Syakayla Abidah Umar, gadis berusia 19 tahun itu merupakan putri bungsu dari pasangan Abi Umar dan Umi Nafiza. Pada usia yang masih terbilang muda, Kayla harus merasakan pahitnya sebuah penghianatan yang dilakukan oleh kekasihnya. Kayla bahkan rela berbohong pada seluruh keluarga demi menutupi hubungannya bersama sang kekasih. Karena sejak kecil Kayla hidup di keluarga yang sangat menekankan ilmu agama dan secara tegas melarangnya untuk berpacaran.
Belum selesai dengan masa patah hatinya akibat perbuatan sang kekasih, nyatanya Abi Kayla secara diam-diam menjodohkan gadis itu dengan anak sahabatnya. Dia adalah Muhammad Fatih Akbar yang merupakan pengusaha muda yang sukses membangun sebuah restoran dengan hasil jerih payahnya sendiri. Mereka berdua dijodohkan dengan umur yang terpaut 5 tahun. Hal tersebut tentu saja membuat Kayla menolak.
Bagaimana kelanjutan kisah Kayla?
Yuk, langsung baca!
Silahkan berkunjung di IG author: awanmendung_26
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AwanMendung26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Berjarak
Setelah pengakuan cinta dari Kayla. Pasangan suami istri tampak malu-malu memikirkan bagaimana perjalanan cinta mereka hingga berakhir seperti saat ini. Keduanya kini sedang berbaring diatas kasur dengan posisi saling berpelukan. Anehnya baik Kayla maupun Fatih hanya sama-sama terdiam dan sibuk dengan isi kepala masing-masing.
"Kak Fatih?" Panggil Kayla dengan suara pelan sambil mendongak menatap kearah suaminya.
Fatih yang mendengar Kayla memanggil namanya segera menunduk untuk menatap wajah cantik sang istri.
"Iya, kenapa?" Tanya Fatih dengan lembut.
"Nanti malam, kak Fatih nginep disini, ya." Pinta Kayla sambil tersenyum kearah suaminya.
"Untuk sekarang saya belum bisa menginap. Saya takut nanti Ayah akan marah kalau tahu saya ada disini." Jawab Fatih jujur.
Terlihat jelas perubahan raut wajah Kayla saat mendengar jawaban dari laki-laki 24 tahun itu. Kayla akhirnya memilih diam dan menenggelamkan wajahnya ke dada bidang sang suami. Tidak lama kemudian, Fatih merasakan baju bagian depannya sedikit basah. Apa Kayla sedang menangis? Begitu pikir Fatih.
Dengan cepat Fatih mengurai pelukannya dan menangkup wajah sang istri dengan kedua tangannya. Ternyata dugaan Fatih benar, Kayla sedang menangis.
"Kenapa menangis, saya buat salah?" Tanya Fatih dengan begitu lembut. Rasanya ada ribuan pisau yang menikamnya saat melihat air mata Kayla membasahi pipi istri kecilnya itu.
"K-kak Fatih bilang n-nggak akan ninggalin aku. Tapi, buktinya kakak nggak mau nginep disini." Jawab Kayla sambil sesegukan. Sungguh, Fatih benar-benar tidak tega melihat istrinya yang terus saja menangis itu.
"Kakak minta maaf, sayang. Kakak janji setelah masalah kita selesai, kita akan tinggal bersama lagi." Tutur Fatih diakhiri dengan senyuman tulus.
"Tapi, sebelum itu tolong berhenti menangis. Rasanya dada saya sangat sesak melihat air mata kamu." Lanjut Fatih yang mencoba meredam tangis Kayla.
Wajah Kayla seketika merona saat mendengar ucapan Fatih barusan. Rasanya hati yang semula diliputi awan mendung kini digantikan dengan sinar kebahagiaan yang memenuhi hatinya. Kayla menatap Fatih yang ini juga sedang menatap kearahnya. Selalu saja seperti itu, jika Kayla menatap mata indah suaminya maka jantung Kayla akan memompa dengan cepat diluar batas normal. Sejujurnya Kayla ingin bersama suaminya malam ini, tapi melihat tatapan Fatih yang seolah meminta pengertian pada sang istri akhirnya membuat hati Kayla luluh.
"Janji?" Tanya Kayla dengan air mata yang mulai mereda. Entah kenapa jika menyangkut suaminya, Kayla berubah menjadi cengeng dan manja. Kayla sendiri tidak tahu, rasanya begitu sulit untuk berjauhan dengan Fatih.
Tanpa Kayla duga, Fatih langsung mencium keningnya begitu lama hingga membuat Kayla mematung karena gerakan tiba-tiba dari sang suami.
"Saya tidak akan berjanji, tapi saya akan berusaha." Jawab Fatih kemudian.
Melihat tatapan penuh cinta yang dilayangkan untuknya membuat Kayla menjadi salah tingkah. Fatih yang melihat itu kembali menarik sudut bibirnya membentuk sebuah lekukan senyuman. Baginya, tingkah Kayla saat ini sangat menggemaskan.
