Ayana Gadis Remaja yang Cantik, selalu Ceria dan sangat Cerdas berusia 16 Tahun baru lulus SMA, bercita-cita menjadi Seorang Dokter.
Ayandra Gunawan adalah Seorang CEO di Perusahaan Anawa Grup berusia 28 Tahun yang sangat Tampan, Mapan, Angkuh, Dingin dan sedikit Arogan
Sampai suatu hari, Ayandra dan Ayana mereka terpaksa harus Menikah Karena sebuah Kesalahan.
Sebelum Pernikahan terjadi, Ayana harus menandatangani surat Perjanjian Kontrak Pernikahan yang di berikan oleh Ayandra.
Ayandra maupun Ayana tidak menginginkan Pernikahan ini, karena Ayandra sudah mempunyai Kekasih sementara Ayana masih ingin melanjutkan Pendidikannya untuk menjadi Seorang Dokter.
Akankah Pernikahan mereka tetap BERTAHAN, setelah Ayana memutuskan untuk pergi jauh dari kehidupan Ayandra, dan Ayandra memutuskan untuk bertunangan dengan Kekasihnya yang sempat tertunda...
Ataukah Ayana akan mendapatkan Cinta yang lain dan memutuskan untuk memiliki hubungan yang baru, dan Ayandra malah akan semakin Mencintai tunangannya.
Jika ingin mengetahui jawabannya, ayo BACA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 33
Setelah Ayana berhasil menghentikan langkah kaki Ayandra yang ingin menggendongnya, Ayana bukannya masuk ke kamar Ayandra tapi ia malah berlari masuk ke kamar yang perna ia tempati dulu, kebetulan kamar itu masih kosong dan masih sama seperti yang dulu sangat bersih. 'Maaf Kak, Ayana tidak bisa sekamar dengan Kak Ayan, Ayana kesini hanya demi kedua Anak Kita, karena Ayana tidak ingin mereka kehilangan kasih sayang lagi dari seorang Ayah, sudah cukup 4 tahun lebih untuk mereka tidak merasakan kasih sayang Daddy nya, walaupun nantinya hati Ayana yang akan hancur melihat Kakak bersama Nona Andini tapi inilah takdir yang harus Ayana jalani. Ayana akan berusaha berdamai dengan takdir Ayana ini, walaupun sulit tapi Ayana akan berusaha karena Ayana tidak ingin merusak hubungan Kak Ayan dengan Nona Andini apalagi sampai mereka membatalkan pernikahan, disini Ayana lah yang salah karena sudah masuk dalam hubungan mereka dan merusak pesta pertunangan mereka dulu, Ayana tidak ingin hanya karena kedatangan Ayana mereka batal untuk menikah.' gumam Ayana dalam tangisnya.
"Ayana buka pintunya." kata Ayandra menggedor-gedor pintu kamar Ayana dengan sangat kuat karena Ayandra marah akan sikap Ayana yang ke kanak-kanakan menurutnya.
"Maafkan Ayana Kak, tapi menurut Ayana tidak ada lagi yang perlu di bicarakan." teriak Ayana di dalam kamar dengan suara bergetar menahan tangis agar Ayandra mendengarnya.
"Ayana, cepat buka pintunya." kata Ayandra marah.
"Tidak mau." kata Ayana berteriak.
"Jadi itu keputusanmu?" tanya Ayandra dingin.
"Iya." jawab Ayana.
"Maka sampaikan salam terakhir untuk perusahaan Ayahmu." ancam Ayandra.
Saat mendengar ancaman dari Ayandra, Ayana langsung membuka pintu kamar yang telah ia kunci tadi.
"Masuk kamar." perintah Ayandra dingin.
"Ini, Saya sudah di kamar." kata Ayana pura-pura oon.
"Sekarang Ayana." kata Ayandra dengan nada mengancam.
"Iya, iya." kata Ayana pasrah sambil berjalan masuk ke kamar Ayandra. 'Kenapa sih Gue harus tidur di kamar beruang madu itu, apa Dia nggak tau kalau Gue takut ama Dia dan sengaja hindarin Dia, awas aja ya kalau sampai si beruang madu berani memakan Gue, Gue nggak bakalan ngampunin tuh junior kebanggaannya biar tahu rasa Dia, hehe.' gumam Ayana yang masih di dengar oleh Ayandra.
"Kamu bicara apa barusan." tanya Ayandra tersenyum lucu yang tidak di lihat Ayana, Ayandra merasa lucu dengan perkataan Ayana yang tidak akan memberi ampun junior kebanggaan milik Ayandra jika ia sampai memakan Ayana. 'Memang Kamu mau ngapain junior kebanggaanku ini Sayang.' batin Ayandra.
"Saya bilang, syukurlah akhirnya Saya bisa tidur di kamar Kakak yang mewah ini." kata Ayana bohong. 'Iih bohong, males banget Gue tidur disini, kalau Nona Andini sampai tahu, apa kabarnya ya!' batin Ayana.
"Semoga Kamu suka dan betah tidur di kamar ini." kata Ayandra tersenyum.
"Pasti suka lah, dan mana mungkin Saya tidak akan betah di kamar seluas dan semewah ini." kata Ayana dengan senyum terpaksa. 'Asal jangan ambil kesempatan saja." gumam Ayana yang masih di dengar Ayandra.
