NovelToon NovelToon
My Bestfriend Prince

My Bestfriend Prince

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:96.9k
Nilai: 5
Nama Author: Yourdream

Jatuh cinta pasti dirasakan setiap manusia
Dan banyak sekali rintangan didalamnya
baik suka maupun duka
mau tidak mau kita harus melewatinya

Setiap hubungan juga tidak akan berjalan
dengan mulus layaknya jalan tol
akan ada waktunya jalan itu berlubang
Akibat kesalahpahaman dan keegoisan kita

Jadi, mau happy atau sad endingnya
kitalah yang tentukan sendiri
dan mungkin ada hati yang akan dikorbankan
atau tidak sama sekali diantara kita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourdream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

Keesokan harinya, Irine tahu jika Algi ada di bandara dan akan pergi ke Inggris. Tapi, Irine masih saja dirumahnya. Masih terpikirkan dengan kemarin.

Ponsel Irine bergetar diatas nakas. Irine melihat nama yang tertera di layar itu.

Sastra

Irine menghela napas. Baru kemudian ia beranjak untuk mengambil ponselnya yang kian bergetar.

"Halo."

"Halo, Rin lo dimana? Algi udah mau take off nih."

"Sorry, Sas. Gue gak bisa dateng."

"Lo kenapa?"

"Kepala gue pusing, badan gue juga agak panas. Kayaknya gue juga gak bisa berangkat ke kuliah dulu."

"Lo sakit? Kenapa lo gak hubungin gue?"

"Gak ah, takut lo lagi sibuk."

"Apaan sih, tapi kan lo juga tanggung jawab gue selama orangtua lo pergi."

"Yaudah, gue titip salam aja ya buat Algi. Hati-hati dijalan."

"Oke, ntar gue salamin. Lo udah minum obat?"

"Belum."

Terdengar suara decakan dari sebrang sana. Irine pun juga tidak tahu jika kondisi keadaannya akan drop begini.

"Yaudah, habis nemenin Algi take off, gue langsung kesana. Ya?"

"Hm."

"Oke, bye."

Sambungan telpon terputus. Irine menaruh ponselnya diatas nakas lagi. Ia pun membaringkan tubuhnya diatas kasur.

Apa Sastra juga tahu kalau Yuan ada disini? Atau memang Sastra udah ketemu sebelumnya tapi gak cerita?

Irine memikirkan itu sambil melihat langit-langit kamar.

###

Sastra memeluk Algi dengan erat.

"Lo hati-hati ya, Gi. Gue bakal kangen banget sama lo."

Algi mengangguk.

"Sama, gue juga. Jaga si Irine ya. Kayaknya dia sedih banget gue tinggal."

Sastra mendecak.

"Ck. Baru juga dimulai. Mana bisa dia ampe sedih gitu."

Algi terkekeh.

"Yaudah, gue pamit dulu ya. Lo kalau udah balik lagi kesana, telpon gue."

Sastra mengangguk.

"Hm. Pasti. Dah sana."

Algi membawa kopernya dan menuju ke antrian. Sastra melambaikan tangan padanya.

###

Yuan menunggu antrian itu dengan sabar. Disaat begini, ia jadi teringat ketika ia dan Irine sedang mengantri beli es krim. Dan,

Tiba-tiba ada seseorang yang menyelak antriannya. Yuan kesal.

"Pak, jangan nyelak antrian dong," tegur Yuan.

"Maaf, Nak. Bapak lagi buru-buru. Soalnya istri saya mau lahiran di kampung," jawab Bapak itu.

"Saya tahu Bapak buru-buru. Tapi gak enak sama yang lainnya yang udah ngantri dari tadi," ucap Yuan lagi.

"Duh, maaf ya, Nak. Maaf banget. Bapak cuma khawatir sama kondisi istri saya."

Yuan menghela napas. Ia pun juga tidak bisa memarahi orang yang lebih tua darinya. Dan orangtua ini pun juga terlihat sangat gelisah dan khawatir.

"Ya sudah kalau begitu, Pak."

"Terima kasih, Nak."

Algi yang dibelakang antrian itu terkesima melihat cowok paling depan antriannya.

"Cowok itu baik banget. Pasti seneng banget punya pacar kayak dia," puji Algi.

Akhirnya, ia bisa juga duduk didalam pesawat. Ia mencari nomor tempat duduknya. Dan ketika menemukan nomornya, sudah ada penumpang lain.

Algi tersenyum ramah dengan orang itu. Ketika ia duduk, ia mendengar suara dibelakangnya.