"Kak Fatih jangan liatin aku terus." Ucap Kayla yang tampak malu-malu. Suasana hatinya sangat mudah berubah sekarang. Baru beberapa menit yang lalu menangis dan sekarang sudah tersenyum kembali.
"Kenapa saya tidak boleh lihat? Bukannya kita sudah halal, ya? Seharusnya tidak ada larangan kalau saya mau lihat wajah cantik istri saya sepuasnya." Jawab Fatih yang membuat Kayla segera menenggelamkan kembali wajahnya pada dada bidang Fatih.
"Aku malu kak." Cicit Kayla yang membuat Fatih tertawa dibuatnya.
"Kenapa harus malu? Kita cuman berdua disini."
"Tapi kan aku belum terbiasa sama gombalan kak Fatih." Jawab Kayla yang masih setia pada posisinya. Tangan gadis itu kini mulai melingkar di pinggang suaminya.
"Itu bukan gombalan sayang, itu cuman ungkapan hati seorang suami untuk istrinya."
Lagi-lagi Kayla mendengar kata 'Sayang' keluar dari mulut suaminya membuat senyuman Kayla semakin mengembang. Mungkin jika Fatih melihat wajahnya saat ini, suaminya itu akan mengejeknya karena wajah Kayla yang berubah merah seperti tomat. Indah sekali rasanya kebersamaan ini, hingga Kayla ingin menghentikan waktu sejenak untuk bisa lebih lama lagi menikmati kebersamaannya dengan sang suami.
"Oh, iya, Kayla. Sebenarnya apa yang terjadi sama kamu dan Amran waktu itu, apa kalian benar-benar janjian untuk bertemu di kafe?" Tanya Fatih yang kini teringat akan akar permasalahan yang menimpa dirinya dengan sang istri.
Gadis 19 tahun itu tiba-tiba mengubah posisinya yang semula berbaring kini menjadi duduk. Fatih yang melihat itu juga langsung menegakkan punggungnya untuk duduk. Kayla menatap kearah Fatih dengan raut wajah yang tampak serius.
"Aku sama sekali nggak janjian sama kak Amran, kak. Aku juga nggak tahu kalau kak Amran ternyata ada di kafe itu juga." Jawab Kayla yang mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya pada Fatih.
"Awalnya, aku kesana karena dapat pesan dari seseorang, katanya dia mau bicara sesuatu yang penting soal keselamatan kak Fatih dan Diandra. Dan dia bilang kita akan ketemu di kafe Mentari. Tanpa pikir panjang aku langsung kesana dan saat sampai disana ternyata kak Amran sudah lebih dulu ada di kafe itu. Anehnya kak Amran bilang kalau dia kesana karena dapat pesan dari aku untuk ajak dia ketemu di kafe itu. Tapi, percaya sama aku kak, aku sama sekali nggak ngelakuin hal itu. Aku nggak pernah komunikasi lagi sama kak Amran setelah kita menikah." Ucap Kayla dengan sungguh-sungguh. Dia ingin Fatih mengetahui kebenaran yang terjadi tanpa ada yang di tutupi.
"Apa dia benar-benar dapat pesan itu dari kamu?" Tanya Fatih yang menanggapi ucapan sang istri.
"Iya, kak. Dia bahkan tunjukin bukti pesan dari aku. Tapi, aku sama sekali nggak pernah kirim pesan apapun sama kak Amran. Makanya, aku heran kok bisa kak Amran dapat pesan itu." Jawab Kayla.
Fatih kini bergeming dengan pikiran yang sibuk berkelana memikirkan ucapan istrinya. Kayla yang melihat itu menjadi was-was. Apakah Fatih percaya dengan penjelasannya barusan? Atau laki-laki itu justru lebih percaya jika Kayla memang sengaja mengajak Amran untuk bertemu.
"Kak Fatih percaya kan sama aku?" Tanya Kayla ketika tidak mendapat respon apapun dari suaminya.
"Saya percaya sama kamu, tapi yang saya pikirkan sekarang kira-kira siapa yang ngelakuin semua ini?"
"Maksud kak Fatih?" Tanya Kayla dengan raut wajah bingung.
"Kalau kamu nggak kirim pesan itu sama Amran itu artinya ada orang lain yang kirim pesan pakai handphone kamu. Dan bisa jadi dia adalah orang yang sama yang kirim pesan sama kamu juga." Jawab Fatih yang mulai memberi kesimpulan dari cerita istrinya.
"Jadi maksud kak Fatih, ada orang yang sengaja buat aku sama kak Amran seolah-olah janjian di kafe?" Tebak Kayla yang langsung mendapatkan anggukan dari Fatih.
"Tapi, siapa yang tega ngelakuin itu semua kak? Perasaan aku nggak punya masalah sama orang."
"Kita tidak perlu punya masalah untuk memiliki musuh. Bisa jadi orang itu iri dengan kebahagiaan kita." Jawab Fatih.