"Kalau bicara itu jangan berbisik." tegur Ayandra.
"Siapa yang sedang berbicara." kata Ayana polos.
"Sudah ah Saya mau istirahat, apa Kakak tidak kembali ke kantor?" tanya Ayana.
"Kamu mengusirku." kata Ayandra.
"Iya, eh tidak, mana berani Saya mengusir Kakak, ini kan kamar Kakak, Saya cuman numpang sebentar di sini, hehe." kata Ayana tertawa garing.
"Apa maksud Kamu sebentar?" tanya Ayandra.
"Itu akan terjawab saat Kakak menikahi Nona Andini." jawab Ayana dengan suara pelan.
"Ayana, jangan perna ikut campur yang tidak seharusnya Kamu campuri, Andini dan hubungan Kami itu urusanku, dan maaf jika Aku tidak akan melepaskanmu." kata Ayandra tegas.
"Tapi kenapa Kak?" tanya Ayana. tanpa Ayana minta cairan bening yang ada di matanya begitu sukarela membasahi pipi putihnya.
Maaf, hanya kata itu yang keluar dari mulut Ayandra dan ia segera meninggalkan Ayana sendiri di kamar, Ayana yang mendapat jawaban dari Ayandra, air mata yang semulah jatuh kepipi Ayana dengan pelan saat ini siap membanjiri wajah cantik itu, Ayana menangis dengan begitu pilu sehingga orang yang mendengar tangisan Ayana tidak tega untuk menyaksikan tangisan dokter kecil itu.
Ayana mengeluarkan sesak di dadanya dengan menumpahkan banyak air mata di wajahnya mewakili perasaannya yang sedang terluka.
'Apa sebenarnya yang Kak Ayan inginkan, apa Dia ingin menikahi Nona Andini dengan Aku berada disampingnya, tapi kenapa!? tidak puaskah Dia menyakitiku selama ini, Aku tidak keberatan jika kak Ayan melepaskanku karena alasan itulah Aku pergi jauh darinya dan berharap Dia sudah menikahi Wanita yang Dia inginkan berada di sampingnya.Tapi demi kebahagiaan ke dua Anakku, Aku rela berada di posisi sulit sekalipun, permainan apapun yang akan kak Ayan mainkan Aku akan memainkannya, perasaan ini tidak penting lagi bagiku toh Aku akan sering merasakannya dan nantinya akan kebal dengan sendirinya. Mommy akan kuat dan bertahan demi kebahagiaan kalian sayang. gumam Ayana dalam hati.
* * * * *
Di kantor Anawa Grup...
"Apa! Kamu sedang tidak bercanda kan sayang." kata Andini kaget saat mendengar perkataan Ayandra.
"Aku serius." kata Ayandra dingin.
"Tapi kenapa." kata Andini marah.
"Dia, Ibu dari anak-anakku Din." kata Ayandra.
"Ayan, itu bukan alasan untuk tinggal bersama." kata Andini sangat marah.
"Ayana masih Istriku, ingat itu." kata Ayandra tegas.
"Jadi itu alasanmu, terus bagaimana denganku dan pernikahan Kita." kata Andini meneteskan air mata.
"Tenanglah Din." kata Ayandra menghampiri Andini dan memeluknya untuk menenangkannya.
"Ayan, Aku sudah bersabar untuk menunggumu selama ini, apakah itu masih kurang untukmu?" kata Andini yang semakin menangis pilu agar Ayandra bersimpati kepadanya.
"Aku tahu Din." kata Ayandra yang masih memeluk Andini kekasihnya.
"Ayan." panggil Andini dengan suara mendayu Dayu.
"Emm." jawab Ayandra.
"Tidak kah sebaiknya Kamu menceraikan Ayana?" tanya Andini berhat-hati.
"Maksud Kamu apa Din." tanya Ayandra.
"Ceraikan Ayana, bukankah kalian menikah hanya karena sebuah Kesalahan, dan pernikahan kalian tidak tercatat secara hukum." kata Andini menghapus air mata palsunya.
"Iya itu benar, awalnya." kata Ayandra penuh pertanyaan.
"Apa maksudmu sayang?" tanya Andini curiga.
"Jangan bilang kalau Kamu menyukai dokter kecil itu." sambung Andini.
"Ayolah Din, Aku muak membahas ini denganmu." kata Ayandra melepaskan pelukannya dari tubuh Andini.
"Maafkan Aku sayang, Aku hanya mengkhawatirkan pernikahan Kita." kata Andini manja sambil mencium bibir Ayandra.
"Kenapa dengan pernikahan Kita? apa ada masalah? bukannya Aldi yang mengurusi semuanya?" tanya Ayandra berdiri dari duduknya.
"Tidak ada masalah sayang, oh iya Minggu depan Kita akan fitting baju pengantin." kata Andini memberi tahu.
"Oke." kata Ayandra menuju kursi kebesarannya.
"Emm, Aku masih banyak kerjaan." sambung Ayandra.
"Ooh, baiklah Aku pulang dulu." pamit Andini. 'Dia mengusirku, dasar Pria dingin lihat aja kalau Gue udah jadi Nyonya Ayandra, Gue nggak akan segan-segan morotin harta Loe, dan buat Loe dokter kecil tunggu hadiah dari Gue karena udah berani ngelahirin anak dari pohon uang Gue, lihat apa yang bisa Andini lakukan.' batin Andini.