"Ini semua bukan kemauan aku kan, aku juga tidak menginginkan semua ini terjadi, hanya saja kesalahan ku dalam memilih pasangan membuat aku terpaksa menerima perjodohan ini,...." Yunda menundukkan kepala nya berusaha menyembunyikan air mata nya yang hampir menetes,
Yuda yang duduk didepan nya hanya memutar bola mata malas, ia sangat benci melihat wanita menangis...
"Ingat Yunda, aku menyetujui pernikahan ini karna papaku, jadi jangan pernah berharap lebih dari hubungan ini,..."Ujar Yuda dengan tegas kemudian berdiri lalu meninggalkan Yunda yang hanya menunduk diam...
Akankah pernikahan kedua adik kakak ini berjalan mulus tanpa hambatan, atau malah akan hancur berantakan karna tidak ada nya cinta antara kedua nya???....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi Ratnasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34) Pembohong terbesar
Satu bulan telah berlalu, kini Sera telah kembali bekerja setelah izin dari Yuda untuk berhenti sejenak, dia masih sangat terpukul karna kematian putri nya, Yuda yang mengerti perasaan Sera pun memberikan wanita itu izin....
"Kamu sudah masuk Ser?...."tanya Yuda kala melihat Sera telah berada dimeja kerja nya....
"Iya Yud, aku tidak ingin terus menerus larut dalam kesedihan, kamu bener semua yang hidup didunia ini pasti akan merasakan yang namanya mati, sekarang aku sudah sangat ikhlas dengan kepergian Sira, aku tau sekarang Sira sudah bahagia dialam sana dia tidak akan merasakan sakit lagi...."Yuda tersenyum bangga kala mendengar jawaban Sera,....
"Nah itu baru Sera yang aku kenal, aku yakin kamu pasti bisa melanjutkan hidup kamu dengan bahagia, kamu harus yakin itu dan aku akan selalu mendampingi kamu sampai kamu menemukan kebahagiaan, semangat terus...."Yuda menepuk pundak Sera kemudian masuk kedalam ruangan nya, Sera hanya menatap Yuda dengan pandangan yang sulit diartikan.....
"Dan kebahagiaan aku adalah kamu Yud, maaf aku bukan Sera yang kemarin kamu kenal, aku memang telah mengikhlaskan kepergian putriku tapi sekarang aku tidak akan pernah menerima kepergian mu, aku akan mendapatkan mu, sudah cukup aku mengalah pada dunia, pasrah pada pemberian tuhan tapi tidak untuk sekarang,...."Ujar Sera menampilkan senyuman tipis, karna merasa dunia tidak adil padanya, Sera berubah, ia merasa dunia terlalu mempermainkan hidupnya dan kini Sera akan melakukan segala cara agar bisa bahagia.....
Yuda menjatuhkan tubuhnya disofa, berbaring terlentang menatap langit-langit ruangan nya, Yuda merasa frustasi kala menyadari sikap Yunda semakin dingin padanya, satu bulan ini hubungan keduanya semakin jauh, Yunda akan terus menghindar darinya....
Tok tok tok.....
Ketukan dipintu membuyarkan lamunan Yuda, ia memerintahkan orang diluar untuk masuk, saat dia menoleh terlihat Sera masuk membawa segelas air untuknya....
Sera berjalan pelan seraya membawa gelas ditangan nya tapi karna sepatu yang ia gunakan patah membuat dia hampir jatuh, Yuda yang melihat nya langsung menangkap Sera yang jatuh ke atasnya.....
Byuurrr.....
Air itu tumpah membasahi baju Yuda, tatapan keduanya saling terkunci satu sama lain, sampai-sampai mereka tak menyadari jika ada sepasang mata yang sedang melihat mereka.....
Brakk.....
Yunda menjatuhkan map yang ada ditangan nya, dia sangat syok dengan pemandangan yang baru saja dia lihat, Yuda dan Sera yang melihat itu ikut terkejut, dengan cepat Yuda mendorong tubuh Sera kemudian berdiri.....
"Yund, ini ngak seperti yang kamu pikirkan, tadi aku hanya berusaha menangkap tubuh Sera yang ingin jatuh menimpa ku, aku mohon kamu jangan sa...."Yuda langsung berhenti bicara kala Yunda mengangkat tangan nya,....
Terlihat Yunda Masih sangat terkejut dengan apa yang ia lihat, ia mengedarkan pandangannya dan melihat beberapa foto Yuda terpampang indah didalam ruangan itu, kemudian ia melihat meja kerja Yunda, disana terbaca dengan jelas nama Yuda dan statusnya di perusahaan ini.....