Apa yang dikatakan suaminya itu memang benar. Kayla bahkan baru menyadari jika kejadian yang menimpanya itu bisa jadi adalah rencana buruk orang lain yang berniat memisahkan Kayla dan Fatih. Tentang siapa pelakunya? Itulah yang menjadi teka teki saat ini.
"Terlepas dari semua itu, kak Fatih beneran percaya kan kalau aku sama kak Amran nggak ada hubungan apa-apa lagi?" Tanya Kayla memastikan.
"Kakak pecaya sama kamu sayang. Tapi, sebisa mungkin kamu hindari hal-hal yang berhubungan sama laki-laki itu lagi." Jawab Fatih yang mengubah nama Amran dengan sebutan 'laki-laki itu'.
"Tapi kan aku sama kak Amran satu kampus kak. Otomatis kita pasti sering ketemu." Jawab Kayla.
"Tapi, kakak mohon jangan dekat-dekat lagi sama dia, ya. Kakak cemburu sayang. Kakak benar-benar nggak bisa liat kamu ada urusan lagi sama dia." Kini terungkap sudah penyebab kegelisahan Fatih. Ternyata suami Kayla itu cemburu.
"Kak Fatih nggak perlu cemburu. Aku cintanya sama kak Fatih aja kok. Bukan sama yang lain. Lagipula mana bisa aku jatuh cinta sama laki-laki sedangkan suami aku sendiri udah bikin aku nggak bisa berpaling sedikit pun." Jawab Kayla. Senyuman Fatih kembali merekah. Lagi dan lagi kening Kayla mendapatkan kecupan lembut dari bibir suaminya.
"Makasi sayang, kakak juga cinta sama kamu." Jawab Fatih.
*****
Malam harinya setelah melaksanakan salat magrib, Kayla langsung ke dapur untuk menyiapkan makan malam. Sebenarnya umi Nafisa sudah menawarkan bantuan pada putri bungsunya itu, tapi kata Kayla dia ingin memasak khusus untuk suami tercinta. Akhirnya, umi Nafisa memilih untuk bergabung mengobrol bersama abi Umar dan Fatih di ruang tengah.
Untuk menu makan malam kali ini, Kayla membuat udang asam manis, ayam goreng ungkep, sayur asem dan capcay. Cukup lama waktu yang dibutuhkan gadis itu hingga bisa menyelesaikan masakannya. Hingga akhirnya masakan Kayla sudah tertata rapi di meja makan.
Kayla lalu berjalan kearah ruang tengah tempat semua orang berkumpul.
"Umi, Abi, kak Fatih ayo makan dulu. Makan malamnya udah jadi." Ucap Kayla yang membuat umi Nafisa, abi Umar dan Fatih segera melangkah menuju meja makan.
Kini mereka menikmati makan malam dengan begitu tenang dan damai. Sesekali terdapat obrolan seru antara abi Umar, umi Nafisa dan Fatih.
"Oh, iya, nak. Ayah kamu tadi nelfon Abi, katanya abi dan Kayla besok di minta untuk ke rumah. Hamas sepertinya ingin membahas mengenai hubungan kalian." Ucap abi Umar yang membuat suasana menjadi hening seketika.
Fatih melirik sekilas kearah Kayla yang tampak murung mendengarnya. Fatih tahu apa yang istrinya itu khawatirkan. Dengan cepat Fatih menggenggam tangan Kayla yang berada disampingnya.
"Insyaa Allah semuanya akan baik-baik aja. Jangan khawatir, ya." Tutur Fatih dengan suara lembut.
Kayla membalasnya dengan senyuman seolah mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Sedangkan abi Umar dan umi Nafisa hanya bisa menatap pasangan suami istri itu bergantian. Semoga saja masalah ini segera menemukan titik terang hingga Kayla dan Fatih tidak lagi harus tinggal terpisah seperti sekarang ini.
Selesai menikmati makan malam, Fatih akhirnya pamit untuk pulang. Ingin sekali rasanya Kayla menahan suaminya itu untuk tidak pergi. Tapi, Kayla juga harus mengerti dengan keadaan saat ini.
"Jangan sedih, ya. Insyaa Allah perpisahan ini hanya sementara." Ucap Fatih. Sebelumnya Fatih sudah pamit terlebih dulu pada mertuanya dan saat ini Kayla sedang mengantar Fatih hingga ke pintu depan.
Bukannya membalas ucapan suaminya, Kayla justru lebih memilih memeluk tubuh kekar milik Fatih. Sebenarnya Fatih juga enggan berpisah. Tapi, lagi-lagi keadaan yang harus memaksa mereka berjarak.
"Kalau gitu saya pamit, ya."
"Hati-hati, ya, kak." Ucap Kayla diakhiri senyuman.
"Iya, sayang. Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam." Balas Kayla.
Kini Kayla hanya bisa menatap mobil Fatih yang perlahan menjauh dari area rumahnya. Kayla hanya bisa menghembuskan napasnya lalu memilih masuk ke dalam rumah untuk segera beristirahat.
jauh kan amran ternyata pleboy