NovelToon NovelToon
Problematic Couple

Problematic Couple

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:83.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tiwie Sizo

Shelin yang masih belia harus menghadapi pahitnya hidup secara bertubi-tubi. Tak cukup dengan kehilangan ayah tercinta, ibunya terlilit hutang pada rentenir, lalu dia juga mesti menjadi korban perdagangan manusia saat mengadu nasib ke kota.

Saat dilanda keputusasaan dan berniat untuk mengakhiri hidup, Shelin diselamatkan oleh Erick, seorang lelaki dewasa dengan segudang permasalahan hati dan cerita masa lalu yang belum usai. Saat kedua hati mereka perlahan menyatu, akankah berakhir dengan Bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiwie Sizo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lukamu Lukaku Juga

Setelah terpana untuk beberapa saat, Erick akhirnya berdehem untuk menghilangkan kecanggungan. Shelin juga berusaha untuk tak salah tingkah meski masih jelas terlihat raut kikuk pada ekspresi wajahnya. Gadis itu bahkan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Kalau sudah siap, mari kita berangkat," ajak Erick kemudian, tampak sudah bisa bersikap biasa.

Shelin mengiyakan, lalu mengikuti Erick masuk ke dalam mobil lelaki itu. Mereka kemudian berangkat menuju tempat pesta pernikahan mantan istri Erick diselenggarakan. Suasana di dalam mobil begitu hening, membuat Shelin merasa sedikit tak nyaman. Apalagi ditambah dengan gaun dan riasan wajah yang digunakannya saat ini. Mungkin karena tak terbiasa berpenampilan seperti itu, Shelin kurang percaya diri dibuatnya.

Sesekali Shelin melirik ke arah Erick yang sedang fokus menyetir. Biasanya lelaki itu memang sudah tampan, tetapi penampilannya kali ini membuat Erick berkali-kali lipat lebih tampan daripada biasanya. Shelin jadi semakin risau kalau-kalau penampilannya saat ini akan mempermalukan Erick di pesta nanti.

"Pak ...." Shelin hendak memanggil Erick, tetapi agak dia tahan.

"Kenapa?" tanya Erick sambil menoleh sekilas.

"Ngg ... itu ...." Shelin masih ragu dengan apa yang hendak dia sampaikan. "Saya tidak kelihatan seperti ondel-ondel kan, Pak?"

"Hah?" Sekali lagi Erick menoleh, kali ini sambil memperlihatkan ekspresi bingung.

"Ini pertama kalinya saya dimake-up seperti ini. Sepertinya terlalu menor buat saya. Pasti tidak cocok. Saya takut bikin Bapak malu," ujar Shelin lagi.

Erick tersenyum mendengar kekhawatiran Shelin. Rupanya itu yang dipikirkan oleh Shelin sejak tadi sehingga dia tampak begitu gelisah sejak masuk ke dalam mobil.

"Tidak menor kok. Make-upnya masih terhitung natural dan sangat cocok di wajah kamu. Cantik," sahut Erick. Seketika dia mengatup mulutnya saat menyadari kata terakhir yang dia ucapkan barusan.

Shelin sendiri tampak langsung menoleh ke arah luar jendela mobil dengan pipi yang bersemu merah. Dia tahu jika kalimat pujian yang Erick ucapkan tadi tak lebih dari sekedar sopan santun belaka, tetapi Shelin tak bisa menahan hatinya untuk tak berdebar.

Suasana kembali hening. Sekarang bahkan Shelin tak berani untuk kembali menoleh ke arah Erick. Dia takut perasaan yang sekuat tenaga dia simpan selama setahun ini akan tercetak nyata di raut wajahnya. Jangan sampai Erick tahu karena akan sangat memalukan baginya.

Karena ingin sedikit mencairkan suasana, Erick iseng memutar sebuah lagu secara acak. Akan tetapi, lagu tersebut justru membuat perasaannya yang awalnya cukup baik menjadi sedikit bergemuruh, pasalnya itu adalah lagu kesukaan Lalita, mantan istrinya yang saat ini akan menikah.

