Keyla merasa lelah dirinya selalu di hianati oleh suaminya. Hingga akhirnya dia menjadi wanita yang kuat dan cerdik untuk bisa memberikan pelajaran pada suami dan selingkuhannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vania Putri Syadinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perselingkuhan Gerry
_Flashback ON_
"Kamu mau bermain - main dengan saya Mas Gerry. Ayo kita mulai". Gumam Keyla.
Tiiid
Tiiid
Suara klakson motor Gerry terdengar di depan halaman. Keyla bergegas melangkah untuk menyambut suaminya. Dia berpura - pura setenang mungkin untuk terlihat biasa.
"Assalamualaikum Mah". Ucap Gerry.
"Walaikumsalam". Jawab Keyla dengan mencium punggung tangannya.
"Saya buatkan kopi dulu ya Mas". Ucap Keyla lalu melangkah menuju dapur.
Setelah membuatkan kopi, Keyla duduk di samping Gerry lalu memijat pundaknya.
"Diminum kopinya Mas". Ucap Keyla dengan lembut.
Gerry langsung mengambil kopi tersebut lalu meneguknya hingga beberapa tegukan.
"Papah kok ngantuk banget ya Mah". Ucap Gerry dengan memegang kedua matanya.
"Mas mungkin terlalu, ayo saya antar ke kamar". Ajaknya.
Benar saja. Tiba di kamar, Gerry langsung tergeletak tidur. Keyla sengaja memberinya obat tidur untuk melancarkan aksinya.
Dia ingin mengambil ponsel suaminya untuk mencari informasi sejauh mana Gerry dan selingkuhannya menjalin kasih.
Setelah ponsel di dapatkan, Keyla segera membuka aplikasi berwarna hijau.
"Ternyata benar, Sintia itu selingkuhanmu. Dasar penghianat! Wajahmu polos seperti orang bodoh. Ternyata kamu pandai bermain di belakang saya. Tapi sayangnya saya tak sebodoh kamu". Lirihnya dengan deru nafas tak beraturan karena menahan emosi.
Saat dia membuka galeri foto. Keyla lebih terkejut lagi melihat bukti transferan. Ternyata setiap bulan suaminya memberikan uang pada selingkuhannya. Dan foto - foto mesra mereka tersimpan rapat di galeri fotonya.
Lalu Keyla meretas semua percakapan dengan Sintia yang pernah di hapus sebelumnya oleh suaminya. Dia mendapati fakta lagi jika memang benar suaminya ingin mengincar hartanya.
"Gerry yang saya kenal tidak sejahat itu. Dia benar - benar sudah di racuni oleh wanita iblis ini". Gumamnya.
"Saya akan ikuti permainan kalian. Maaf Mas Gerry, kamu sudah memilih jalan yang salah. Maka saya tidak akan mencegahmu lagi". Ucap Keyla berusaha kuat.
Dia jadi teringat akan rumah tangga putrinya. Berharap dia benar - benar bersama lelaki yang tepat. Cukup Keyla saja yang menerima takdir seperti ini. Harus gagal karena perselingkuhan.
Setelah mendapat semua bukti, Keyla menghubungi suruhannya.
"Jangan dulu seret dia di hadapan saya. Update terus informasi tentang wanita itu". Perintah Keyla. Dia ingin bermain - main dulu dengan suami dam juga selingkuhannya itu.
Tiba pagi hari, cahaya menembus lorong fentilasi dengan sangat kilau. Gerry terbangun dari tidurnya. Dia tidak sadar kejadian semalam. Dia hanya mengingat dirinya semalam mengantuk berat lalu tertidur.
Gerry langsung bangun dan membersihkan diri. Lalu dia keluar untuk sarapan.
"Pagi Mah..". Sapa Gerry dengan memeluk Keyla dari belakang, dia sedang menyiapkan menu sarapan paginya.
"Ya, duduk lah kita sarapan". Ucap Keyla dengan wajah datarnya.
"Kamu kenapa Mah, lagi sakit?". Tanya Gerry.
"Iya". Singkatnya.
"Sakit apa Mah? Sudah periksa ke dokter?". Sahut Gerry.
"Sudah". Singkatnya lagi.
"Terus dokter bilang mamah sakit apa?".
"Kata dokter aku tidak apa - apa. Cuma sedikit stres. Dia menyarankan saya untuk rilex dengan mengambil liburan keliling luar negeri". Ucap Keyla dengan ngelantur.
"Wah seru tuh mah. Mamah kan uangnya banyak. Papah ikut ya". Serunya dengan semangat. Keyla langsung menatap dengan mata tajamnya.
"Enak saja pakai uang saya, pakai uangmu lah Mas. Itu kewajiban kamu sebagai seorang suami". Jelasnya dengan tegas.
"Yah, uang papah mana cukup untuk keliling dunia. Mentok keliling komplek". Jawab Gerry dengan wajah bodohnya. Keyla hanya memutar bola matanya dengan malas.