"Apa selama ini kakak yang terlalu pintar menyembunyikan kebohongan atau memang aku yang terlalu bodoh?....."Yunda benar-benar tak menyangka jika Ceo perusahaan dia bekerja adalah suaminya sendiri dan Dita tidak mengetahui semua itu......
Aku punya alasan sendiri Yund kenapa aku menyembunyikan semua ini darimu, kamu sudah lama bekerja disini sebelum Sera aku terima bekerja sebagai sekertaris ku, aku mohon kamu jangan salah paham semua ini tak seperti yang kamu pikirkan...."Yuda mendekati Yuda, ingin meraih tangan Yunda tapi seketika istri nya itu langsung menepis tangan nya....
"Aku tidak buta kak, dan kakak tidak perlu khawatir seperti ini, waktu pernikahan kita hanya tingga 7 bulan lagi kak, setelah itu kita akan resmi berpisah,...."Yunda merasa sudah sangat mantap dengan keputusan nya saat mengetahui semua kebenaran tentang Yuda yang telah membohongi nya....
"Aku tidak ingin kita berpisah Yund, aku tidak mau anak kita menjadi korban nya nanti...."Yuda menolak akan perpisahan yang selalu Yunda katakan.....
"Sekarang aku tanya sama kak Yuda, kakak cinta ngak sama Yunda? Kakak punya perasaan tidak pada Yunda? Kakak sayang ngak sama aku...."Yuda diam saja, tidak tau harus berkata apa, dia pun masih bimbang dengan perasaan nya, entah dia mencintai Yunda atau tidak Yuda tidak tau.....
"Kakak ngak bisa jawab kan? Aku tau kok kak kenapa kakak mau bertahan dengan hubungan ini, itu semua karna kakak merasa bersalah bukan karna anak ini maupun karna kakak memiliki perasaan pada ku, maaf kak, aku tidak ingin bertahan dengan bayang-bayang masa lalu, apa lagi kakak masih berharap dengan masa lalu kakak...."Yunda mengambil map dilantai kemudian memberikan nya pada Yuda lalu berbalik meninggalkan Yunda dan Sera yang hanya diam seperti patung.....
"Yud aku minta maaf tadi aku benar-benar tak sengaja, aku akan menjelaskan pada Yunda jika semua ini hanya salah paham....."Sera merasa bersalah, ia pun berniat menyusul Yunda untuk menjelaskan semuanya tapi seketika Yuda menghentikan nya dengan menahan tangan nya......
"Tidak perlu, biar aku saja yang menjelaskan nya dirumah, aku yakin Yunda tidak akan pernah mendengar kan ucapan mu....."Yuda mengehentikan Sera karna dia tau Yunda bukanlah orang yang gampang percaya, dia pun tak ingin Yunda memancing keributan kala Sera menemuinya....
"Ok, tapi sekali lagi aku minta maaf aku benar-benar tidak sengaja...."Ujar Sera terlihat sangat menyesal, Yuda mengangguk dan tersenyum hangat, Sera pun keluar dari ruangan Yuda kala laki-laki itu ingin mengganti pakaian nya yang basah.....
Yunda duduk dimeja kerja nya dengan perasaan kacau, matanya berkaca-kaca ingin menumpahkan benda bening yang sedari tadi mengenang dipelupuk mata nya tapi dengan sekuat tenaga Yunda menahan nya agar tidak menangis, Yunda benar-benar sangat terkejut mengetahui kebenaran ini, Yunda benar-benar muak karna Yuda kembali membohongi nya,....
"Ternyata kamu pembohong besar kak, aku tak menyangka kamu bisa setega ini sama aku....."Yunda menghela napas panjang mencoba mengatur emosi nya yang ingin meledak, Yunda pun duduk menenangkan perasaan nya.....
"Kamu kenapa Yund kok kesal gitu dari ruangan Ceo?...."Luna yang menyadari sikap Yunda pun menghampiri sahabat nya itu dan bertanya apa yang terjadi.....
"Aku ngak apa-apa kok Pun, cuman sedikit kecapean aja maklum lagi hamil jadi sedikit-sedikit capek dan kesal tanpa alasan, akmu jangan khawatir ya aku tidak apa-apa....."jawab Yunda berbohong, Luna pun mencoba mengerti dengan kondisi sahabat nya kemudian Luna mengusap lembut perut Yunda yang mulai menonjol....
"Jangan nakal ya dek bayi kasihan mommy mu....."Yunda tergelak kala melihat Luna, ia pun menyuruh Luna kembali kemeja kerjanya,....