###

Yuan menghela napas. Ketika Ajun terus-menerus membentak dirinya di sebrang telpon.

"Ajun, bisa lebih kalem dikit gak? Sakit nih kuping gue."

"Habisnya lo tuh ya. Pergi gak bilang-bilang! Gue jadi kewalahan nih disini."

"Kan itu emang udah jadi tugas lo. Asisten gue."

"Asisten! Ini mah lebih kayak babu lo! Cepet balik kesini sebelum Mr. Sam datang!"

"Ck, iya iya."

Yuan memutuskan panggilannya dengan sepihak. Ia lelah. Karena dirinya yang harus bolak-balik dari Inggris ke Indonesia. Sungguh melelahkan. Sudah gitu, ia bertemu dengan Irine namun gadis itu sepertinya membenci dirinya.

"Maaf," lorih Yuan. Ia melihat kota Jakarta yang indah itu. Baru kemudian pesawat itu mulai lepas landas.

Yuan memakai headset dan memejamkan matanya sambil menunggu ketibaannya di Inggris.

###

Sastra sudah ada dirumah Irine. Ternyata benar jika gadis itu jatuh sakit. Sastra tengah memberikan kompresan di dahinya.

"Lo kok bisa sakit? Kenapa?"

"Gue bisa sakit lah. Gue kan manusia," jawab Irine dengan kesal.

"Maksud gue, kenapa lo bisa sakit? Karena apa?"

"Gue makan spaghetti," jawab singkat Irine. Sementara Sastra mendecak kesal.

"Pantesan aja lo sakit. Siapa yang kasih lo spaghetti?"

"Gue sendiri ah elah. Gue lupa kalau makanan yang gue makan itu spaghetti."

"Aneh lo. Lo yang mesen masa gak tau apa yang lo pesen."

Irine menimang-nimang sesuatu.

"Sas."

"Kenapa?"

"Lo ... beneran belum ketemu sama Yuan?"

Sastra terdiam.

"Apa sebenernya lo udah pernah ketemu tapi lo gak cerita sama gue?"

Sastra tersenyum.

"Mana mungkin gue gak cerita sama lo, Rin. Gue bakal kasih tahu lo kalau gue udah ketemu sama dia. Tapi nyatanya? Gue belum ketemu sama dia," jawab Sastra.

"Lo gak bohong, kan?"

"Ya enggak lah. Kenapa lo tanya soal itu?"

"Gue cuma pengen tahu aja."

"Yaudah, sekarang lo istirahat. Lo udah titip absen?"

Irine menggeleng.

"Gue harus titip absen ke siapa kalau temen aja gak punya?"

Sastra menghela napas. Semenjak kejadian tahun silam, Irine sangat menutup dirinya dari orang baru. Karena ia takut kejadian itu terulang lagi padanya.

"Yaudah, gue yang kesana buat titip absen."

"Thank you."

"You're welcome."

###

Yuan sudah tiba di Inggris dan langsung menuju ke apartemennya. Janjian antara dirinya dan Mr. Sam. di apartemen miliknya. Disana juga sudah ada Ajun yang setia berdiri di depan pintu.

"Mana orangnya? Belum dateng, kan? Jadi siapa yang telat?" tanya Yuan pada Ajun.

"Bentar lagi. Udah buruan Lo masuk kedalam," ucap Ajun dengan kesal. Yuan mendecak kemudian ia masuk kedalam ruangan itu.

Ajun memberi hormat pada Mr. Sam yang baru saja datang.

"Good morning, Mr. Sam," sapa Ajun.

"Good morning too. You can just call me Sam. Looks like, you're older than me."

Ajun menggeleng cepat. "No, Sir. You are my boss's colleague, so it's only right for me to say that."

"Okay, but if outside of work, please just call me Sam. I do not feel good," balas Sam.

"Okay, then please come inside because Mr. Regata is already waiting for you." Ajun mempersilakan Sam untuk masuk kedalam.

Sam mengangguk. Lalu ia masuk kedalam yang langsung disambut oleh Yuan.

"Hello, I'm Sam. Sorry for my delay," ucap Sam sambil mengulurkan tangannya ke Yuan. Yuan berdiri dan menerima uluran tangan itu.

"It's okay, Sir. I just arrived here," balas Yuan.

Mungkin aneh jika Yuan lebih dikenal dengan nama Regata. Karena diluar sana, rata-rata menggunakan nama akhirnya. Dan nama depan jarang dipakai.

"Hmmm, can you speak Indonesian?"