"Gaji mana gaji". Ucap Keyla dengan menyodorkan tangannya.
"Kirain lupa". Gumamnya dengan lirih.
"Saya denger loh". Ucap Keyla dengan melotot.
"Eh i - iya Mah. Ini". Ucap Gerry dengan lemas.
Keyla langsung menerima amplop yang berisi uang gajian suaminya. Lalu dia menghitungnya.
"Mana yang lain". Ucap Keyla dengan tegas.
"Gaji papah cuma segitu Mah". Sahut Gerry dengan gemetar.
"Mana yang lain". Ucap Keyla dengan menaikan sedikit nadanya.
Akhirnya Gerry memberikan sisa gaji yang sempat dia selipkan di tas kerjanya.
"Mah, masa di minta semua. Terus jatah papah mana?". Sahut Gerry memasang wajah polosnya.
"Ini jatah Mas Gerry selama seminggu. Di irit - irit Mas". Ucap Keyla dengan memberikan uang seratus ribuan sebanyak tiga lembar.
"Mah, ini bener?". Ucap Gerry dengan ragu.
"Itu banyak loh Mas. Kemarin saja istrimu hanya di beri seratus ribu seminggu. Mentoknya seratus lima puluh. Uang segitu buat bayar gas, listrik, buat makan Mas Gerry, dll. Masa iya buat jajan sama bensin tiga ratus kurang". Perjelasnya.
"Tapi,".
"Tidak ada tapi - tapian. Ingat Mas, Mas itu bisa kerja di tempat kerja sekarang karena siapa?". Sindir Keyla. Membuat Gerry pasrah dengan keputusannya.
Keyla tersenyum puas dalam hati bisa membuat suaminya tidak berkutip lagi. Baginya bukan soal uang atau nominal. Hanya saja Keyla ingin memberinya pelajaran penuh untuk suaminya agar bisa jera akan tindakannya yang salah. Gerry yang tidak pernah bersyukur memiliki istri yang selama ini bisa menerima segala kekurangannya. Padahal jika Keyla mau, dia bisa saja menikah dengan pengusaha yang sama kaya nya dengan dirinya.
Dari situlah sejak awal Keyla memilih untuk merahasiakan bisnisnya dengan berpura - pura menjadi janda biasa. Dia ingin menikah dengan seseorang yang bisa menerima apa adanya bukan karena hartanya.
Entah setan apa yang merasuki pikiran Gerry hingga dia sekarang berani untuk menusuk istrinya sendiri dengan ingin memiliki hartanya bersama Sintia selingkuhannya.
Saat sedang duduk menonton televisi. Ponsel Keyla berdering. Ternyata suruhan Keyla untuk mengintai suaminya dan selingkuhannya itu sudah berada di depan rumah. Segera Ais keluar untuk menemuinya berhubung suaminya sudah berangkat kerja.
'Ceklek'
"Silahkan masuk". Ajak Keyla mempersilahkannya.
"Ini Bu, semua bukti ada di sini". Ucap Arya dengan menyerahkan amplop coklat berisi foto.
Keyla yang sudah siap dengan mengambil nafas secara perlahan semoga faktanya tidak seburuk fillingnya.
"Ini benar Arya?". Tanya Keyla tak percaya melihat kebenaran foto pernikahan siri yang di lihatnya.
"Benar Bu, ternyata Pak Gerry sudah menikah siri dengan Sintia setahun yang lalu". Jelas Arya.
"Sintia adalah masa lalu Pak Gerry. Pak Gerry dulu sangat mencintai Sintia, namun cintanya di tolak berkali - kali karena Pak Gerry bukan dari keluarga orang kaya. Dia tahu jika Pak Gerry adalah suami dari seorang pengusaha sukses. Maka dari itu dia hadir lagi untuk merebut hati Pak Gerry dan bisa memanfaatkannya untuk mengambil harta Bu Keyla". Ucap Arya dengan jelas.
"Apa kamu mau mengikuti rencana saya Arya?". Tanya Keyla, lalu Arya mengangguk menyanggupinya.
"Tapi apa kamu bisa di percaya?". Ucapnya lagi.
"Apa wajah seperti saya tipe orang penipu atau penjahat". Jawabnya dengan wajah datarnya.
Keyla tersenyum melihat ekspresi Arya yang datar dan terkesan tegas.
Dia langsung menjelaskan semua rencananya untuk menjebak Gerry dan Sintia. Arya hanya mengangguk paham dengan semua rencananya.
"Baik Bu, nanti saya kabarin lagi". Ucap Arya lalu keluar melangkah meninggalkan rumah Keyla.
Pukul 12 siang sudah menunjukkan jam istirahat. Seluruh karyawan saling bertemu dalam satu ruangan yang di penuhi aneka menu makanan. Gerry menggunakan waktu istirahatnya dengan makan siang di luar bersama Sintia.
si Keyla bukannya bljar dri msallu e mlhan tambah bodoh thor pda hal si Keyla jnda