rumah sakit.
Ia benar benar malu karena ulah suaminya. "Udah ah ayo pulang, aku udah cape" Gerutu tresa langsung masuk ke dalam mobil sambil menggendong tubuh baby Kenzie.
Raka ikut masuk dan melihat raut ekspresi tresa yang tak hanya kesal padanya melainkan menyimpan perasaan sedih yang mendalam.
Raka lalu melajukan mobil dan tak berniat langsung pulang, ia ingin mengajak istrinya terlebih dahulu bersenang senang. "Sayang, kita mau kemana dulu?" Raka mencoba menghibur istrinya dan mengajak berkeliling kota Bali, namun tampaknya tresa sedang tak mood.
"Pulang aja yu bub aku cape" Timbal tresa membuat Raka langsung memberhentikan mobilnya di sisi jalan.
"Kok berhenti sih?" Tanya tresa sontak langsung mengkerut kan kening.
"Sayang, kamu kenapa dari kemarin murung terus? Kamu gak seneng hamil lagi?" Raka mulai curiga. "Paansih bub? orang aku seneng banget" Timbal tresa sambil tersenyum paksa.
"Kita emang baru menikah 2 tahun kurang, tapi kita udah kenal sejak lahir sayang. Aku bisa tahu perasaan kamu yang sebenarnya walaupun kamu udah coba nutupin" Lirih Raka membuat tresa rak berkutik.
"Lihat aku sayang, apa kamu belum yakin buat punya anak lagi?" Raka bertanya membuat tresa menggeleng.
"it's okay sayang, kamu harus yakin buat punya anak lagi. Kamu gak sendirian, ada aku, ada baby Kenzie, ada mamah papah, ada mamih papih, kita semua selalu dukung dan bantuin kamu. Kamu gak bisa kalau sekarang gugurin kandungan cuma gara gara kamu belum yakin buat punya anak lagi" Lirih Raka membuat tresa menatap matanya.
"Aku gak ada pikiran buat gugurin kandungan aku kok. Aku sayang sama anak kita, cuma aku belum siap aja" Timbal tresa.
"Justru itu karena kamu yang belum siap bisa celakai anak kita yang ada di kandungan" Lirih lara membuat tresa sadar dan mengelus perutnya.
Yang dikatakan Raka memang benar, kalau sampai tresa banyak pikiran dan stres maka anak nya yang akan menanggung semua sisi negatif itu.
Tresa kemudian memeluk erat tubuh Raka dan tubuh kecil baby Kenzie. Ia akhirnya kembali tersenyum dan mulai yakin bahwa ia bisa kembali melewati fase 9 bulan masa kehamilan.