"Sure, Sir," jawab Yuan.

"Oke, kalau gitu kita ngomong pakai bahasa Indonesia saja biar lebih fleksibel dan santai," ucap Sam, ia membenarkan posisi duduknya.

"Jadi bagaimana? Tempo hari lalu, ayah saya yang memimpin rapat. Karena saya tiba-tiba mendapat urusan penting."

"Singkatnya, saya sangat tertarik dengan apa yang disampaikan pak Yasa di rapat waktu itu. Dan sepertinya saya setuju untuk menjalankan bisnis dengan kalian."

"Seriously?" Yuan menatap Sam dengan tidak percaya. Sam terkekeh melihat antusias dari Yuan.

Sam mengangguk. "Why not?"

"Terima kasih. Sekali lagi terima kasih banyak," ucap Yuan dengan perasaan senang. Sam juga ikut tersenyum. Dan semoga, bisnis yang mereka jalani dapat berjalan dengan lancar.

"Kalau begitu, saya harus pergi lagi. Karena ada sesuatu penting yang harus saya urus," pamit Sam.

"Oh, baik. Mari saya antar sampai depan," ucap Yuan.

"Ketika melihat kamu, saya jadi teringat dengan adik lelaki saya," ucap Sam, dengan tersenyum. "Dan mungkin, hari ini dia sudah tiba disini."

Yuan hanya membalasnya dengan senyuman.

Sam sudah masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan apartemen itu. Setelah mobil itu pergi, Ajun menghela napas.

"Kalau lo sampai telat dikit aja tadi, hilang masa depan perusahaan," omel Ajun.

"Tapi kenyataannya dia yang telat. Oh ya, gimana keadaan bunda?" Yuan bertanya pada Ajun.

"Udah ada dirumah. Bokap lo yang bawa dari rumah sakit."

"Kenapa? Emang bunda gue udah sembuh?"

"Biasalah bokap lo. Gak bisa jauh lama-lama."

Yuan mendecak.

"Dasar bagong tua."

"Kualat lo kalau nyumpahin orangtua sendiri."

"Hari ini gak ada jadwal, kan?"

"Bentar, gue lihat dulu." Ajun melihat ke i-padnya yang menampilkan jadwal Yuan.

Ajun menggeleng.

"Gak ada. Lo ada jadwal dua hari kedepannya." Yuan mengangguk.

"Yaudah, gue minta lo jangan telpon gue. Karena gue pengen istirahat sebentar."

"Terserah."

Yuan masuk kedalam mobilnya dan melaju ke rumahnya.

To be continued

1
Tri Utami
akuq gk suka adal nya penghiantan. coba cukup cewek luar aja yg coba rebut yuan. bukan sahabat ikt2n jd pengahianat .
Favelly: terima kasih atas komentarnya. Mohon dishare agar ikutan komentar juga ya ;)
total 1 replies
Tri Utami
sastra merusak persahabatan. pi setidaknya lambat laun mereka akan sadar akan perasaab mereka sebenarnya
Sari Istiqomah
Assalamualaikum semangat berkarya thor

Aku sudah like ya, mampir yuk keceritaku

Dia Untukku. Terimah Kasih
Hilda Sakira Ajahra
Mampir yuk di cerita ku


Mencintaimu kaka
Ilan Irliana
kgn m yuan..huhu
Akira ✨
like 🤩
Soesan
Semangat KK ceritanya semakin keren

Salam manis "Scandal pewaris tunggal"
Esw_Gee
lanjut
Rayna Syaqif
thor kapan up,,,,
finn 🐣
nama asli nya sastra siapa si? ganteng bangett 😣😣
Kania
ihhhhhh kesel banget sa si yuann!!😠 gregetan bacanya thor.. 😬
Rayna Syaqif
lanjuttt thorrr
Try AngeLs
akhirnya ketemu jg
Ilan Irliana
yeeaahhhhhhh
writer in box
salam dari kisah cinta suci seorang lelaki yang hidupnya sempurna tetapi, menikahi wanita penderita ganguan jiwa/skizofrenia
Siska
mampir ya thor, udah ninggalin jejak juga
tetap semangat up nya 😀
jangan lupa di feedback ya kakak 😀
mari saling mendukung
Kini Wulandari
bagus kak ceritanya
@ luisa @
lanjuttttt
wike maliya: haaai kak,, yuuuk kita nongkrong di rumahnya IT'S HARD TO LOVE YOU...
total 1 replies
@ luisa @
irin egois thur
@ luisa @
👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!