Seketika terasa ada gerimis yang membasahi hati Erick, begitu syahdu tapi juga menyesakkan. Bayang-bayang kisah masa lalu itu kembali hadir dan menari-nari di kepalanya, berikut dengan sejuta penyesalan yang tak mampu Erick ungkapkan. Luka dan kesakitan itu kini kembali segar dan basah, seolah baru kemarin kisah lara itu terjadi. Tentu saja, raut wajah Erick pun ikut merubah menjadi sendu.

Shelin yang memberanikan diri melirik Erick ikut menyadari perubahan ekspresi lelaki itu. Dia mulai merasa ada yang salah, tetapi tak mau bertanya pada Erick karena tak mau dianggap lancang. Hingga akhirnya, meeka berdua pun sampai di sebuah hotel mewah tempat acara pernikahan mantan istri Erick diselenggarakan.

Seorang anak kecil dengan setelan jas yang sama seperti Erick gunakan tampak langsung menyambut kedatangan Erick dengan gembira. Shelin langsung tahu jika bocah tersebut adalah putra semata wayang Erick. Kalandra namanya. Baru duduk di bangku taman kanak-kanak, tetapi sudah terlihat sangat cerdas dan juga kritis. Shelin bisa melihat senyum Erick kembali terbit saat berinteraksi dengan putranya itu, seolah itulah penghiburan yang Erick miliki sekarang ini.

Akan tetapi, sorot mata Erick kembali sendu tatkala melihat mantan istrinya masuk ke aula pesta sebagai pengantin perempuan, terlebih saat prosesi pernikahan dimulai. Wajah Erick bahkan terlihat pucat dan tangannya juga berkeringat.

"Pak Erick sakit?" Shelin tak bisa menahan diri untuk tak bertanya. Dia menjadi cemas melihat kondisi Erick yang berubah menjadi mengkhawatirkan.

Erick menoleh, tapi tak mengatakan apapun.

"Muka Bapak pucat sekali, Pak. Mau saya ambilkan air minum?" tanya Shelin lagi dengan raut wajah khawatir, tetapi lagi-lagi Erick tak membuka mulutnya.

Sampai Kalandra ikut bertanya, barulah Erick mengatakan jika dirinya baik-baik saja.

Shelin ingin beranjak untuk mengambilkan Erick air minum agar bosnya itu merasa lebih baik, tetapi seorang perempuan cantik datang menghampiri Erick dan mengajak Erick untuk berfoto bersama pengantin. Sepertinya itu adalah saudari dari mantan istri Erick.

"Saya tinggal dulu sebentar, ya. Tidak apa-apa?" Erick berpamitan pada Shelin.

"Tidak apa-apa, Pak. Tapi apa Bapak yakin sekarang Bapak baik-baik saja?" Shelin balik bertanya.

"Ya, tidak apa-apa. Mungkin karena saya belum sempat sarapan saja, jadi sekarang saya sedikit lemas," sahut Erick. Tentu saja Shelin tahu jika itu hanya alasan random yang Erick buat, sedangkan alasan yang sesungguhnya adalah karena hal lain.

Shelin terus memperhatikan Erick yang berfoto bersama kedua mempelai dan keluarga besar mereka. Entah kenapa dada Shelin ikut merasa sesak, seolah dia bisa ikut merasakan apa yang saat ini Erick rasakan. Menyaksikan orang yang dicintai bersanding dengan pendamping baru, tentu saja hal itu sangat menyakitkan. Tanpa sadar, mata Shelin menjadi berkaca-kaca dibuatnya.

"Semoga setelah ini Pak Erick juga akan mendapatkan kebahagiaan, Pak," gumam Shelin setengah berbisik. Sebuah harapan yang tulus terucap dari lubuk hatinya yang paling dalam.

Shelin menjatuhkan pandangannya sejenak dan menghela napas panjang untuk sedikit meredakan sesak di dadanya. Namun, saat dia kembali mengangkat wajah, dia melihat Erick tak ada lagi di atas pelaminan.

Dengan sedikit bertanya-tanya, Shelin pun bangkit dari tempat duduknya, kemudian menyusuri setiap sudut tempat untuk mencari keberadaan Erick. Perasaan lega langsung menyeruak saat Shelin menemukan Erick di salah satu tempat yang sepi dan tak dilalui oleh orang-orang. Lelaki itu tampak berdiri membelakangi Shelin.

"Pak Erick, Bapak di sini rupanya," sapa Shelin bersamaan dengan matanya yang menangkap ada benda jatuh menggelinding dari tangan Erick.

Shelin segera memungut benda yang ternyata sebuah cincin itu, lalu memperhatikannya sejenak.

"Bapak menjatuhkan sesuatu," ujar Shelin lagi.

Kali ini, Erick membalik badannya menghadap ke arah Shelin. Betapa terkejutnya gadis itu saat ia mendapati wajah Erick yang beruraian air mata. Tanpa sadar, Shelin melangkah mendekati Erick dengan dada yang kembali bergemuruh tak menentu.

"Pak Erick? Bapak kenapa?" tanya Shelin dengan suara yang terdengar sedikit bergetar. Sungguh, melihat Erick dalam keadaan menyedihkan seperti ini benar-benar membuat hatinya hancur.

Erick tak menjawab, hanya sorot mata sendunya saja yang menatap Shelin lurus, seolah mengatakan jika saat ini dia sedang sangat menderita. Sesaat kemudian, Shelin dibuat terkejut bukan main tatkala Erick menjatuhkan keningnya di bahu gadis itu. Erick tergugu dengan begitu pilu, sehingga membuat air mata Shelin ikut jatuh tak tertahankan.

Luka itu milik Erick, tetapi entah kenapa Shelin juga ikut merasakannya. Sekarang gadis itu tahu bahwa setiap rasa sakit yang Erick rasakan, dia akan merasakannya juga berkali lipat lebih besar.

Bersambung ....

Maaf baru lanjut lagi, gaesss. Bukan Erick sama Shelin aja yg problematic, mak othornya juga soalnya. Harap maklum.

1
Niken liestiorini
Kak, ini ceritanya blm selesai...
miss Han
hingga 1 th belum diselesaikan cerita ini thor🙏
rinny
AQ sudah baca kisah Erick dan Lalita sampai selesai tapi AQ tidak kalau ada sambungan dari kisah Erick.
Bundanya Pandu Pharamadina
masukin keranjang dulu
🙏
C2nunik987
ya ALLAH kasian kamu kak Shelin pacarnya Kalan kesayangan anak papa Erick 🙈🙈🙈
Kennes Aditya
Sampe lupa jln ceritanya wkwk
Tiara Femilia
bagus
Rhiez~Nyai Hebring🖤²²¹º
Luar biasa
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
semoga cerita ini masih ttp lanjut ya thor .. sehat² terus buat othornya 🤗
🌹Fina Soe🌹
part paling menguras emosi dan airmata, ketika Erick benar² harus merelakan Lalita menikah dgn org lain...penyesalan yg tiada tara...semoga Erick juga menemukan kebahagiaannya sendiri..
AZTI
up tiap hari yaa kak...ditungguin lho 😍😍😍
dian rahma
bahagianya kelak bersamamu Shel
dian rahma
berawal dari kasian, simpati, peduli, nyaman laluuu cinta akan hadir kelak pd mu Rick... kamu sudah menebus segala kesakitan yg kau buat dlu dgn penyesalan dan hidupmu yg sekarang jauh lebih baik.. dan ketika kamu mengikhlaskan dan tulus berubah tentu semua kebahagiaan kelak datang tepat pd waktunya
dian rahma
duh Erick tanggungjawab itu kasian anak orang nanti jantungan gmn😁
dian rahma
I feel you Erick,, ketika kamu menyadari betapa banyak kesalahan mu di masa lalu tp sudah tdk ada kesempatan memperbaiki semuanya
Sonia Putri
galak nian ilang2😭😭
Tiwie Sizo: memang dasar nian🤣🤣🤣🤣

yang sebelah tuh lagi kejar setoran 🤣
total 1 replies
Sonia Putri
ya...Alloh apa kabarnya nih...author kesayangan aku yg rajin updet,dikamar sebelah rajin up,kok disini dianak tirikan sih...yuk kau dimano😭
N Wage
semoga mak othor selalu sehat dan semangat👍👍👍👍👍❤❤❤❤❤💪💪💪💪💪
N Wage
lajut baca...pokoke ceritane top👍
N Wage
itu emaknya pasti punya hutang banyak sm si rentenir danu.
makanya maksa shelin nikah sm bandot tua itu spy hutangnya lunas.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!